PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 28 - Pelajaran Yang Baik


__ADS_3

Simon mengambil sebuah kertas dan memberikanya kepada mereka, "Ini adalah resep obat untuk kalian berdua, rebuslah semua bahan ini dan minum seminggu sekali. Ituakan membantu kesehatan kelian berdua."


"Terimakasih... aku akan meminumnya." Nan Gu dan Istrinya cukup senang dengan perlakuan baik yang mereka terima dari Simon.


"Yah... kalau begitu aku akan pamit. Sepertinya aku tidak diterima lagi di tempat ini !" Simon berkata dengan sedih.


"Omong kosong... Jika Gadis Kecil itu berani mengusirmu. Aku akan mengusirnya dengan para sampah itu." Nan Gu sangat kecewa dengan penilaian Nancy.


Simon yang saat ini adalah orang yang luar biasa, tetapi mereka semua meneriakinya dengan sebutan sampah.


Bukankah itu konyol, hanya bisa sedikit berakting tetapi merasa diri mereka adalah Raja. Simon sendiri hanya menganggap mereka seperti angin dan tidak terlalu memperdulikan mereka.


Baginya... Cheng dan Silia adalah seekor Anjing yang hanya bisa menggonggong. sedangkan Simon tidak ingin membuang waktunya untuk berdebat dengan orang-orang seperti itu.


"Baiklah... tolong tepati janji Paman dan Bibi untuk tidak mengatakan apapun tentang hal ini sekalipun kepada Nancy." Simon berkata dengan bersungguh-sungguh.


"Yakinlah kami tidak akan mengatakan apapun."


Mereka berempat berdiri dan keluar bersamaan. Rey sudah menunggu Simon sejak dari tadi dan Para Tamu sudah pergi. Diruangan itu hanya tersisa 5 orang.


Rey berlari kearah Simon dan berkata, "Bos... kau sudah selesai ?"


"Yah... kau berpamitanlah kepada mereka dan kita akan segera pergi." Simon berkata dengan santai.


"Pergi ? Aku belum mencoba dirimu, kenapa kau buru-buru pergi ?"


Semua orang melihat kearah suara itu dan wajah Pemimpin Xie menjadi pucat. Suara itu adalah milik Feil yang memasang ekspresi menantang kepada Simon.


"Kau ingin mencobaku ? Maaf aku suka kepada perempuan dan tidak tertarik dengan laki-laki." Simon tersenyum dengan jijik menghina Feil.

__ADS_1


"Hahaha... Simon... Saudaraku adalah Anggota Pasukan Naga yang saat ini menjadi Pasukan No.1 Negara. Beranikah kau tidak memberinya wajah ?" Cheng tersenyum penuh arti.


Pemimpin Xie ingin menghentikan keponakan bodohnya, tetapi dihentikan oleh Simon dan berbisik, "Aku tahu batasanku... jadi kau lihat saja. Mungkin ini akan menjadi pelajaran yang berguna untuknya !"


Simon berbalik menatap Cheng dan berkata, "Hei... apa kau sedang berakting sebagai penjilat... Oh... maaf-maaf aku lupa kalau kau seorang Artis terkenal yang suka menjilat. Mau coba jilat sepatuku ?"


"Kau..." Cheng sangat marah karena dihina oleh Simon.


"Kau memang hebat bermain kata-kata, Aku adalah Anggota Pasukan Naga yang merupakan Pasukan no 1. Apa kau takut denganku ?" Feil mengatakanya dengan sombong.


Pemimpin Xie mengelap keringat didahinya karena kebodohan keponakanya yang berani sombong didepan Komandanya sendiri.


"Hahaha... Pasukan no 1 apanya." Simon dan Rey tertawa dengan gila, "Pasukan Naga yang hebat atau Komandanya yang hebat. Katakan dengan jelas Tentara Naga ?"


"Tentu saja kami semua." Feil berteriak dengan marah.


