
Setelah Menginap diDesa dan melakukan liburan mereka selama 4 hari, Simon dan Zhen Qiu memutuskan untuk kembali.
Mereka menaiki Pesawat Pribadinya dan segera pergi. Zhen Qiu merasa sangat senang, liburan bersama Simon benar-benar sangat menyenangkan.
Zhen Qiu sudah membeli banyak oleh-oleh untuk Keluarganya dan cukup senang dengan hal ini.
Keuntungan Simon cukup banyak kali ini, memiliki Pertambangan Berlian secara gratis. Jun Tu merencanakan sesuatu yang cukup berbahaya, jika Simon tidak memiliki Sistem yang mendeteksi Alat Penyadap Suara di Hotel mungkin Simon sudah jatuh terperangkap.
Simon berpikir kalau Jun Tu tidak akan memiliki keberanian semacam itu tanpa adanya dukungan dibelakangnya.
Hal ini yang paling Simon benci, seseorang yang selalu bersembunyi dibalik bayangan adalah sesuatu yang menyebalkan. Jika Simon tahu siapa yang menargetkanya, itu akan menjadi hal yang mudah.
Simon hanya perluh menantangnya untuk bertarung dan menghancurkan semuanya, sedangkan masalah ini sama sekali berbeda. Orang yang bersembunyi dan merencanakan ini mungkin tidak memiliki kekuatan dan tidak percaya diri dengan kemampuanya.
Orang itu hanya memanfaatkan Jun Tu dan menggunakanya untuk mengukur kemampuan dari Kaisar Naga. Simon segera melupakanya dan meminta Roby menyelediki semuanya.
Setelah beberapa waktu mereka semua sampai di Bandara, mereka sudah sampai di Kota Beihan. Simon memutuskan untuk mengantar Zhen Qiu pulang dan menyapa Keluarganya.
Setelah beberapa waktu Simon akhirnya sampai dan masuk bersama Zhen Qiu, diruang tamu Zhen Tian dan Zhen Ri menyapa kedatangan mereka.
"Ayah... Kakek... lihat apa yang aku bawa untuk kalian !" Zhen Qiu memberikan beberapa baju dan makanan sebagai oleh-oleh untuk mereka.
"Anak baik... bagaimana dengan liburanmu, apakah menyenangkan. Apakah Bocah Bau itu membulymu ?" Zhen Tian bertanya dengan penasaran.
__ADS_1
Simon dan Zhen Ri tersenyum canggung, jika menyangkut Cucu kesayanganya. Zhen Tian akan menjadi Kakek yang Bebal, dia tidak ingin melihat Cucunya menderita ditangan Simon.
Zhen Qiu tersenyum dan menceritakan semua liburanya bersama dengan Simon, kecuali adegan yang tidak senonoh Zhen Qiu menceritakan semuanya termasuk Pertambangan Berlian dan Hadiah yang Simon berikan.
"Apa... Tambang Berlian yang sangat besar !" Zhen Tian dan Zhen Ri sangat terkejut mendengar hal ini.
Simon tersenyum dengan bangga seolah-olah baru saja memberikan tamparan yang keras.
"Bocah Bau... kenapa kau memberi Cucuku Kalung Giok yang jelek, tetapi kau sendiri memiliki Berlian yang banyak ?" Zhen Tian berteriak dengan marah.
"Simon... kau tidak melakukan sesuatu yang ilegal bukan ?" Zhen Ri bertanya dengan cemas.
"Aku melakukanya dengan jujur dan sesuai prosedur." Simon berkata dengan kesal, "Kalung Giok yang dipakai Zhen Qiu bahkan lebih mahal dari Berlian, jadi itu lebih baik dari Berlian !"
"Sekarang coba lepas Kalung itu dari leher Zhen Qiu, jika Anda bisa melakukanya... aku akan melakukan apapun yang Anda perintahkan." Simon menantang Zhen Tian.
Zhen Tian tersenyum dan berpikir kalau Simon terlalu bodoh, dia mendekatkan wajah Zhen Qiu dan berusaha melepasnya. Tetapi Kalung Giok itu sangat erat dan Zhen Tian tidak bisa melepasnya.
"Hehehe... Kalung Giok itu hanya bisa dibuka oleh Zhen Qiu dan aku. Anda tidak akan pernah bisa melepasnya. Kalung Giok itu bukan barang biasa dan kegunaanya sangat luar biasa." Simon tertawa jahat melihat Zhen Tian.
"Ugh... memang apa kegunaanya ?" Zhen Ri bertanya kepada Simon.
"Ayah Mertua... Kalung Giok ini memiliki efek menyehatkan tubuh, terhindar dari racun dan menyimpan Auraku. Selama Zhen Qiu memakainya, dimanapun keberadaanya aku dapat menemuka keberadaanya." Simon berkata dengan bangga.
__ADS_1
Zhen Tian dan Zhen Ri sangat terkejut mendengar manfaat dari Kalung Giok yang diberikan Simon, bukankah itu sama saja memakai Alat Pelindung dengan kemampuan terbaik.
Zhen Qiu bahkan juga ikut terkejut, Simon sengaja tidak memberitahunya demi kenyamananya. Jadi dia tidak perluh memberitahu detainya.
"Bukankah ini terlalu berharga untuku." Zhen Qiu merasa tidak enak jika menerimanya.
"Simpan saja... jika kau memang tidak suka, kau bisa menyimpanya. Lagi pula bukankah kau sudah membayarku sebelumnya!" Simon sedikit menggoda Zhen Qiu.
Wajah Zhen Qiu menjadi sangat merah dan mengingat hal yang dilakukan Simon, tetapi dia cukup menyukai liburanya dan memutuskan untuk menerima Kalung Giok.
"Kalau begitu aku akan pamit... Orang Tuaku mungkin menungguku." Simon pamit dan segera kembali ke Villa miliknya.
Simon juga membawa oleh-oleh untuk mereka dan tidak sabar memberitahu Wen Liu tentang Pertambangan Berlian. Mungkin Wen Liu akan pingsan karena senang, Simon tidak harus berbagi setengah keuntungan. Sekarang Simon merupakan satu-satunya Pemilik dari Pertambangan Berlian.
Karena rencana dari Jun Tu sudah gagal, sekarang Simon memiliki tambahan Anak buah yang dapat beroperasi dan mengirimkanya disemua tempat.
Simon sudah meminta Gilan dan Feng untuk mengirim Anak Buahnya menjaga Pulau, sebelum dia mendapatkan ijin dari Zhen Tian mengirimkan Tentara miliknya untuk berjaga dan sekarang ini Pulau dalam proses pembangunan Pabrik Senjata.
Simon meminta Ridas untuk mengawasi seluruh kota dan melaporkan kepadanya kalau ada sesuatu yang mencurigakan.
Tang memiliki tugasnya sendiri untuk melindungi keluarga Simon dan menyelesaikan renovasi rumahnya. Jadi dia tidak perluh mengkhawatirkan keselamatan mereka dimasa depan.
Roby memiliki tugas untuk mengatur orang untuk menjaga Pertambangan Berlian dan mencari beberapa pekerja disana.
__ADS_1