PELUK AKU SEBENTAR SAJA

PELUK AKU SEBENTAR SAJA
SUASANA YANG KACAU


__ADS_3

Evan sampai sore tidur di luar kamar perawatan Aluna, padahal dari pagi dia menunggu di izinkan menjenguk Aluna. Tapi sampai jam menunjukkan pukul 4 sore pun, dia masih di kerjai kakaknya untuk tidak memperbolehkannya masuk. Evan pun putus asa dan pergi dari sana.


"Adiknya dia siapa, sih..Gua apa Luna?" rutuk Evan. Lalu pergi.


Dia pergi menuju hotel untuk beristirahat, badan nya pegal karena tidak dapat tidur dengan baik semalaman. Tadi dia sempat pulang sebentar untuk mengambil pakaiannya sebelum ia ke hotel. Handphone nya yang sudah kehabisan daya pun ia buang begitu saja di ranjang. Dia sudah sangat mengantuk hingga tidak sanggup lagi mengurus yang lain. Sebentar setelah dia menghempaskan tubuhnya di ranjang dia sudah tertidur pulas.



Saat terbangun hari sudah gelap. Dia melirik handphone nya seperti sebuah kebiasaan saat ia bangun tidur. Dia lupa kalau handphone nya sudah tidak ada daya lagi. Dia membuka tas untuk mengambil charger handphone. Setelah itu ia membiarkan handphone itu terisi dayanya. Evan segera ke balkon kamar hotelnya. Sambil berdiri dengan tangan bertumpu pada tiang pembatas balkon seraya melempar pandangan jauh ke pemandangan kota yang tampak mulai di penuhi cahaya lampu malam.


Dia dapat merasakan ketenangan dari atas sini. Setidaknya menunggu dengan tenang Brian dari sini. Entah kapan si pembuat onar itu akan datang menyelesaikan masalah yang sudah di buatnya.


Evan mengkhawatirkan keadaan Aluna, tapi semua orang sepertinya sedang tidak bisa di ajak bicara, apa lagi melihat Aluna celaka karena masalah ini. Membuat posisi Evan semakin tersudutkan. Dari pada terus menerus memaksa semua orang untuk mendengarkan penjelasannya, lebih baik dia menghindar terlebih dahulu.


...***...


Di lain sisi Jamia tampak setia di rawat oleh Malik dan saudaranya, sedangkan abi dan uminya sejak semalam belum kembali menjenguknya. Dan kejadian kemarin cukup membuat heboh rumah sakit tempatnya bekerja, hingga dia tidak hentinya menerima kedatangan rekan dan temannya yang datang menjenguknya. Dan Jamia agak risih kadang harus di tanyakan dengan masalah yang dia sendiri bingung harus mengatakan apa. Dia tidak merasa melakukan itu.


Malik yang selalu setia di samping Jamia selalu meluruskan bahwa itu hanya salah paham. Dan membela Jamia di mata semua orang, sedikitpun tidak ada ragu Malik terhadap Jamia. Kejadian ini benar-benar membuka mata Jamia tentang siapa sesungguh nya Malik. Jamia semakin yakin untuk memilih Malik menjadi suaminya. Malik dapat membuktikan keseriusannya pada Jamia.


***


Di lain sisi Brian dan Alice tampak sedang sibuk di rumah sakit. Ibunda Alice di bawa ke rumah sakit karena sakitnya yang bertambah parah, untung semalam Brian mengantar Alice pulang. Jadi ia dapat membantu Alice membawa ibunya ke rumah sakit. Alice tampak sangat khawatir, Brian selalu memeluk Alice untuk menguatkan gadis cantik itu. Alice sangat takut kehilangan ibunya. karena hanya ibu dan adiknya sajalah yang ia miliki saat ini.


Tidak lama dokter pun keluar. Keadaan ibu Alice tidak terlalu baik. Dia butuh perawatan yang tidak murah. Alice mulai bingung dari mana ia mendapatkan uang untuk itu. Brian seolah paham dengan kegusaran Alice pun segera menghampiri Alice.

__ADS_1


"Jangan pikirkan biaya... Mulai sekarang kau dan keluarga mu tanggung jawabku Alice.... " Ucap Brian bersungguh-sungguh. Alice menatap mata Brian dalam. Ya... Kekasihnya telah kembali, sekarang Brian nya yang selalu menjadi pahlawannya telah kembali. Alice pun segera memeluk Brian. Dan berbisik.


" Selamatkan ibuku, Brian. Aku sangat takut kehilangannya," bisik Alice. Brian mengangguk dan mengelus kepala Alice.


Seperti nya Evan telah memberi Pelajaran kepada Brian untuk lebih terbuka dengan hubungannya. Mulai saat itu ia akan selalu membicarakan apapun pada Alice, ia akan memberi ruang lebih pada Alice untuk bicara, agar ia tidak salah paham lagi pada Alice. Ia tidak ingin kehilangan Alice lagi.


Karena terlalu sibuk dengan Alice, sepertinya Brian lupa akan janji nya untuk menyelesaikan masalahnya dengan Evan.


Di tengah suasana yang buruk itu tiba-tiba Brian menerima telfon dari Evan.


