PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 25 - Hadiah Yang Berupa Kebahagiaan


__ADS_3

Rey berjalan kearah Simon dan menepuk pundaknya, "Bos... aku tidak tahu kenapa kau sangat mencintai orang itu. Kehidupan akan terus berjalan, jadi kuatlah dan buktikan kepadaku. Jika orang-orang seperti kita dapat berubah dengan usaha kita !"


"Hahaha... kenapa kau berisik sekali. Apakah kau ingin menjadi politikus yang selalu berpidato omong kosong ?" Simon tersenyum dan mengejek Rey.


"Bos... kau tahu aku lebih dari siapapun, begitu juga sebaliknya aku tahu betul sifatmu. Kau itu keras kepala dan suka bermain-main, tetapi kau selalu memperdulikan orang disekitarmu dan baik. Jadi nikmatilah hidupmu."


Simon hanya diam dan menerima nasihat dari Rey. Mungkin dia terlalu keras pelala, tetapi jika itu untuk orang-orang yang dia sayangi. Simon tidak akan menyesalinya walaupun harus membayar dengan nyawanya.


Setelah beberapa saat Nancy datang dan berkata, "Ikuti aku... Ayah dan Ibuku menunggumu."


Simon tersenyum dan mengangguk, menyuruh Rey untuk tetap tinggal dan berjalan mengikuti Nancy dibelakangnya.


Nancy membawanya kesebuah ruangan disana ada Cheng, Silia dan pacarnya yang bernama Feil, beberapa orang lainya juga sudah ada didalam ruangan itu.


"Ho... mari kita lihat siapa yang datang. Anak bau... kenapa kau baru menemuiku saat ini ?" Ayah Nancy yang bernama Nan Gu tersenyum kearah Simon.


"Maafkan saya... aku tidak berani mengganggu Paman yang sedang menyambut Para Tamu." Ketika Shen Yu melihat para tamu dia terkejut melihat sosok yang dia kenal.


Itu adalah Wakil Pemimpin Xie yang sekarang menjabat sebagai Pemimpin Kepolisian.


Nan Gu melihat reaksi kedua orang ini dengan bingung, tetapi Simon hanya mengankat satu jari telunjuk kemulutnya dan meregangkan tanganya.


Pemimpin Xie mengerti maksud dari Simon dan mengangguk. Dia tidak tahu apa yang dilakukan Simon ditempat ini, tetapi dia juga cukup berterimakasih kepada Simon. Karena rencana miliknyabsaat ini dia sudah menjabat sebagai Pemimpin Kepolisian.


"Bocah... kelihatanya kau memiliki sesuatu dengan Pemimpin Xie. Apa kau tidak ingin menyapanya terlebih dahulu ?" Nan Gu tersenyum penuh arti.


"Aku hanya membantu orang itu mendorong mobilnya ketika ban mobilnya bocor. Saya hanya sedikit terkejut melihatnya disini, bukankah begitu Tuan ?" Simon tersenyum penuh arti.

__ADS_1


"Yah... aku sangat berterimakasih atas bantuan yang kau berikan padaku waktu itu." Pemimpin Xie dengan cepat menanggapinya.


"Hahaha.... mendorong Mobil." Silia tidak bisa menahan tawanya.


Tetapi tidak ada yang memperdulikanya kecuali Pemimpin Xie, "Gadis Kecil apa yang lucu, Anak itu membantuku dan kau berani menertawakan dirinya. Apa kau menganggapku sebagai angin?"


Pemimpin Xie takut Simon akan marah dan bertindak diluar dugaan. Menurut Informasi yang diberikan Komandan Lainya, Simon ini lebih mengerikan dari keempatnya. Bakat serta kepintaranya bahkan Pemimpin Zhen Tian tidak bisa dibandingkan denganya.


Yang lebih mengejutkanya adalah Simon adalah seorang Grandmaster Beladiri, bahkan dalam debutnya dia berhasil membunuh puluhan orang bersenjata berat hanya dengan dirinya sendiri. Jelas orang ini sangat mengerikan dan Pemimpin Xie tidak berani melawanya.


Ketika kata-kata itu keluar dari mulut Pemimpin Xie, semua orang sangat terkejut khususnya Nan Gu yang memperhatikan sesuatu tidak biasa diantara Simon dan Pemimpin Xie.


Simon sedikit kesal dengan sikap Pemimpin Xie yang terlalu berlebihan. Simon bergegas maju dan berkata, "Paman... maaf memperlihatkan sedikit lelucon padamu. Aku disini untuk memberimu hadiah ?"


