Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
chapter 08


__ADS_3

sebuah mobil berhenti tak jauh dari gerbang asrama. zyan dan jin masuk kedalam mobil lalu mobil itu langsung melaju cukup kencang. sampai disebuah bangunan mewah mobil itu berhenti menunggu gerbang terbuka dan memasuki bangunan itu dan berhenti tepat didepan pintu. zyan bergegas turun dan langsung disambut para pelayan.


"selamat datang master" kata para pelayan. zyan tak menghiraukannya dan terus masuk. bahkan jin pun tak diperdulikannya.


"zy ada apa kenapa terburu buru?" tanya jin berlari mengejar zyan.


zyan tak menjawab matanya mencari sesuatu. zyan dan jin terus masuk kedalam hingga mereka sampai diruang latihan.


"aku hanya ingin berlatih. kita sudah tak punya banyak waktu." kata zyan sangat serius. jin terus memperhatikan zyan, ini pertama kalinya zyan begitu serius. jin merasa ada sesuatu yang terjadi pada zyan.


zyan mengambil katana dan berlatih dengan katana. jin hanya memperhatikan setiap gerakan zyan, jin sangat kagum dengan zyan yang begitu lehai menggunakan katana.


paman yang datang membawa map menghampiri jin yang sedang duduk.


"selamat siang tuan muda jin" sapa paman.


"eh siang paman. itu apa paman?" tanya jin mrlihat map yang dibawa paman.


"oh ini data orang orang yang memiliki memungkinan terlibat dalam insiden pembantaian keluarga zhan dan keluarga hou. saya sudah menyelidiki semuanya. dan untuk sementara ini hanya ini yang bisa saya kumpulkan" kata paman yang panjang lebar.


jin melihat kearah zyan yang masih berlatih.


"paman bolehkah aku melihatnya?" tanya jin meminta.


"oh tentu saja tuan muda" paman menyerahkan mapnya. jin membuka dan melihat berapa lembar foto dan data data orang tersebut. jin memperhatikan dengan seksama setiap lembar data itu.


"jadi merekalah orang orang yang terlibat?" tanya jin menahan amarah.paman hanya menganggukan kepalanya. jin marah kesal namun dia tidak bisa berbuat banyak.


zyan sudah selesai berlatih dan menghampiri jin.


"jadi ini daftarnya?" tanya zyan.


" benar tuan. ini hasil penyelidikan kami. kami hanya bisa menemukan sebagian kecilnya saja." jelaskan paman. zyan diam memperhatikan foto foto itu.


"malam ini kita akan bergerak. paman tolong siapkan pesanan aku. aku mau malam ini semua sudah siap" kata zyan matanya dipenuhi amarah yang dalam.


jin diam merasa takut melihat mata zyan. paman yang pergi untuk mempersiapkan semua.


"apa kau yakin malam ini? lalu siapa target pertama kita?" tanya jin.


"ini target pertama kita." kata zyan menunjukan salah satu foto.


"kita akan mencari informasi darinya terlebih dahulu sebelum kita eksekusi" tambah zyan. jin menganggu setuju dengan rencana zyan.


"hiasi ikimoto? siapa dia sebenarnya?" tanya jin melihat foto itu.


"hiasi ikimoto adalah salah satu anggota kelompok harimau putih. dia juga salah satu pengusaha yang cukup kaya meski perusahaannya kecil namun sangat berpengaruh besar dalam dunia bisnis." kata paman datang membawa dua minuman kaleng.


"pengusaha kecil? lalu kenapa dia terlibat?" tanya jin karna penasaran dan tak tau apa apa tentang kelompok harimau putih.


"kau akan tau jawabannya setelah kita menghabisi dia" kata zyan.


setelah pembicaraan itu zyan dan jin berlatih menembak dan terkadang saling beradu pedang. jin semakin pandai bermain pedang. tak jarang dia bisa menangkis gerakkan zyan.


hari mulai sore, selesai berlatih zyan dan jin bergegas bersih bersih. sore ini zyan berencana mengunjungi makam keluarganya. zyan dan jin sudah siap untuk pergi.


"paman dimana bunganya?" tanya zyan. paman yang mengambil buket bunga lily putih dan memberikannya pada zyan.


"ini tuan muda bunga lily seperti pesanan anda" kata paman.


"lily putih untuk apa zy?" tanya jin agak bingung.


"untuk ibuku" kaya zyan lagi.


zyan dan jin sampai dipemakaman keluarga zhan. jin mengikuti zyan kemanapun zyan akan pergi.


"tuan muda disana makam tuan besar, nyonyak dan nona naya. ini adalah pemakaman keluarga anda, seluruh keluarga zhan dimakamkan disini" kata paman. zyan berjalan menuju makam ayah ibu dan adiknya.


berlutut didepan makam keluarganya dan meletakan bunga lily diatas makam ibunya.


"ayah ibu naya. maafkan karna baru menemui kalian sekarang." kata zyan menahan sedihan yang mendalam.


jin merangkul pundak zyan, coba untuk meredakan kesedihan yang zyan rasakan.

__ADS_1


"zy, aku yakin paman dan bibi sangat bahagia melihatmu baik baik saja" kata jin menghibur zyan agar tidak terlalu larut dalam kesedihan.


"kita kembali sebelum gelap" zyan bangun dan berjalan menjauhi makam.


'tuan muda maafkan saya tak bisa berbuat apa apa. tuan muda anda harus kuat' gumam paman dalam hati.


"zy apa kau baik baik saja?"jin khawatir dengan zyan karna sejak tadi raut wajah zyan berbeda.


kesedihan yang mendalam begitu terlihat jelas, biasanya selalu disembunyikan.


