Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
chapter 51


__ADS_3

Selesai pelajaran, jin masih saja ngambek. Sikapnya yang ke kanak kanak ini terkadang membuat zyan lelah. Tapi zyan juga paham dan tidak pernah mengeluh dengan sikap sahabatnya itu.


"Ayo aku tunjukan sesuatu padamu?!" ajak zyan.


Jin masih saja ngambek dan cuma mengikuti zyan keluar kelas. Zyan berjalan didepan menuju tempat rahasia mereka.


Sampai mereka ditempat itu, zyan mengeluarkan undangan yang tadi dia bawa dari kantor kepsek. Zyan memberikannya pada jin. Jin menerimanya dan membacanya.


Jin terkejut, itu undangan untuk menghadiri pesta kelas atas. Lalu apa maksud zyan memberikan ini padanya. Jin masih kebingungan dan melihat zyan yang sedang berbaring sambil menatap langit.


Jin mendekati zyan dan duduk disamping zyan berbaring.


"Zy ini maksudnya apa?" tanya jin.


"Ibu meminta ku untuk menghadiri pesta launching salah satu perusahaan terkenal bersama denganmu." kata zyan.


Jin terteguh, rasanya dia tidak percaya. Dia akan menghadiri pesta besar.


"Tapi zy, kitakan masih anak anak memang boleh kita menghadiri nya?" tanya jin lagi.


"Iya. Ini permintaan ibu, sudah pasti diijinkan." Jawab zyan


Jin terdiam, matanya memperhatikan undangan itu. Dia membolak balik undangan itu,


"Tapi kita kan tidak punya pakaian untuk pergi ke pesta seperti ini? Dan juga aku tidak pernah menghadiri pesta." kata jin


"Semua keperluan kita sudah disiapkan. Kita hanya perlu memakainya saja. Di pesta kamu cukup mengikutiku saja." jawab zyan.


"Baiklah. Mohon bantuannya tuan muda hi hi hi" canda jin.


Langsung mendapat tatapan membunuh dari zyan. Tapi dibalas senyuman oleh jin. Akhirnya sikap ngambek jin hilang dan jin kembali normal lagi.


Dikelas, Shion masih duduk didalam kelas. Dia sedang belajar, lalu kedua temannya menghampiri dirinya.


"Hy shion." sapa keduanya.


"Oh hai lan, hai yuri." jawab shion.


"Shion kami boleh bertanya sesuatu padamu tidak?" tanya yuri,


"Boleh, tanyakan saja." jawab shion dengan senyuman.


"Hm itu. Hm itu." kata yuri terbata bata.


Sebenarnya kedua temannya itu penasaran dengan shion yang kemarin pergi bersama zyan dan jin. Mereka ingin tahu shion pergi kemana dengan mereka berdua.


Lan kesal melihat cara bicara yuri yang terbata bata dan itu membuat shion bingung.


"Kemarin kamu sama zyan dan jin pergi kemana?" tanya lan langsung.


"Eh itu." jawab shion


Kedua temannya sangat penasaran dengan kegiatan shion kemarin bersama zyan dan jin.

__ADS_1


"Kemarin aku pergi ketoko buku. Tidak sengaja kemarin aku mendengar percakapan zy dan jin, mereka mau pergi ketoko buku. Karna aku belum begitu paham dengan tempat ini, jadi aku sekalian ikut dengan mereka" jelas shion


Kedua temannya itu melongo mendengar ucapan shion, seakan mereka tak percaya dengan yang dikatakan shion.


"Serius zyan mengijinkanmu ikut?" tanya lan, tak percaya.


"Iya, memangnya kenapa?" tanya shion.


Karna shion yang masih baru dua hari ini sekolah disini jadi belum mengerti apa apa tentang keduanya.


"Yuri, beritahu dia siapa sebenarnya zyan dan bagaimana dia? Katakan semuanya." kata lan.


Shion menatap keduanya secara bergantian, dengan tatapan bingung.


"Shion, karna kamu masih baru jadi kamu belum tahu apa apa tentang prince ice kita." kata yuri.


"Prince ice?" tanya shion.


"Iya prince ice, Zyan. Dia itu orangnya sangat sulit didekati. Banyak sekali cewek disini yang suka padanya tapi selalu ditolak dia." jelas yuri


"Zyan itu tidak pernah mengijinkan siapapun mendekatinya, hanya satu orang yang selalu berada di sisi nya. Jin hou. Cuma dia yang bisa selalu didekatnya." jelas lan.


Shion kini mulai paham, alasan temannya menanyakan hal itu. Karna selama ini zyan selalu bersikap dingin, sangat berlawanan dengan sikap jin.


Bel masuk telah berbunyi dan para siswa berlarian masuk kedalam kelas. Begitu pula dengan zyan dan jin, mereka berdua berjalan dengan santai memasuki kelas.


"Zy, jadi hari ini kita mau ketempat itu?" tanya jin saat memasuki kelas.