"Nak... kau tidak perluh membawa apapun untuk datang menemuiku. Kau adalah pacar Anakku dan juga..." Sebelum Nan Gu selesai berbicara Cheng memotongnya.


Nan Gu dan Istrinya terkejut melihat pernyataanya. Melihat kearah Nancy yang tidak membantahnya membuat mereka sedikit kesal.


Mengatakan hal semacam ini didepan banyak orang, benar-benar mencoreng wajah Simon secara terang-terangan. Walaupun mereka sudah tidak memiliki hubungan, Nan Gu dan Istrinya tidak suka dengan cara Cheng dan Nancy mempermalukan Simon.


"Paman... maafkan aku." Simon masih tetap rendah hati.


Pemimpin Xie sangat kaget melihat hal ini, Komandan Naga yang terkenal dengan sosok yang heroik, benar-benar merendahkan dirinya sendiri. Walaupun Pemimpin Xie tahu Simon ingin merahasiakan Identitasnya, tetapi hal ini sudah cukup keterlaluan baginya. Pemimpin Xie tidak paham dengan apa yang dipikirkan Simon saat ini.


"Nak... kau tidak perluh minta maaf. Aku bukan orang bodoh yang tidak bisa menebak situasi seperti ini." Nan Gu dan Istrinya sudah menebak semuanya.


Saat ini para tamu sudah pergi dan menyisakan orang-orang yang memiliki pengaruh. Nan Gu dan Istrinya tahu betul, walaupun Simon terlihat tenang tetapi sebenarnya dirinya sedang mendapatkan guncangan didalam hatinya. Jadi mereka tidak akan mengungkit masalah ini lagi.

__ADS_1


"Apa yang ingin kau berikan kepada kami?" Istri dari Nan Gu penasaran dengan apa yang disiapkan oleh Simon.


"Cih... Paling juga sampah. Apa yang bisa dia bandingkan dengan Cheng yang memberikan beberapa perhiasan dari emas ?" Silia mencibir Simon dengan jijik.


"Kau benar... aku mungkin tidak bisa memberikanya perhiasan dari emas. Tapi Nona Silia... aku pernah bilang padamu, kalau hadiah yang akan kuberikan tidak akan bisa kau beli dengan semua uang yang kau miliki. Apa kau tahu apa itu... Hadiahku adalah kebahagian untuk Keluarga Paman."


"Hahaha... kebahagian apa yang bisa diberikan sampah sepertimu ?" Silia tertawa dengan gila dan Cheng juga tersenyum menghina Simon.


Simon berjalan kearah Nan Gu dan duduk didepanya, "Paman... bisakah aku melihat kakimu ?"


"Apa kau mencoba mengobatinya. Nak... aku sudah mengalami kelumpuhan total, bahkan dokter-dokter terkenal tidak dapat menyembuhkanya !" Nan Gu berbicara dengan jujur.


"Siapa yang tahu... mungkin Tuhan akan memberi Anda sebuah keajaiban untuk bisa berjalan." Simon berkata dengan santai.


"Kau nemiliki niat baik... jadi lakukan apapun yang kau mau !" Nan Gu tersenyum dan memperlihatkan kedua kakinya.


Simon mengeluarkan beberapa jarum perak dan menusuknya secara perlahan, menggunakan tenaga dalamnya untuk mengejutkan saraf yang ada dikaki Nan Gu.


"Paman... makanlah ini !" Simon mengeluarkan Pil Tan Dan dan memberikanya kepada Nan Gu.


Tanpa pikir panjang Nan Gu menelan Pil itu dan tubuhnya merasa sangat segar.


Setelah beberapa saat Simon mencabut Jarum Perak di kaki Nan Gu dan berkata, "Paman... ini adalah hadiahku yang disebut sebagai kebahagiaan. Cobalah untuk berdiri ?"


Nan Gu sangat terkejut dan tersenyum bahagia, saat ini dia benar-benar bisa merasakan kedua kakinya. Perlahan dia mencoba untuk berdiri dan Semua orang terkejut melihat Nan Gu benar-benar bisa berdiri.


Istri Nan Gu dan Nancy menutup mulut kecilnya dan terkejut melihat Nan Gu yang tiba-tiba berdiri. Khususnya Ibu dari Nancy yang menangis bahagia melihat Suaminya bisa berdiri kembali.

__ADS_1


Semua orang akhirnya mengerti apa yang dimaksudkan Simon sebagai hadiah yang tidak akan bisa dibeli dengan uang. Kebahagian dari keluarga Nan Gun terlihat jelas dimata semua orang dan tidak akan ada orang yang mampu membeli kebahagian ini.


__ADS_2