
Hari pernikahan mereka pun tiba. Semua orang tampak bersiap. Evan yang grogi, berkali-kali mencoba melafalkan ijab kabulnya. Dia duduk di kamarnya dengan perasaan campur aduk.
Sedangkan Aluna tidak henti-hentinya tersenyum seraya terus mempersiapkan diri sebagai pengantin yang cantik. Dea dan Silvi menjadi Dressmaide yang tak kalah cantik.
Sampai lah pada waktunya Evan mengucapkan Ikrar janji suci pernikahan ia da Aluna di hadapan penghulu, ayah Aluna, saksi dan semua orang. Evan mengucapkannya dalam satu tarikan nafas dengan lancar.
"Sah!" seru para saksi.
Sontak membuat senyum mengembang dari semua orang. Termasuk dari Evan sendiri. Dia langsung mengucapkan syukurnya merasa sangat lega.
Sekarang tiba waktunya Evan akan menyerahkan maharnya yang hanya berupa cincin pernikahan dan seperangkat alat sholat. Aluna sengaja ingin mahar yang sederhana, seperti syariat islam, agar tidak mempersulit dan sebaik-baiknya wanita.
Aluna pun segera di antar pada Evan oleh Marissa auntynya. Dia terlihat terharu tidak percaya bahwa hari ini akhirnya datang juga. Evan menyerahkan maharnya pada Aluna dan juga memasangkan cincin pernikahannya. Aluna tidak kuasa membendung air mata harunya. Selesai memasangkan cincin di jari manis Aluna, dan sebaliknya. Aluna langsung berhamburan ke pelukan Evan.
"Kau milikku, Van," bisik Aluna di sela isaknya di pelukan Evan.
Membuat semua yang melihatnya pun ikut terharu. Bagi yang mengenal mereka, tentu tahu bagaimana sakitnya yang mereka lalui untuk bersama dan sampai pada tahap ini bukanlah hal yang mudah.
Dan kini saat nya mereka menuju pelaminan mereka di gedung aula yang mewah. Mereka kesana mengendarai mobil pengantin yang tak kalah mewahnya.
(Mobil pernikahan Evan dan Aluna)
Evan mengendarai mobil itu sendiri menuju Aula resepsi pernikahan mereka. Di sana sudah menunggu semua orang.
Di lorong menuju pelaminan mereka. Evan dan Aluna di sambut oleh mereka yang telah mengajari banyak hal tentang kehidupan mereka, mereka lah orang-orang yang membuat cinta Aluna dan Evan hingga menjadi sebesar ini.
Wisnu...
Mengajari bahwa anak bukanlah sesuatu yang dapat kau buang begitu saja. Dia lahir dengan penuh cinta untukmu. Tapi saat kau abaikan dan dia putuskan pergi. Mungkin kau akan menyadari separuh jiwamu akan merana.
Rima...
Cinta yang besar mungkin akan membuat kau mendominasi, hingga tanpa kau sadari malah menyakitinya. Cukup genggam ia berlahan, jangan terlalu erat. Itu akan membuat dia nyaman di genggamanmu.
Brian...
Menyisakan waktu untuk mendengarkan pasanganmu mungkin dapat membuat kau jauh lebih bijak dalam bertindak, dari pada harus memutuskannya dengan persepsi mu sendiri.
Alice...
Cinta itu memiliki nalurinya. Jika kau sabar dan dia benar-benar mencintaimu, mungkin sabarmu dapat membawanya kembali.
Soni...
Orang ke tiga tidak akan pernah dapat menyelesaikan masalah, mereka hanya orang yang dapat membuat hubungan semakin rusak. Pasanganmu akan terluka dengan kehadiran mereka.
Tari...
__ADS_1
Kesempurnaan tidak menjamin kecocokkan, kadang kelemahan pasangan kita lah yang menjadikan cinta itu sempurna dan berarti.
dr. Nindi
Kebijaksanaan akan membuat semua bisa teratasi, tidak ada kemenangan yang berlandaskan ego.
Syahila dan Tama
Lindungi saudaramu. Karena jika kau saja memalingkan wajah dari nya, maka pada siapa lagi dia akan mengadu. menjaga saudaramu itu berarti melindungi yang berarti di hidupmu. Kau akan membutuhkan dia suatu saat nanti.
Anto, Dea dan Silvi...
