
Simon cukup puas dengan keputusan mereka untuk menyerah dan bergabung denganya. Saat ini dia hanya perluh membuat pengaturan untuk mereka semua agar tidak ada keributan.
"Gilan... ambil alih semua bisnis milik Joker dan jangan sampai ada kesalahan !" Simon memberikan perintahnya.
"Baik." Gilan tersenyum dengan santai.
Simon mempercayakan semuanya kepada Gilan dan berbalik menatap mantan Anak Buah Joker yang sudah memutuskan bergabung denganya.
"Kalian bantu Gilan untuk mengurusnya... Aku sudah berjanji untuk menjamin kesejahteraan kalian semua. Jika kalian membutuhkan sesuatu katakan saja pada Gilan !" Simon tidak bisa mengabaikan orang-orang seperti mereka.
"Terimakasih Bos." Teriak semua orang.
"Baiklah kalian berdua bisa kembali dan melanjutkan bisnis kalian dengan tenang tanpa ada yang mengganggu." Simon meminta Feng dan Tang untuk pergi.
"Baik." Feng dan Tang keluar dari tempat itu.
Saat ini Simon bersama dengan Gilan dan 20 orang mantan Anak Buah Joker. Simon menatap mereka semua dengan santai dan memanggil salah seorang dari mereka.
"Jika ada yang mengetahui tentang semua hal tentang Joker, kemarilah !" Simon berkata dengan santai.
Semua orang saling memandang dan terlihat sangat takut, mengingat Simon membunuh dengan kejam. Mereka semua terlihat ragu untuk melangkah kedepan.
Salah seorang Pria memberanikan dirinya dan maju, "Maaf Bos... walaupun saya hanya bergabung selama 4 tahun, tetapi saya cukup tahu tentang Bisnis yang dijalankan oleh Joker !"
"Tidak masalah... duduklah dan ceritakan semuanya." Simon berkata dengan santai.
Pria itu duduk dan berkata, "Joker memiliki 30 Club malam yang tersebar didistrik Pusat dan memiliki Hotel Bintang 5, saya pikir Bos sudah mendengar tentang Hotel Fantastic. Pemilik dari Hotel itu adalah Joker !"
Simon sangat terkejut tetapi dia masih menjaga ketenanganya didepan semua orang. Hotel ini sangat terkenal dan mewah, bahkan keuntungan perbulan bisa mencapai ratusan juta. Simon tidak berharap kalau Joker sangat kaya.
"Siapa namamu ?" Simon bertanya nama dari Pria itu.
"Nama saya Ridas."
"Bisakah kau membantu untuk mengambil alih semua itu." Simon bertanya dengan serius.
"Saya sanggup." Ridas berkata dengan yakin.
__ADS_1
"Bagus... aku memberikanmu semua wewenang. Keuntungan dari Club Malam itu, kau bisa mengaturnya sendiri dengan teman-temanmu dan aku tidak akan meminta sepeserpun. Tetapi tulis namaku sebagai pemiliknya, aku harus memeriksa kinerja kalian terlebih dahulu. Jika aku puas... mungkin dimasa depan, aku akan memberikanya kepada kalian !"
Ridas dan yang lainya bersorak kegirangan, mengikuti Simon samgat menguntungkan untuk mereka. Bahkan Joker tidak memperlakukan mereka sebaik Simon.
"Saya tidak akan mengecewakan Bos. Besok saya akan mengantar semua dokumen ke tempat Bos." Ridas sangat bersemangat.
Walaupun tempat itu bukan milik mereka, tetapi Simon menyerahkan semua keuntungan dan meminta Ridas membaginya sendiri. Hal ini sama saja dengan Club Malam itu milik mereka.
"Baik." Simon memberikan alamat rumahnya dan saat ini semua pengaturanya sudah selesai.
Ridas pamit pergi dengan beberapa rekanya dan sisanya menjaga tempat ini. Lokasi tempat ini cukup bagus dan cocok untuk dibangun sebuah tempat seperti Hotel.
"Gilan... bagaimana jika kau mendirikan Perusahaan Pengawalan ditempat ini ?" Simon meminta pendapat Gilan.
Gilan sedikit terkejut Simon masih mengingat perkataan yang dulu pernah dia katakan kepadanya, "Tidak masalah."
Simon memberilan Cek 400 juta kepada Gilan dan berkata, "Ambil uang itu dan kau aturlah sendiri pembangunanya !"
