PECUNDANG SEJATI

PECUNDANG SEJATI
Bab 129 - Beraksi


__ADS_3

Simon perlahan membuka matanya dan tidak jauh dari posisinya sekarang dia merasakan adanya sebuah pertarungan. Simon berdiri dan bergegas untuk melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.


Beberapa kelompok wanita yang terdiri dari 30 orang sedang dikejar oleh seekor Raksasa Batu, Simon yang melihat ini tidak memiliki pikiran lain selain menolongnya. Lambaian tangannya menciptakan bilah Qi Spiritual yang tajam dan memotong Raksasa Batu dengan sekali serang.


Simon melayang diatas langit dan bertanya, "Katakan kepadaku... mengapa Raksasa Batu itu mengejar kalian ?"


Mereka semua berlutut dan salah satu dari mereka maju, "Mohon bantuannya Tuan... kami tidak sengaja menemukan sebuah Makam Ahli Kuno dan disergap oleh beberapa Penyihir Tua, Senior kami masih disana dan menahan mereka bertiga."


Simon mengangguk dan bergegas terbang menuju lokasinya, dia tidak terlalu peduli dengan permintaan mereka tapi yang jelas dia tidak akan melewatkan hal baru. Bukti bahwa mereka disergap itu berarti ada sesuatu yang berharga disana, jadi dia akan melakukan yang terbaik untuk mendapatkannya.


Simon melihat sebuah lorong ruang diantara tebing dan masuk kedalam, dia sampai disebuah tempat yang luas dan sudah ada banyak orang yang mengenakan jubah hitam.


"Berani masuk kemari... bunuh dia !"


Simon hanya bisa tersenyum pahit dan bahkan sebelum dia sempat berbicara mereka sudah ingin membunuhnya. Mereka semua menyerang Simon dan gelombang Qi Spiritual ditujukan kearahnya, ledakan yang hebat menyapu ke segala arah dan mereka semua sangat senang.

__ADS_1


"Anjing-anjing ini benar-benar menyebalkan." Simon mendesak Qi miliknya dan petir yang ganas menyambar mereka dengan kecepatan luar biasa.


Dalam sekejap petir meledakan tempat itu dan membuat mereka semua menjadi abu, Simon tidak terluka sedikitpun dan justru merasa kesal dengan tingkah mereka.


"Sialan... harta macam apa yang sebenarnya mereka rebutkan sampai menjadi bodoh seperti ini !" Simon mengutuk mereka dengan jijik.


(Lux mendeteksi bahwa kemungkinan besar ini adalah Makam Ahli Tingkat Raja Dewa yang sudah mati sangat lama. Inti Kehidupannya mengandung pengetahuan dan ini bisa membuka jalan bagi mereka untuk menembus Tingkat Raja Dewa.)


"Lah... jadi sia-sia aku masuk ketempat ini karena aku seorang Raja Dewa !" Simon terlihat kecewa.


(Bakat dan Potensi yang Master miliki jauh lebih kuat dari Ahli ini, tapi banyak harta yang mungkin akan berguna bagi Master. Disarankan untuk melihatnya dengan Mata Penembus Langit.)


Setelah berjalan beberapa waktu Simon keluar dari dalam hutan dan melihat sebuah gurun hitam yang menakutkan. Gelombang pertarungan yang sengit dari empat Ahli Tingkat Dewa Sejati Puncak membuat guncangan besar, tiga orang Pria Tua berjubah hitam melawan seorang Gadis muda dengan sangat sengit. Gadis itu dipukul beberapa kali namun dengan keterampilannya dia berhasil lolos dari jurang kematian.


"Ling Zhu... kau tidak akan mampu melawan kami bertiga sekaligus, sebagai Pemimpin dari Desa Seribu Gadis kekuatanmu mungkin mengagumkan dan layak bersama dengan Patriak." Kata salah seorang Penyihir sambil mengusap janggutnya.

__ADS_1


"Jangan terbawa suasana... bahkan jika mati aku akan menyeret kalian bertiga untuk mati bersama denganku." Ling Zhu melesat dengan kecepatan cahaya.


Pedangnya menebas salah satu dari mereka dan memotongnya menjadi dua bagian, tapi sayangnya tidak ada darah apapun dan Penyihir yang Ling Zhu tebas berubah menjadi bayangan.


"Kau lengah." Penyihir itu sudah ada disamping Ling Zhu dan ujung tongkatnya memadatkan gumpalan energi bola hitam, "Matilah !"


Ling Zhu sudah tidak memiliki tempat untuk menghindar dan pasrah dengan takdirnya, namun Simon muncul dibelakang Penyihir itu dan meremas bahunya. Dua orang lainya sangat terkejut dan sebelum mereka sempat memperingatkan Simon merobek tubuh Penyihir itu menjadi dua bagian.


"Jadi kalian bertiga adalah Tuan dari Anjing-Anjing yang mencegatku dipintu masuk." Simon menatap mereka dengan ekspresi yang dingin.


"Tercela... melakukan serangan dari belakang." Teriak salah seorang Penyihir dengan marah.


Simon merasa geli dan tertawa, "Hahaha... kau bodoh atau apa, disini kau bahkan mengepung seorang Gadis dan dimana keadilannya. Mereka yang punya kekuatan akan memerintah.. Karena kalian lemah dan cari masalah denganku maka matilah."


Simon memukul kearah mereka dan Qi Spiritual miliknya mengambil wujud Naga Emas, keduanya tidak bisa bergerak dengan penindasan kekuatan yang luar biasa hebat.

__ADS_1


*Boom.*


Naga Emas menerkam mereka dan meledak dengan cukup keras, Inti Kehidupan mereka hancur bersamaan dengan tubuh mereka. Simon tidak terlalu banyak mendapatkan poin keberuntungan dan merasa tidak puas dengan lawannya yang lemah.


__ADS_2