PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 44 - Totalitas


__ADS_3

Simon mengambil sebuah kertas dan mulai menulis semua cara perawatan dari Tanaman Obat. Dengan cara ini dia bisa menjaga kebocoran Informasi dengan membagi semua proses.


Lagi pula Simon memiliki Bahan utamanya dan hanya dia yang bisa membuatnya.Simon sengaja melakukan hal ini untuk memancing Organisasi Informasi agar menemuinya, dia berharap kalau Jay yang datang kepadanya.


Jay sudah seperti belatung untuknya, jika Simon tidak bisa membalas semua perbuatanya. Maka Simon akan menjadi orang yang sia-sia.


Simon menyerahkan kertas itu kepada Wen Liu dan menyerahkan semua padanya, Simon sangat mempercayai kinerja dari Wen Liu dan dia tidak pernah mengecewakanya.


"Bisakah aku membantu ?" Zhen Qiu berharap membantu Simon.


"Hm... bukankah kau sudah membantuku dengan mengiklankan Kosmetik Blue." Simon mengelus kepala Zhen Qiu.


"Bukan itu maksudku... aku juga ingin membantu Bisnismu." Zhen Qiu terlihat bersemangat.


"Hah...." Simon mendesah ringan dan berkata, "Aku tahu kau sangat ingin membantuku tetapi ini bukan bidangmu, lebih baik kau membantu mengiklankan saja."


"Yah... baiklah." Zhen Qiu sedikit kecewa tetapi dia tidak menyangkal apa yang dikatakan Simon.


Simon menghubungi Nona Wen dan Pemimpin Xie untuk datang dan membicarakan sesuatu, mereka saat ini sudah ada dalam perjalanan.


Mereka bertiga menghabiskan waktunya untuk mengobrol dengan santai. Setelah beberapa saat Nona Wen datang dan terkejut melihat keponakanya ada disini.


"Salam Komandan." Nona Wen menyapa Simon yang merupakan atasanya.


"Nona Wen tidak perluh terlalu sopan. Silahkan duduk !" Simon berkata dengan sopan.


Zhen Qiu berdiri dan berencana membuatkan Nona Wen Teh, tetapi Simon menyuruhnya membuatkan dua cangkir teh dan memberitahunya kalau Pemimpin Xie akan datang.


"Komandan... apa ada yang Anda butuhkan !" Nona Wen bertanya dengan penasaran.

__ADS_1


"Aku menemukan tempat mereka dan akan menyusup kesana. Tetapi aku ingin bertanya satu hal, Apakah kau bisa meminta ijin dari Zhen Tian untuk menggerakan Kapal Perang !"


Wen Liu sesikit terkejut dengan pembicaraan yang berat ini. Jika Simon menggerakan Kapal Perang, mungkin ini akan menjadi sebuah pertempuran yang cukup besar.


"Berapa banyak ?" Nona Wen ingin mengkonfirmasi sesuatu.


"Empat dan tujuanku hanya menghancurkan Kapal milik mereka dan mencegah mereka melarikan diri. Kalian hanya perluh mengepungnya dikeempat sisi." Simon berkata dengan tegas.


"Sebelumnya Pemimpin menyerahkan semuanya kepada Komandan. Jadi tidak akan ada masalah tentang hal itu." Nona Wen berkata dengan jujur.


Simon lega dengan perkataan Nona Wen dan mengeluarkan sebuah Peta. Simon memberitahu semua apa yang direncanakanya, Pemimpin Xie tiba-tiba datang dan ikut mendengarkan Simon.


Pemimpin Xie dan Nona Wen sedikit tidak setuju dengan hal ini. Simon berencana masuk dan melakukan keributan sendirian, ribuan orang berada dipulau itu. Bukankah sama saja Simon mengantar nyawanya.


Tetapi Wen Liu sangat mengerti sifat dari Simon dan berkata, "Sayangku... berapa persen kemungkinan rencanamu akan berhasil. Aku tidak ingin menjadi Janda, setidaknya tinggalkan warisan untuku !"


Nona Wen dan Pemimpin Xie terkejut mendengar Wen Liu memanggil Simon dengan sebutan sayang. Zhen Qiu datang dan membawakan mereka teh, dia sedikit bingung dengan wajah muram mereka.


"Bukankah ini sama saja dengan bertaruh dengan Nyawa Anda sendiri." Pemimpin Xie berkata dengan dingin.


Walaupun Pemimpin Xie bukan orang yang baik tetapi dia tidak suka dengan cara Simon yang mempermainkan nyawanya sendiri.


"Aku tidak peduli." Simon berkata dengan tegas, "Mereka berani mengincarku dan Pemimpin Zhen Tian. Jika mereka berani membunuh, berarti mereka juga harus siap untuk dibunuh !"


"Baik... kami akan mengikuti Instruksi Komandan." Jawab mereka berdua secara bersamaan.


Setelah mengobrol dan membahas beberapa rencana Nona Wen dan Pemimpin Xie pamit pergi mempersiapkan segala sesuatu dalam seminggu sebelum Simon memulainya.


Zhen Qiu ikut pergi bersama Nona Wen dan kembali ke rumahnya. Saat ini hanya tersisa Wen Liu dan Simon.

__ADS_1


"Sayangku... bukankah kau terlalu berani mengambil keputusan !" Wen Liu bertanya dengan manis.


"Laki-laki sangat menyukai tantangan, jadi wajar untuk mengambil resiko." Simon berkata dengan percaya diri.


"Pembohong... kau hanya ingin mengambil Gelar Kaisar Dunia Bawah bukan !" Wen Liu menebak pikiran Simon.


"Ha... sepertinya aku tidak bisa menyembunyikan apapun darimu."


Wen Liu terlalu pintar jadi Simon tidak perluh repot-repot menkelaskanya. Demi kenyamanan dalam bisnisnya, Gelar Kaisar sangat penting untuknya.


"Pergilah dan beristirahat... Apa kau tidak lelah seharian bekerja ?" Simon menyuruh Wen Liu untuk pergi ke kamarnya.


"Aku tidak bekerja sama sekali, aku hanya ingin memberimu kesempatan bersama dengan Gadis Kecil itu." Wen Liu berkata dengan jujur.


"Ho... Apakah kau ingin pergi dan jalan-jalan ?" Simon mengajak Wen Liu pergi keluar.


"Oke... aku ingin berbelanja Pakaian dan membeli Tas keluaran terbaru. Kau harus menemaniku seharian !" Wen Liu setuju untuk keluar.


"Ugh." Simon sedikit kesal jika menemani Wanita berbelanja, "Baiklah !"


Simon berdiri dan menggendong Wen Liu menuju Kamarnya.


"Apa yang kamu lakukan ?" Wen Liu sedikit panik.


"Tentu saja membantumu mandi, kebetulan aku juga perluh mandi." Simon tersenyum penuh arti.


"Bukankah kau baru saja mandi ?"


"Yah... tiba-tiba cuaca menjadi panas dan aku perluh menyegarkan badanku." Simon masuk kemar dan berkata, "Tentunya cara terbaik menyegarkan badan adalah dengan bermain denganmu !"

__ADS_1


Simon melepaskan semua pakaian milik Wen Liu dan membawanya ke kamar mandi. Mereka bermain disana dengan liar, erangan Wen Liu terdengar keras dan Simon tidak akan berhenti sebelum siang hari.


__ADS_2