
Setelah mereka selesai Simon dan Wen Liu pergi ke Pusat Perbelanjaan. Wen Liu membelikan beberapa Jas dan pakaian untuk Simon gunakan sehari-hari.
"Sayangku... apakah kau tidak ingin membeli sebuah Pesawat Pribadi ?" Wen Liu berkata dengan manis.
"Ugh." Simon sedikit kesal, "Kau bisa mengatur sendiri !"
"Hahaha... jangan khawatir Sayangku. Mempunyai Pesawat sendiri sangat penting untuk menghemat waktu perjalan bisnis. Aku sudah memperhitungkan semuanya dan kau tidak akan rugi." Wen Liu berkata dengan santai.
"Terserah kau saja. Bagaiman dengan Bisnis jual beli Online ?" Simon sedikit penasaran dengan hal ini.
"Tidak terlalu bagus... tetapi masih menguntungkan." Wen Liu berkata dengan jujur.
Simon dan Wen Liu masuk kesebuah Cafe dan memesan beberapa makanan.
"Tidak masalah... Selama kita tidak merugi." Simon meminum kopi miliknya dan menyesap rokoknya.
"Sepertinya kau sangat takut mengalami kerugian !" Wen Liu sedikit menggoda Simon.
"Bukan takut... aku hanya tidak ingin melakukan sesuatu yang tidak pasti." Simon berkata dengan santai.
"Sialan... terkadang aku berpikir kau dan aku memiliki satu pikiran." Wen Liu memuji Simon.
Dia merasa bahwa jalan pikiran Simon sangat mirip denganya. Tetapi Wen Liu sadar kalau dia tidak sebanding dengan Simon, dia adalah seorang pelaksana dan Simon adalah perancang.
Wen Liu tidak akan mampu melakukan hal seperti yang Simon lakukan. Simon membuatnya dari nol dan selangkah demi selangkah bergerak maju, dengan pasti Simon mengunci peluang dan keuntungan. Tidak mengherankan jika dimasa depan Grub Naga menjadi yang teratas.
"Bagaimana dengan Rey, apakah dia baik-baik saja dengan pekerjaanya ?" Simon sedikit mengkhawatirkan Rey.
"Hm... dia hanya sedikit kaku dan mungkin seiring berjalanya waktu dia akan terbiasa. Tidak ada kesalahan dengan pekerjaanya."
Simon merasa tenang saat mendengar Rey yang baik-baik saja. Wajar bagi Rey untuk merasa tidak nyaman dengan suasana kerja yang baru, waktu perlahan akan membantunya.
Setelah Wen Liu menyelesaikan makananya, Simon segera pergi dan kembali ke rumah bersamanya. Wen Liu membuatkan kopi untuk Simon dan pamit pergi beristirahat dikamarnya.
*Kring... Kring...*
__ADS_1
Ponsel Simon berbunyi dan dia terkejut melihat Feil menelponya, dengan cepat Simon segera menjawabnya.
"Ada apa ?" Simon berkata dengan dingin.
Sebenarnya dia sudah menebak kalau pasti ini menyangkut dengan Nancy.
"Komandan ini gawat... saya mendapatkan kabar dari Cheng kalau mereka semua saat ini sedang ditahan salah satu Geng di distrik selatan !" Feil berkata dengan cemas.
"Cari lokasinya dan kirimkan padaku. Aku secara pribadi akan mendatangi mereka." Simon berkata dengan dingin.
"Baik Komandan." Feil dengan cepat mengirimkanya.
Setelah beberapa saat Nan Gu menghubungi Simon dan menyuruhnya untuk datang ke rumahnya. Simon sendiri tidak keberatan dan segera pergi kesana.
Saat ini Simon sudah sampai didepan rumah dan segera masuk menemui Nan Gu. Terlihat Nan Gu duduk dikursi dan Istrinya menangis disampingnya.
"Nak... kau sudah datang !" Nan Gu menatap kearah Simon.
"Simon... Nancy..." Bibi Nan berdiri dan memegang lengan Simon dan memohon kepadanya.
"Anak itu selalu bermasalah sejak berkumpul dengan mereka. Saat ini mereka bertengkar dijalan dan berakhir ditahan oleh salah satu Geng di Distrik Selatan, lebih parahnya lagi mereka meminta uang 100 juta. Aku tidak tahu apakah kau bisa membantu kami ?" Nan Gu berharap Simon mau membantunya.