"Hahaha... terimakasih Bos." Gilan sangat bersyukur.
Simon tersenyum dan melambaikan tanganya, berjalan keluar dari tempat itu dan segera kembali kerumahnya.
Setelah beberapa saat Simon sampai di Villa miliknya dan melihat mobil berwarna hitam dirumahnya. Simon berfikir pasti ini Wen Liu yang sudah mengemasi semua barangnya dan pindah kesini.
Simon keluar dari mobilnya dan masuk, ketika membuka pintu dia dikejutkan dengan Wen Liu yang duduk dengan santai bersama Zhen Qiu.
Mereka berdua melihat kearah Simon. Wen Liu tersenyum dengan manis, sedangkan Zhen Qiu bermuka masam. Simon berfikir kalau sebentar lagi dia akan terkena bencana.
"Hm... kenapa kalian berdua kemari ?" Simon bertanya dengan gugup.
"Sayangku... kami baru saja menyelesaikan pemotretan dan berkunjung kemari." Wen Liu berkata dengan santai.
"Darimana saja kamu ?" Zhen Qiu bertanya dengan marah.
"Aku hanya pergi sebentar dan membantai beberapa Tikus." Simon berkata dengan santai.
Simon perlahan duduk disofa dan Wen Liu pergi ke belakang membuatkanya secangkir Kopi. Simon sedikit terkejut dengan hal ini.
__ADS_1
"Apakah kau sakit... kenapa kau sangat paham dengan apa yang aku inginkan." Simon tidak menyangka kalau Wen Liu tahu kebiasaanya.
"Itu wajar bagi seorang Istri yang hafal dengan keinginan Suaminya." Wen Liu berkata dengan percaya diri.
Zhen Qiu berjalan keatas, setelah beberapa waktu dia turun dan memasukan sebatang rokok kemulut Simon dan membantu menyalakanya. Dia benar-benar tidak mau kalah dari Wen Liu.
Simon mulai mengerti mengapa kedua ini bersikap seperti ini. Wen Liu mungkin sudah mengatakan yang sebenarnya kepada Zhen Qiu.
"Sayangku lihat apa yang aku bawa untukmu !" Wen Liu memberikan sebuah Dokumen tentang Rumah yang diberikan Tuan Weng kepadanya.
"Ucapkan terimakasihku kepadanya." Simon tersenyum dan berkata, "Baru-baru ini aku juga mendapatkan sesuatu yang mungkin membuat kalian terkejut !"
"Apa itu ?" Teriak mereka berdua secara bersamaan.
"Aku mendapatkan 30 Club Malam di Distrik Selatan." Simon berkata dengan jujur.
Zhen Qiu dan Wen Liu terkejut mendengar hal ini. Setiap kali Simon keluar, pasti dia mendapat keuntungan.
"Bukan hanya itu saja... aku sekarang menjadi pemilik dari Hotel Fantastic di diatrik selatan." Simon berkata dengan santai dan meminum kopinya.
Wen Liu dengan cepat melompat kearah Simon dan berkata, "Serius... maksudmu Hotel Bintang Lima itu ?"
Simon tersenyum dan menciumnya, "Benar."
Zhen Qiu melihat Simon mencium Wen Liu dan berteriak, "Kenapa kau menciumnya !"
"Hehehe... Reflek." Simon berkata dengan santai dan membawa Zhen Qiu kedalam pelukanya.
"Sayangku... aku benar-benar tidak salah memilihmu." Wen Liu sangat senang dan mencium pipi Simon.
"Yah... dua bulan lagi adalah ulang tahunku. Kau harus merayakanya ditempat itu." Zhen Qiu sangat senang dengan pencalaian Simon.
"Oke... oke... kita akan merayakanya." Simon berkata, "Besok aku akan memberikan semua dokumenya padamu dan kau bisa menjalankanya !"
"Kau tenang saja... kau bisa melakukan tugasmu dan aku akan mendukungmu menjalankan semua bisnismu." Wen Liu berkata dengan sungguh-sungguh.
"Hahaha... Aku benar-benar mencintai kalian berdua." Simon membawa Wen Liu dan Zhen Qiu kepelukanya.
__ADS_1
Saat ini dia tidak perluh khawatir tentang bisnisnya karena ada Wen Liu yang membantunya.