PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 71 - Memuaskan


__ADS_3

Simon dan Nancy mengobrol dengan santai, Nancy meminta Simon menceritakan semua tentang Wanitanya dan Simon sama sekali tidak menyembunyikan apapun.


Nancy mendengarkan semua cerita Simon dan tidak keberatan dengan semua itu. Walaupun dia ingin memiliki Simon untuk dirinya sendiri, tetapi Simon memang layak mendapatkan mereka semua dengan sikapnya yang sangat baik.


Sangat sedikit orang yang dapat mengerti sifat Simon yang sebenarnya. Terkadang dia sangat suka bermain-main, tetapi dia selalu memikirkan kebahagaian orang-orang disekitarnya.


Nancy sudah berpacaran dengan Simon dan dis sangat bahagia. Walaupun Simon tidak pernah memberikan sesuatu kepadanya, tetapi dengan Simon berada disisinya Nancy tidak pernah merasa bosan.


"Kau serius... Zhen Qiu tahu cerita tentang kita... Aku sedikit takut kalau dia tidak akan mau menerimaku !" Nancy berkata dengan cemas.


Setelah apa yang dia lakukan kepada Simon, Zhen Qiu pasti tidak akan mau menerimanya dan bahkan membenci dirinya.


"Dia tidak akan menyalahkanmu... Zhen Qiu dari awal sudah tahu kalau aku sangat menyukaimu. Jadi dia tidak akan marah padamu, kau hanya perluh berkenalan dan mengakrabkan diri denganya." Simon berkata dengan santai.


"Yah... kau memang tidak akan peduli, Mereka bertiga bahkan lebih cantik dariku." Nancy sedikit menggoda Simon.


Simon tersenyum penuh arti dan mendekatkan dirinya, "Buruk atau tidaknya kita akan tahu setelah mengeceknya !"


Nancy sedikit panik dengan apa yang akan Simon lakukan padanya. Tetapi Simon menangkapnya dan membawanya ketempat tidur.


Simon menggendong Nancy seperti seorang Tuan Putri dan hal ini membuat Nancy sangat malu. Membaringkanya ditempat tidur dan menindihnya, Nancy mencoba menahan senyum bahagianya dan memalingkan wajahnya dari Simon.


"Hei... apa yang mau kau lakukan ?" Nancy bertanya dengan gugup.


"Menurutmu apa yang dilakukan Pria dan Wanita diruangan yang sama !" Simon tersenyum dan mencium pipinya.


"Ugh... kenapa waktu di Hotel milikmu kau tidak melakukanya ?" Nancy terlihat kesal setelah mendengar perkataan Simon.


"Itu berbeda... dulu mungkin aku bisa menahanya. Tetapi setelah kau membandingkan dirimu dengan orang lain, aku cukup penasaran dengan rasanya." Simon berkata dengan santai.


"Kau memang sangat mesum... tetapi aku tidak membencinya." Nanvy berkata dengan tulus.

__ADS_1


Perlahan Simon menciumnya dengan lembut dan melepaskan Gaun yang dipakai oleh Nancy. Tanganya meraba semua bagian dari tubuh Nancy dan tidak melewatkan kesempatan ini.


Nancy mulai mengeluarkan erangan nakal dan pikiranya menjadi kosong. Saat ini dia hanya bisa melihat Simon dan samar-samar merasakan kebahagian yang sangat nyata.


Simon sendiri tidak ingin menahan apapun lagi dan memutuskan untuk merubah semua hal tentang dirinya. Sesulit apapun dia tidak akan pernah menyerah, lebih baik untuk menyimpan semua kebaikan.


Merubah takdir dan sejarah, Simon sudah tidak memperdulikan hal itu. Dia akan melindungi apa yang dimilikinya saat ini dan membahagaikan mereka.


Simon menyeka rambut Nancy yang sedikit berantakan dan menciumnya dengan hangat.


"Aku mencintaimu !" Simon berkata dengan lembut.


"Aku juga." Nancy tersenyum dengan manis dan nafasnya sedikit terengah-engah.


Walaupun ini adalah kali pertama untuknya, tetapi sebisa mungkin dia menahan rasa sakitnya dan mencoba untuk menikmatinya.


Mereka berdua bermain sampai pagi dan hanya ada perasaan bahagia dihati mereka berdua.


Siang hari Nancy terlihat tidur dan bersandar dilengan Simon. Saat ini dia merasa sangat kelelahan, Simon hanya memeluknya dan merasakan kehangatan dari tubuhnya.


