Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
chapter 10


__ADS_3

zyan diam saja. "inilah permainan hidup dan mati" kata zyan. jin diam tak tau mau jawab apa.


"zy apa kamu sudah lihat berita hari ini? soal kematian hiasi ikimoto?" tanya jin, dia mendengar teman temannya membicarakan tentang kematian hiasi ikimoto yang sangat aneh karna sang pembunuh meninggalkan jejak setangkai mawar hitam ditubuhnya.


"hm iya kenapa?" tanya balik zyan dengan sangat tenang.


"apa menurutmu polisi akan berhasil mengungkap kasus ini?" tanya jin lagi. kali ini jin sangat takut jika aksinya dan zyan terungkap dan dia harus berada dipenjara.


"kau tak perlu khawatir, polisi takkan bisa menangkap kita." kata zyan tanpa memalingkan pandangannya dari langit. jin diam memperhatikan sahabatnya itu.


bel masuk berbunyi, jin dan zyan berjalan dengan santai kembali ke kelas mereka. sepanjang perjalan jin tak tenang, dia masih memikirkan kejadian semalam. dan ini pertama kalinya dia membunuh orang, jin takut kalau hantu hiasi datang menghantuinya seperti di cerita horor.


selama pelajaran dimulai, jin tidak bisa fokus memperhatikan apa yang pak guru ajarkan. pak guru yang sedang mengajar menyadari kalau salah satu muridnya sedang melamun, tak mendengarkan apa yang dia jelaskan.


"jin hou coba kamu jelaskan persamaan yang ada dibuku." kata pak guru.


semua mata melihat kearah jin, jin sama sekali tak mendengar pak guru memanggilnya. zyan yang duduk dibelakang jin hanya menggelengkan kepala, zyan tau apa yang sedang dipikirkan jin. karna jin tak mendengar panggilan pak guru,


"JIN HOU!!" teriak keras pak guru dan akhirnya itu membuat jin tersadar.


"ah saya pak" kata jin kebingungan. semua teman temannya tertawa kecil.


"jin hou coba kamu jelaskan persamaan yang tadi bapak jelaskan?" suruh pak guru.


jin yang sejak tadi melamun dan tak mendengarkan penjelasan pak guru jadi bingung. dia menengok kebelakang kearah zyan dan matanya berkata


'zy tolong aku' zyan diam saja tak menghiraukan permintaan sahabatnya itu.


"jin hou cepat kamu jelaskan!!"kata pak guru lagi. "hi hi hi saya tidak tau pak" kata jin sambil menggaruk kepala belakangnya.


semua orang tertawa pelan. pak guru sudah sampai batas kesabarannya.


"jin hou cepat berdiri didepan. berdiri satu kaki sampai pelajaran selesai" kata pak guru. mau tak mau jin pun berjalan kedepan untuk menerima hukuman. pelajaran dimulai kembali.


bel istirahat berbunyi


"baik semua cukup sampai disini pelajaranya. jangan lupa untuk belajar" kata pak guru sembari keluar kelas.


"uh lelah sekali" kata jin kembali ke tempat duduknya.


"salah sendiri" kata zyan sambil bangun.


"eh zy mau kemana? jangan ninggalin aku dong" jin memegang tangan zyan agar zyan tidak pergi.


"kantin" jawab singkat zyan. jin bangun tapi sayang karna hukuman tadi kakinya menjadi sakit dan terjatuh.


zyan secara reflek menahan jin agar tak terjatuh kelantai dan yang terjadi, zyan dan jin keduanya terjatuh tapi jin terjatuh diatas tubuh zyan.


"aduh" rengek jin.


"cepat bangun" kata zyan dengan nada kesal.


"iya iya aku bangun. maaf ya zy" kata jin bangun dari tubuh zyan.


"hn" jawab zyan. zyan bangun dan mengulurkan tangannya untuk membantu jin berdiri, jin memegang tangan zyan dan perlahan berdiri.


jin berjalan ditompang zyan karna kakinya sakit.


"zy aku mau jus jambu" katanya saat sampai dikantin.


