PELUK AKU SEBENTAR SAJA

PELUK AKU SEBENTAR SAJA
AKHIR YANG SEMPURNA


__ADS_3

keesokkan harinya mereka bersiap akan pergi berlayar bersama. Tapi Evan dan Aluna belum kunjung turun.


"Kemana sih pengantin baru kita ini? Udah jam segini masih belum turun," ucap Brian.


"Panggil Dea," perintah Anto usil.


"Ogah! Cukup kemaren gue trauma," sahut Dea. Sontak membuat yang lain tertawa.


"Biarin aja. Kalo siap juga turun. Kapal punya dia. Kapan dia mau berangkat juga bisa," ucap Alice.


Mereka pun lanjut sarapan dengan pelayanan ala restoran bintang 5 itu.


...***...


Di kamar Aluna tengah di sibukkan dengan tingkah Evan. Sudah berkali-kali dia mencoba membangunkan Evan, tapi tidak berhasil.


"Cepetan!" seru Aluna mulai kesal. Dia sudah membangunkan Evan dengan berbagai cara, tapi Evan tetap tak bergeming.


"Badan aku remuk rasanya. Biar mereka pergi sendiri aja. Kita di rumah!" Evan masih memejamkan matanya, tengah tertidur dengan hanya seutas selimut yang menutupi tubuhnya.


"Nggak enak, donk. Mereka udah nunggu dari kemaren!" Aluna terus memaksa seraya menarik Evan agar beranjak dari mimpi nya.


Evan pun akhirnya bangun walau dengan mata yang masih sulit terbuka. Aluna segera menyeret nya ke kamar mandi. Dia melangkah ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap, walau masih belum begitu sadar.


...***...


Evan pun turun masih dalam keadaan lemas. Mereka memperhatikannya yang tengah turun tangga dengan langkah gontai dan wajah yang yang kusut. Sehingga Aluna yang ambil alih mempersiapkan keberangkatan nya, di bantu Anto. Evan benar-benar tidak bisa diandalkan sekarang.


"Makanya jangan maksa diri. Nggak sabaran banget sih buka kadonya," goda Brian. Evan hanya melihat sekilas dengan seulas senyum malas.


"Tau nih. Lemes jadinya. 4 tahun pisah bikin dia jadi ganas pastinya semalam. Sampe lemes gini," goda Anto seraya memijit bahu Evan.


Evan meliriknya tajam pada Anto, Anto hanya tertawa melihat mata sayu yang mengantuk itu. Lalu masuk mobil yang di supiri Anto.


Setelah selesai semua, mereka bersiap akan pergi. Semua orang tampak bersenang-senang. Evan yang sudah cukup tidur sepanjang perjalanan mereka pun sudah kembali segar.


...***...


Aluna tidak pernah melepas tangan Evan. Begitu pula Evan dia selalu memeluk istrinya itu. Mereka mengadakan pesta di kapal dengan makanan yang di sajikan koki terkenal. Semua serba eksklusif.


Ayah Aluna sudah menyiapkan semua untuk mereka bersenang-senang. Ini seolah tebusan atasan pernikahan pertama putri nya yang ia rasa kurang terencana, sehingga untuk pernikahan ke dua dengan orang yang sama ini, Richard benar-benar menunjukkan kelasnya yang merupakan pengusaha kelas kakap.



(kapal Pesiar milik keluarga Aluna Jeanela)



(Aluna Jeanela putri Richard Brahmana)



(Evan Pratama Menantu Richard Brahmana)


Mereka berlayar selama 2 hari.


...***...


Aluna tengah duduk di pinggir kapal dan ia tengah bersandar di besi pengaman pinggir kapal, dengan tiupan angin laut yang membuat rambutnya yang panjang berkali-kali menutupi wajahnya yang cantik itu. Evan datang menghampirinya dan memeluknya dari belakang.


"Aku bahagia sekali, Van. Apa Kamu juga, Van?" tanya Aluna. Evan hanya tersenyum seraya menatap laut lepas.

__ADS_1


"Ini kayak mimpi. Semua yang kita lalui sering buat aku nggak percaya kalau kita bisa sampai pada tahap ini," ucap Evan. Ia membalik tubuh Aluna hingga menghadapnya. Dia menatap Aluna dan menyeka rambut yang yang menutupi wajah cantik istrinya itu. "Kamu milikku sekarang. Jangan biarkan siapapun menyentuh kamu selain aku," ucap Evan dengan tatapan serius dan di akhiri dengan seutas senyuman. Aluna langsung mengecup bibir suaminya dan Evan membalasnya, merekapun bercumbu di sana, semakin lama semakin liar.


Dea sekali lagi harus menyaksikannya. Dan ini lebih menantang dari yang sudah-sudah. Tangan Evan menyusup ke tubuh istrinya. Sontak membuat Dea terbelalak.


"Eh! Gila! Ini tempat terbuka," seru Dea kesal. Mereka pun menghentikan aksi mereka, Evan dan Aluna menoleh kaget pada Dea.


"Ngapain lo ngikutin kita!" seru Evan.