Loyalitas dalam persahabatan itu sangat berarti, tidak mudah mendapatkannya. Jangan pernah paling kan wajahmu saat sahabatmu membutuhkanmu.
Dan Richard.
Ayah adalah cinta yang sempurna, yang tidak akan dapat di gantikan oleh siapapun. Dia memperjuangkan cinta putrinya dengan bijak. Dia tidak memaksa Evan memilih Aluna-nya, tapi dia memperlihatkan Aluna pada Evan tanpa merasa di paksakan. Semua keputusan tetap ia serahkan pada Evan sang pemilik hati. Ayah yang selalu memberi cinta yang sempurna.
Jamia
Menghargai yang terbaik yang tuhan sudah tentukan jauh lebih baik. Malik adalah sosok yang mampu membuktikan pada Jamia bahwa dia lah yang terbaik.
Pak Haji
Pak haji selalu mampu menjadi sandaran Evan saat keluarganya memalingkan wajahnya, dia peduli tapi tidak pernah menghakimi orang tua Evan. Dia membantu Evan tanpa banyak bicara.
Setiap sakit ada yang ingin tuhan ajarkan, lalui itu dengan bijak. Semua orang punya alasan untuk tindakannya. Ketidak setuju-an kita tak lantas membuat kita menjauhinya, membicarakannya berlahan hingga mereka memahaminya jauh lebih bijak dari pada memusuhinya selamanya.
(Evan Pratama suami Aluna Jeanela)
Pernikahan mereka kali ini di siapkan dengan sangat mewah dan dengan persiapan matang. Aluna tidak bisa lepas dari Evan, dia terus menggenggam tangan Evan sepanjang acara resepsi berlangsung.
Nindi dan Rima tampak mengobrol di sela kesibukkannya menyambut tamu undangan.
"Ternyata bagaimanapun, cinta tetap tau ya kemana dia harus berlabuh," gumam Nindi bijak.
"Maaf ya, Nin. Aku sampe sekarang nggak enak hati sama Tari," ungkap Rima.
"Nggak papa. Kamu nggak liat itu dia lagi sama siapa!?" ucap Nindi menunjuk Tari yang tengah bersama Alex, Alice yang tengah hamil tua, dan Brian yang terus menggenggam tangan istrinya tercinta. "Alex kemaren lamar dia. Kita semua kaget. Tapi Tari masih mau mikir dulu katanya," terang Nindi yang membuat Rima senang.
...***...
Akhirnya sampailah pada acara pelemparan buket bunga pengantin. Semua orang tampak bersiap.
__ADS_1
Evan dan Aluna melempar buket tersebut bersamaan. Tari dan Alex berhasil menangkap buket tersebut. Membuat kedua nya tersipu karena malu di ledek oleh yang lain.
"Waaahhh! Jadi Dressmaide lagi kita nih Sil kayaknya!" goda Dea pada Tari yang membuat Tari tersipu. Sedangkan Alex malah senang.
Semua orang bersenang-senang hari itu. Tidak ada permusuhan, konflik atau masalah lagi. Semua terselesaikan dengan baik di hidup Evan dan Aluna. Mereka menjadikan musuh mereka sebagai teman dan memenangkan cinta mereka kembali tanpa menyakiti siapapun.
...***...
Selesai acara pernikahan. Aluna dan Evan kembali ke kediaman Aluna. Mereka sengaja tidak menyewa hotel karena ingin bersama teman-teman mereka setelah acara. Rumah yang besar dengan 30 kamar tamu, tentu sangatlah cukup menampung siapapun di rumah tersebut.
Evan yang kelelahan harus menghadapi tingkah Dea yang tidak mau pergi dari kamar mereka.
"Sana. Gue mau mandi, terus ganti baju," usir Evan seraya menghempaskan tubuhnya ke ranjang pengantinnya dan melempar Dea dengan taburan bunga mawar merah yang bertaburan di atas ranjang itu.
"Nggak. Gue masih mau disini sama Luna. Lo besok malam aja," seru Dea. Evan bangkit dan menatap kesal kepada Dea yang susah di beritahu ini. Sesaat Evan mendapatkan ide cemerlang untuk mengusirnya. Dia segera bangkit dan melirik Aluna yang tengah membuka sanggul pengantinnya.
"Gue nggak bisa nunggu lagi," ucap Evan seraya berdiri mendekati Aluna dan mencium bibir Aluna dengan kasar.
