
Disisi lain Manor Pedang yang merupakan tempat tinggal Liu Feng, para Muridnya sedang membersihkan halaman dan tiba-tiba petir yang ganas menerjang kearah mereka.
Liu Feng yang melihat ini menarik Pedang dipunggungnya, Qi Spiritual yang kuat menyapu untaian petir dan menghancurkannya dalam sekali serang. Dua kepala jatuh dari atas langit dan berceceran dilantai, Liu Feng terlihat kusam dan dua kepala itu merupakan Dewa lain yang cukup dia kenal.
Seorang Pria berbadan kekar berdiri diatas langit dan melihat kebawah, "Menarik... aku tidak menyangka ada sampah ditempat ini yang cukup mampu menahan seranganku. Bahkan berada di Tahap Awal Tingkat Bumi, jika kau menjilat kaki Tuan Muda ini dan bersedia menjadi Budak maka aku Lei Ting akan mengampuni nyawamu karena kau yang terkuat ditempat ini."
"Masterku dibunuh oleh kalian semua saat datang kemari, aku mencapai Alam Dewa Sejati dan sayangnya bukan aku yang terkuat." Liu Feng menghunuskan Pedangnya dan Gelombang Spiritual Qi menyembur menjadi Pedang yang besar.
Lei Ting mengepalkan tinjunya dan pukulannya menciptakan daya hancur yang besar, badai petir menyapu kesegala arah dan Pedang Liu Feng dihancurkan dengan sekali serang. Liu Feng tidak ingin mengambil resiko dan diam-diam mengirim semua Murid untuk lari, Lei Ting memperhatikan hal ini namun dia juga tidak peduli.
"Untuk seukuran semut kau lumayan juga tapi ada perbedaan besar di Tahap Awal dan Akhir." Lei Ting bergerak seperti kilatan petir dan sudah ada didepan Liu Feng.
Lei Ting memadatkan sebuah bola petir dan menghantam langsung tubuh Liu Feng, kekuatan yang luar biasa dapat dia rasakan dan Liu Feng diseret keatas langit.
*Boom.*
__ADS_1
Ledakan yang besar dengan daya hancur yang luar biasa membombardir area itu, Liu Feng jatuh dari atas langit dan dalam kondisi setengah sadar. Perbedaan teknik dan kekuatan terlalu jauh hingga mustahil baginya untuk melawan.
"Hahaha... aku sudah meletakan tanda kepadamu dan kemanapun kau pergi aku bisa melacak keberadaanmu. Aku ingin kalian semua berkumpul di Gunung Tiandang, pastikan untuk memanggil Pria yang kau sebut lebih kuat darimu itu. Aku akan memenggalnya dan membuat kalian semua sadar jika kalian itu hanya semut." Lei Ting tertawa dengan keras dan berbalik pergi.
Liu Feng sedikit kesal dan berakhir babak belur ditangan Lei Ting, dia harus menyembuhkan dirinya dan bertemu dengan Simon. Orang dari Gerbang Abadi sudah menerobos masuk dan sepertinya tenaga Simon sangat dibutuhkan sekarang, jika dia tidak bekerjasama maka ini akan menjadi sesuatu yang sulit.
....
Keesokan paginya ponsel Simon terus berdering dan Zhen Qiu bangun untuk mengambilnya, Nancy mengusap matanya dan ikut bangun. Simon mendapatkan panggilan dari Ye Huan dan mengatakan semua masalah yang sudah terjadi sampai sekarang.
"Baik." Ye Huan setuju dan segera melakukan apa yang Simon perintahkan.
"Apa yang terjadi ?" Tanya mereka berdua sambil tidur didada Simon.
"Hanya beberapa kucing yang berpikir diri mereka adalah singa yang ingin membuat keributan. Liu Feng kalah ditangan mereka dan sudah ada puluhan Dewa yang dibunuh, tapi sayangnya mereka bertemu denganku nantinya." Simon terlihat percaya diri.
__ADS_1
"Kau memang hebat tapi jangan meremehkannya." Kata Zhen Qiu dengan sungguh-sungguh.
"Aku tahu." Simon mencium keningnya dan mengusap punggung mereka..
Mereka hanya berada di Alam Dewa Sejati Tahap Akhir dan dia sudah ada puncak, bahkan jika Alam Raja Dewa datang dengan Tombak Dewa Laut membuatnya dapat membunuh mereka semua tanpa ampun.
Membiarkan mereka berkumpul disatu tempat akan memudahkannya untuk menyelesaikan masalah. Takutnya jika Simon muncul lebih awal dan membunuh salah satu dari mereka maka secara otomatis yang lain akan bersembunyi darinya, lebih baik menahan sedikit penghinaan dan mengakhirinya dengan benar.
Nancy berdiri dan memakai pakaiannya, "Aku akan membuatkan sarapan untukmu sayang !"
"Ya." Simon mengangguk dan menantikannya.
"Biarkan aku membantumu." Zhen Qiu berniat membantu Nancy namun Simon menariknya.
"Kau disini saja dan bantu aku menyelesaikan masalahku." Simon meraba dada Zhen Qiu dan mencium lehernya.
__ADS_1
Nancy hanya bisa tersenyum melihat mereka dan buru-buru keluar sebelum Simon tidak membiarkannya pergi. Zhen Qiu tidak memiliki tenaga untuk melawan Simon dan berbaring dengan pasrah, lagi pula besok Simon akan memiliki pekerjaan yang besar dan menghadapi orang luar. Membiarkannya bersenang-senang sedikit tidak akan menjadi masalah yang serius untuk mereka.