
"Aku hampir melupakan sesuatu !" Simon mengeluarkan Dokumen, "Ini adalah Surat kepemilikan dari Hotel di Australia milik Big Father. Feng dan Tang kalian bagi setengah keuntungan dan Ambil untuk kalian !"
Feng dan Tang saling memandang dan tersenyum bahagia, "Hahaha... Terimakasih Bos atas kebaikanya."
"Yah... Ridas... bagaimana dengan sesi belajarmu dengan Wen Liu !" Simon bertanya kepada Ridas.
"Hah... Masih belajar... tetapi Ibu Bos sudah mengambil semuanya dan memberikanya kepada kita. Sesekali Ibu Bos akan mengirim seseorang untuk memeriksa Pekerjaan kita." Ridas berkata dengan jujur.
Gilan, Feng dan Tang menahan tawa mereka, Ridas sedikit tersinggung dengan hal ini. Dia memang sedang membiasakan dirinya untuk melakukan bisnis dan demi kebaikanya sendiri.
"Tidak apa-apa... Kau sudah memegang Bisnis yang cukup besar. Aku akan membantumu dan perlahan kembangkanlah." Simon cukup senang dan menatap Gilan, "Bagaimana proses pembangunanya ?"
"Hampir jadi... Mungkin satu atau dua bulan akan selesai." Gilan berkata dengan jujur.
"Aku akan mentransfer 500 Juta padamu, belilah alat-alat kebugaran fisik dan perabotan yang kau perluhkan. Sebulan lagi aku akan menerima penghargaan dan mempromosikan Perusahaan Pengawalan milikmu !" Simon memberikan uang kepada Gilan.
"Baik Bos." Gilan berterimakasih kepada Simon.
"Baiklah... Ayo kita kembali ke Beihan." Simon dan yang lainya pergi.
Simon menyuruh beberapa Tentara untuk tetap menjaga tempat ini untuk sementara. Mereka menaiki Kapal dan kembali kedaratan, dia memberikan kabar kepada Pang kalau dirinya bisa kembali ke Beihan dan Simon akan pulang sendirian.
Setelah sampai didaratan Simon meminjam Mobil milik Gilan dan pergi mengunjungi Rumah milik Zella. Simon sudah berjanji akan membawanya kembali ke Beihan.
Simon sedikit takut ketika memikirkan reaksi apa yang ditunjukan Zhen Qiu dan Wen Liu kepadanya ketika membawa seorang Wanita pulang.
Tidak butuh waktu lama Simon sudah sampai didepan gerbang rumah milik Zella. Rumah ini sangat besar dan Zella sudah menunggu Simon untuk waktu yang cukup lama.
"Apakah kau sudah selesai dengan semua urusanmu ?" Zella tersenyum kearah Simon.
"Yah... Aku sudah menyelesaikan semuanya." Simon berkata dengan santai.
"Ayo masuk... Ayah dan yang lainya menunggumu didalam !" Zella menggandeng tangan Simon.
__ADS_1
Simon mengikutinya dengan pasrah dan berfikir Zella sedikit lebih berani denganya. Biasanya dia terlihat malu dan canggung, tetapi Simon sama sekali tidak membenci perkembangan ini.
Simon melihat keluarga Zella dan memberi salam dengan sopan. Mereka semua terlihat senang dengan sikap dan penampilan Simon.
"Duduklah Komandan !" Ayah Zella menunjukan keramahanya.
"Paman tidak perluh memanggilku Komandan, Namaku Simon." Simon duduk dengan santai.
"Hahaha... Baiklah kalau begitu. Bagaimana apakah harimu menyenangkan ?"
"Hah... Aku bahkan tidak bisa menikmati kehidupanku." Simon berkata dengan jujur.
Wartawan selalu berkerumun didepan rumahnya. Jika Simon tidak mengecoh mereka, mungkin fia tidak akan pernah bisa keluar dari Rumah itu.
"Ngomong-ngomong ini untuk Bibi !" Simon memberikan 20 Kosmetik Blue miliknya.
Ibu Zella menerimanya dan terkejut melihat mereknya, "Bukankah ini Kosmetik Blue... Aku dengar ini adalah Kosmetik yang diminati oleh para Wanita. Bukankah lebih baik Zella yang menggunakanya."
"Bibi tidak perluh khawatir... Aku adalah pencipta dari Kosmetik Blue. Singkatnya Perusahaanku yang memprokdusinya, jika Bibi menginginkanya aku bisa menyediakan satu Truk untuk Bibi." Simon sedikit menggoda Ibu Zella.
