PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 128 - Pergi


__ADS_3

Simon mungkin tidak memiliki banyak pengalaman dalam pertarungan para Dewa dan karena itulah dia menutupinya dengan selalu berlatih diruang sistem. Tapi sewaktu di Organisasi Informasi dia mendengar beberapa nasihat tentang seni pertarungan.


Bukan soal kekuatan ataupun teknik beladiri melainkan suasana hati. Selama kekuatan tidak jauh berbeda apa yang paling menentukan adalah suasana hati dalam mengendalikan emosi, siapa yang bisa menguasai jalannya pertarungan maka merekalah yang akan dirugikan karena terpancing olehnya.


Yan Song dan Malaikat itu mengeluarkan serangan skala besar karena provokasi yang Simon lakukan, energi mereka pastinya terkuras sangat banyak dan semua sesuai dengan apa yang Simon rencanakan. Sekarang mereka tidak lebih dari hewan yang siap dipotong lehernya.


"Mari selesaikan ini sekarang juga." Simon memukul kearah Yan Song dan Qi Spiritual emas membentuk tinju besar.


Yan Song menyilangkan tangannya dan mencoba yang terbaik untuk menahannya, tinju emas itu mengenainya dan tubuhnya seolah akan remuk dengan tekanannya. Simon menghilang dari tempatnya dan tiba-tiba dari belakang Malaikat Simon memegang kedua sayapnya.


"Hei... kau juga harus tahu rasanya diserang dari belakang, kau punya sayap yang lucu dan bagaimana rasanya jika aku mencabutnya." Simon menahan punggungnya dengan kakinya dan mencabut sayap putih itu dengan paksa.


"Argh... Manusia sialan kau mencabutnya !" Darah menetes kebawah dan Malaikat itu terlihat sangat kesakitan.

__ADS_1


"Kau juga akan mati." Simon mendesak Qi Spiritual dan tangannya menembus dada Malaikat itu.


Jantungnya berdegup ditangannya dan Simon meremasnya sampai hancur, dia membuang tubuh Malaikat kebawah dan menghancurkan Inti Kehidupannya dengan cepat. Yan Song sedikit gemetar dan jika dia tidak mengkonsumsi Pil pemulihan maka ini akan menjadi situasi yang berbahaya.


Seharusnya dia tidak gegabah dan menyeret Simon dalam pertarungan jangka panjang, namun dia sudah kehabisan energi dan sulit mengerahkan seni beladirinya. Semua orang yang berpikir Simon akan kalah karena melawan dua Ahli sekaligus sekarang bersorak, keadaan sudah berbalik dan salah satu Malaikat sudah mati ditangannya.


"Kali ini giliranmu yang akan mati." Simon memegang erat Pedangnya dan diselimuti energi kematian yang mencekam.


"Bajingan." Yan Song berbalik dan mendesak sisa tenaganya untuk kabur.


Simon mengayunkan Pedangnya dan energi kematian melesat seperti hembusan angin, semua kehidupan yang ada dijalur lintasan serangan Simon mati. Bahkan tanaman juga ikut layu karena energi kematian, semua Kapal kehilangan vitalitasnya dan semua orang didalamnya mati menjadi mayat kering.


Yan Song merasakan vitalitasnya dikuras dan Inti Kehidupannya terus redup, dia berbalik dan mengutuk Simon sebelum Inti Kehidupannya hancur. Tubuhnya jatuh kebawah dan mengering tanpa vitalitas, pemandangan yang mengerikan terlihat jelas didepan dan ini merupakan eksistensi sebenarnya dari para Ahli Raja Dewa.

__ADS_1


Simon melihat kebelakang dan menghela nafas, dia mendesak Qi Spiritual dan terbang dari tempat itu dengan kecepatan yang tinggi. Hong Yanqi yang melihat hal ini hanya bisa menghela nafas dan berpikir jika Simon tidak ingin tinggal lebih lama disini.


Banyak Kapal yang berserakan yang Simon tinggalkan, seharusnya ini sudah cukup untuk kompensasi untuk mereka semua dan Simon akan pergi menempa dirinya untuk berlatih lebih keras.


Setelah beberapa hari terbang Simon akhirnya keluar dari perbatasan timur dan singgah sebentar disebuah hutan. Fluktuasi Aura sangat kaya di Dunia Langit dan dia tidak akan melewatkan kesempatan untuk bermeditasi.


Wilayah pinggiran seperti ini seharusnya tidak terlalu menarik perhatian orang-orang besar, jadi Simon tidak takut untuk membuat keributan dan menempa dirinya secara perlahan. Pergi ke Wilayah Utama sama saja dengan mencari kematian, untuk saat ini dia harus bersabar dan tidak buru-buru.


"Jika aku tidak salah menurut peta tempat ini adalah Tanah Liar Kuno. Banyak Ras yang hidup disekitar sini dan sedikit kekuatan, setidaknya aku sudah memahami sedikit pengetahuan dasar karena melahap banyak jiwa. Seharusnya tidak banyak Ahli yang bisa mengancam nyawaku." Simon bergumam dengan pelan.


Alam Dewa Sejati mungkin sangat banyak dan dapat ditemukan dimanapun, tapi mereka yang berada di Alam Raja Dewa adalah kekuatan besar yang ada di Wilayah terpencil ini. Tidak heran mengapa Keluarga Hong sangat menghormati keberadaannya dan bisa dikatakan statusnya akan sangat tinggi.


"Lux... proses semua sumber daya yang ada didalam Cincin Penyimpanan dan gunakan poin kontribusi untuk menerobos lapisan ketiga." Simon menginginkan lebih banyak kekuatan dan meminta Lux untuk segera memprosesnya.

__ADS_1


Batu Roh didalam Cincin Penyimpanan mengembun menjadi Aura dan diserap langsung oleh Simon.


__ADS_2