
Simon beristirahat selama 2 hari di apartemen dengan tenang. Beberapa Wartawan berdiri didepan gerbang dan ingin mewancari Simon, tetapi Simon terlihat tidak peduli.
Setelah semua ini selesai dia akan kembali dan membawa Orang Tuanya tinggal bersama denganya. Lebih baik untuk membawa mereka untuk tinggal dan menikmati kehidupan.
Keuntunganya kali ini sangat luar biasa, setidaknya dia berhasil mendapatkan 20 Miliar dan kerja kerasnya tidak sia-sia.
Seseorang mengetuk pintu dan Simon membukanya, dia terkejut melihat Zella bersama dengan ayahnya.
"Silahkan duduk Paman !" Simon mempersilahkan mereka duduk dan berbicara.
"Komandan Naga terlalu sopan, saya disini untuk membicarakan beberapa hal kepada Komandan Naga." Ayah Zella berkata dengan jujur, "Begini... saya ingin memberikan hadiah dari Pemimpin Alkas, silahkan dilihat Dokumenya !"
Simon memeriksa Dokumen dengan teteliti dan terkejut, "Apakah kalian serius akan memberikan Pulau dan Gedung yang sebelumnya dimiliki Big Father ?"
"Yah... Pemimpin Alkas mendengar bahwa Komandan Naga menjalankan sebuah Perusahaanya sendiri. Pulau ini cukup bagus untuk dijadikan sebuah tempat untuk berbisnis dan cukup nyaman !" Ayah Zella berkata dengan jujur.
"Kalau begitu aku akan menerimanya dan tolong sampaikan rasa terimakasihku kepada Pemimpin Alkas." Simon berfikir untuk mengembangkan sesuatu disana.
"Yang terakhir saya akan meminta satu hal, Anak saya Zella ingin mengikuti Anda. Saya sudah mendengar semua ceritanya dan apakah Anda menyetujuinya ?" Ayah dari Zella berkata dengan cemas.
"Paman... bukanya aku tidak mau, tetapi aku sudah memberitahu sebelumnya. Aku memiliki 2 Wanita disisiku, jika kalian dan Zella tidak keberatan maka aku akan dengan senang menerimanya." Simon berkata jujur.
Sebelumnya dia memang sudah melakukan hal yang buruk dan bersedia bertanggung jawab, tetapi Simon juga memiliki Wen Liu dan Zhen Qiu. Simon tidak bisa menipu mereka dan mengambilnya begitu saja.
__ADS_1
Zella menatap kearah Ayahnya dan mengangguk dengan tegas. Simon adalah lelaki yang baik dimatanya, terlebih dia terluka untuk menyelamatkan Keluarganya. Jika dia bisa bersama dengan Simon, maka itu adalah kebahagian terbesar untuknya.
"Zella sendiri tidak keberatan dengan hal itu." Ayah Zella berkata, "Sebagai Orang Tua... saya hanya berharap untuk kebahagianya. Karena dia menyukai Anda, saya tidak akan keberatan dengan hal itu !"
"Paman tidak perluh khwatir... Walaupun aku bukanlah orang yang baik. Tetapi aku tidak akan pernah memperlakukanya dengan buruk." Simon berkata dengan jujur.
"Baiklah... kalau begitu aku akan pamit dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh Pemerintah." Ayah Zella berdiri dan berjalan keluar.
Simon mengantarnya sampai dipintu dan tidak berani pergi keluar. Jika dia berurusan dengan Wartawan tanpa menggunakan Topeng, dia takut Identitasnya akan diketahui oleh Orang Tuanya dan akan dimarahi habis-habisan.
Lebih baik Simon memberitahu mereka secara langsung dan agar tidak menimbulkan masalah yang tidak dia inginkan.
Simon duduk disebelah Zella dan berkata, "Apakah kau sudah makan ?"
"Tuan Simon lapar ?" Zella bertanya kepada Simon.
"Baik." Zella tersenyum dan berkata, "Apakah kamu lapar ?"
"Aku sangat lapar." Simon menggendong Zella dan pergi ke kamarnya, "Pertama-tama aku akan memakanmu !"
Zella sedikit terkejut dan sangat malu, Simon membaringkan tubuhnya diatas kasur dan menciumnya dengan lembut.
Simon perlahan membula pakaianya dan terus meraba tubuh Zella dengan nafsunya. Kecantikan Zella sebanding dengan Zhen Qiu dan Wen Liu, jadi Simon cukup tertarik denganya.
__ADS_1
Sifatnya yang lembut membuat daya tarik tersendiri untuknya. Simon terus bermain dengan Zella sampai tengah malam, Zella sendiri sangat senang dan bahagia bersama dengan Simon.
Zella tidak menyangka kalau dia akan jatuh cinta pada laki-laki dengan cara seperti ini. Awalnya dia hanya dijadikan sandera oleh Big Father dan dipaksa untuk melayani Simon.
Tetapi sikap baik yang ditunjukan Simon membuatnya sangat nyaman dan ketika dia berjanji untuk menyelamatkan Keluarganya, Zella sudah memiliki perasaan semacam ini dengan Simon.
Pagi hari Simon bangun dari tidurnya dan Zella masih tertidur pulas disampingnya. Simon berjalan kekamar mandi dan mengganti pakaianya, setelah selesai dia pergi ke dapur dan membuat secangkir kopi untuknya sendiri.
Setelah beberapa saat Zhen Tian dan yang lainya datang dan membicarakan tentang situasi saat ini.
"Nak... saat kau kembali akan ada penghargaan untuk kita semua, bagaimana menurutmu ?" Zhen Tian berkata dengan bahagia. Mereka sudah menghancurkan Bandar Narkoba terbesar dan sepantasnya mendapatkan penghargaan.
"Kapan ?" Simon sendiri sebenarnya tidak terlalu peduli.
"Satu Bulan... Pemerintah harus menyiapkan mendalinya terlebih dahulu." Zhen Tian berkata dengan jujur, "Tentu saja... kau akan mendapat lebih, karena kau yang paling berjasa !"
"Hahaha... Aku tidak berharap mendali, aku harap Pemerintah akan memberiku uang !" Simon sedikit berharap.
Zhen Tian dan yang lainya tersenyum canggung. Kekayaan Simon yang sekarang saja sudah sangat luar biasa dan lebih parahnya, dia masih belum puas dengan hal itu. Zhen Tian tiba-tiba merinding dan berfikir kalau Cucunya benar-benar buta.
"Lupakan... kami sudah menyerahkan semua tersangka kepada Pemimpin Alkas dan kami akan kembali, apakah kau ingin ikut bersama kami atau kau masih ingin tetap disini ?" Zhen Tian memberikan penawaran.
"Aku masih memiliki urusan disini dan akan kembali 2 Minggu lagi. Ini adalah kesempatan untuk memperluas Bisnisku dan memasukan Produk di Pasar Negara Australia." Simon sedikit mencari alasan.
__ADS_1
"Baik." Zhen Tian berdiri dan pamit, "Kami akan kembali terlebih dahulu kalau begitu dan meninggalkan beberapa Pasukan Naga untuk mengawalmu !"
"Yah." Simon berdiri dan mengantar Zhen Tian dan para Komandan keluar.