"iya" kata zyan. karna kaki jin sakit jadi gantian zyan yang membawakan pesanan.


"ini" singkat saja zyan sambil menyerahkan es pesanan jin.


"thank." kata jin senyum. keduanya duduk dikantin dan ini menarik perhatian banyak orang. karna keduanya jarang sekali duduk dikantin sekolah.


"jangan melamun saat pelajaran" kata zyan setelah kedua terdiam cukup lama.


"aku hanya kepikiran berita hari ini. aku masih takut kalau benar polisi berhasil melacak jejak kita" kata jin murung.


zyan terdiam wajahnya nampak tenang, tak ada perasaan takut sedikitpun.


"sudah kubilang berapa kali. polisi takkan bisa menemukan kita. semua sudah dikerjakan dengan sangat rapi. bahkan bekas jejak kita ditempat juga sudah dirapikan." jelas zyan.


meski zyan berkata begitu tapi tetap jin masih belum bisa tenang.


ponsel zyan bergetar, zyan mengambil ponselnya dan membukanya. ada sebuah pesan dari paman yang,

__ADS_1


'tuan saya sudah mendapatkan semua informasi yang anda inginkan.'


zyan memasukkan ponselnya kembali dan menikmati minumannya. "dari siapa zy." tanya jin penasaran.


"paman yang" kata zyan. "apa paman sudah menemukan informasi?" tanya jin dijawab anggukan oleh zyan.


seperti biasa selesai mereka sekolah, sebuah mobil hitam berhenti cukup jauh dari sekolahan. zyan dan jin masuk kedalam mobil lalu melaju dengan cukup kencang menuju sebuah rumah yang sangat mewah. tempat biasa mereka berlatih.


"selamat siang tuan muda" para maid yang bersiap menyambut mereka.


zyan dan jin masuk ke tempat latihan mereka, langsung saja para maid menyiapkan minuman dan cemilan.


"jadi sekarang bagaimana zy?" tanya jin sambil memakan cemilan.


"tunggu paman datang, baru kita tentuin langkah berikutnya" kata zyan.


tak lama paman yang datang membaca map berisi data data target.


"selamat siang tuan muda zyan tuan muda jin. ini semua informasi tentang target" sapa paman yang sambil memberikan map itu.


zyan menerimanya dan membacanya satu per satu. jin ikut mendekat dan melihat data itu. setelah cukup lama ketiganya berdiskusi tentang siapa target selanjutnya. target berikutnya sudah ditentukan dan zyan sudah mempersiapkan semua perlengkapan mereka nanti. dan tak lupa juga bunga mawar hitam sudah disiapkan dan di masukan kedalam tas.


malam ini zyan dan jin memulai aksinya. sama seperti malam sebelumnya, setelah target terbunuh zyan menancapkan mawar hitam itu dibunuh target. begitu seterusnya.


setiap malam zyan dan jin beraksi. mencari, membunuh, dan mengumpulkan informasi. berita tentang mawar hitam sudah tersebar luas dan menjadi bahan pembicaraan baik disosmed ataupun dikalangan orang awam.


teror mawar hitam semakin meresahkan berapa kelompok. mereka yang terlibat dalam pembantaian keluarga zhan dan keluarga hou mulai merasa gelisah. tak banyak dari mereka yang mencoba melarikan diri keluar negeri tapi gagal. sang mawar hitam berhasil menghentikan mereka.


malam ini, zyan dan jin kembali beraksi tapi keadaan diluar sedang hujan.


"sebaiknya hari ini kita tunda dulu" kata jin melihat hujan yang begitu lebatnya.


"tidak. kita tidak bisa membiarkan tikus kabur begitu saja meski satu detikpun" kata zyan dengan tegas.


jin hanya bisa diam dan melihat mata zyan penuh dengan tekad yang kuat.


"jika kau takut hujan sebaiknya kau tetap disini. cukup aku yang pergi."kata zyan. dia terus memandang keluar, hujan yang lebat seolah tak ingin berhenti.


"tidak. aku akan ikut denganmu. aku tidak takut hujan" kata jin menjadi semangat.