"Ayah saya hanya seorang Buruh biasa dan Ibuku bekerja sebagai pengurus Rumah tangga." Simon berkata dengan santai.
Ayah dan Ibu Zella sedikit terkejut dan sedikit tidak enak dengan pertanyaan mereka yang mungkin mengganggu Simon.
"Paman dan Bibi tidak perluh khawatir... Aku tidak pernah malu akan hal itu. Mereka sudah merawat dan menyayangiku sebagai Anak mereka, jadi aku tidak akan pernah malu dengan kondisi mereka." Simon berkata dengan jujur.
"Hah... Maafkan aku jika pertanyaan ini mengungkit hal sensitif untukmu." Ayah Zella berkata, "Bukankah sekarang kau adalah seorang Komandan, setidaknya kau bisa membawa mereka tinggal bersamamu !"
"Mereka sebenarnya belum tahu aku seorang Komandan Militer. Aku baru menjabat selama 3 Bulan sebagai Komandan Militer dan memiliki alasan untuk tidak memberitahu mereka." Simon menceritakan semuanya.
"Alasan ?" Ibu Zella sedikit binggung.
"Ya... Sebagai Orang Tua... mereka tidak akan mengijinkanku mengambil resiko. Tetapi aku mempunyai keinginan membahagiakan mereka dan setidaknya menjadi Anak yang berbakti. Singkatnya aku akan melakukan apapun untuk mereka, bahkan jika harus memasuki Neraka sekalipun." Simon betkata dengan tegas.
__ADS_1
Mereka berdua mengerti akan hal ini. Sebagai Orang Tua mereka juga akan melarang Anaknya melakukan sesuatu yang meresikokan nyawanya. Jadi mereka mengerti apa maksud dari Simon menyembunyikan hal ini dari Orang Tuanya.
"Tetapi masalah sudah selesai, setelah ini aku akan menjemput mereka dan membiarkan mereka menikmati hasil kerja kerasku." Simon berkata dengan sungguh-sungguh.
"Kau adalah Anak yang baik." Ayah dan Ibu Zella cukup puas dengan karakter dari Simon.
Zella sendiri baru tahu tentang hal ini dan tidak terkejut, dia sudah tahu kalau Simon adalah orang yang baik.
Mereka mengobrol beberapa hal dan makan bersama-sama. Simon berencana untuk menginap disini dan besok akan kembali kerumahnya bersama dengan Zella.
Ayah Zella memintanya untuk beristirahat dan meminta Zella mengatur ruangan untuknya.
Zella membawa Simon ke Kamar Tamu dan menemaninya. Zella sendiri cukup senang dan berbicara banyak hal dengan Simon, dia berencana melanjutkan Pendidikanya di Sekolah yang sama dengan Simon.
"Ah... aku akan kembali dan beristirahat !" Zella berdiri dari bangkunya.
Simon tersenyum dan menariknya ketempat tidur. Zella sedikit panik dengan apa yang dilakukan oleh Simon.
"Disini terlalu dingin... Keluargamu tidak memberikan selimut di Kamar Tamu. Jadi kau harus tanggung jawab dan tidur bersamaku !" Simon sedikit menggoda Zella dan memeluknya dengan erat.
"Jika kita melakukanya... mungkin kita tidak akan bisa bangun pagi-pagi dan berakhir melewatkan penerbangan." Zella berkata dengan cemas.
"Melakukan apa ?" Simon tersenyum dan berkats, "Kau hanya perluh tidur ditempat ini bersamaku dan menjadi selimutku."
Zella memeluk Simon dan berkata, "Apakah kau sangat senang mempermaikanku ?"
"Mungkin itu akan menjadi salah satu hobiku." Simon mencium keningnya dengan lembut.
"Bukankah kau masih memiliki dua orang Wanita, apakah kau masih kesepian ?" Zella sedikit menyinggung Wanita milik Simon.
"Mereka memiliki Karakter yang berbeda, tetapi tenang saja... Jika hanya kalian bertiga staminaku sangat cukup untuk mengatasi kalian." Simon sedikit menggoda Zella.
"Mesum." Zella sedikit malu jika membahas hal seperti itu.
__ADS_1
"Bukankah kau juga menikmatinya." Simon membuat Zella tidur dipelukanya, "Tidurlah... Besok kita akan berangkat dan kembali !"
"Bukankah kau yang selalu membuatku terjaga." Zella memejamkan matanya dan tidur.