"Kapan lo mau datang? Gue udah di


usir semua orang." ucap Evan kesal.


"Ouh... Shiiit. Oke, oke. aku lupa! Besok aku ke sana." Janji Brian. Evan pun segera menutup telfonnya.


"Evan!" ucap Brian Singkat.


"Siapa itu?" tanya Alice.


"Kamu lupa sama dia? Dia laki-laki yang sama kamu waktu di Hawai. Karena dia aku sampai nemuin kamu sekarang," ucap Brian. Alice masih lupa.


"Aku bahkan nggak ingat namanya. Bisa-bisanya kamu dendam sama dia," ucap Alice tersenyum. Merasa ini sangat konyol.


"Kau tau Alice? Dia suami Aluna sekarang!" gumam Brian memberi tahu. Alice kaget, dan menoleh ke arah Brian. Dia membelalakkan matanya tidak percaya, Alice pun tersenyum.

__ADS_1


"Ternyata dunia sangat sempit, ya. Mungkin ini adalah takdir tuhan untuk mengubah kita menjadi seperti ini, Brian. Mungkin tanpa kejadian ini, aku akan tetap Alice yang dulu. Alice yang suka memanipulasi semua. Terutama pada Aluna. Aku sering membuat Aluna tidak memiliki teman karena ulahku. Sekarang aku tau bagaimana rasanya sendirian tidak berteman. Sangat terhina rasanya. Mungkin ini yang di rasakan Aluna dulu, hingga dia hanya punya Dea dan Silvi sebagai temannya. Itu pun karena mereka saudara sepupu. Dan ke jadian ini juga merubah kamu sepertinya. Kamu terlihat lebih mapan sekarang," ucap Alice.


" Iya Alice. Dengan kejadian ini aku jadi tau sebesar itu kamu mencintai aku. Aku sudah menipumu, tapi kau masih menutupinya dari semua orang. Evan juga mengajari ku untuk lebih terbuka dalam berkomunikasi agar kita tidak salah paham lagi," ucap Brian " besok aku akan menemui keluarga Evan untuk meluruskan semuanya. Sepertinya aku juga sangat berdosa pada mereka semua. Jamia sampai di rawat karena cidera, dan Aluna pun di rawat karena ini. Evan malah di marahi habis-habisan oleh keluarganya," terang Brian.


"Aku ikut kamu, ya. Aku ingin minta maaf pada Aluna. Aku tidak ingin bermusuhan lagi dengannya. Besok biar Cindy saja yang menemani mama. Aku ikut kamu jenguk Aluna, ya," pinta Alice.


"Jangan dulu, suasana masih kacau. Tunggu suasananya tenang,ya." Ingat Brian, Alice pun hanya terdiam. "Kasian cindy sendirian,ngurus ibu kamu," ucap Brian berusaha membuat Alice mengerti keadaan saat ini.


Cindy adalah adik dari Alice, dia 7 tahun lebih muda dari Alice. Dia masih kuliah semester 3. Dia sekarang yang sedang di perjuangkan Alice, Alice bekerja keras membiayai kuliah adiknya bersama ibunya.


Karena kejadian ini juga, keluarga Alice menjadi lebih kompak untuk bertahan hidup. Alice memang kehilangan harta dan ayahnya, tapi sebagai gantinya dia mendapat keluarga yang saling mendukung dan kompak karena kejadian ini. Menjadi lebih baik karena tuntutan hidup yang sulit.


***


Di lain sisi Evan hanya bisa menatap dari luar pagar rumah sakit, tanpa berani masuk. Melihat Expresi Tama dan Syahila yang marah besar membuat Evan ragu untuk masuk. Kedua kakaknya itu memang sangat menyayangi Aluna, hingga mereka berdua lah yang paling bereaksi. Tepatnya, mereka gemas dengan tingkah Evan yang mempermainkan Aluna.


Ayah Evan dan mertuanya masih bisa di ajak bicara karena mungkin usia yang mematangkan mereka dalam berfikir, hingga mereka dapat merasakan bahwa ada penjelasan untuk semua ini.


Sedangkan Aluna masih bingung harus percaya atau tidak. Melihat bagaimana Jamia menolongnya itu membuat dia ragu. Jamia rela mengorbankan dirinya demi dia. Apa mungkin wanita sebaik Jamia bisa melakukan itu semua.


"Kalo di pikir-pikir Aluna kok ragu ya, mi. Kalo Evan bisa ngelakuin itu semua." ucap Aluna kepada ibu Evan.


"Mami juga nggak percaya. Biar saja lah dulu. Biar jadi pelajaran buat Evan, supaya dia hati-hati sama perempuan. Biar dia tau kalo dia macam-macam seperti apa akibatnya," ucap Ibu Evan seraya tersenyum usil. Aluna pun ikut tersenyum. Ayah Evan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya dan menantunya itu. Syahila dan Tama kebetulan sedang tidak ada di sana. Mereka sedang pulang sebentar.


Akhirnya Evan memutuskan untuk kembali ke hotel saja. Dia akan tunggu Brian saja untuk datang lagi menemui Aluna. Paling dia akan di usir lagi kalau belum ada penjelasan dari Brian.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2