
Setelah lebih dari dua minggu tidak ada satupun yang memenuhi panggilan Simon seperti Mo Han, siang dan malam semua Ras Iblis berlatih diluar Desa dan Simon mengambil sikap tegas kepada mereka semua.
Mo Han dan Bawahannya pergi menuju Wilayah Ras Monster, sisanya Simon menuju ke Wilayah para Malaikat untuk menunjukan kemampuannya yang baru.
Melihat Ras Iblis yang masuk ke Wilayah mereka tentunya membuat beberapa Raja Monster marah, walaupun mereka saling bermusuhan satu sama lain tapi ada peraturan jelas dimana Pemimpin tidak boleh mengambil tindakan, kedatangan Raja Iblis ke Wilayah mereka itu sama halnya dengan menyatakan perang secara sepihak.
Bao keluar menghadang Kapal Raja Iblis dengan membawa Kampak besar, "Beraninya kau datang kemari... setelah kau masuk kemari akan kupastikan agar kau tidak bisa keluar lagi."
"Hentikan omong kosong yang tidak berguna itu... seharusnya kau sudah mendapatkan surat itu dan alasan apa yang membuatmu tidak datang. Lebih baik kau memberikan jawaban yang bagus jika tidak..."
"Ho... rupanya kau sudah menjadi anjing dari Pria itu, aku berdiri diatas segalanya dan sejak kapan menerima perintah dari Anjing seperti kalian." Teriak Bao dengan bangga.
"Lalu keberadaanmu tidak diperlukan sama sekali." Mo Han menghilang dari tempatnya berdiri dan sudah ada didepan Bao dalam sekejap mata.
Telapak tangannya tepat berada diwajah Bao dan gelombang Qi Iblis yang kuat menghantamnya, Bao terpental sangat jauh dan untaian benang hitam yang pekat menjerat tubuhnya. Simon memberikannya Teknik Budidaya Seni Beladiri yang menakutkan, hanya dalam waktu seminggu saja Mo Han sudah berada dilapisan ketiga dan mengikuti Simon adalah pilihan yang tepat.
__ADS_1
Bao hanya berada dilapisan pertama Tingkat Raja Dewa dan bukan tandingannya sama sekali, namun setelah mendapatkan penghinaan seperti itu Mo Han memutuskan untuk turun tangan sendiri dan memberikan contoh kepada semua Raja Monster.
*Boom.*
Tubuh Bao diledakan diudara tanpa adanya perlawanan sedikitpun. Hujan darah dan potongan daging berjatuhan, pemandangan terlihat sangat mengerikan dan ini adalah level baru yang Mo Han capai.
"Katakan ini kepada Singa Emas dan Gajah Purba... jika mereka masih tetap mengabaikannya dan tidak datang dalam waktu tiga hari maka mereka berdua akan berakhir seperti mereka. Aku sudah berada dilapisan ketiga dan membunuh mereka layaknya menginjak seekor semut yang tidak berguna." Mo Han melambaikan tangannya dan kembali ke Kapal.
Seharusnya tindakannya ini akan memberikan pukulan yang keras bagi mereka semua, salah satu dari tiga Raja Monster mati ditangannya dan itu sudah cukup menunjukan niatnya.
Disisi lain diperbatasan Simon sudah disambut oleh Pemimpin dari Ras Malaikat, namun kali ini dia tidak mendapatkan respon yang baik dan terdapat jejak kemarahan yang terlihat jelas. Jumlah mereka tidaklah banyak dan menurut informasi yang dia dapatkan mereka adalah sekumpulan Makhluk aneh yang hidup dengan pendiriannya.
"Pada surat itu aku sudah mengatakan jika kalian tidak datang maka aku akan datang sendiri kepada kalian. Sekarang aku akan memberikan pilihan... tunduk atau keluar dari Tanah Liar ini ?" Simon menatap mereka dengan ekspresi yang dingin.
"Kau akan mendapatkan hukuman langit karena berani menyerang Ras Suci seperti kami, Dewa akan menghukum dirimu dengan kejam !" Teriak Pemimpin mereka dengan keras.
__ADS_1
"Menyebut diri sebagai Ras Suci tapi membunuh tanpa pandang bulu. Apakah Ras milikmu itu spesial ?" Tanya Simon sambil menyipitkan matanya.
"Tentu saja... kami adalah Makhluk sempurna dan sudah sepantasnya kalian melayani kami !" Teriak Pemimpin itu dengan penuh kebanggaan.
Simon melihat keatas langit dan niat membunuhnya meledak, "Munafik dan Pengkhianat adalah tipe orang yang aku tidak sukai. Tapi jauh dari itu aku paling benci dengan orang-orang yang mabuk seperti kalian, aku mengurungkan niatku... kau bisa meminta apapun kepada Dewamu dan kita lihat... apakah dia bisa menyelamatkan kalian dari kematian atau tidak sekarang. Waktu kalian hanya lima menit dan kita lihat apakah kepercayaan yang kau bawa sebagai makhluk sempurna akan menyelamatkanmu."
Suara Simon menggelegar seperti guntur dan penuh dengan kemarahan. Sebelum dia mengulang waktu ketidakadilan dunia seperti apa yang belum dia rasakan. Kelaparan dan penghinaan membuatnya menjadi lebih dewasa dalam menghadapi masalahnya.
Satu hal yang merupakan keyakinannya yaitu usahanya sendiri, uang tidak akan bisa jatuh dari langit hanya karena mereka memintanya.
"Waktu kalian habis." Simon mengangkat tangannya dan Api Phoenix membakar mereka semua tanpa ampun.
Jeritan kesakitan terdengar memilukan dan hanya dalam sekejap mereka semua dibakar olehnya menjadi abu.
"Anggap saja itu sebagai hukuman Dewa karena mengganggap diri kalian makhluk sempurna." Simon berbalik dan pergi untuk melihat hal baik apa yang bisa dia ambil.
__ADS_1