PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 64 - Tidak Ada Gunanya !


__ADS_3

Setelah menunggu waktu yang cukup lama, beberapa Polisi datang dan membuat sebuah keributan. Mereka masuk ke ruangan Simon dan terkejut melihat keponakanya yang berguling dilantai.


Kakinya patah dan saat ini kondisinya terlihat sangat menyedihkan. Komisaris itu menatap Simon dan yang lainya dengan marah.


"Bajingan mana yang berani berbuat seperti ini diwilayahku !" Komisaris itu menatap mereka semua dengan marah.


"Paman... dia adalah orang yang mematahkan kakiku. Bunuh saja dia dan balaskan dendamku." Mandor itu menunjuk kearah Simon.


Semua Wanita hanya diam dan merasa takut untuk masuk kedalam masalah ini. Mereka menatap Tang yang sedang menahan tawanya, mereka semua sedikit tenang dan berpikir kalau Tang pasti bisa mengatasi masalah ini.


"Nak... apa kau sudah siap untuk menanggung resiko karena berani melakukan hal ini." Komisaris itu menggertak Simon dengan percaya diri.


Simon mengabaikanya dan menatap Polisi dibelakang mereka, "Kalian semua... aku tahu kalau kalian hanya menuruti perintah dari Anjing ini. Atasan kalian akan datang kemari, aku sarankan untuk kalian segera meninggalkan tempat ini sebelum kalian terseret didalamnya !"


Semua Polisi saling memandang dan bingung dengan apa yang dikatakan Simon. Atasan mereka akan datang keaini secara pribadi, bukankah Simon hanya membual dan bagaimana mungkin atasan mereka mengenal seorang Bocah seperti Simon.


Mereka semua menertawakan Simon dan berpikir kalau Simon ini terlalu percaya diri, "Nak... aku tidak tahu darimana kepercayaan dirimu berasal. Bahkan jika itu Pemimpin Kepolisian, aku akan tetap membunuhnya !"


"Kau tidak perluh berurusan dengan Pemimpin... bagaimana kalau kau menghadapiku saja !" Tiba-tiba suara seseorang terdengar dari belakang.


Wajah Komisaris itu berubah menjadi pucat dan tidak bisa berkata apa-apa. Pria itu adalah Wakil Pemimpin Kepolisian yang bernama Rio, saat ini dia menatap Komisaris dengan marah.


Rio melihat Simon dan memberi hormat, "Komandan Naga... tolong maafkan ketidak sopanan saya. Pemimpin Xie meminta saya datang dan membantu Anda dalam masalah ini."

__ADS_1


Semua orang terkejut mendengar Rio menyebut Simon sebagai Komandan Naga. Tang tersenyum dengan puas, jika hal ini diketahui sejak awal mungkin tidak akan ada yang berani melawan Simon.


Menyinggung Simon sama saja dengan membawa kematian pada diri mereka sendiri. Komisaris Polisi jatuh ditanah dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Simon adalah Komandan Naga dan Keponakanya berani berkata kalau dia akan membunuhnya, bukankah mereka membawa bencana pada diri mereka sendiri.


"Wakil Pemimpin... Mereka mematahkan Kaki Keponakanku, kami tidak bersalah dalam hal ini. Mohon Wakil Pemimpin memberikan keadilanya." Komisaris itu berlutut dan memohon dengan memyedihkan.


"Ini ?" Rio terlihat bingung dengan situasi ini, tetapi dia tidak berani untuk mempertanyakan Simon dalam tindakanya.


Sebelum datang kesini dia diminta Pemimpin Xie untuk memuaskan segala sesuatu yang diminta Simon dan jangan pernah mencari masalah denganya.


"Kau tidak perluh bingung... aku yang mematahkan Kaki mereka semua." Simon berkata dengan santai.


"Bisakah saya tahu alasanya ?" Rio sedikit penasaran mengapa Simon bertindak sangat kejam.


"Alasan ?" Simon berkata dengan dingin, "Mereka tidak mau membayar gaji Ayahku dan menyimpan uang didalam kantong mereka sendiri. Bukan hanya itu... Kaki Ayahku dipatahkan oleh mereka dan berakhir tidak sadarkan diri di Rumah Sakit. Ibuku melaporkan masalah ini ke Kantor Polisi dan apakah kau tau tindakan mereka... kau adalah Orang yang pintar dan seharusnya bisa menebaknya bukan."


