
Saat ini semua pelatihan sudah selesai, Simon menyuruh semua Prajurit untuk beristirahat dan dia kembali bersama Nona Wen.
"Komandan... Apa yang akan Anda lakukan setelah ini ?" Tanya Nona Wen.
"Menaklukan Dunia Bawah Negera Beihan." Jawab Simon dengan tegas.
Nona Wen tidak bisa berkomentar apapun, bahkan Keluarga Zhen tidak memiliki kemampuan untuk itu. Tetapi Simon berbeda, dia tidak memiliki keraguan dalam kata-katanya. Mungkin dia memiliki rencananya sendiri untuk melakukanya.
"Dalam beberapa minggu ini kau harus siap sewaktu-waktu aku melakukan panggilan dan meminta bantuan untuk mengirimkan Pasukan !" Simon berkata dengan santai.
"Baik Komandan." Nona Wen menjawab dengan tegas.
Setelah beberapa saat mereka sampai dibandara. Sebelumnya Simon sudah meminta Gilan untuk menjemputnya, Nona Wen pamit dan segera pergi kembali untuk beristirahat.
Simon berjalan keluar dan melihat Gilan yang melambaikan tanganya.
"Bos... bagaimana kabarmu ?" Gilan berkata dengan santai.
"Hahaha... aku baik-baik saja." Simon masuk kedalam mobil dan berkata, "Apakah kau sudah merekrut Anggota baru ?"
"Yah... ada banyak." Gilan menjawabnya dengan santai.
"Suruh mereka membawa Mobil Box, aku akan memberikan Senjata yang aku bawa kepada kalian." Simon memberikan instruksinya, "Sekarang antarkan aku ke Grub Naga !"
"Oke." Gilan segera berangkat, "Bos... aku tidak menyangka kalau kau adalah Komandan Naga."
"Yah... itu adalah hal sepele. Jika bukan karena Zhen Tian yang memohon, aku tidak akan mau untuk melakukanya. Tetapi keuntungan yang aku miliki juga tidak sedikit, salah satunya aku bisa mengambil senjata secara gratis !" Simon berkata dengan jujur.
__ADS_1
"Hahaha... dengan itu saja Bos sudah cukup untuk menguasai mereka." Gilan berkata dengan semangat, "Bos... sebenarnya kami sudah bergerak kemarin dan ada beberapa Geng yang sudah tunduk dibawah kita, tinggal beberapa lagi dan kita mungkin bisa menyatukan mereka semua !"
Simon terkejut mendengar Gilan sudah menaklukan mereka, "Bagaimana caramu melakukanya ?"
"Aku menggunakan namamu, bahkan mereka tidak berani untuk bertarung !" Gilan berkata dengan jujur.
Komandan Naga adalah orang yang misterius dan kemampuanya juga sangat mengerikan. Siapa orang yang memiliki keberanian untuk menantang Militer dan kekuatanya, hanya orang bodoh yang berani melakukanya.
"Tidak masalah." Simon mengatakanya dengan santai dan dia cukup senang dengan apa yang dilakukan Gilan.
Setelah beberapa saat mereka sampai di Perusahaan. Gilan memarkirkan mobilnya dan mengikuti Simon dari belakang, mereka naik sampai kelantai paling atas dan duduk diruangan Simon.
"Bagaimana menurutmu tentang Perusahaan ini ?" Simon meminta pendapat dari Gilan.
"Sangat bagus." Gilan berkata dengan jujur.
"Bos bercanda... saya hanya pintar untuk bertarung, memangnya Perusahaan apa yang bisa saya buat ?" Gilan mengakui dirinya tidak berbakat dalam bisnis.
"Karena kau pintar bertarung kenapa kau tidak mencoba Perusahaan Pengawalan dan menyewakan tenaga kerja untuk menjaga keamanan untuk beberapa orang." Simon memberikan saranya.
Dimasa depan akan ada Perusahaan semacam itu dan jasa dari Pengawalan sangat banyak orang-orang terkenal yang akan memakainya.
"Bos... kau sangat cerdas !" Gilan benar-benar kagum dengan pemikiran Simon, "Tetapi kenapa bukan Bos saja yang membuatnya, aku siap untuk bergabung !"
"Kau dan Aku itu sama saja... ketika kau memutuskan mengikutiku, aku harus menjamin kesejahteraanmu. Jika kau bisa membuat Perusahaan seperti itu, kau dan anggotamu akan memiliki uamg lebih yang akan kalian gunakan untuk diri kalian. Jika untuk modal, aku bisa membantumu !" Simon berkata dengan jujur.
Baginya sama saja jika Gilan memiliki Perusahaanya sendiri, karena Gilan adalah anak buah Simon. Jadi Simon tidak bisa menutup mata dan mengabaikanya.
__ADS_1
"Baiklah... kalau begitu saya hanya bisa berterimakasih dan menunggu instruksi dari Bos." Gilan benar-benar bersyukur karena telah mengikuti Simon.
Mungkin ini adalah keputusan terbaik yang pernah dia ambil dalam hidupnya. Gilan mendapatkan Panggilan dari Anak buahnya dan mobil yang akan disunakan membawa semua Senjata sudah sampai.
"Bos... mobilnya sudah sampai, dimana senjatanya ?" " Gilan memberitahu Simon.
"Kau akan tahu nanti... ayo kita turun dan melihat mobilnya." Simon bersama dengan Gilan berjalan turun.
Disana Simon melihat sebuah Mobil Box dan membuka pintunya. Simon mengeluarkan puluhan Kotak kayu yang berisi Senjata Api yang didapatkanya dari Zhen Tian.
Gilan dan yang lainya sangat terkejut melihat kotak kayu yang berisi Senjata Api tiba-tiba muncul.
"Bos... apa kau seorang Pesulap ?" Gilan tidak mengerti apa yang telah dilakukan Simon.
"Mungkin." Simon tersenyum dan menjawabnya dengan santai, "Kau aturlah sendiri barang-barang ini."
"Baik." Gilan dan Anak Buahnya segera pergi dan mengatur semuanya. Lebih baik mereka segera melakukan penaklukan mereka dan menguasai seluruh Dunia Bawah Tanah Negera Beihan.
Simon kembali keruanganya dan duduk dengan santai. Salah seorang Pelayan membawakanya kopi dan Simon dengan santai meminumnya sambil mengecek semua berkas laporan yang ada dimeja.
Semua laporan itu berisi data penjualan Gula dan Krim Obat yang baru diluncurkan. Krim Obat ini mendapatkan tanggapan yang bagus dari semua masyarakat dan sekali keluar stok penjualanya akan langsung habis.
Wen Liu benar-benar hebat dalam pemasaran, walaupun Krim ini sangat luar biasa tetapi tidak mungkin untuk membuatnya terkenal seperti ini dalam waktu yang singkat.
Sepertinya Simon harus memberikanya hadiah karena pencapaianya. Lagi pula Simon hanya menyediakan ide dan sisanya Wen Liu yang mengerjakanya dengan sempurna.
Kombinasi seperti ini sangat cocok dalam Perusahaan yang ingin Simon bangun. Jadi Simon tidak perluh untuk bergerak sendiri dan bisa menyelesaikan urusan yang lain.
__ADS_1