PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 38 - Ambil Semua Kebaikan


__ADS_3

*Tok... Tok... Tok...*


Seseorang mengetuk pintu dan masuk, Simon terkejut melihat Wen Liu masuk kedalam Ruangan.


Wen Liu berjalan kearah Simon dan duduk dipangkuanya, "Sayangku... bagaimana dengan latihan Pasukanmu. Apakah kau merindukanku, kenapa kau datang kemari ?"


"Siapa yang memberitahumu tentang latihan Pasukan ?" Simon bertanya kepada Wen Liu.


"Zhen Qiu yang memberitahuku." Wen Liu mendekatkan wajahnya, "Apa kau marah ?"


"Tidak... bisakah kau turun !" Simon sedikit tidak nyaman dengan keadaan yang seperti ini.


"Kau yakin... Aku disini untuk memberitahumu kabar baik, tetapi kau malah memperlakukanku dengan jahat." Wen Liu sedikit menggoda Simon.


"Kabar baik apa ?" Simon sedikit penasaran dan mencoba bersikap baik.


"Kenalanku yang berasal dari Perusahaan Properti meminta bantuan. Baru-baru ini dia sedang membuat proyek Perumahan Elit dipuncak, tetapi sialnya dia ditipu oleh temanya dan tidak jadi Investasi kedalam bisnisnya." Wen Liu memutar jarinya didada Simon.


"Lalu... apa yang dia ingin minta bantuan dariku ?" Simon bertanya dengan penasaran.


"Karena dia terlanjur memesan banyak bahan bangunan, saat ini dia tidak mampu membayarnya dan meminta bantuan kepada kita. Temanku itu berjanji kalau dia akan memberikan Saham 70 persen kepada kita, bagaimana menurutmu ?" Wen Liu berkata dengan jujur.


"Kalau begitu telepon Temanmu itu dan biarkan dia berbicara secara langsung denganku !"


"Baiklah... kau bisa memanggilnya Tuan Weng." Wen Liu mengambil Ponselnya dan menelpon Weng.


Setelah beberapa saat panggilan mereka terhubung dan Wen Liu mengobrol sedikit dengan Weng. Wen Liu memberikan Ponselnya kepada Simon dan memintanya untuk berbicara.


"Halo apakah ini Tuan Naga ?" Weng bertanya kepada Simon.

__ADS_1


"Benar... Tuan Weng bisa mengatakan apa yang Anda butuhkan !" Simon langsung ke inti pembicaraan.


"Maafkan saya karena meminta bantuan dari Anda... sepertinya Wen Liu sudah menjelaskan semuanya kepada Tuan Naga. Jika Tuan Naga mau untuk membantu, saya akan menyerahkan Saham 70 persen kepada Anda !" Weng berkata dengan jujur.


"Bukankah Anda akan rugi jika menyerahkan Saham sebanyak itu kepada saya." Simon sedikit memancing niat sebenarnya dari Weng.


Wen Liu tersenyum dan berfikir Simon ini sangat pintar dan berhati-hati, perlahan dia mendekatkan kepalanya dan mengganggu Simon.


"Hah... saat ini saya tidak memiliki pilihan karena tidak ada yang mau membantu kesulitan saya. Tuan Naga tidak perluh khawatir tentang hal itu, saya tidak akan rugi dan masih mendapatkan keuntungan walaupun kecil." Weng berkata dengan jujur.


"Lalu berapa yang Andah butuhkan ?" Simon mulai terganggu dengan Wen Liu yang menyentuh tubuhnya.


"800 juta." Weng memberikan angka.


"Baiklah... kalau begitu aku akan membantu Anda. Aku akan menyuruh Wen Liu untuk mengirimkan uangnya kepada Anda, kuharap kita bisa menjadi rekan bisnis yang baik !" Simon memeluk Wen Liu dan menahan kedua tanganya.


"Iya... iya... terimakasih sudah membantu saya." Weng sangat bersyukur dengan bantuan yang diberikan oleh Simon.


"Ada apa ?" Wen Liu bertanya dengan polos.


"Turun atau aku akan menelanjangimu." Simon berkata dengan marah.


"Jika kau memiliki keberanian... maka lakukanlah ?" Wen Liu berkata dengan percaya diri kalau Simon tidak akan berani melakukanya.


Simon tersenyum seperti iblis dan berkata, "Jika itu yang kau mau."


Simon mencium bibir Wen Liu dengan paksa, Wen Liu tidak sempat bereaksi dan sangat terkejut. Mencoba melepaskan diri dari Simon, tetapi kedua tanganya ditahan oleh Simon.


Perlahan tubuh Wen Liu kehilangan tenaganya dan pikiranya menjadi kosong, dia mulai terbiasa dengan ciuman dari Simon.

__ADS_1


Simon mengangkatnya dan menidurkanya disofa, "Nona Wen... bagaimana menurutmu ?"


"Hah... hah... Aku tidak menyangka kau memiliki keberanian semacam ini." Wen Liu berkata dengan nafas yang terengah-engah.


"Keberanianku lebih besar dari apa yang kau bayangkan !" Simon menciumnya sekali lagi.


Wen Liu tidak bisa melawan Simon, saat ini kepalanya benar-benar kosong dan dia tidak tahu harus melakukan apa.


Perlahan Sumon membuka kancing baju dari Wen Liu dan bibirnya perlahan turun, perlahan dia mulai mencium leher dari Wen Liu.


"Hah... bukanya kau terlalu berlebihan ?" Wen Liu memperingatkan Simon.


"Kau yang memulainya, lagi pula bukankah kau menyukainya !" Simon tersenyum seperti Iblis.


Perlahan dia membuka semua pakaian Wen Liu dan mulai bercinta denganya. Wen Liu sama sekali tidak keberatan, Simon merupakan Pria ideal baginya dan Wen Liu juga tertarik denganya.


Erangan nakal terdengar cukup keras, beruntung untuk mereka karena ruangan itu kedap suara. Mereka terus bercinta berkali-kali tanpa memikirkan waktu.


"Hah... hah... Sayangku aku tidak kuat lagi !" Wen Liu sangat lelah dan dengan keringat yang cukup banyak.


"Apakah hanya ini kemampuan yang kau miliki, bahkan aku belum puas sama sekali." Simon tidur disampingnya dan tersenyum.


"Apa kau ingin membunuhku... lebih baik kau panggil Zhen Qiu dan teruskan denganya !" Wen Liu tidak berharap kalau stamina Simon sangat mengerikan.


"Yah... mungkin lain kali kita akan melakukanya bertiga." Simon tersenyum dan berkata, "Tetapi saat ini kau harus memuaskanku, aku tidak akan berhenti sampai kau pingsan !"


"Tunggu... Ah... " Simon tidak membiarkan Wen Liu untuk beristirahat dan melanjutkan beberapa ronde.


Wen Liu sudah mempermainkanya dan ini adalah waktu yang tepat untuk membalasnya. Simon melakukanya sampai malam dan Wen Liu tertidur di Sofa, dia sudah tidak peduli tentang apa yang akan terjadi dimasa depan.

__ADS_1


Wanita ini benar-benar membuatnya kerepotan. Jika Zhen Qiu tahu tentang hal ini, Simon tidak tahu harus berkata apa, tetapi dia tidak ingin terlalu banyak berfikir.


Simon hanya perluh mengambil keduanya dan tidak perluh memikirkan kemungkinan terburuknya, lagi pula mereka berdua cukup rukun jadi tidak akan mungkin ada pertengkaran.


__ADS_2