PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 98 - Perjalanan Bisnis


__ADS_3

Setelah beberapa hari Simon mendapatkan kunjungan dari Ridas, dia melaporkan semua bisnisnya termasuk usahanya dengan Gilan. Ada beberapa hal yang dia butuhkan dari persetujuan Simon dan karena itulah dia datang.


"Bos... kita harus pergi ke Korea Selatan karena undangan dari Perusahaan Inchi dari Biro Teknologi. Aku sudah menyelidiki semuanya dan asetnya sungguh luar biasa, tapi Ketua Grup ini memiliki persyaratan karena ingin menjual sahamnya yaitu kita harus membantunya melakukan sesuatu." Kata Ridas dengan sungguh-sungguh.


"Apa itu ?" Tanya Simon dengan penasaran.


"Aku sendiri tidak tahu... mereka mengundang Bos secara langsung dan mengadakan pesta untuk Bos di Kapal Pesiar." Ridas berkata dengan jujur.


"Kau sudah belajar dari Wen Liu sangat lama dan aku ingin bertanya pendapatmu, memperluas pengaruh ke Korea Selatan apakah itu penting ?" Tanya Simon sambil menguji kecakapan Ridas dalam menilai situasi.


"Sangat penting... melihat dari situasi perkembangan alat modern itu tidak akan ada matinya. Jika Bos bisa menjadi salah satu pemegang saham maka keuntungan jangka panjang akan terlihat nantinya." Jawab Ridas dengan santai.


"Kau yang atur dan acaranya minggu depan bukan." Simon menyetujuinya.

__ADS_1


"Baik." Ridas pamit pergi dan mengatur semua yang Simon butuhkan.


Simon sendiri sudah tidak terlalu peduli dengan harta duniawi. Tapi mengingat dia seorang Kaisar Naga yang dibawahnya terdapat ribuan Anak buah yang harus diberi makan maka tidak akan jadi masalah, lagi pula dia bisa mengajak mereka berlima jalan-jalan dan pergi bersama.


Tapi tidak seperti rencananya berjalan dengan lancar. Ye Qingchen sedang berusaha untuk masuk ke periode Awakening dan dibawah bimbingan Ye Huan. Melihat kondisinya mustahil untuk diganggu, sedangkan yang lainya sibuk dengan pekerjaan dan tidak memiliki banyak waktu.


Untungnya Zella mau menemani Simon pergi dan berlibur dalam perjalanan bisnis, sudah sangat lama sejak mereka memiliki waktu berdua dan yang lainya juga tidak keberatan sama sekali.


Minggu depannya Simon dan Zella berangkat menggunakan Pesawat Pribadi, Ridas sudah menunggunya disana dan melakukan negosiasi lebih awal. Berada dipelukan Simon membuat Zella sangat nyaman sambil melihat pemandangan awan dari balik kaca.


"Apapun yang kau pakai semuanya akan tetap cantik." Simon cukup senang karena bisa bersantai.


"Setelah semuanya selesai bisakah kita jalan-jalan, ada beberapa tempat yang ingin aku kunjungi ?" Zella membuat sedikit permintaan.

__ADS_1


"Selain berbisnis tujuanku adalah berlibur... kemanapun kau ingin pergi dan bersenang-senang aku akan bersama denganmu." Simon tidak menolaknya dan menyetujui permintaan Zella.


Setelah lima jam perjalanan akhirnya mereka sampai di Korea Selatan, mereka berdua mampir untuk makan sesuatu dan bertemu dengan Ridas di Hotel. Pemandangan laut cukup indah dan Hotel ini memiliki fasilitas yang baik, Zella pergi kedalam kamar dan bersiap-siap sedangkan Simon harus pergi menemui Ketua Perusahaan Inchi Kim Yong.


Kim Yong sudah menunggu didalam ruangan pribadi dan melihat Simon dia segera berdiri, "Selamat datang Tuan Simon... saya selaku Ketua Kim Yong menyambut Anda !"


"Ketua Kim Yong terlalu sopan... sesuai dengan niatku aku dengar kau menjual saham milik perusahaanmu sebesar 20 persen. Melihat peluang dimasa depan sepertinya kita bisa bekerjasama, aku sudah menawarkan banyak uang tapi menunggu keputusanmu !" Kata Simon sambil menyalakan rokoknya.


"Ini bukan soal uang melainkan aku memiliki permintaan, tapi sebelum itu aku sudah mendengar nama besar Tuan Simon dan bukannya mencela tapi apakah Anda benar-benar sudah memasuki Dunia para Dewa ?" Tanya Kim Yong dengan sungguh-sungguh.


"Ya." Simon mengangguk dan menghisap rokoknya.


Simon memang belum menjadi Dewa sebenarnya tapi Bumi memiliki tolak ukur yang berbeda, mereka yang sudah berada di Awakening lapisan keenam bisa dianggap sebagai sosok Dewa dan dia juga termasuk kedalamnya karena berada dilapisan kesembilan atau puncak.

__ADS_1


"Begini... setahun yang lalu Istri dan Anak tertuaku dibunuh oleh Keluarga Nan salah satu Keluarga dari Fraksi Dewa. Aku tidak bermaksud untuk membuat Tuan Simon menghancurkan semuanya, tapi hanya satu orang yaitu Nan Dingwu yang tidak lain adalah Putra tertua dari Keluarga Nan. Bahkan dia sekarang sudah mengancam akan membunuh Anak terakhirku yang berusia lima tahun, bulan lalu kecelakaan mobil dan untungnya dia masih selamat. Dendam ini sudah membuatku putus asa karena nyawa Anakku yang dipertaruhkan, abaikan soal uang... aku bersedia memberikan 40 persen saham secara cuma-cuma selama Tuan Simon bisa membunuhnya." Kata Kim Yong dengan penuh rasa frustasi dan amarah besar yang meledak-ledak didalam hatinya karena peristiwa waktu itu.


__ADS_2