PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 36 - Ketua Pang


__ADS_3

Simon dengan yang lainya menaiki Helikopter dan sampai dipulau seberang menunggu semua Pasukan miliknya.


Ini adalah latihan terakhir untuk mereka semua, setelah ini Simon bisa istirahat dan menjalankan rencananya untuk menghancurkan Organisasi Big Father.


"Simon... ini adalah barang-barang yang kau inginkan !" Zhen Tian menunjukan lima buah Bom berukuran kecil dan beberapa kotak kayu yang berisi ratusan senjata api.


Simon menganggukan kepalanya dan berkata, "Terimakasih... aku akan melakukanya dengan baik."


"Yah... kembalilah dan berikan hasil yang memuaskan !" Zhen Tian berkata dengan tegas.


"Baik." Simon memberi hormat.


Semua ini sudah diatur oleh Simon, sukses atau gagal semua itu tergantung dengan kemampuanya sendiri. Jadi selama Simon tidak bertindak gegabah dan mengikuti semua pengaturan yang direncanakan, keberhasilan misi ini pasti terjamin lancar.


Zhen Tian bersama dengan Zhen Qiu dan Komandan Falcon kembali pulang, Simon dan Nona Wen masih disana dan menunggu semua Pasukan Naga.


"Nona Wen... dalam beberapa hari aku akan pergi dan kau harus memberikan Istruksi kepada mereka. Dalam beberapa minggu mungkin aku akan melakukan panggilan darurat dan meminta bantuan, saat itulah kalian harus siap !" Simon berkata dengan serius.


"Komandan tidak perluh khawatir... Anda dapat percaya kepada saya dan mereka semua." Nona Wen berkata dengan tegas.


"Kalau begitu... tidak ada yang bisa aku katakan lagi kepadamu." Simon tersenyum dengan puas.


Setelah dua hari penuh menunggu akhirnya Semua Pasukan terlihat sedang berenang dengan membentuk sebuah formasi, setiap pasukan memegang tombak ditanganya.


Simon dan Nona Wen sangat puas dengan hal ini. Kerjasama yang dibangun oleh Pasukan Naga sangat luar biasa.


Perlahan mereka semua sampai dipinggir pantai dengan napas yang terengah-engah. Begitu mereka melihat Simon dan Nona Wen, meraka semua buru-buru berbaris dan bersiap menunggu Perintah dari Simon.


Simon tersenyum dan bertepuk tangan, "Bagus... beginilah seharusnya seorang Elit, kalian benar-benar membuatku sangat puas."

__ADS_1


"Terimakasih Komandan." Teriak semua Prajurit dengan keras.


Walaupun pelatihan yang terakhir ini sangat berat, tetapi fisik mereka sudah meningkat dan tidak mustahil untuk melewatinya. Selama mereka bisa saling bekerjasama untuk melindungi semua orang dari Hiu, bukan tidak mungkin untuk melalui pelatihan ini.


"Saat ini aku akan membiarkan kalian semua untuk memilih... siapa yang akan menjadi Ketua diantara kalian semua ?" Simon berkata dengan tegas, "Aku menyuruh kalian untuk melakukan diskusi untuk memilih Ketua ?"


Semua Prajurit terlihat bingung dan tidak tahu harus memilih yang mana. Simon sengaja melakukan hal ini untuk mengetes tentang sifat mereka, apakah mereka memikirkan tentang Tim atau sifat serakah mereka tentang jabatan.


"Komandan... bukankah lebih baik untuk Anda yang memilih ?" Teriak semua Prajurit.


"Hm... aku tidak mengenal kalian dengan baik. Bukankah kalian sudah saling mengenal dan paham dengan karakter kalian masing-masing, tidak akan sulit untuk mencari Ketua yang baik untuk kalian bukan !" Simon tersenyum penuh arti.


Seorang Pria Botak yang memiliki badan yang cukup besar tiba-tiba maju dan berkata, "Komandan... saya ingin mengajukan diri saya sebagai ketua dari Pasukan Naga."


"Siapa namamu dan apa alasanya ?" Simon bertanya dengan dingin.


"Bagaimana dengan kalian ? Apa kalian setuju dengan Pang yang akan menjadi Ketua Pasukan Naga ?" Simon menatap kearah semua Prajurit.


Setelah berfikir untuk waktu yang lama, Semua Prajurit berteriak, "Ya... kami setuju."


"Bagus... sekarang kau adalah Ketua dari mereka. Aku menantikan kerja kerasmu dimasa depan." Simon berkata dengan santai.


Pang tersenyum dan memberi hormat, dia adalah yang terkuat diseluruh Prajurit dan sangat loyal kepada mereka. Alasan ini sudah cukup untuk menjadikanya Ketua dari Pasukan Naga.


"Baiklah... untuk merayakan terpilihnya Pang sebagai Ketua Pasukan Naga, aku akan memberinya sebuah hadiah." Simon berkata dengan santai.


Semua Prajurit terlihat penasaran dengan hadiah apa yang akan diberikan Komandan mereka, Pang sendiri tidak bisa menahan senyum bahagianya.


Simon melepaskan jaketnya dan berkata, "Hadiah dariku adalah pengalaman bertarung, majulah dengan semua kekuatanmu. Aku jamin kau tidak akan mati !"

__ADS_1


Senyuman diwajah Pang berubah menjadi gelap, semua Prajurit tidak bisa menahan tawanya. Melawan Simon merupakan sebuah tindakan bunuh diri, walaupun fisik mereka sudah diperkuat tetapi melawan Simon masih tidak mungkin.


"Komandan bercanda ?" Pang bertanya dengan panik.


"Tidak." Simon tersenyum dan berkata, "Seorang Ketua tidak boleh menjadi penakut, kemari aku tahu batasanku !"


"Baik." Pang mulai menarik napas dalam-dalam dan menerjang Simon dengan pukulanya.


Tetapi Simon bergerak terlalu cepat dan menghindarinya. Simon tersenyum dan berkata dengan santai, "Jika kalian bertemu dengan musuh sebesar ini, usahakan untuk tidak terpancing dan tertangkap olehnya. Apa kalian mengerti !"


Semua Prajurit sangat takjub melihat Simon yang menggunakan Pang sebagai bahan demonstrasi.


Pang sedikit kesal... memutar badanya dan melakukan sapuan tendangan dari arah samping.


Simon dengan santai mengangkat lututnya dan tendangan dari Pang ditahan. Semua Prajurit mulai mengerti dengan demonstrasi yang dilakukan Sumon. Ketenangan dan cara berfikir sangat diperluhkan didalam menghadapi Orang yang jauh lebih kuat.


Semua Prajurit terlihat sangat kagum, Pang mengarahkan Pukulan yang keras kearah wajah Simon.


"Mari kita akhiri !" Simon mengangkat satu tangan kananya dan menangkap Tinju dari Pang.


Mata semua orang terkejut melihat hal ini, Tinju itu terlihat sangat kuat dan dengan santainya Simon mrnangkap dengan satu tanganya.


Simon tersenyum dan memutar tubuhnya dengan cepat dia membanting Pang ketanah dengan keras. Suara bantingan itu terdengar sangat keras dan Pang berakhir pingsan ditanah.


"Apa kalian sudah mengerti sekarang ?" Tanya Simon dengan senyum yang terlihat polos.


"Mengerti." Teriak semua Prajurit dengan keringat dingin didahi mereka.


Pang sama sekali tidak lemah, Simon yang terlalu luar biasa. Walaupun dari ukuran tubuhnya tidak sebanding dengan Pang, tetapi kekuatanya sangat mengagumkan.

__ADS_1


__ADS_2