"Gue nggak ngikutin. Kenapa sih gue sial mulu ngelihat kalian lagi nggak-nggak mulu," rutuk Dea lalu pergi. Evan dan Aluna hanya tertawa melihat Dea pergi terbirit-birit.


"Kayaknya kita harus ke kamar, deh. Nggak aman di sini," bisik Evan lalu menggendong Aluna menuju kamar mereka.


...***...


Malamnya mereka makan malam bersama, mereka tertawa dan bercanda bersama. Dea masih melihat Evan dengan tatapan aneh. Dia menjauhi Evan, Evan yang menyadari itu malah semakin menggodanya dengan mencium pundak mulus istrinya itu seraya menatap Dea dan mengangkat alisnya dengan senyuman yang usil. Dea hanya bisa menatap Evan kesal.


"Dasar mesum," rutuk Dea yang terlihat sangat kesal.


Evan yang mendengar itu malah tertawa. Tidak ada yang menyadari tingkah Evan dan Dea. Aluna hanya melihat sekilas lalu lanjut mengobrol dengan yang lain, Evan terus menggenggam tangan Aluna. Silvi segera menyadarinya. Dia yang duduk di samping Dea mengusap wajah Dea.


"Udah! Biarin aja. Itu istrinya dia. Evan itu cowok baik-baik. Jadi berhenti bilang dia mesum lagi. Lah wong istrinya dia," nasehat Silvi agar Dea berhenti mengganggu Evan dan Aluna.


Silvi menatap Evan seraya menggeleng kepalanya karena Evan masih saja menggoda Dea yang lugu itu. Dan Dea masih terpancing emosi melihatnya.


Sebenarnya Dea tengah cemburu karena Aluna mengabaikannya dan lebih memilih bersama Evan suaminya, itu membuat dia kesepian tanpa Aluna. Dulu Aluna selalu ceria bersamanya dan Silvi, sehingga mereka selalu terhibur. Evan seperti mengambil mainan kesukaan Dea, karena itu Dea kesal pada Evan yang bisa bersama Aluna.


...***...


Selesai pesta berlayar mereka. Evan kembali dengan rutinitasnya di kantor. Dia tengah bekerja dengan giat untuk rencana bulan madu mereka ke Milan dan beberapa negara lain. Evan ingin segera menyelesaikan pekerjaannya di perusahaan agar dapat dia tinggali selama 2 minggu. Padahal Richard sudah mengatakan bahwa dia akan menyelesaikannya. Tapi Evan tidak enak hati dengan mertuanya itu. Jadi dia sengaja menyelesaikan semuanya sebelum pergi.


"Dia sangat bertanggung jawab ya, pak," ucap Asisten Richard. Richard tertawa mendengar nya seraya menepuk bahu asistennya itu.


"Itu lah hebatnya menantu ku. Dia sangat mencintai Alunaku sepenuh hati, hingga dia akan menjaga apapun yang berhubungan dengan istrinya itu. Haaahhh. Saya tidak akan menemukan laki-laki lebih baik dari dia lagi di dunia ini. Dia pintar, tulus, bertanggung jawab, dan yang jelas hanya dia yang dapat membuat Aluna tunduk. Lihat makan siang nya selalu di siapkan Aluna. Padahal mana pernah Aluna ke dapur seumur hidupnya, hanya Evan yang membuat kesayangan ku itu ke dapur. Dan dia juga pandai menghargai itu, dia hanya akan makan masakan istrinya. Dan akan mengabaikan masakan yang lain," ucap Richard bangga.


...***...


Selesai dengan semua pekerjaan nya di perusahaan, Evan kembali mengajak Aluna berkeliling dunia. Mereka akan melewati beberapa negara dalam beberapa minggu ini. Pengelaman Evan yang sering jalan-jalan di Eropa selama masa kuliahnya dulu, membuat perjalanan mereka menjadi lebih menyenangkan. Karena Evan bisa menjadi pemandu wisata yang menyenangkan untuk Aluna.


Aluna sangat bahagia sekarang, begitu pula Evan. Semua telah mereka miliki, dan yang terpenting mereka memiliki satu sama lainnya.



(OOTD Evan Pratama)



(OOTD Aluna Jeanela.


Mereka benar-benar menikmati hidup baru mereka dengan penuh kebahagiaan. Semua sempurna, Istri yang cantik jelita, harta yang berlimpah, mertua yang selalu mendukung, keluarga yang hangat, Teman-teman yang loyal dan cinta yang sempurna.


...***...


Sepulang dari bulan madu, Aluna tampak terus mual, Evan mendampinginya dengan mengusap punggungnya. Selesai mencuci wajahnya dia memeluk suaminya itu.


"Kenapa, sih. Tiap aku hamil aku kayak gini terus," rengek Aluna di pelukan Evan. Evan tersenyum dan mengusap lembut kepala istrinya, dan menggendongnya ke ranjang. Ya sepulang dari bulan madu Aluna positif hamil.


"Jangan pergi! Aku mau kamu di sini aja. Aku pengen peluk kamu, rasanya mual aku ilang kalo cium bau kamu," ucap Aluna manja. Evan pun menidurkan Aluna di bahunya hingga tertidur.