"Aku sudah melakukanya." Simon berkata dengan dingin.
Nan Gu terkejut mendengar perkataan Simon, "Apakah kau sudah tahu tentang hal ini ?"
"Memang." Simon berkata dengan dingin saat ini dia benar-benar sangat marah, "Aku jamin dia tidak akan baik-baik saja. Kalian bisa tetap tenang dan tidak perluh mengkhawatirkanya."
"Terimakasih." Nan Gu tidak bertanya lebih jauh tentang hal ini.
Nan Gu sangat tahu kalau Simon sangat mencintai Nancy lebih dari apapun. Mungkin dia sengaja menjaganya dari bayang-bayang, terkadang dia menyanyangkan keputusan anaknya yang berpisah dengan Simon hanya untuk hal yang tidak penting.
Setelah beberapa waktu Simon mendapatkan panggilan dari Feil.
"Komandan... saya sudah menemukan posisinya dan akan mengirimkan tanda lokasinya !" Feil mengirimkanya kepada Simon.
__ADS_1
"Bagus... terimakasih atas kerja kerasmu." Simon berdiri dan berkata, "Paman... Bibi... kalian tidak perluh khawatir, aku akan membawanya dengan selamat. Jika mereka menelpon kalian katakan saja kalian akan segera mengantarnya !"
"Ya... Nak... jangan terlalu memaksakan dirimu !" Nan Gu memperingatkan Simon.
Nan Gu tahu betul kerasnya Dunia Bawah, bahkan Militer tidak akan berani ikut ambil bagian dan menyinggung mereka.
"Mereka hanya Anjing yang sudah kehilangan Tuanya, memangnya apa yang bisa mereka lakukan !" Simon berjalan keluar dan segera berangkat.
Menurut lokasinya dia membutuhkan waktu 5 Jam perjalanan. Simon tidak peduli jika terjadi apa-apa dengan Nancy, dia akan membunuh semuanya.
....
"Hahaha... kalian semua Artis tolol, berani mengeroyok Anak buahku. Apakah kalian sudah tidak ingin hidup ?" Kata salah seorang Pria kekar memegang Pisau ditanganya.
"Bos... bagaimana jika kita jual saja mereka. Untuk 2 orang wanita itu lebih baik kita gunakan sendiri !" Kata salah seorang Anak buahnya.
"Tidak... Aku sudah meminta bayaran setiap kepala 100 juta. Kita bisa mendapatkan banyak keuntungan dari ini, 4 Pria dan 2 Wanita totalnya 600 juta. Kita akan kaya dengan cara ini !" Bos itu terlihat sangat bahagia memikirkan
keuntungan yang akan dia dapatkan.
Semua Pria terlihat babak belur termasuk Cheng yang menangis ketakutan disudut.
"Tuan... Tuan... tolong lepaskan aku, kalian bisa melakukan apapun kepada mereka dan tolong lepaskan aku !" Cheng memohon dengan menyedihkan.
Nancy dan yang lainya benar-benar marah dengan sikap Cheng yang pengecut, sebelumnya dia sangat sok jagoan dan memukuli orang lain. Tetapi sekarang dia memohon bahkan berniat menjual mereka semua.
"Hahaha." Salah seorang Anak buah tertawa dengan keras dan menendang salah satu teman dari Cheng, "Hei... bagaimana menurut kalian tentang pecundang itu ?"
"Cuih.." Teman Cheng meludahkan darah dari mulutnya dan berkata, "Jika aku terbebas dari sini aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri !"
"Hahaha... melihat kalian seperti ini sangat menyenangkan." Pria itu berjalan kearah Cheng dan bertanya, "Tetapi aku lebih suka bermain dengan wanita, apakah kau akan memberikanya ?"
"Lakukan apapun semau Tuan... tetapi biarkan aku pergi. Aku berjanji tidak akan mengatakanya kepada siapapun." Cheng takut kalau mereka akan membunuhnya.
"Puft... Jika tidak ada perintah dari Bos. Aku mungkin sudah berterimakasih padamu karena memberikan wanitamu."
__ADS_1
Nancy dan Silia terlihat sangat marah mendengar Cheng bersedia menjual mereka untuk keselamatanya sendiri. Nancy berfikir kalau lebih baik mati dari pada dia harus dinodai oleh sekumpulan penjahat yang tidak tahu malu ini.