
Setelah seharian penuh akhirnya semua tamu kembali, anggota Keluarga lainya juga menetap selama tiga hari dan berkumpul bersama. Simon tidak menyangka bahwa hal ini terasa sangat menyenangkan, walaupun melelahkan menyambut tamu yang lain tapi Simon sangat bahagia.
Nancy mengantar mereka semua sampai didepan pintu dan kembali masuk, "Semuanya sudah pulang dan siapa yang pertama ?"
Mereka berlima melihat kearah Simon dan membuatnya gugup, ini adalah resiko memiliki lima orang istri sekaligus. Ye Qingchen mungkin terlihat tenang dan tidak menunjukan ekspresi persaingan, namun tetap saja dia juga berharap jika bisa bersama dengan Simon terlebih dahulu.
"Jangan terburu-buru... ada sesuatu yang harua aku katakan kepada kalian. Tidak lama lagi Gerbang Abadi akan dibuka dan menurut apa yang para Dewa lainya katakan bahwa dari Gerbang Abadi ada Dunia lain yang berisi pembudidaya abadi." Kata Simon dengan jujur.
"Apakah ada Dunia seperti itu ?" Wen Liu tidak menyangka jika ada Dunia seperti itu.
"Apa yang dikatakan Tuan tidak salah... mereka yang datang biasanya akan membuat banyak kekacauan. Mereka menyebut tempat ini adalah Neraka yang kotor, tapi tidak sedikit dari mereka yang membawa manusia dari tempat ini dan melatihnya disana." Ye Qingchen membenarkan perkataan Simon.
"Kami percaya kepadamu dan lakukan apapun yang kau inginkan. Biarkan kami yang mengurus rumah tangga ini dan kau hanya perlu fokus dengan tujuanmu." Zhen Qiu sudah mendengar hal ini dari Simon dan mengerti niatnya.
__ADS_1
Mereka semua setuju dan Simon merasa sangat lega, dia membawa mereka bersenang-senang bersama dan selama tiga hari ini dia tidak ingin mendapatkan gangguan.
Ditengah laut Liu Feng membuat sebuah pilar batu dan duduk disana, Pedang dipunggungnya tidak henti-hentinya bergetar dan Liu Feng melihat lurus kedepan. Bahkan para Dewa lain yang datang tidak berani mendekatinya, fraksi Dewa pernah berurusan beberapa kali dengan Liu Feng namun mereka mendapatkan kerugian besar.
Seekor Serigala penyendiri dengan ilmu Pedang yang sangat gila, bahkan dengan kekuatan Liu Feng membelah sebuah Gunung bukanlah hal yang mustahil. Tidak sedikit Dewa yang menantangnya bertarung dan mati dibawah Pedangnya, bisa dikatakan Liu Feng datang kemari karena dia benar-benar mengakui Simon sebagai lawan yang hebat.
Simon terbang kearah Liu Feng dan kelima Istrinya melihatnya dari pinggir pulau, keduanya saling bertemu satu sama lain dan kali ini mungkin akan terjadi pertarungan terhebat dalam sepanjang sejarah.
"Terimakasih sudah datang dan mau menghadapiku !" Liu Feng berdiri dan menarik Pedangnya.
Liu Feng mengayunkan Pedangnya kearah Simon dan energi yang sangat kuat membentuk sebuah bilah yang menakutkan. Simon sedikit terkejut dengan tekanannya namun ini masih belum cukup untuk melukainya, pukulan Simon yang keras menghancurkan pemadatan energi itu dan sambaran petir menyebar menuju kearah Liu Feng.
Diusia yang sangat muda Liu Feng harus mengakui kehebatan Seni Beladiri yang dimiliki Simon. Bahkan dia sudah berlatih selama 300 tahun untuk mencapai kekuatannya yang sekarang, namun seorang Anak muda melampauinya dengan sangat mudah dan ini membuatnya sedikit cemburu dengan bakat serta keberuntungan Simon.
__ADS_1
*Boom... Boom... Boom.*
Liu Feng menahan serangan langsung Simon dan petir itu menembus pertahanannya, tubuhnya dipenuhi dengan luka dan Liu Feng masih berdiri teguh. Kekuatan Simon mungkin luar biasa namun tekadnya seperti Pedang yang tajam.
"Pedang Pembunuh Dewa." Liu Feng mengangkat Pedangnya dan Qi Spiritual memadat menjadi Pedang Raksasa yang bergerak kearah Simon.
"Menarik." Simon tidak bisa mengabaikan kekuatan ini dan Qi Spiritualnya berubah menjadi dua tangan besar.
Pedang itu ditahan langsung oleh Simon dan benturan diantara mereka menciptakan gelombang yang dahsyat. Semua orang yang melihat ini bergegas membuat Pelindung untuk menghentikan ombak besar yang bisa saja menelan pulau.
"Hancurkan." Simon meremas lebih kuat dan Qi Pedang besar itu hancur dibawah telapak tangan Simon.
Darah menyembur dari mulut Liu Feng dan seekor Naga Emas mengaung kearahnya, cakarnya menampar keras Liu Feng hingga membuatnya jatuh kedasar laut. Simon berdiri diatas langit dan menatap kebawah dengan tajam.
__ADS_1
"Jangan mati dengan mudah pak tua... kau memiliki bakat yang besar, aku menginginkan pertarungan yang intens diantara kita dan gunakan waktumu untuk memahami kekuatan langit. Jika kau tidak bisa melakukannya maka pergi saja dari sini dan jangan buang hidupmu." Simon berteriak dengan keras dan bersedia menunggu.