
Tiga hari berlalu dengan sangat cepat dan langit di Kota Kediaman Keluarga Hong ditutupi awan hitam yang menakutkan. Kali ini seorang Iblis bernama Yan Song yang merupakan pemimpin tertinggi datang bersama ratusan Kapal Perang.
Aura membunuh Yan Song meledak dan teriakannya yang keras terdengar seperti gemuruh petir yang menyambar, "Kau Ahli tersembunyi yang mengacaukan rencanaku, keluar dan matilah didepan Raja ini !"
Simon keluar dari penghalang dan Auranya juga meledak, baginya lawan sekarang tidak ada bedanya dengan Lei Jun dan hanya berada di Lapisan kedua. Waktu sudah berlalu dan sekarang kekuatannya meningkat dengan pesat, dia bisa bertarung sekarang dan tidak takut apapun.
"Majulah bersamaan ikan-ikan kecil !" Simon terlihat penuh semangat dan memprovokasi.
"Tinju Iblis." Yan Song melesat kearah Simon dan dengan tinjunya yang diselimuti asap hitam.
*Bang.*
Simon juga tidak tinggal diam dan membalas pukulan Yan Song, keduanya saling berbenturan satu sama lain dan menciptakan dentuman yang keras. Bahkan penghalang yang menutupi kota berguncang dan tidak sedikit orang yang menyaksikan pertarungan langka ini.
Mereka berdua mundur secara bersamaan dan asap hitam itu mengandung energi yang korosif, tangan Simon seolah terkena zat kimia yang berbahaya namun dalam segi kekuatan fisik Simon sangat unggul. Lengan Yan Song seolah akan patah dan jika dia beradu lagi mungkin saja dia akan kehilangan lengannya.
"Menarik... kau cukup kuat dan sekarang aku akan menunjukan keseriusanku." Simon mengeluarkan Pedangnya dan kilatan petir yang ganas menyelimuti bilahnya.
__ADS_1
Simon mengayunkannya dan Qi Spiritual membentuk bilah yang diselimuti petir yang menakutkan. Yan Song mendesak Auranya dan menggunakan energi pengorbanan darah Iblis untuk menahannya, dia menyemburkan cahaya merah darah dari mulutnya yang berbenturan langsung dengan serangan Simon.
Ledakan yang besar diatas langit membuat badai Aura, Yan Song dipaksa mundur dan harus mengakui bahwa lawannya sangat kuat. Tapi dia datang dengan persiapan penuh dan tidak meremehkan musuhnya.
Gumpalan cahaya seperti cahaya kunang-kunang sangat banyak dan perlahan menyatu dibelakang Simon. Sosok Manusia dengan dua sayap berwarna putih mulai terwujud dan Pria itu merupakan Ras Malaikat.
"Cahaya Pemurnian." Malaikat itu membentuk segel dan gelombang cahaya yang panas ditembakan langsung dari jarak dekat.
Simon tidak memiliki tempat untuk menghindar dan terkena serangan telak, tubuhnya diseret kebawah dan ledakan gelombang panas yang kuat menyebar.
"Oke." Yan Song tidak berpikir jika Simon akan kalah hanya dengan serangan itu.
Situasinya menjadi lebih suram karena munculnya Malaikat ini, kekuatannya setara dengan Yan Song dan ini akan menjadi pertarungan dua lawan satu. Sekalipun Simon kuat tapi melawan dua Ahli sekaligus adalah sesuatu yang berlebihan, tapi semua Manusia di Kota berharap agar Simon memenangkan pertarungan sekalipun peluangnya sangat kecil.
Aura Simon meledak dan menyembur keatas langit, kondisi Simon terlihat baik-baik saja namun pakaiannya hancur karena panas yang menyiksa sebelumnya. Iblis dan Malaikat seharusnya keberadaan yang saling berlawanan, tapi sepertinya pola pikir dunia yang sebenarnya tidak sama dengan ada yang difilm.
"Setelah menyerangku dari belakang bisakah kau mengatakan kepadaku bagaimana kau ingin mati ?" Simon menggunakan bentuk kedua dan menyerap Aura Kehidupan dalam jumlah yang besar.
__ADS_1
"Monster." Yan Song dan Malaikat itu sangat kagum dengan kekuatan pemulihan Simon dan kekerasan tubuhnya.
"Hei... gunakan kemampuan terbaikmu dan jangan meremehkannya. Kita bunuh dalam sekali serang !" Teriak Yan Song yang mengeluarkan Jiwa Iblis yang besar dibelakangnya.
"Iblis rendahan tidak punya hak memerintah diriku yang suci ini." Malaikat itu memadatkan cahaya menjadi Pedang Cahaya Penghakiman.
Simon tersenyum dan mengangkat jari tengahnya, "Cuih... kalian ingin membunuhku dengan kekuatan kalian yang ampas. Mimpi boleh tapi jangan terlalu tinggi, jika kalian jatuh itu akan terasa sakit bodoh."
Mereka berdua merasa sangat marah karena provokasi yang ditunjukan Simon, Aura mereka menjadi lebih ganas dari sebelumnya dan niat membunuhnya saja sudah mempengaruhi keadaan sekitarnya.
"Matilah kau Manusia kotor."
Cahaya Pedang Penghakiman dan Tinju Jiwa Iblis yang mengerikan ditujukan langsung kearah Simon. Tekanan yang diberikannya sangat besar dan Simon merasa sedikit sulit untuk bernafas, namun senyum diwajahnya terlihat sangat puas dan dia sudah memenuhi tujuannya.
"Teknik Kekosongan." Simon memutar tangannya dan lubang hitam yang menuju langsung kehampaan menelan serangan mereka berdua.
Gerakan terbaik mereka ditiadakan dalam sekejap mata dan daya hancurnya meledak dikehampaan, ini seperti mengirim serangan mereka ketempat yang jauh dan Simon sengaja menunggu momen seperti ini untuk mencoba Teknik baru yang mahal.
__ADS_1