...***...


6 tahun pernikahan mereka, mereka memiliki 3 orang anak di pernikahan mereka. Pintar seperti Evan dan baik hati seperti kedua orang tuanya.

__ADS_1


...***...


Suatu malam, Aluna yang baru menidurkan kyu berjalan mendekati Evan yang tengah duduk bersandar di ranjang sambil menonton televisi. Aluna menghampirinya dan bersandar di dada suaminya itu, sangat nyaman tiap kali dia dapat bersama Evan. Evan selalu memperlakukannya dengan penuh kasih sayang.


"Setiap kali ia lahir dengan tangis yang keras, aku merasa Alif ku hidup kembali. Biarkan aku melahirkan anakmu lagi. Agar aku bisa menebus kesalahanku, Van!" ucap Aluna. Evan menatap Aluna dalam, dia mulai mencoba memahami Aluna.


"Ada apa?!" tanya Evan.


"Aku tidak dapat melupakan kesalahanku yang membuat aku kehilangan Alif anak pertama kita. Seandainya aku tidak keras kepala waktu itu, pasti dia masih hidup!" ucap Aluna mulai terisak.


"Tidak Luna. Itu bukan kesalahan kamu. Kita belum siap saat itu, tuhan lebih menyayangi dia dan tau yang terbaik untuknya. Sudah cukup. Kita sudah memiliki 3 orang putra putri yang kita inginkan, jangan hanya karena Alif nanti kita akan mengorbankan mereka," nasehat Evan bijak. Dan kembali mendekapnya. Evan baru tahu jika Aluna masih menyimpan rasa bersalahnya. Aluna menangis terisak di pelukan Evan di kamar.


...***...



(Aurora Manuela Pratama 5 tahun) Mandiri, pintar dan tidak mudah di bantah. Menjadi kesayangan Rima dan Wisnu. Wajahnya bule seperti darah Evan.



(Liam Majaska Pratama 3,4 tahun) Manja, usil, pintar dan selalu menjadi kesayangan Evan. Dia hiburan Evan saat pulang kerja, karena dia yang super aktif. Sedangkan Aurora selalu bersama Rima dan Wisnu karena Aurora anak yang rajin dan suka membantu di dapur, sangat cocok dengan Rima yang suka masak. Karena di rumah mereka Aurora selalu di larang ke dapur, tapi bersama Rima dia bebas melakukan apapun)



(Kyu Putra Pratama 4 bulan) Si kecil yang Entah akan mendominan, Evan atau Aluna. Yang pasti dia sangat manja.


...***...


Setelah 10 tahun mengabdi di perusahaan Richard Brahmana, Evan sukses membuat perusahaan tersebut menjadi perusahan terbesar di Asia. Dia bahkan mendapatkan berbagai macam penghargaan untuk semua pencapaiannya. Evan Pratama di masa lalu telah kembali...




Kepemimpinan Evan yang penuh perhatian terhadap para karyawannya, membuat dia di cintai para karyawannya, sehingga mereka bekerja sepenuh hati. Yang mana ini menjadi kunci kesuksesan Evan Pratama dalam memimpin kerajaan bisnis mertuanya.


...***...


Suatu malam, Evan mengajak Aluna untuk dinner, dia sengaja memilih restoran mewah yang berupa kapal pesiar itu, untuk dinner mereka. Ini selalu Evan lakukan saat dia punya waktu. Dia akan mengajak Aluna pergi berdua, ini di lakukan Evan untuk menebus waktunya yang sering habis untuk bekerja. Aluna sangat mencintai Evan yang bukan hanya menjaga perusahaan dengan baik, tapi juga hubungan mereka.



Setelah makan malam mereka yang romantis, Aluna berdiri di pinggir kapal, Evan menghampirinya, mendekapnya dan mencium kepala istrinya dengan hangat, Aluna merasakan cinta yang luar biasa yang Evan berikan untuknya.


"Apa kau bahagia?" tanya Aluna seraya bersandar di bahu suaminya itu.


"Sangat," ucap Evan, Aluna menatap Evan, Evan tersenyum. Evan mendekap istrinya dengan hangat di tengah lautan dengan lampu kapal yang temaram.



(Aluna Jeanela Dan Evan Pratama)


...***...


Semua akan indah pada waktunya, sakitmu tidak akan tuhan ciptakan untuk selamanya. Tuhan hanya menunggu kau siap dan layak untuk mendapatkannya. Bersabar lah, tenanglah, tidak akan ada satu orang insan pun mampu merebut kebahagiaanmu.


Selalu tulus bertindak, agar mereka yang datang pun orang yang tulus. Jika hari ini kau di tunjukkan pada orang yang salah, bukan karena kau buruk atau tuhan membencimu, tapi karena tuhan ingin kau bisa menghargai dia yang akan tuhan titipkan untukmu. Ketulusan mu tidak akan pernah sia-sia di mata tuhan.... 🤲🤲🤗


...*TAMAT*...


...BY...

__ADS_1


...ADEK SISKA...


__ADS_2