"kita berangkat" kata zyan. mereka berdua berangkat ketempat target, lagi mereka berhasil mengumpulkan informasi tentang orang orang yang terlibat. selesai mereka beraksi, mereka kembali ke markas.


zyan sangat kesal karna selama ini yang menjadi targetnya hanyalah orang orang suruhan saja. mereka hanya disuruh untuk ikut dalam pembantaian keluarga zhan tanpa mereka tau siapa yang menyuruh mereka sebenarnya.


"kenapa? kenapa semua menjadi rumit?!" katanya semakin kesal.


"zy tenangkan dirimu. seharusnya kita tau, ini tidak akan semudah itu. dalang dibalik kejadian dulu, tidak dengan mudahnya menunjukan diri." kata jin menenangkan zyan.


zyan akhirnya tenang, percuma dia marah marah karna tak ada gunanya. dia hanya akan menyusahkan dirinya sendiri jika terus emosi.


"kita cari pelan pelan bersama. aku yakin jika kita terus mencari dan mengumpulkan informasi yang ada, kita pasti bisa menemukan dalang nya." kata jin. zyan melihat mata sahabatnya itu dan zyan mengerti.


"baiklah. kita cari mereka sampai dapat." kata zyan penuh tekad.


mereka kembali terlambat karna hujan yang tidak berhenti juga. mereka berdua kehujanan,


"zy aku duluan yah?!" kata jin bergegas kekamar mandi karna sudah kedinginan.


"iya" kata zyan sambil melepaskan bajunya yang basah.


"dingin banget. zy giliran kamu" kata jin yang baru keluar dan langsung merapat ke selimut. sekarang gantian zyan yang kekamar mandi.


tak lama zyan selesai membersihkan diri, dia melihat jin sudah tertidur pulas. zyan pun berbaring mencoba untuk tidur tapi matanya enggan untuk terpejam.


zyan menyalakan musik menggunakan headset berharap dia bisa tidur, saat zyan memejamkan matanya dia merasakan getaran disebelahnya. zyan membuka kembali matanya dan melihat kearah jin.


tubuh jin gemetar dan wajahnya nampak pusat. zyan menyentuh dahi jin, telapak tangannya terasa panas.


"jin?" panggilnya. melihat sahabatnya itu panas, zyan pergi kekamar mandi untuk mengambil air dan zyan mengambil saputangan untuk mengompres jin.


tubuh jin menggigil kedinginan "zy dingin" gumamnya.


zyan tidur disampingnya dan membiarkan jin memeluk dirinya agar jin tak lagi merasa dingin. ikatan persahabatan kedua begitu sangat kuat.


tak perlu dijelaskan duanya mengerti satu sama lain. zyan bisa merasakan tubuh jin gemetar dan sangat panas. sesekali zyan bangun untuk mencelupkan kain yang sudah kering agar basah lagi.


zyan bangun dan mengambil obat di laci meja belajarnya. karna zyan selalu menyediakan berapa obat bila situasi genting terjadi.

__ADS_1


"jin bangun. minum dulu obatnya" kata zyan membangunkan jin. jin membuka matanya dan bangun dibantu zyan, jin meminum obatnya lalu kembali berbaring.


zyan terjaga sepanjang malam menjaga jin yang sakit. sampai tanpa sadar dia tertidur pulas hingga sinar matahari memasuki cela tirai jendela. jin sudah bangun duluan dan saat pertama dilihat adalah wajah zyan.


jin tau zyan terjaga sepanjang malam untuk menjaganya. meski kepalanya masih terasa sakit tapi jin masih bisa tersenyum. jin enggan untuk melepaskan pelukannya karna jin merasa nyaman di tidur di pelukan zyan.


tok tok tok


"sudah bangun adikku?" tanya elena perlahan masuk tapi kedua adiknya masih tidur. zyan tak mendengar suara elena masuk.


"loh ko masih pada tidur. ayo bangun jin zyan ini sudah siang" kata elena dengan keras.


