
"Hei... bawakan aku surat pengambil alih Perusahaan dan biarkan Anak ini menandatanganinya !" Ketua Big Father memberikan perintah.
Wanita itu buru-buru membuka tasnya dan memberikanya. Ketua memberikan kepada Simon dan berkata, "Tanda tangani itu sebagai bukti."
Simon mengambilnya dan membacanya dengan teliti, "Hm... ini cukup bagus, tetapi aku tidak mau menandatanganinya !"
Ketua Big Father terkejut dan berteriak dengan marah, "Apakah kau ingin mempermainkanku ?"
"Tidak... tidak... Anda salah paham." Simon tersenyum dan berkata, "Anda sendiri belum mentransfer uangnya kepada saya. Bagaimana mumgkin saya mau memberikan persetujuan."
"Apa kau tidak percaya denganku ?" Ketua Big Father menatap Simon dengan dingin.
"Sejak awal Dunia Bawah tidak ada yang baik. Aku harus berhati-hati dan memikirkan diri sendiri !" Simon berkata dengan santai.
Ketua Big Father menghela nafas panjang dan berfikir kalau Simon ini terlalu pintar. Dia tidak ingin mengalami kerugian sedikitpun dan berhati-hati dalam mengambil tindakanya.
Tetapi Ketua Big Father tidak terlalu khawatir, setelah ini selesai dia akan membunuh Simon dan merampas semua hartanya. Cepat atau lambat Uang itu akan kembali padanya.
"Berikan nomer rekeningmu padanya dan segera kirimkan uangnya !" Ketua Big Father berkata dengan santai.
Simon tersenyum bahagia, Simon bukanlah orang bodoh yang tidak bisa menebak pikiran Ketua Big Father. Karena mereka ingin bermain, Simon tidak keberatan untuk menemani mereka sampai akhir.
Saat ini Falcon dan yang lainya sudah bergerak kemari menggunakan Kapal. Simon hanya perluh mengulur waktu dan mengeksekusi Ketua Big Father dalam satu gerakan, sisanya dia hanya perluh menggila.
*Ding... Dong.*
Simon melihat Ponselnya dan melihat pesan, Uang 20 Miliar sudah masuk kedalam rekeningnya.
"Sudah bukan... sekarang Tanda Tanganlah !" Ketua Big Father terlihat bersemangat.
"Oke." Simon dengan cepat menandatangani surat-suratnya.
Big Father tersenyum dan tertawa dengan gila, dia tidak berharap kalau Simon akan sebodoh ini. Mengeluarkan Pistolnya dan menodongkan kearah Simon.
__ADS_1
"Aku sudah muak dengan kelakuanmu Bocah Busuk. Katakan padaku bagaimana kau ingin mati ?" Ketua Big Father tersenyum bahagia.
"Hahaha... Kau layak ?" Simon mencibir dengan jijik.
*Door.*
Ketua Big Father melepaskan tembakanya, tetapi Simon dengan santai menghindarinya dan meninju wajah dari Ketua Big Father dengan keras.
Ketua Big Father terpental sangat jauh, darah mengalir dari mulut dan hidung. Rahangnya hampir hancur ketika terkena pukulan dari Simon.
Sebelum Anak Buahnya sempat beraksi sebuah bola hitam terbang diatas kepala mereka.
*Boom.*
Bola itu adalah sebuah Bom yang diberikan Zhen Tian kepada Simon. Ledakan dari Bom membunuh hampir ratusan dari mereka.
"Keparat... dari mana Anak ini mendapatkan Bom ?" Ketua Big Father sangat binggung. Seharusnya Simon sudah diperiksa dan tidak membawa senjata sama sekali.
Semua Anak Buah mulai panik dan Simon melepar dua Bom kearah mereka dan ledakanya menyebabkan ratusan dari mereka mati.
Simon menatap Ketua Big Father dengan senyum Iblisnya dan melesat kearahnya, mengeluarkan Pedang ditanganya dan memotong langsung leher dari Ketua Big Father.
Wajah semua orang menjadu pucat dan berteriak, "Ketua sudah mati... Saudaraku kita harus membalaskan dendam Ketua !"
Semua sisa Anak Buah Big Father mengarahkan pistolnya dan menembak Simon dengan brutal. Simon berlari dan menggunakan mayat Ketua Big Father sebagai Tameng untuk dirinya.