"Iya, aku ada urusan dengan paman." jawab zyan.


Keduanya duduk di tempat masing masing. Seperti biasa sambil menunggu guru datang, zyan membaca buku yang kemarin dia beli.


"Zy-kun, sebenarnya itu buku apa si? Lihat kamu begitu serius membacanya aku jadi penasaran." kata jin.


Jin menengok kebelakang, menghadap zyan yang sedang membaca buku. Zyan menengok jin dari atas buku.


"Jika penasaran kenapa tidak baca?!" kata zyan.


"He he he, enggak usah baca, cukup kamu terangi saja isinya." jawab jin.


"Membosankan." jawab zyan.


"Ih zy selalu gitu jika di sekolahan. Jika di kamar hanya berdua kamu selalu tersenyum. Bahkan sangat lembut" ejek jin dengan senyum.


Shion dan nao, teman sebangku dengan jin terkejut mendengarnya. Teman sebangku jin langsung melirik kearah zyan dan terlihat aura hitam yang kuat disekitar zyan.


Nao langsung merinding melihatnya, zyan bangun dari duduknya dan mendekati jin. Dengan aura yang menakutkan, zyan mengunci leher jin dengan tangannya membuat jin berteriak kesakitan.


"Aduh zy, lepasin. Aduh sakit tahu." kata jin,


Teriakan jin mengangetkan seisi kelas. Membuat semua orang melihat kearahnya.


"Sekali lagi bicara seperti itu, aku patahkan lehermu ini!!" ancam zyan.

__ADS_1


Jin menelan ludah, merinding melihat sorot mata zyan yang sangat menakutankan.


Suasana dikelas menjadi tegang. Semua anak anak ketakutan melihat zyan yang marah mendengar candaan jin. Zyan yang selama ini selalu bersabar menghadapi ocehan jin, sekarang sudah tak bisa bersabar lagi.


Ini pertama kalinya melihat zyan yang sedang marah, sangat menakutkan.


"Iya, janji. Tapi lepasin dulu." kata jin.


Zyan melepaskan cengkeramannya dan kembali ketempat duduknya. Nao yang duduk disebelah jin, sangat ketakutan.


"Uhuk uhuk, zy kamu keterlaluan. Aku cuma bercanda tapi kamu malah serius. Aduh leherku sakit banget." kata jin


Lagi zyan mengeluarkan aura gelap dan jin menyadari ada aura yang tidak enak dibelakang. Jin berbalik badan melihat zyan dengan ekspresi manjanya.


"Hi hi zy-kun jangan begitu ya. Jin-chan kan cuma bercanda. peace." bujuk jin.


Jika orang lain akan merasa jijik dengan sikap jin yang seperti cewek manja. Zyan yang sudah biasa hanya menghela nafas saja.


Zyan yang merasa suasana kelas jadi tegang karna dirinya, dia melirik kesemua orang yang ada dikelas dengan tatap super tajamnya.


Melihat mata zyan, semua ketakutan dan kembali ke bangku masing masing. Suasana kelas kembali hening karna guru tak juga datang.


Zyan kembali membaca buku tapi bukan buku yang tadi. Kali ini dia membaca buku yang berjudul THE FALSE LIFE.


Jin masih mengusap lehernya yang tadi dicengkram zyan. Masih terasa sakit, jin bangun dan menghampiri zyan.


"Zy, kamu ko jahat banget si sama aku?" mulai mode manja.


Zyan tak bergemih sedikit pun, jin berjalan kebelakang zyan dan merangkul zyan dari belakang sambil berbisik.


"Zy, salah aku apa? kenapa kamu jahat banget sama aku?" bisik jin ditelinga zyan.


Shion terbelalak melihat adegan disampingnya. Dia teringat perkataan dua temannya.


#flashback on Shion.#


"Dari yang aku tahu, zyan dan jin itu dulu satu panti asuhan. Lalu diangkat sama bu kapsek, setelah itu mereka tinggal di asrama bersama bu elena." kata lan.


"Iya, tapi kasihan zyan, dia mengalami amnesia sampai tidak ingat siapa dia dan siapa keluarganya sampai sekarang." kata yuri.


Yuri dan lan terlihat sedih saat menceritakan tentang zyan dan jin. Shion ikut sedih, dia mengingat tentang ayah nya yang sekarang sudah tiada.


"Wajar jika zyan hanya bisa dekat jin karna sejak kecil mereka selalu bersama. Dimana ada zyan disitu ada jin." kata yuri.


#flashback off#


Shion mengerti kenapa zyan sangat sulit didekati, karna dia tidak mengingat apa apa. Shion menatap zyan dengan mata sayu.


"Zy-kun jangan diam saja. Aku kan udah minta maaf." bujuk jin.


"Iya." jawab zyan singkat.


"Zy-kun, gemesin deh." canda jin lagi.

__ADS_1


Jin kembali ketempat duduknya dengan senyum mengembang di wajahnya.


__ADS_2