"emm" geram zyan. perlahan matanya terbuka tapi tertutup lagi karna terbiasa cahaya.


"zyan ayo bangun ini sudah siang." kata elena. zyan bangun dan duduk dikasur sambil mengusap matanya.


"jam berapa sekarang?" tanya zyan.


"ini sudah jam 6.30 menit. tumben kamu bangun telat zyan?" tanya balik elena.


zyan tak menjawab, dia teringat sahabatnya itu. dia menyentuh dahi jin dan sepertinya panasnya sudah turun


"syukurlah demamnya sudah turun" kata zyan. dia beranjak pergi kekamar mandi. kepalanya sendiri agak pening tapi tak jadi masalah baginya.


"jin kenapa kau tidur terus?" tanya elena, dengan malas jin membuka matanya


"aku lagi enggak enak badan kak" kata jin dengan nada malas. elena mendekati jin dan menyentuh dahi jin.


"agak demam. emang kamu habis ngapain ko sampai demam begini?" omel elena.


"ini karna semalam kehujanan" ucap jin pelan. meski pelan elena bisa mendengarnya.


"semalam? emang kamu habis dari mana kenapa hujan hujanan si?!" elena merasa marah dengan jin. jin terkejut dia tidak menyangka elena mendengar perkataannya.


"kenapa tidak dijawab?" elena semakin geram. jin malah takut dan bersembunyi didalam selimut.


zyan keluar dari kamar mandi dan menuju meja dapur untuk menyalakan air untuk membuat teh dan menyiapkan roti untuk sarapan dia dan jin.


"zyan semalam kalian dari mana?!" tanya elena.


zyan yang sedang menuang bubuk teh hijau kedalam gelas terhenti, dia terkejut dengan pertanyaan elena.


"kenapa kalian diam saja. apa yang kalian sembunyikan dariku?" tanya elena semakin penasaran.


zyan kembali sadar dan melanjutkan menuang bubuk teh kedalam gelas.


"kami tidak kemanapun?" jawabnya. entah kenapa elena merasa tak percaya dengan jawaban zyan.


"kalau tak kemanapun bagaimana bisa jin kehujanan dan menjadi sakit begini." omel elena kepada kedua adiknya itu.


zyan tak memerdulikannya, dia menuangkan air yang sudah mendidih kedalam gelas dan mengambil roti yang sudah dipanggangnya kepiring.


zyan membawa teh dan roti itu kemeja disamping jin. "makanlah." kata zyan. elena diam sejenak melihat zyan yang begitu perhatian kepada jin.


"zyan kenapa diam saja. apa yang kamu sembunyikan dariku?" tanya elena lagi.


"kak sudahlah. zyan gak tau apa apa. dan lagi ini salahku, semalam ada seekor kucing yang terjebak karna kasian jadi aku tolongi." kata jin membohongi kakaknya agar tak lagi menanyakan yang terjadi semalam. elena memandang jin dan zyan secara bergantian.


"baiklah. jin kamu istirahat saja. tak perlu masuk hari ini. dan kamu zyan cepatlah bersiap karna ini sudah siang." kata elena.


"jangan lupa minum obatnya" kata zyan saat akan keluar dari kamar.


"baik bos" kata jin sangat senang karna dia tau zyan memiliki sisi lembut juga.


didalam kamar jin tersenyum senyum sendiri mengingat semua perhatian zyan padanya.


hari ini zyan datang kesekolah sendirian, jin untuk sementara waktu ijin bolos karna sakit. meski jin sangat berisik tapi tanpanya kelas terasa sepi. itu yang dirasakan zyan saat ini.


"hei brother ko sendirian saja. jin kemana?" tanya raiga temen sekelasnya


"sakit" jawab singkat zyan.


"sakit? bukannya kemarin kami lihat dia baik baik saja" kata soji.


"demam, kehujanan" kata zyan.


"oh. bagaimana kalau sepulang sekolah nanti kita jenguk dia" usul raiga.

__ADS_1


"setuju. sepulang sekolah kita jenguk dia" balas soji. zyan hanya diam dan meneruskan membaca buku.


__ADS_2