"Argh..." Simon beberapa kali terkena tembakan dan tetapi berkat tubuhnya yang sangat keras dan kuat. Luka Tembakan itu tidak terlalu parah dan hanya menembus sedikit kulitnya.
Simon hanya bisa mengutuk mereka didalam hatinya. Dia tidak menyangka setelah Ketua mereka mati, Anak Buahnya masih memiliki semangat untuk melawan. Hal ini sangat jarang terjadi, walaupun luka Simon tidak terlalu parah.
Tetapi jika dia terus menerus dalam keadaan seperti ini, mungkin dia akan kehilangan nyawanya. Sekali lagi dia melemparkan Bom kearah Anak Buah Big Father dan mereka semua mulai panik.
Simon melemparkan mayat Ketua Big Father dan berlari kearah Hutan. Anak Buah Big Father sama sekali tidak berniat membiarkan Simon lari dan mengejarnya. Suara tembakan terdengar setiap saat.
__ADS_1
Simon mengambil Ponselnya dan menelpon Zhen Tian.
"Halo... kenapa kalian lama sekali ?" Simon berkata dengan panik dan suara tembakan terdengar sangat keras.
"Hei ada apa denganmu... apakah kau sudah memulainya ?" Zhen Tian berteriak dengan penasaran.
"Aku akan menjelaskanya dengan singkat... Ketua Big Father dan ratusan Anak Buahnya sudah mati, tetapi aku masih dikejar sisa-sisanya. Setidaknya ada 200 orang yang mengejarku, jika Pemimpin tidak segera sampai. Cucumu akan menjadi Janda !" Simon berkata dengan panik.
"Sialan... 15 menit... tahan mereka selama 15 menit dan kami akan segera sampai !" Zhen Tian mematikan telponya dan berteriak, "Kalian semua lebih cepat dan segera bersiap, musuh kita 200 orang dan Komandan Naga sudah membunuh setengahnya. Kita harus cepat kesana dan membantunya."
"Siap Pak." Teriak semua Tentara dengan tegas dan 4 Kapal Perang sudah berlayar dengan kecepatan penuh.
Meteka semua sangat terkejut mengetahui Komandan Naga membunuh setengahnya. Setidaknya 200 orang sudah mati ditanganya, Komandan Naga berjuang sendirian melawan 400 Orang. Semangat semua Tentara tiba-tiba menjadi kuat setelah mendengar kabar ini.
Simon masih berlari dan Anak Buah Big Father masih mengejar dibelakangnya. Simon mengeluarkan Bom terakhirnya dan melemparkanya kebelakang.
*Boom.*
Ledakan keras terdengar dan puluhan orang berakhir mati dan sedikit luka-luka. Ini adalah kesempatan Simon untuk bersembunyi dan segera dia memanjat keatas Pohon.
"Sistem... Apakah kau memiliki sesuatu yang dapat membantuku ?" Simon meminta bantuan kepada Sistem.
[Sistem menyarankan agar Master membeli Kartu Mematikan. Kartu ini bisa menonaktifkan Senjata mereka dan master hanya perluh bertarung. Harga dari Kartu Mematikan adalah 200 juta.]
"Beli." Simon tidak memiliki pilihan lain selain hal ini. Jika Simon bisa bertarung tanpa menggunakan senjata, resikonya akan berkurang lebih banyak.
Sebuah Kartu berwarna merah muncul didepan Simon dan langsung melemparkanya keatas. Kartu itu meledak diudara dan semua pistol tidak dapat digunakan.
Semua Anak Buah Big Father sangat bingung dengan hal ini. Mereka sama sekali tidak bisa menggunakan Pistol mereka, saat ini mereka tidak memiliki pilihan selain bertarung dengan tangan kosong.
Simon tersenyum seperti Iblis dan memegang pedang ditanganya. Mereka sudah berani menembaknya dan membuatnya mengalami luka, saat ini Simon akan membantai mereka satu persatu.
Beberapa dari mereka adalah seniman Beladiri, mungkin ini tidak akan mudah melawan ratusan orang. Tetapi Simon hanya perluh menahan selama 15 menit dan menunggu bantuan dari Zhen Tian. Dia tidak boleh mati ditempat ini dan harus terus bertahan.
__ADS_1