
[Sistem telah selesai mengkatkan Kultivasi Naga ke Tingkat 2.]
Simon menderita rasa sakit selama setengah hari. Semua otot ditubuhnya saat ini merasakan nyeri, proses ini adalah yang paling buruk baginya.
Perlahan dia masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan semua keringatnya. Setelah mengganti pakaianya, Simon berniat mencoba hasil latihanya dan melompat keluar jendela.
Berdiri didepan pohon yang terlihat kokok, Simon melesat dan memukulnya dengan kekuatan penuhnya.
*Krak.*
Pukulan dari Simon menembus di Pohon dan menimbulkan lubang yang besar. Simon mennyapu dengan tendanganya dan membuat pohon itu tumbang.
"Lumayan... kekerasan tubuh dan keluatan meningkat dengan drastis." Simon sangat senang dengan hal ini.
Rasa sakit yang dialaminya selama setengah hari tidak berakhir dengan sia-sia. Kekuatanya kali ini bukan sesuatu yang dihadapi oleh seorang Grandmaster Beladiri.
Simon tersenyum dan kembali kedalam, Dia berfikir untuk sedikit bersantai dan tidak perluh memikirkan apapun saat ini.
Beberapa hari sudah terlewati Nona Wen menjemput Simon dan mengantarnya kesuatu tempat. Simon sendiri sudah merencanakan semuanya, mengikuti ingtanya tentang masa depan.
Simon hanya petluh membuat keributan besar disana dan sisanya Pasukan yang lainya akan menghancurkan mereka semua.
Nona Wen mengantarkan Simon ke Bandara dan berkata, "Komandan... hati-hati dan jangan sampai mati !"
"Yah... jika aku mati setidaknya akan ada banyak orang yang menemaniku !" Simon tersenyum dengan santai.
Memasuki pesawat dan segera terbang ke Australia. Simon sendiri tidak khawatir dengan hal-hal kecil dan mengubah semua rencananya.
__ADS_1
Saat ini dia bekerja sama dengan Militer Australia. Mereka tidak mengijinkan Kapal Perang Negara lain memasuki wilayah mereka dan memutuskan untuk bekerjasama.
Simon sendiri tidak keberatan dengan hal itu. Setelah 4 Jam terbang, Simon sudah tiba dia Australia, berkat bantuan Sistem dia tidak perluh khawatir dengan bahasa mereka. Sistem sudah melakukan penerjemahan dan Simon hanya perluh mengobrol seperti biasa.
Simon turun dari Pesawat dan tiga orang berjalan kearahnya. Salah satu dari mereka adalah seorang Wanita dan tersenyum kearah Simon.
"Tuan... bisakah Anda ikut bersama dengan saya !" Wanita itu berkata dengan sopan.
Simon mengerutkan keningnya dan terlihat sangat kesal.
[Peringatan ! Master harus berhati-hati, Puluhan Sniper saat ini sedang membidik Masater.]
Simon sangat terkejut dengan hal ini. Segera dia menganggukan kepalanya dan menyutujui permintaan Wanita itu.
Wanita itu tersenyum dan menuntun jalan untuk Simon. Kedua Pria besar dibelakangnya saat ini mengikutinya, Simon berfikir didalam hatinya kalau hal ini benar-benar mencurigakan dan mulai menebaknya.
Simon masuk kedalam mobil dan duduk bersebelahan dengan wanita itu, "Nona... aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Bisakah Nona berbaik hati dan mengatakanya !"
"Anda adalah Komandan Militer dan seorang Pemimpin Dunia Bawah Negara Beihan, seperti Bos kami yang menguasai seluruh Australia. Bos kami ingin bertemu dan menjalin hubungan baik dengan Anda !" Wanita itu berkata dengan percaya diri.
Simon bukanlah orang yang bodoh dan hanya bisa mengutuk didalam hatinya. Siapa yang menyangka kalau Big Father memiliki kekuasaan sejauh ini dan mengetahui identitasnya.
Rencananya kali ini benar-benar gagal, mungkin Simon hanya bisa bermain dengan kasar saat ini dan jika mereka ingin bertemu maka Simon tidak akan sungkan.
"Tuan Naga tidak perluh khawatir... Bos berkata kalau dia hanya ingin berbicara bisnis dengan Anda. Kami akan menyiapkan semua keperluan Tuan Naga dan harap menunggu selama 5 hari, sebelum Bos datang !" Wanita berkata dengan percaya diri.
Komandan Naga yang terkenal itu tidak lebih dari seorang Bocah yang belum mencapai umur 20 tahun. Wanita itu berfikir Bosnya terlalu menganggap Bocah ini dengan serius, bahkan Bocah ini terlihat panik.
__ADS_1
Simon ingin tertawa didalam hatinya, hal yang paling dasar adalah melemahkan kewaspadaan mereka terhadap dirinya. Jadi untuk membunuh mangsanya, dia hanya perluh bersabar dan menunngu waktu yang tepat.
Mobil itu berhenti disebuah Hotel yang bagus, tetapi masih tidak bisa dibandingkan dengan miliknya. Wanita itu mengantarkan Simon memasuki ruangan.
"Tuan Naga pasti sangat lelah... silahkan Tuan Naga beristirahat, jika Anda membutuhkan sesuatu silahkan panggil kami diluar." Wanita itu berkata dengan sopan.
"Apakah tempat ini milik Bosmu ?" Simon bertanya dengan penasaran.
"Hotel ini adalah salah satu aset dari Bos. Tuan Naga tidak perluh khawatir dan dapat melakukan apapun ditempat ini." Wanita itu berkata dengan jujur.
"Baiklah kalau begitu." Simon tersenyum dan melihat sekelilingnya seperti orang desa yang baru melihat kota.
Wanita itu sedikit kesal dan pamit untuk pergi meninggalkan ruangan. Simon menghela nafas lega dan duduk dikasurnya, saat ini dia harus memikirkan rencana untuk menghubungi Nona Wen.
....
Disebuah Pulau terdapat sebuah Gedung yang sangat tinggi, seorang Pria dengan santainya berdiri memandang laut yang luas.
Seorang laki-laki masuk dan memberi hormat padanya, "Bos... Orang itu sudah tiba dan sekarang ada di Hotel !"
"Hahaha... Siapkan Kapal dan aku akan segera menemuinya !"
"Baik." Segera dia keluar dari ruangan dan menyelesaikan tugas dari Bosnya.
"Hahaha... Anjing kecil ingin bermain dengan Kaisar ini. Kau hanya mengantar nyawa dan kekayaanmu disini."
Pria itu adalah Bos Big Father dan saat ini sedang santai menunggu persiapan. Simon terkenal dengan kehebatanya dan berfikir bahwa sekarang nyawa Simon berada di tanganya.
__ADS_1