"Dimana kau saat penyergapan di Pelabuhan Beihan, apakah ada Pasukan Naga yang ikut menemani Komandan Naga ? dan Bagaimana kalian bisa dibantai hampir setengah pasukan fan berakhir dengan kematian Komandan kalian yang sebelumnya ? bisakah kau menjawab pertanyaanku itu ?" Simon bertanya dengan dingin.


Tidak ada satupun Pasukan Naga yang ikut didalamnya dan untuk kematian Komandan yang sebelumnya, itu murni kekalahan total dan Feil akan malu jika menceritakan kekalahan semacam itu. Anehnya Simon bisa tahu segalanya.


"Ada apa Tentara no1, kau tidak bisa menjawabnya karena malu ?" Simon tertawa demgan liar, "Hahaha... seharusnya kau membawa cermin dan lihat dirimu sendiri, apakah layak disebut sebagai nomer 1."


Nancy meraih tangan Simon dan berkata, "Simon... jangan seperti itu... mereka adalah Tentara dan merupakan Pahlawan..."


"Pahlawan ? Coba kau tanya kepada temanmu itu, apa dia pernah berhasil melindungi nyawa orang lain ? Jawabanya adalah tidak satupun... Dia lebih suka jalan-jalan dan menekan orang-orang dengan nama Pasukan Naga, jika Komandanmu mendengar ini pasti dia akan marah dan kecewa !" Simon berkata dengan dingin.


Nan Gu tersenyum dan berfikir kalau Simon memiliki kharisma sebagai Pemimpin, dia masih mau menasehati bawahanya.


"Yah... kau memang benar. Terimakasih telah menyadarkanku, tetapi aku sangat ingin berlatih tanding denganmu. Jika kau tidak keberatan ayo kita lakukan ?" Feil mulai tenang.

__ADS_1


Simon berjalan tiga langkah kedepan dan berkata, "Tidak perluh ragu untuk mengeluarkan semua kekuatanmu, majulah !"


"Baik." Feil berlari kearah Simon dengan ganas dan berniat untuk meninju dengan tangan kananya.


Pukulan itu terlihat cukup berat, tetapi bagi Simon ini adalah hal yang mudah. Simon menangkap Pukulan itu dengan satu tanganya.


Feil sedikit terkejut dengan Simon yang mampu menahan Pukulanya hanya menggunakan satu tanganya.


Tetapi sebelum Feil bisa bereaksi, Simon memutar tubuhnya dan membanting Feil ke tanah.


*Braak.*


Tubuh Feil menghantam tanah dengan keras dan berakhir dengan pingsan. Semua orang menatap Simon dengan ngeri dan Pemimpin Xie berlari untuk melihat kondisi Keponakanya.


Simon merapikan Bajunya dan berkata, "Aku hanya membuatnya pingsan dan tidak ada kerusakan serius. 15 menit lagi dia akan bangun, kau tidak perluh khawatir !"


"Yah... itu salahnya sendiri, terimakasih telah mengajari Anak ini." Pemimpin Xie mengatakanya dengan tulus.


"Itu adalah tugasku." Simon berbalik dan berkata, "Kalau begitu aku akan pamit !"


"Ya... sering-serinlah untuk mampir dan mengunjungi kami." Nan Gu dan Istrinya tersenyum kearah Simon.


"Tentu... aku akan mampir untuk merasakan Kopi buatan Bibi." Simon berjalan kearah Nancy dan berhenti didepanya.


Nancy menatap Simon dengan rasa bersalah, namun Simon menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tersenyumlah... kau terlihat cantik jika tersenyum." Simon memegang bahunya dan berjalan keluar, "Aku pergi !"


Rey mengikuti Simon dibelakangnya, Nancy masih berdiri ditempatnya dan menundukan kepalanya. Setelah beberapa saat Air Mata yang dia sembunyikan sejak awal keluar dengan sendirinya.


Nan Gu dan Istrinya tidak mengatakan apa-apa, dan bingung dengan jalan pemikiran Putrinya. Jika dia masih menyukainya lalu kenapa dia memutuakanya dan lebih memilih sampah seperti Cheng.

__ADS_1


Simon sama sekali tidak mau berbalik untuk melihat dan segera pergi dari tempat itu.


__ADS_2