
Dari kedua sisi Simon terus mendapatkan serangan bertubi-tubi, namun dengan kekuatannya Simon dapat mengimbangi mereka berdua dengan sempurna. Luka yang didapatkan Simon menutup dengan cepat dan energinya seolah seperti lautan yang tak mengenal batasan.
Simon merentangkan kedua tangannya dan menggunakan Seni Beladiri barunya, nyala api kedua Naga ditahan langsung dan Simon kedua telapak tangan besar yang terbentuk dari Qi Spiritual mencengkram keduanya dan menekan mereka.
"Mari kita lihat apakah fisik kalian yang kuat atau guntur milikku yang dapat menghancurkan kalian berdua." Simon mendesak Qi Spiritualnya dan aliran petir yang ganas menyambar dari telapak tangannya.
Ledakan yang besar dan sisik Naga berjatuhan dengan darah yang cukup banyak. Raungan mereka terdengar sangat keras dan keduanya mengambil wujud manusia setengah Naga agar bebas dari cengkraman Simon.
Qi Spiritual menyebar menjadi benang dan menjerat Simon, salah seorang dari mereka menahan dan satunya lagi terbang menuju Simon dengan cakar Naga yang tajam.
*Bang.*
Cakar Naga itu menembus sedikit dada Simon dan membuatnya terdorong kebelakang, untungnya tidak sampai mengenai jantungnya jika tidak itu akan menjadi luka yang fatal.
Simon memukul kedepan dengan marah dan energi kematian yang pekat menyapu mereka berdua. Didepan kekuatan kematian tidak akan ada makhluk hidup yang bisa menyangkalnya, jiwa mereka berdua terkikis secara perlahan dan terus menerus meraung.
Pedang melayang didepan Simon, "Aku akan mengambil nyawa kalian berdua !"
__ADS_1
Pedang terbang dengan energi Spiritual yang menakutkan menebas tubuh kedua Ras Naga, hanya dalam sekali serang mereka berdua dihancurkan dan dua gumpalan inti kehidupan berusaha untuk lari.
(Apakah Master ingin memurnikan kedua Inti Kehidupan ini ?)
"Tentu saja." Simon mengangkat tangannya dan menangkap dua Inti Kehidupan.
Jika dia membiarkannya lari maka dimasa depan mereka akan datang dan mencari masalah lagi, lebih baik menyelesaikan semuanya disini dan membunuh keduanya.
Lux menyerap Inti Kehidupan dan mentransferkan energi kepada Simon, Spiritual Qi milik Simon menjadi lebih kuat dari biasanya dan kebugaran fisiknya menjadi dua kali lebih kuat.
(Menurut ingatan yang berhasil diserap mereka adalah dua Penjaga Kuil Laut yang posisinya berada di Antartika. Master harus pergi kesana dan mengambil Tombak Dewa Laut.)
Simon sedikit terkejut dengan kemampuan Lux yang hebat, dia bisa menyerap Inti Kehidupan dan mengambil ingatan dari kehidupan itu. Dimasa depan kemampuan ini akan memudahkannya untuk mendapatkan informasi tanpa harus membungkam lawannya.
"Kalau begitu aku akan mengambilnya nanti." Simon bergegas pergi dan menghilang.
Adapun ganti rugi untuk perbaikan harus dia lakukan, walaupun bukan dia yang merusaknya namun dia adalah penyebabnya. Mereka berenam memutuskan untuk kembali ke penginapan setelah mendapatkan pengalaman hebat.
__ADS_1
Mereka sudah terbiasa dengan kekuatan Simon yang layaknya seorang Dewa, namun alih-alih terkejut mereka lebih senang seolah melihat super hero di film yang sedang bertarung. Simon mendapatkan pengetahuan baru melalui Lux yaitu lokasi semua Ras selain Manusia yang sedang bersembunyi, dalam waktu dekat ini dia akan mendatangi mereka semua dan menunjukan otoritasnya.
"Sepertinya akan ada banyak pekerjaan nantinya." Simon tidak sabar mendatangi mereka satu persatu.
"Pekerjaan apa yang membuatmu khawatir sayang ?" Tanya Nancy dengan bingung.
"Ada beberapa Alien yang bersembunyi sangat dalam di Bumi. Aku ingin berurusan dengan mereka semua dan menunjukan siapa penguasa yang sebenarnya. Siapa tahu dalam jangka waktu seratus atau dua ratus tahun kedepan mereka akan bergerak dan membantai semua Manusia." Jawab Simon dengan tegas.
"Hahaha... umur Manusia bahkan tidak sampai seratus tahun, bahkan mereka yang mencapainya tidak lain adalah tulang tua yang kering. Apakah Sayangku ini sedang berhalusinasi ?" Wen Liu dan yang lainya terlihat geli.
Ye Qingchen menggelengkan kepala, "Kakak mungkin tidak tahu tentang hal ini tapi mereka yang sudah melangkah ke Alam Dewa Sejati tidak akan menua. Bisa dikatakan mereka adalah keberadaan yang abadi dan dapat hidup ribuan tahun, bisa dikatakan bahwa Simon yang sekarang tidak akan pernah menua dan bisa hidup lama."
Wen Liu dan yang lainya sangat terkejut setelah mendengar penjelasan Ye Qingchen, awet muda dan kehidupan abadi adalah puncak tertinggi yang diinginkan semua makhluk hidup. Mereka tidak akan takut dengan bayang-bayang kematian dan bisa menjalani hidup sesukanya.
Wen Liu meraih kerah Simon dan duduk diatas pangkuan, "Sayangku... kau selalu menyuruh kami berlatih dan apakah mungkin kami menjadi Dewa Sejati dan merasakan awet muda ?"
"Itulah tujuanku." Simon tidak menyangkal niatnya.
__ADS_1