PELUK AKU SEBENTAR SAJA

PELUK AKU SEBENTAR SAJA
MENJADI YANG TERBURUK


__ADS_3

Malam itu di kamar Evan di buat nya tidak bisa tidur karena permasalahan ini. Dia terus memikirkan Aluna yang mulai berani dan dia mulai merasa hubungannya dengan Aluna tidak ada yang bisa di pertahankan lagi.


Tiba-tiba handphone Evan berbunyi. Evan melihatnya dan terdapat pesan dari nomer tidak di kenal. Dia membuka pesan itu. Ternyata seseorang mengirim Foto Soni bersama Aluna di mobil. Tampak mereka sedang bermesraan, Soni memeluk Aluna dan mencium bibirnya.


Dan seketika Evan jadi meradang. Secara spontan Evan membanting handphone nya ke lantai. Sekarang Aluna benar-benar tidak bisa di tolerir lagi. Dia sudah melewati batasannya terlalu jauh.


Evan mengambil handphone yang tampak sudah retak itu, tapi masih bisa di hidupkan kembali. Evan segera keluar rumahnya, ayah dan ibunya melihat nya tanpa bisa menghentikannya.


"Kemana dia malam-malam begini?" gumam ibunya, Wisnu hanya menggidikan bahunya tanda juga tidak tahu. Mereka jadi bingung kemana Evan selarut ini tanpa pamit dan terlihat buru-buru.


Sepanjang perjalanan Evan tampak di penuhi amarah. Dia melajukan mobilnya dengan cepat. Dan tidak berapa lama dia sampai di klub Brian.


Dia tau Soni pasti sedang ada di sana. Evan segera mencari Soni ke seluruh penjuru klub. Sampai akhirnya dia menemukan Soni di sebuah ruangan atas petunjuk dari karyawan yang ada disana. Soni tampak tengah bersama teman wanitanya di sebuah ruangan.


Evan yang sudah sangat murka segera menarik kerah bajunya dan 'BUUUKKK... 'Sebuah pukulan mendarat di wajah Soni. Seketika ruangan tersebut jadi hiruk pikuk karena teriakan orang-orang yang ada di ruangan tersebut.


Soni yang kaget hanya bisa mengerang kesakitan karena mendapat serangan dadakan itu. Dia menatap Evan yang tampak sangat marah. Belum sempat ia berdiri, sebuah pukulan keras kembali mendarat di wajah Soni. Sudah habis kesabaran Evan menghadapi Soni. Dia benar-benar muak dengan tingkah Soni yang selama ini coba ia tahan. Dan akhirnya mereka berdua benar-benar terlibat perkelahian.


Tidak lama kemudian, datang Brian dan anak buahnya ke ruangan tersebut untuk melerai. Evan segera di pegang dengan erat oleh 2 orang berbadan besar, begitu pula Soni yang sudah babak belur. Tampak darah mengalir dari sudut bibir Soni.


"Apa-apaan ini? kalian bisa kan jangan buat keributan di sini?" seru Brian marah.


Mereka berdua segera di bawa ke ruangan Brian.


"Sekarang coba ceritakan. Ada apa ini? Kenapa kalian buat keributan disini?" tanya Brian.


Brian menatap Evan dan Soni secara bergantian. Tidak ada yang mau bicara yang ada hanya guratan emosi dari keduanya yang masih sangat jelas terlihat, terutama pada Evan. Sedangkan Soni sibuk menyeka darah dari sudut bibirnya karena pukulan keras Evan tadi.


"Evan ada apa ini?" tanya Brian pada Evan. Evan mencoba untuk tenang sebelum dia angkat bicara.

__ADS_1


"Dia kirim foto dia lagi sama Aluna ke gue. Jadi dia yang minta di hajar. Iya kan?!" hunus Evan dengan tatapan tajam ke arah Soni. Soni tampak tersenyum mendengarnya.


"Gue cuman coba kasih tau lo. Buat segera lepasin Aluna. Dia udah nggak cinta sama lo. Jadi lepasin dia buat gue. Gue akan rawat wanita secantik Aluna dengan baik!" ucap Soni masih memancing ke marahan Evan yang segera ingin bangkit untuk menghajar Soni sekali lagi, tapi segera di tahan Brian.


"Udah!" Tahan Brian pada Evan dengan tubuhnya. "Soni!" panggil Brian, Soni yang tadi nya tersenyum nyengir dan seketika berubah menjadi mimik serius menatap Brian. "Lo kayak banci tau nggak. Suka manfaatin keadaan. Kalo kayak gini ceritanya..Gue juga akan hajar lo," ancam Brian mulai terlihat membela Evan. Soni pun jadi ciut nyalinya, dia tidak akan berani dengan Brian yang di kenal sangat kejam itu. "Jangan deketin Aluna lagi. Atau lo bukan hanya berhadapan dengan Evan saja, tapi sama gue juga," Ancam Brian lagi. Soni langsung tercekat, dia tidak menyangka Brian akan memihak Evan. Dia pun hanya bisa tertunduk ketakutan juga kesal. Soni mulai merasa harga dirinya tercabik saat dia tersudutkan begini. Lalu dia bangkit dan menatap Evan, Evan malah terlihat menantang balik dengan sikap siaganya. Evan bersiap begitu pula Brian.


"Brengsek lo. Liat aja lo besok," Ancam Soni lalu pergi.


"Udah, Van. Berhenti aja dari perusahaannya," Ucap Brian, Evan pun mengangguk.