Suara Ponsel dari Simon terdengar sangat keras dan membangunkan Nancy, Simon perlahan mengambil Ponselnya dan melihat panggilan dari Ibunya.


"Ada apa Ibu ?" Simon berkata dengan santai.


"Nak... kapan kau akan kembali... apakah kau masih belum selesai melakukan Reuni Kelasmu !" Ibu Simon bertanya dengan santai.


"Ada beberapa kegiatan... saat ini aku sedang berkebun bersama Nancy." Simon berkata dengan penuh arti.


Nancy sedikit malu dengan apa yang dikatakan oleh Simon.


"Kapan kau akan kembali ?" Ibu Simon bertanya dengan santai.

__ADS_1


"Besok pagi." Simon menjawabnya dengan santai.


Setelah itu Simon menutup telponya dan melihat kearah Nancy yang terlihat malu.


"Bukankah kita bisa kembali sekarang... kenapa harus kembali besok !" Nancy bertanya dengan gugup.


"Tentu saja karena aku ingin menikmati dirimu sepanjang waktu... sangat jarang aku bisa merasakan momen seperti ini !" Simon berkata dengan sungguh-sungguh dan tanganya mulai membuat gerakan yang nakal.


"Ugh... apa kau berniat melakukanya lagi. Aku bisa hancur." Nancy terlihat sangat kesal.


"Hahaha... aku akan membuatmu mengingat ini dengan baik-baik." Simon menciumnya dengan lembut.


Nancy sama sekali tidak melawan dan membiarkan apapun yang Simon inginkan. Seharian penuh mereka hanya bermain dan terus melakukanya dengan waktu yang cukup lama.


Simon sendiri tidak ingin menyianyiakan waktu yang berharga ini dan memilih untuk bercinta dengan Nancy. Hanya ada kebahagian dihati mereka berdua.


Pagi hari mereka keluar dari Hotel dan kembali kerumah Simon. Disana kedua Orang Tua Simon sudah menunggu kedatangan mereka, Simon sedikit merasa bersalah dan meminta maaf kepada mereka.


Setelah itu Simon dan Ayahnya pergi dan memasukan semua barang-barang yang akan mereka bawa. Sisanya Simon akan meminta Tang untuk merenovasi Rumah ini, Tang sendiri mengirim Anak buahnya dan memberikan Surat Tanah kepada Simon.


Simon cukup puas dengan pekerjaan yang dilakukan Tang. Sekarang Tanah ini menjadi miliknya dan tidak akan ada masalah dimasa depan, setelah mereka sampai mungkin Simon akan memberikan ini kepada Ayahnya.


Simon sudah memberitahu mereka tentang dia yang memiliki tiga wanita disisinya. Tetapi mereka tidak keberatan selama Wanita itu menerimanya, Orang Tua Simon sedikit penasaran dengan mereka dan ingin mengenalnya.


Setelah membuat semua pengaturan, Simon akhirnya berangkat dan kembali ke Distrik Pusat. Ridas sudah memberikan kabar tentang tugas yang diberikanya kepada Simon.


Gilan dan Feng sudah mengirimkan Anak Buahnya untuk sementara berjaga di Pulau yang baru dibangun Pabrik Senjata. Wen Liu sudah menyerahkan Senjata yang ingin mereka buat kepada Nona Wen.


Nona Wen memperlihatkanya kepada Zhen Tian dan mendapatkan persetujuan darinya. Sisanya Simon hanya perluh mempromosikan kepada Negara yang lainya, Rencanaya kini sudah berjalan dan Simon tinggal menerima hasilnya.


Mungkin setelah menerima penghargaanya Simon akan pergi ke Afrika untuk mengurus Tambang Berlian. Hal seperti ini pasti tidak sederhana apa yang dikatakanya, tidak mungkin Jun Tu akan menawarkan hal seperti ini jika tidak menghadapi sesuatu yang berbahaya.

__ADS_1


Simon sendiri tidak keberatan dengan hal ini, selama Jun Tu mempunyai surat-surat dan tidak melakukan cara yang ilegal. Simon tidak keberatan untuk membantunya dan mengambil paksa Tambang Berlian.


Tidak akan ada orang yang akan menolak keuntungan seperti itu dan lagi pula Simon tidak akan dipersulit dalam proses produksinya.


__ADS_2