
Simon duduk dengan santai disebuah kereta yang ditarik oleh Monster, dia bersama salah satu Komandan Iblis kepercayaan Mo Han dan baru saja sampai di Wilayah Tengah. Namun masih butuh beberapa hari perjalanan untuk sampai di Kota Bintang dan Simon tidak ingin buru-buru.
Apa yang dia inginkan adalah setibanya dia disana semuanya sudah diurus oleh mereka, lagi pula Jiwanya masih dalam perbaikan dan tanpa adanya harta khusus akan sangat lama menyembuhkannya. Untungnya dia tidak perlu mengeluarkan semua kartu miliknya yang sudah dia sembunyikan.
Simon membuka matanya lebar-lebar dan bergegas menerobos keluar, dia menendang Jendral Iblis dan gelombang Qi yang ganas meledakan kereta mereka. Dua sosok Pria dan Wanita kabur dengan cepat dan Simon terlihat tidak senang.
"Kau tunggu disini !" Simon mengejar mereka dan Jendral Iblis menghela nafas.
Simon menyusul dan menghadang mereka berdua dengan niat membunuh yang kuat, mereka sedikit panik dan melihat dari penampilan Simon seharusnya dia bukan pengejar yang sedang mencari mereka.
"Kalian sudah menyerangku dan pergi begitu saja ?" Simon mengepalkan tinjunya dan berniat untuk membunuh mereka berdua.
Gadis itu tersenyum dan mengedipkan matanya, "Adik kecil... semua ini salah paham, aku pikir kau adalah musuh yang mengejar kami tadi ?"
Simon melihat karung yang dibawa Pria itu dan merasakan sebuah kehidupan didalamnya, situasi ini seperti mereka sedang menculik seseorang dan dikejar mati-matian. Karena dia tidak sengaja lewat maka mereka menyerangnya, namun kejahatan seperti seharusnya sudah cukup memberikannya alasan untuk bergerak.
__ADS_1
"Serahkan orang itu kepadaku dan menyerah... aku mungkin akan mengampuni hidup kalian." Simon memintanya secara baik-baik.
Pria itu memberikan karungnya kepada Wanita disampingnya dan Auranya meledak, dia berada di Lapisan kedua Tingkat Raja Langit dan berniat menghabisi Simon. Namun sayangnya Simon menyembunyikan kekuatan aslinya dan kedua tangan Pria itu ditahan olehnya.
"Tidak tahu diri." Simon merobek tubuhnya menjadi dua bagian dan Api Biru membakarnya menjadi abu.
Simon bergerak dengan sangat cepat dan tangannya mencekik leher wanita itu, perlahan dia merebut karung itu dengan paksa dan tebakannya sama sekali tidak salah.
"Adik... tidak... Tuan Muda ini tolong ampuni orang rendahan ini. Aku bersedia melakukan apapun dan menjadi Budak Anjing untuk Tuan termasuk menghangatkan selimut." Wanita itu sedikit meronta kesakitan dan menggoda Simon.
Simon meletakkan karung besar itu dan membukanya, dia melihat seorang Wanita yang diikat dan mulutnya ditutup. Simon menolongnya dan melepaskan semua ikatannya, Wanita itu mengusap air matanya dan menjaga jarak dari Simon.
"Kau penculik itu ?"
"Aku pikir hanya mulut dan tanganmu saja yang diikat. Apakah telingamu juga bermasalah... aku hanya orang lewat yang tidak sengaja menolongmu. Aku juga tidak tertarik dengan identitasmu, sekarang kau bebas dan lain kali berhati-hatilah." Simon merasa jika Gadis ini sangat cantik dan bukan hal yang baik untuk dekat dengannya.
__ADS_1
"Tunggu sebentar Dermawan... namaku Zhao Ling dan terimakasih karena sudah menolongku, jika memungkinkan bisakah Tuan membantuku pergi dari sini. Aku bisa memberikan 100 juta Batu Roh kepada Tuan sebagai imbalan." Kata Zhao Ling dengan sungguh-sungguh.
Simon menelan ludahnya dan 100 juta Batu Roh itu tidak sedikit, dia masih memiliki banyak Batu Roh tapi menambah sedikit keuntungan seperti ini juga sangat bagus. Tidak ada alasan baginya untuk menolak kebaikan seperti ini dan Simon akan menerimanya.
"Kalau begitu kita sepakat... aku baru menduduki Kota Bintang dan kau bisa tinggal disana sesuka hatimu." Simon menggendong Zhao Ling dan membawanya pergi.
Zhao Ling terlihat gugup dan melihat ekspresi Simon membuatnya menghela nafas, setidaknya dia mendapatkan perlindungan dari orang kuat dan Simon juga tidak terlalu buruk baginya.
Lebih baik baginya untuk menetap di Kota Bintang dari pada berkeliaran tidak jelas. Simon menghampiri Jendral Iblis dan mereka melanjutkan kembali perjalanan menuju Kota Bintang.
Zhao Ling belum mencapai Tingkat Dewa Sejati dan masih berada di Awakening lapisan keempat, dia belum bisa terbang dengan bebas dan melihat kekayaannya seharusnya identitasnya tidak sederhana.
Namun Simon tidak ingin bertanya terlalu banyak dan ikut campur, dia tentunya memiliki marga dan akan mudah menyelidikinya. Bagaimanapun juga Simon akan membuatnya nyaman dan mendapatkan bayarannya dengan benar.
Setelah beberapa waktu mereka akhirnya sampai di Kota Bintang, semuanya sudah disiapkan dan Simon memberikan akomodasi kepada Zhao Ling dan meminta Pelayan untuk mengurus kebutuhan sehari-hari Zhao Ling.
__ADS_1