
Dihalaman dekat kolam renang Simon dan yang lainya saat ini membakar daging bersama-sama. Simon sedikit lega karena mereka berdua menerima Zella dengan baik, Zhen Qiu sendiri sangat senang mengetahui Zella akan masuk ke Universitas Cemerlang bersama dengan dirinya.
Simon menyesap Rokoknya dan meminum Bir miliknya, kali ini dia benar-benar sangat senang dengan suasana seperti ini. Zhen Qiu memberikan beberapa daging dan membuarkan Simon merasakanya.
"Cobalah !" Zhen Qiu mencoba menyuapinya.
Simon membuka mulutnya dan memakanya, saat ini dia merasa seperti seorang Raja. Menarik tangan Zhen Qiu dan membawanya ke pangkuanya.
"Gadis kecil... Aku benar-benar merindukanmu!" Simon mencium leher dari Zhen Qiu.
"Apakah kau sedang mabuk ?" Zhen Qiu tersenyum dengan cantik.
Zella sedikit malu dengan kemesraan ini, tetapi Wen Liu yang sedang mabuk merangkulnya dan berkata, "Kau harus terbiasa dengan hal ini, Simon sangat suka dengan hal seperti ini."
Zella menggelengkan kepalanya dan kembali meminum Bir, Wen Liu sedikit senang dengan sifat pemalu Zella. Mungkin dia akan sedikit bersenang-senang dengan hal ini.
Zhen Qiu mencoba melepaskan diri, terapi Simon tidak membiarkanya dan menciumnya dengan paksa. Hari ini dia akan menyenangkan dirinya sendiri dengan mereka bertiga dan tidak akan memikirkan apapun.
Setelah beberapa waktu akhirnya pesta mereka selesai dan masing-masing dari mereka terlihat mabuk dan Simon membawa mereka kembali beristirahat dikamarnya.
Simon kembali duduk dipinggir kolam renang dan membuat secangkir kopi untuk dirinya sendiri, menghisap rokoknya.
Mungkin setelah ini dia akan kembali dan mengunjungi Orang Tuanya dan membawanya tinggal disini. Saat ini dia sudah berhasil menyelesaikan semua rencananya dan hanya perluh menjalankan Bisnisnya.
Kehidupanya sudah terjamin dan setidaknya Simon harus memberitahu Orang Tuanya tentang kabar baik ini. Jika dia tidak bisa melakukanya, Simon akan gagal sebagai seorang Anak dan tidak ada artinya dia mengulang kembali kehidupanya.
Waktu berlalu dengan cepat dan matahari mulai terbit. Simon terus terjaga sepanjang malam dan memikirkan semua tindakan yang harus dilakukanya.
Simon kembali ke kamarnya dan melihat Wen Liu yang sudah bersiap untuk pergi Bekerja. Tidak peduli apapun kondisi, Wen Liu akan selalu disiplin dengan dirinya. Hal ini sedikit membuat Simon khawatir dengan kesehatanya.
"Hei... Apakah kau baik-baik saja setelah mabuk semalam. Jika kau tidak sehat, kau tidak perluh berangkat dan beristirahat !" Simon memeluk Wen Liu yang sedang berdandan.
__ADS_1
"Tidak apa-apa." Wen Liu berbalik dan berkata, "Aku tahu batasanku... lagi pula aku juga menyukai pekerjaan ini."
"Baiklah... jangan sampai jatuh sakit. Jika kau merasa lelah maka istirahatlah, tidak akan ada yang akan menyalahkanmu."
Wen Liu tersenyum dan mengangguk dengan patuh, dia cukup senang dengan perhatian yang diberikan Simon.
Simon mendekatkan wajahnya dan menciumnya dengan hangat. Wen Liu sangat nyaman bersama dengan Simon, saat ini Simon adalah seorang Kaisar Naga yang terkenal. Wen Liu cukup beruntung dapat menjadi Kekasih Simon, dia tidak mengharapkan apa-apa lagi dan berniat mendukung Bisnisnya.
"Hm... Setelah ini Ridas akan mempertemukan dirimu dengan dua orang. Mereka adalah seorang Ahli Pembuat Senjata Api, aku akan mengirimkan 10 Miliar untuk kau gunakan membuat Pabrik Senjata.
Wen Liu terkejut dan berkata, "Aku tidak menyangka keuntungan yang kau dapatkan sangat banyak. Sepertinya aku tidak salah memilih orang !"
