
"Kenapa kau baru datang sekarang ?" Nancy bertanya dengan santai.
"Pagi ini aku sudah pergi kerumahmu, Orang Tuamu tidak ada dan kau pergi ke Universitas. Jadi aku kemari dan menunggumu dengan tenang." Simon berkata dengan jujur.
"Seharusnya kau menghubungiku terlebih dahulu !" Nancy melepas pelukanya.
"Jika aku memberitahumu itu tidak akan menjadi sebuah kejutan. Ayo pergi dan cari tempat yang bagus, terlalu banyak penggemarmu ditempat ini dan itu membuatku mual." Simon menggandeng tangan Nancy.
Fendi merasa sangat kesal dan berteriak, "Tunggu sebentar... Apa maksudnya ini dan hubungan apa yang kau miliki ?"
Simon menatap Fendi dengan jijik dan berkata, "Apakah itu penting untukmu... pergilah dan urus saja urusanmu !"
Fendi berlari dan menghadang jalan Simon, dia tidak akan menyerah sebelum Nancy memberikan jawaban yang memuaskanya.
"Cih... pergilah... aku tidak ingin pergi denganmu !" Nancy berteriak dengan marah.
"Nancy... aku seratus kali lebih baik dari Pria itu, aku akan memaafkanmu jika kau pergi denganku. Jika kau tidak memiliki hubungan khusus denganya, aku akan tetap mengajarmu." Fendi berharap kalau Nancy mau pergi bersamanya.
"Kau..." Nancy ingin berteriak tetapi Simon menghentikanya.
"Tenanglah... kau ingin tahu hubunganku bukan, aku dengan senang hati akan memberitahumu." Simon meraih pinggang Nancy dan mencium bibirnya.
Beberapa orang datang untuk menyaksikan keributan yang terjadi, tetapi mereka dipertontonkan adegan yang luar biasa.
__ADS_1
Fendi sudah mengejar Nancy sejak awal masuk Universitas, tetapi sekarang dia dipermalukan dengan cara yang mengerikan. Mereka semua hanya bisa menahan tawa dan Fendi terlihat sangat marah.
"Sekarang kau tahu hubunganku, pergilah dan belilah Boneka *** untuk dirimu sendiri." Simon kembali berjalan dan melewati Fendi yang sangat marah.
"Hei... ayo kita bertaruh. Kau dan aku bertarung... pemenangnya akan mendapatkan Nancy." Fendi menantang Simon dalam pertarungan.
"Cih... sejak awal dia adalah miliku, aku tidak harus menyetujuinya bukan." Simon berkata dengan percayadiri.
"Apa kau takut pengecut ?" Fendi memancing kemarahan Simon.
Simon tersenyum seperti Iblis dan berbalik, "Oke... jika itu yang kau mau aku setuju, tetapi aku ingin menambahkan satu hal. Cedera apapun yang diterima lawan, dia akan menerimanya dan tidak boleh menggunakan sarana Hukum. Bagaimana... apakah kau memiliki keberanian untuk itu ?"
Semua orang terkejut dengan Simon yang berani menambahkan syarat semacam itu, Fendi adalah Juara Nasional dalam Wushu. Bukankah Simon hanya mencari mati jika menggunakan syarat semacam itu.
Nancy terlalu malas untuk menanggapinya, Simon adalah Komandan Naga dan Nancy pernah menyaksikanya sendiri pertarungan yang dihadapi Simon.
"Deal... kau ikut aku dan pergi kearena milik Sekolah. Kita akan melakukan pertandingan resmi dan temanku akan membuat surat perjanjianya. Aku harap kau tidak menyesal dalam mengambil keputusan, karena aku tidak akan bersikap lunak padamu." Fendi merasa sangat senang karena bisa menghajar Simon dan mendapatkan Nancy.
Simon dengan santai berjalan kearena yang dimiliki Club Beladiri. Penontonya sangat ramai dan Simon sama sekali tidak peduli, dia duduk santai dan merasa sangat malas.
Tetapi Simon juga tidak ingin Nancy terus diganggu oleh Bocah ini. Cara terbaik adalah dengan membuatnya jera dan berpikir dua kali untuk mengganggu Nancy.
Fendi dan Simon menandatangani surat perjanjian yang berisi kalau mereka akan bertarung dengan gaya bebas, setiap cedera apapun diijinkan dan pertarungan ini tidak akan dihentikan sampai salah satu pihak menyerah.
__ADS_1
Jurinya adalah Guru Seni Beladiri ditempat itu, dia mengenal Simon tetapi atasanya berpesan untuk tidak mengungkapkan Identitas aslinya. Jadi dia hanya berharap kalau Simon tidak akan membunuh Fendi dengan kejam.
"Mulai." Suara Bel berbunyi tanda mulainya pertandingan.
"Majulah... aku sedang terburu-buru." Simon mengorek kupingnya dan terlihat sangat meremehkan lawanya.
Fendi merasa sangat kesal, memutar tubuhnya dan kakinya melayang kesamping, sapuan kaki dari Fendi langsung kearah Kepala Simon.
Simon dengan cepat berjongkok dengan santai dia menendang kaki Fendi yang menjadi tumpuanya. Fendi terjatuh dengan lucu dan membuat semua penonton tertawa.
"Mencolok dan tidak praktis... itulah dirimu. Aku akan memberimu kesempatan, turunlah dan mengaku kalah. Aku tidak akan melakukan apapun kepadamu !" Simon menyarankanya untuk menyerah.
"Mimpi !" Fendi memukul kearah Simon yang sedang berjongkok.
Simon dengan santai menangkap pukulanya dan menggunakan tenaga dalamnya, otot tangan kanan Fendi mengencang dan tanganya menjadi kaku.
"Kau... apa yang kau lakukan padaku !" Fendi mundur dengan panik dan sama sekali tidak bisa menggerakan tanganya.
"Huh... apa kau pernah dengar jurus ular beracun. Aku memukulmu dengan pukulan yang tidak terlihat oleh mata, tetapi pukulan itu hanya mengejutkan ototmu. Seperti racun yang akan melumpuhkan mangsanya !" Shen Yu mengarang jurusnya sendiri dan bergaya seperti ular.
Nancy dan semua orang tertawa melihat hal ini, pertandingan ini tidak bisa disebut sebagai pertarungan. Hal ini lebih cocok jika disebut sebagai acara komedi, Simon ini benar-benar tahu cara mempermalukan orang lain dengan kejam.
"Baiklah... karena kau sudah membuatku marah dan tidak mau menyerah, jangan salahkan aku jika menggunakan hal ini. Jurus Ular Beracun !" Simon pergi kearah Fendi dengan gaya bodohnya.
__ADS_1
Fendi menggunakan kakinya untuk menyerang Simon, penonton yang melihat hal ini sangat terkesan dengan jurus Ular Beracun Simon. Semua tendangan Fendi berhasil dihindari dengan luar biasa seperti seekor Ular yang gesit.
Simon menotok beberapa tempat dan membuat kejutan pada otot Fendi. Perlahan semua anggota tubuhnya mulai kaku dan jatuh ketanah, dia sama sekali tidak merasakan sakit tetapi dia kehilangan kendali tubuhnya seperti orang yang lumpuh total.