
Setelah beberapa saat menunggu Wen Liu keluar dari kamar mandi, kedua tanganya menyentuh wajah dan senyuman yang indah menghiasi wajahnya.
Wen Liu berjalan kearah Simom dan berkata, "Luar biasa... siapa yang membuat Krim ini benar-benar sangat luar biasa. Jika dibandingkan dengan produk terbaik saat ini, Krim ini 3 kali lebih baik dari produk itu. Aku ingin tahu siapa orang yang menciptakan Krim Obat ini ?"
"Menurutmu ?" Simon tersenyum penuh arti.
"Kau... tidak mungkin. Aku tidak percaya denganmu." Wen Liu tidak percaya dengan Simon.
"Tidak apa-apa... aku sudah sering mendapatkan respon seperti itu !" Simon mengeluarkan sebuah kertas, "Itu adalah bahan-bahan pembuatan Krim Obat. Kumpulkan dan simpan didalam gudang."
"Baiklah... aku akan menyuruh orang untuk mengumpulkanya." Wen Liu berkata dengan tegas, kesempatan seperti ini sangat langka untuknya.
"Baiklah... aku akan serahkan sisanya padamu. Kau itu cerdas... jadi tidak perluh aku membimbingmu bukan. Aku akan mempercayakan Proyek itu padamu, kecuali tentang pembuatan Senjata Api. Kita akan mencari modal terlebih dahulu untuk melakukanya. Aku yakin tidak akan memakan waktu yang lama untuk kita melakukanya."
"Kalau begitu aku akan menantikanya." Wen Liu tersenyum dan berkata, "Sayangku... apakah kau tidak memiliki permintaan lain ?"
"Hm... ada kau aturlah temanku yang ada diluar untuk bekerja mengurusi Produksi Gula." Simon merekomendasikan Rey.
"Baiklah." Wen Liu berkata dengan manis, "Apakah hanya itu yang kamu inginkan ?"
"Kau bawalah Rey berkeliling untuk melihat Kantor." Simon berkata dengan santai.
Wen Liu sedikit kesal dan keluar dari ruangan. Setelah itu Zhen Qiu masuk dengan wajah yang kesal dan duduk diam di sofa.
Simon tersenyum dan tidak menanggapi Zhen Qiu yang marah padanya. Melihat dokumen-dokumen di meja, Simon pura-pura membacanya.
Keheningan berlangsung lama, Zhen Qiu sangat kesal dan berteriak, "Kamu... Bodoh... cepat kesini ?"
"Aku ?" Simon menunjuk dirinya sendiri seperti orang bodoh, "Aku pikir kau sedang sakit perut."
__ADS_1
Zhen Qiu semakin kesal dan berkata, "Kau yang sakit perut. Cepat kesini ?"
Simon berjalan dan duduk disamping Zhen Qiu dan berkata, "Istriku... jangan marah-marah. Aku hanya bercanda."
"Apa yang barusan kalian bicarakan ?" Zhen Qiu bertanya dengan dingin.
"Aku hanya membicarakan tentang masa depanku denganya. Tidak ada yang lain." Simon mengatakanya dengan santai.
Zhen Qiu marah dan memukuli Simon dengan tangan kecilnya, "Sialan... berapa banyak wanita yang kau inginkan ?"
Simon tersenyum dan mendorongnya kebelakang dan menindihnya. Zhen Qiu sedikit malu dan menghindari kontak mata dengan Simon.
"Istriku... apa kau tau, terakhir kali kau tiba-tiba menciumku dan mengambil keuntungan dariku. Aku ini seorang pendendam, kira-kira apa yang harus aku lakukan padamu ?" Simon menggigit telinga Zhen Qiu dengan pelan.
"Ah... Apa yang mau kau lakukan ?" Zhen Qiu malu dan panik.
Simon menciumnya dengan kencang, bibir mereka bersentuhan dan Zhen Qiu mulai merasakan panas ditubuhnya naik. Awalnya Zhen Qiu panik dengan serangan tiba-tiba Simon, tetapi perlahan tubuhnya mulai rileks dan memeluk Simon dengan erat.
Setelah mereka berciuman untuk waktu yang lama, Simon mulai melepaskan Zhen Qiu dan tersenyum puas. Zhen Qiu terlihat malu dan mengusap mulutnya.
"Sekarang kita impas." Simon tersenyum bahagia setelah membuly Zhen Qiu.
"Impas apanya !" Zhen Qiu melompat kearah Simon dan memeluknya, "Kau harus bertanggung jawab."
Simon merasa bahwa perkembangan seperti ini sudah diluar dari ekspetasinya.
"Kau tidak akan hamil hanya karena sebuah ciuman. Kenapa kau memintaku untuk bertanggung jawab ?" Simon berkata dengan santai.
"Kau mau atau tidak ?" Zhen Qiu memeluknya semakin erat.
__ADS_1
"Aku sangat menyukaimu, tetapi untuk sekarang aku tidak bisa. Aku memiliki beberapa alasan yang tidak bisa aku katakan." Simon tadak membencinya tapi dia tidak bisa menempatkanya ke dalam bahaya.
"Kenapa... apakah karena wanitamu, lalu kenapa Aku bersedia menjadi nomer dua." Zhen Qiu terlihat bersungguh-sungguh.
"Bukan itu alasanya... Aku hanya tidak bisa menempatkanmu dalam situasi yang berbahaya. Tapi... jika aku berhasil mengatasi masalahku, aku akan datang padamu. Itu adalah janjiku." Simon membalas pelukanya.
"Ya... ya... aku tahu. Kau sudah berjanji padaku, pastikan untuk menepatinya !" Zhen Qiu perlahan melepaskan pelukanya dan tersenyum bahagia.
"Tentu... aku selalu menepati kata-kataku." Simon tersenyum dan menepuk dadanya dengan bangga.
Simon sendiri harus berurusan dengan Organisasi-Organisasi yang berbahaya, dia tidak ingin Zhen Qiu menjadi alasan untuk kelemahanya.
Sebelum Simon menghancurkan mereka semua dan menggantung namanya di ketinggian, dia tidak akan mau memiliki hubungan seperti ini.
Simon keluar dari ruangan dan mencari Rey yang sedang diajari oleh Wan Lin. Zhen Qiu pergi dan bilang kalau malam ini dia miliki acara.
Simon memasuki Ruangan milik Wan Lin dan melihat Rey yang sedang membaca semua berkas.
"Hey... Bagaimana dengan pekerjaan barumu ?" Simon berkata dengan santai.
"Tidak masalah Bos." Rey meletakan dokumenya, "Nona Liu sudah memberikan aku Instruksinya, 3 hari lagi aku bisa mulai bekerja."
"Bos ?" Simon menatap kearah Wen Liu, "Apa kau mencuci otak Anak ini ?"
"Kau terlalu banyak Nonton Film." Wan Liu tertawa mendengar perkataan Simon.
"Kau adalah pemilik tempat ini, jadi wajar jika aku memanggilmu Bos." Rey sangat bersemangat.
Simon mengerutkan keningnya, "Terserah kau saja !"
__ADS_1