"Besok rencananya gue mau ngundurin diri. Dia ambil kesempatan dari gue kerja di sana," ucap Evan. "Thanks ya," ucap Evan lagi seraya menepuk pelan bahu Brian tanda persahabatan, dan di balas Brian dengan hal yang sama seraya tersenyum.


***


Setelah itu Evan langsung pulang dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dia segera masuk kamarnya dan mengirim apa yang di kirim Soni kepada Aluna.


Aluna membuka pesan Evan dan langsung merah wajahnya karena marah. Ternyata itu yang Soni rencanakan, dia memprovokasi Evan. Aluna merasa di manfaatkan oleh Soni. Dia merasa sangat bodoh sekarang, bisa-bisanya dia melakukan ini semua. Apa lagi foto ini akan membuat dia buruk di mata Evan.


***


Keesokkan harinya tepat pukul 10 Evan pergi ke kantornya. Dia menggunakan pakaian biasa bukan stelan kerjanya. Dia melempar surat pengunduran dirinya ke meja HRD dengan kasar, beserta cek untuk membayar karena pelanggaran kontrak kerja yang Evan lakukan. Itu membuat pihak HRD bingung. Apa lagi wajah Evan tampak tegang seperti menahan emosi.


"Ada apa ini?!" tanya pihak HRD. Evan tidak menjawab, Evan pergi tanpa sepatah kata pun.


Dia segera mengemasi barang-barangnya di meja kerjanya, dia tidak perduli dengan tatapan semua orang di ruangan itu padanya. Ari dan Dodi pun juga menatap heran kepada Evan yang tiba-tiba mengemasi barang-barangnya.


"Kenapa Van?" tanya Ari. Evan tetap tidak bergeming, dia terus mengemasi barang-barangnya ke dalam box tanpa menoleh sedikit pun kepada mereka.


Saat semua barang sudah dikumpulkannya, dia segera beranjak pergi dengan menenteng box yang berisi barang-barang miliknya itu tepat saat dia berpapasan dengan Soni yang wajahnya lembam karena pukulan Evan semalam.

__ADS_1


Evan menatapnya tajam. Membuat Soni menatap Evan balik, tapi tatapan Soni kalah tajam dengan tatapan Evan yang tampak berani dan menentang. Membuat nyali Soni kembali ciut, Soni takut Evan akan menghajarnya lagi. Dia pun menunduk tidak sanggup menentang tatapan Evan, lalu Evan pun berlalu dengan menenteng barang-barangnya. Soni bernafas lega, Evan tidak menghajarnya lagi.


Ari dan Dodi tampak mulai paham apa yang terjadi. Evan bertengkar dengan Soni, hingga membuat dia mengundurkan diri. Semua mata kini tertuju ke pada Soni, membuat Soni malu. Apa lagi wajahnya terlihat lembam dan bengkak.


"Apa yang kalian lihat?! Ayo cepat kerja," bentak Soni marah. Mereka pun buru-buru kembali fokus dengan pekerjannya. Saat Soni berbalik mereka kembali pura-pura mengetik dan saat Soni berlalu mereka kembali melirik Soni lagi. Dan saat Soni masuk keruangannya mereka kembali bergosip dengan apa yang baru saja terjadi.


Di meja kerjanya tampak Tari yang kecewa dengan kepergian Evan. Dia menatap punggung Evan, hingga Evan hilang di balik belokan lorong kantor. Kesempatannya untuk bersama Evan sekarang sudah tidak ada lagi. Padahal dia baru saja ingin mulai mendekati Evan, sekarang Evan malah pergi.


...***...


Sesampainya di rumah Evan segera meletakkan barang-barangnya di atas meja. Dia membuka handphone nya. Tampak ada pesan dari Aluna.


"Itu tidak seperti yang kamu fikirkan. Dengerin aku dulu," tulis Aluna. Evan tampak tidak perduli.


Dia membuang handphone nya ke atas ranjang dan kembali menatap nanar. Dia memikirkan hidupnya yang tampaknya sangat kacau semenjak ada Aluna. Selama belum genap 2 tahun ini sudah 2 kali dia keluar dari pekerjaannya, dan terlibat banyak masalah. Sampai dia harus kehilangan anaknya.


Semua tampak gagal Evan lakukan dalam 2 tahun ini. Dia merasa menjadi orang yang gagal. Evan duduk dan mendekap wajahnya dengan tangannya. Dia mulai terlihat menangis. Dia merasa sangat berantakan sekarang. Semuanya tidak ada yang benar selama 2 tahun terakhir. 2 tahun yang menggambarkan kegagalan Evan sepenuhnya.


Mana mahasiswa terbaik yang sangat berkilau dulunya. Laki-laki tampan yang di gilai banyak wanita. Karir cemerlang dengan tabungan yang banyak, kebanggaan semua orang yang mengenalnya dan sekarang menjadi brengsek setelah 2 tahun terakhir, semua habis terkuras dalam hidupnya. Bahkan tabungan pun dia sudah tidak punya lagi, habis tanpa tersisa.


Evan mengusap Wajahnya dan menutup mulutnya dengan tangan kirinya. Tampak matanya yang basah karena air mata. Dia benar-benar menjadi orang yang gagal. Semua nya gagal dia lakukan.


"Kau mengacaukan hidup ku," tulis Evan untuk Aluna di layar handphone nya lalu mengirimnya pada Aluna.


***


Di lain sisi Aluna menangis menerima pesan Evan. Begitu buruk dia di mata Evan sekarang.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2