Kemungkinan karena hubungan kedua Orang ini, Polisi tidak ada yang berani untuk menangkap dan terpaksa menutup mata tentang kejadian ini. Yang paling parah adalah Korbanya merupakan Ayah dari Komandan Naga, bukankah ini sama saja dengan menyiram air panas kewajahnya.


Kemarahan seperti ini sudah cukup untuk membunuh mereka semua. Komandan Naga bahkan menghancurkan Organisasi Big Father seorang diri dan membunuh ratusan orang bersenjata dengan dirinya sendiri.


Untuk membunuh mereka semua yang berada didalam ruangan, bukanlah masalah yang besar untuknya. Mengingat Komandan Naga adalah seorang Grandmaster Beladiri yang sangat luar biasa.


"Sekarang aku akan bertanya padamu tentang bagaimana cara aku menanggapi hal ini. Apakah aku harus mengarahkan kemarahanku kepada Anjing itu, dirimu atau Pemimpinmu karena tindakan kalian yang tidak adil !" Simon berkata dengan dingin dan niat bertarung muncul dimatanya.

__ADS_1


"Sialan." Rio menendang wajah Komisaris dengan keras dan berteriak, "Kau benar-benar mencoreng wajah dari seorang Polisi dimata Masyarakat. Mulai besok kau tidak perluh datang ke Kantor dan mulai sekarang kau bukan lagi Seorang Polisi !"


Rio menatap kearah Polisi yang lain dan berkata, "Besok kalian harus menulis surat permintaan maaf dan mengurus masalah ini sampai selesai. Jika kalian tidak bisa mengurusnya lebih baik kalian segera mengundurkan diri dan satu lagi, bawa mereka semua kepenjara berikan mereka hukuman yang sesuai."


"Baik." Semua Polisi menangkap mereka dan menyeret mereka keluar.


"Komandan... kami sudah melakukan kesalahan yang besar dan sebagai Atasan mereka, saya meminta maaf atas nama kepolisian yang tidak menjalankan tugas mereka dengan baik. Saya sebagai atasan mereka sangat malu melihat kelakuan mereka dan kelalaian saya yang menyebabkan hal ini terjadi." Rio meminta maaf dengan tulus.


"Apakah kau baru diangkat ?" Simon berkata dengan santai dan meminta Rio untuk duduk dan berbicara.


"Ya... belum lama ini saya ditunjuk oleh Pemimpin Xie untuk mengisi posisi Wakil Pemimpin yang kosong." Rio berkata dengan jujur.


"Ho... Orang Tua itu pintar dalam memilih Orang." Simon berkata dengan jujur.


Sangat jarang seorang yang statusnya lebih tinggi mau meminta maaf untuk bawahanya sendiri dan bersedia menanggung resiko. Orang seperti ini memang layak untuk mendapatkan pujian.


Rio tersenyum dan merasa bangga dipuji oleh Simon yang merupakan Komandan Naga dan juga Pahlawan dari dua Negara. Rio berpikir kalau Simon memiliki sifat yang cukup ramah, kekejamanya yang sebelumnya itu merupakan hal yang wajar.


Siapapun yang Keluarganya disakiti, pasti orang itu tidak akan menerimanya. Bahkan jika Orang itu harus mengambil resiko, mereka tidak akan peduli dan tetap melakukan apa yang semestinya dia lakukan.


"Terimakasih atas pujian dari Komandan." Rio berkata dengan sopan.


Simon mengobrol dengan Tang dan Rio untuk waktu yang cukup lama. Simon meminta Rio untuk mengurus uang yang diambil oleh mereka dan memberikanya kepada orang yang lebih berhak.

__ADS_1


Saat ini Simon sangat puas karena membalas perbuatan mereka. Simon sengaja tidak membunuh mereka tetapi dengan kondisi mereka yang saat ini, mati lebih baik dari pada merasakan kehidupan. Sekarang mereka menjadi orang cacat dan tidak berguna.


Rio sendiri yang membuat pernyataan untuk memecat Komisaris dan Simon sangat puas dengan hal ini. Dimasa depan tidak akan ada orang yang menerimanya bekerja karena reputasinya yang buruk.


__ADS_2