Gilanya Aluna malah menyambutnya dengan hangat. Membuat Dea berteriak dan melempar mereka dengan bantal-bantal lalu pergi keluar kamar Aluna dan Evan . Evan hanya tertawa melihatnya bersama Aluna.
BRAAAKKK...
Suara pintu di banting oleh Dea dengan keras karena kesal. Tapi Evan dan Aluna tidak perduli. Dia hanya tersenyum seraya menatap istri cantiknya. Jempolnya mengusap lembut bibir merah Aluna. Aluna memberi reaksi yang membuat g@irah keduanya bangkit.
Sekarang mereka benar-benar menuntaskan apa yang sudah mereka mulai. Evan segera mengunci pintu dengan cepat, melepas jas miliknya dan mendekati Aluna yang menyambutnya dengan sebuah senyuman. Dengan agak kasar dan terlihat tidak sabaran mereka berdua sudah tidak terkendali lagi.
Walau kesulitan dengan gaun pengantin mahal itu, mereka tidak perduli mereka terus melakukannya, Karena cukup merepotkan dengan gaunnya. Evan segera mengambil gunting di laci meja di samping ranjang. Evan malah merusak gaun itu dengan gunting. Aluna hanya dapat membelalakkan matanya tidak percaya, Evan merobek gaun ratusan juta itu begitu saja hingga benar-benar terlepas dari tubuh Aluna. Aluna masih tidak percaya kegilaan Evan yang kelihatannya sudah tidak bisa di halangi lagi. Evan membuang gaun yang sudah rusak itu dari tubuh Aluna.
"Gaunku," bisik Aluna yang sudah tidak mengenakan gaunnya lagi.
"Kamu tidak akan memakainya lagi. Hanya aku yang akan menjadi suamimu sekarang dan selamanya," bisik Evan dan kembali mencumbu istrinya itu lagi. Aluna menyambut nya dengan hangat dan penuh cinta.
Berlahan mereka mendekati ranjang dengan langkah tanpa menghentikan cumbuan mereka, dan hingga benar-benar di ranjang .Mereka melakukannya dengan tidak sabar apa lagi Evan yang sudah lama menahan dirinya untuk momen ini. Tubuhnya yang tadi pegal-pegal malah hilang seketika. Yang ada hanya hasrat untuk memiliki istrinya seutuhnya sebagai seorang suami.
Dingin AC di ruangan itu tidak mampu menyejukkan mereka, terlalu panas untuk mereka berdua. Momen ini, momen paling indah bagi mereka berdua. Mulai sekarang tak akan ada lagi kata perpisahan dari mereka. Mereka cukup tau bahwa cinta yang mereka berdua miliki terlalu kuat untuk sebuah perpisahan.
Percintaan ini benar-benar membawa mereka ke surga duniawi yang sulit untuk mereka tahan. Hingga mereka benar-benar menuntaskannya dengan sempurna.
Evan mencium kening istrinya dengan seulas senyuman, seolah sebagai kata pengganti terimakasihnya. Lalu merebahkan dirinya di samping Aluna. Dia merasa tidak sanggup untuk melakukan apa-apa lagi. Dia tertidur begitu pula Aluna, ia pun tertidur di pelukan Evan.
Hanya Aluna wanita yang pernah di sentuh Evan di ranjang begitu pula dengan Aluna. Hanya Evan yang pernah menyentuhnya dengan begitu liar sebagai seorang lelaki. Tapi perbedaannya, Evan selalu di tuduh sudah pernah bersama wanita lain dan dia tidak mau meluruskannya, bahwa Aluna adalah wanita satu-satunya di hidup Evan. Evan tetap lah Evan, yang tidak begitu peduli dengan Pencitraan, dan tidak ingin banyak bicara.
...***...
Sedangkan di luar teman-teman mereka di taman belakang sedang menunggu kedatangan mereka.
"Mereka nggak akan datang. Udah gila dia di kamar," rutuk Dea kesal, karena harus menyaksikan adegan panas Evan dan Aluna tadi.
"Makanya jangan ke kamar pengantin baru. Elo, malah ke kamarnya," seru Anto.
__ADS_1
Mereka memang di minta untuk menginap di sana karena mereka berencana akan pergi berlayar besok bersama ke laut, mereka akan mengadakan pesta khusus untuk mereka saja di kapal pesiar.
BERSAMBUNG...