"Hahaha... tentu saja. Janga lupa untuk membeli Pesawat Pribadi, saat ini kita mungkin akan memerluhkanya." Simon berkata dengan santai.
"Aku akan mengurusnya untukmu, kau tidak perluh khawatir." Wen Liu tersenyum dan mencium pipi Simon.
Wen Liu melepaskan pelukanya dan segera berangkat ke Perusahaan. Simon tersenyum dan cukup senang dengan Wen Liu, mungkin jika dia yang memegang kendali. Tidak butuh waktu lama sampai pengaturan pembangunan Pabrik selesai.
Kemungkinan Simon yang membawanya ketempat ini. Melihat kesamping dan Zhen Qiu masih tidur, dia sedikit penasaran dengan keberadaan Wen Liu.
Simon masuk kekamarnya dan membawakan Susu putih untuk mereka.
"Nona... silahkan !" Simon memberikan segelas kepada Zella.
Zella tersenyum bahagia dengan apa yang dilakukan Simon. Baru kali ini dia mendapatkan perlakuan seperti ini dari laki-laki selain Ayahnya dan dia sangat senang kali ini.
Zhen Qiu perlahan membuka matanya dan kondisinya tidak jauh berbeda dari Zella. Segera mereka meminumnya secara perlahan.
"Apakah kamu belum tidur ?" Zella bertanya kepada Simon.
"Hanya sebentar !" Simon berbohong kepada Zella, kenyataanya dia terjaga sepanjang malam.
__ADS_1
"Dimana Kakak Wen Liu ?" Zella bertanya dengan penasaran.
"Wen Liu adalah seorang Maniak Pekerjaan, mungkin dia sudah bangun lebih awal dan berangkat bekerja." Zhen Qiu berkata dengan santai.
Simon mengangguk dan membenarkan perkataan dari Zhen Qiu. Perlahan dia naik keatas kasur dan memijat kaki mereka berdua.
"Zhen Qiu... bisakah aku memintamu untuk mengajak Zella berkeliling dan berbelanja. Aku akan pergi kembali dan bertemu Orang Tuaku !" Simon meminta tolong kepada Zhen Qiu.
"Bukankah lebih baik kami ikut bersama denganmu dan melihat mereka. Lagi pula Orang Tuamu juga akan menjadi Orang Tuaku." Zhen Qiu berkata dengan santai dan Zella juga setuju dengan perkataan Zhen Qiu.
Lebih baik mereka menyapa Orang Tua Simon dan mendapatkan kesan baik dari mereka, lagi pula mereka adalah kekasih Simon. Wajar untuk mereka bertemu dan memberikan rasa hormat kepada mereka.
"Tidak perluh... aku akan membawa mereka kemari. Aku sendiri belum menceritakan semuanya tentang diriku kepada mereka, lebih baik kalian tetap disini dan mempersiapkan diri untuk berangkat ke Sekolah !" Simon menjelaskan alasan mengapa dia tidak mengajak mereka.
Zhen Qiu dan Zella mengerti mengapa Simon melakukan hal ini. Simon berfikir untuk menjelaskan semuanya dan tidak ingin membawa mereka dalam hal ini.
"Kapan kau akan berangkat ?" Zhen Qiu bertanys kepada Simon.
"Besok." Simon menjawabnya dengan santai dan kedua tanganya masih memijit mereka.
"Kenapa tidak sekarang saja, bukankah lebih cepat lebih baik !" Zella berkata dengan santai.
"Bagaimana aku bisa pergi dalam kondisi seperti ini !" Simon tersenyum penuh arti.
Mereka berdua saling memandang dan bingung dengan maksud dari perkataan Simon.
"Memangnya apa masalahnya ?" Mereka berdua sedikit penasaran.
"Hah... Coba kalian pikir... bagaimana aku bisa pergi tanpa belaian dari kedua Istriku terlebih dahulu." Simon melompat ketengah dan memegang mereka berdua.
"Hei... aku tahu kau sangat menginginkanya, tetapi jangan lakukan bersama-sama." Zhen Qiu berteriak dengan kesal.
__ADS_1
Zella hanya diam dan memalingkan wajahnya, saat ini dia sangat malu. Simon saat ini terlihat sangat agresif, bahkan dia tidak malu ketika ada Zhen Qiu disampingnya.