"aku baik baik saja. paman kembali keasrama" zyan dan jin masuk kedalam mobil.


jin terus memperhatikan zyan, raut wajah jin terlihat cemas meski zyan mengatakan baik baik saja tapi jin tau zyan sedang berusaha menahan perasaannya.


sore hari diasrama begitu rame, banyak anak yang berkumpul ditaman. elena berjalan dan sesekali membalas sapaan para murid yang berpapasan dengannya. elena merasa khawatir karna sejak tadi pagi hingga sore jin dan zyan belum pulang juga.


"el apa yang sedang kamu lakukan? mondar mandir sejak tadi apa yang kau cari?" tanya ibu ruan sambil menghampiri elena.


"aku hanya mencemaskan mereka berdua. mereka berdua belum kembali sejak tadi pagi pergi bu" kata elena dan nampak jelas ekspresinya.


"el mereka sudah besar. mereka tau apa mereka lakukan. tak perlu kau cemaskan." kata ibu ruan sambil duduk dibangku taman. elena ikut duduk disamping ibunya.


"aku tau mereka sudah besar tapi tetap saja perlu pengawasan. apalagi zyan, jika ada yang tau siapa zyan yang sebenarnya akan bahaya" dengan nada sedih elena menundukan kepalanya dan terus berpikir tentang zyan.


"elena putriku, kamu tak perlu khawatirkan zyan. ibu yakin dia akan baik baik saja dan takkan ada yang tau siapa zyan yang sebenarnya." kata ibu ruan mengusap pelan rambut putrinya.


"putriku sayang kamu jangan terlalu mengekang mereka. biarkan mereka menikmati masa muda mereka yang penuh warna." kata ibu ruan tersenyum tulus.


keduanya terdiam, elena berpikir mungkin yang dikatakan ibunya ada benarnya. zyan dan jin sudah besar mereka bisa menjaga diri mereka sendiri. tak lama kedua orang yang ditunggupun muncul. suara ramai anak perempuan melihat zyan dan jin datang membangunkan elena dari lamunannya.


"jin, zyan dari mana saja kalian? kakak kalian dari tadi nungguin kalian, khawatir pada kalian" kata ibu ruan dengan lembut sambil melirik ke elena.


"apaan si ibu. siapa yang khawatir pada mereka" kata elena merasa malu. ibu ruan hanya tersenyum dan tertawa kecil.


"maafkan kami bu, kak elena. kami keasyikan main game jadi lupa waktu. hehehe" kata jin dengan gampangnya tanpa memperhatikan wajah elena yang sudah memerah karna marah.


"kaliaan berani beraninya.." kata elena.


"zy kabur" kata jin memotong perkataan elena dan menggandeng zyan pergi sambil tersenyum mengejek. ibu ruan hanya menggelengkan kepala.


"uh untung langsung kabur. kalau gak pasti kena dampraknya" kata jin sambil berbaring diatas kasur. sedang zyan hanya diam dan menyedu segelas teh hijau.


"eh zy, jadi jam berapa kita akan berangkat?" tanya jin beranjak bangun.


"tunggu keadaan tenang." kata zyan sambil menikmati tehnya.


"lalu dari mana kita akan keluar? tak mungkin kita keluar lewat depan?! terlalu banyak orang dan terlebih lagi kak elena pasti akan tau jika kita pergi lewat depan." kata jin.


zyan diam dan berjalan kearah jendela. mengamati halaman dari atas mencari cela.


"dari sini kita keluar" kata zyan menunjukan arah jendela. jin terkejut.


"kamu gila ya!! masa kita lompat dari jendela lantai tiga?!. aku gak mau lompat dari sini"kata jin terkejut dan menghampiri zyan.


"kita tidak lompat langsung. tapi kita turun pake tali"kata zyan dengan tenang.


jin memperhatikan kebawah, agak merinding karna dibawah dipenuh rumput liar yang tinggi dan ada berapa tanaman berduri. jin menelan ludahnya, dia tak bisa membayangkan dia akan turun kebawah dan melewati semak semak.


"apa kau takut?" tanya zyan. jin ragu untuk menjawabnya.


"jika takut cukup tutup matamu saat turun dan bayang kau sedang terbang" tambahnya.


"zy ngomong itu gampang. bagaimana kalau ada ular disana?" kata jin agak kesal dengan sahabatnya itu.


"tak ada ular disana. aku sudah memeriksanya berapa kali." kata zyan yang terus bersikap tenang.


setelah mengatur rencana, zyan dan jin kembali kegiatan masing masing seolah tak ada apapun. zyan duduk membaca buku dan jin berbaring mengerjakan tugas. keduanya kembali seperti remaja umumnya.


tok tok tok. zyan dan jin melirik kearah pintu, seseorang membuka pintu dan masuk.


"malam adik adikku yang imut. kalian tidak turun makan malam?" tanya elan yang baru masuk.


"bentar lagi kak. tugas aku belum selesai" kata jin masih melanjutkan mengerjakan tugas.

__ADS_1


"loh zyan enggak ngerjain tugas?" tanya elena berjalan mendekati zyan.


"tugasku sudah selesai dari kemarin" kata zyan tanpa memalingkan pandangannya dari buku.


"wah zyan rajin sekali. tak seperti itu" kata elena tersenyum sambil menunjuk kearah jin. jin jadi manyun melihatnya.


"sebenarnya kakak kesini mau ngapain si? kalau kakak kesini cuma buat ngejek aku mendingan kakak keluar saja" kata jin merajut dan itu terlihat lucu hingga elena tak dapat menahan tawanya.


"ha ha ha ha jin kau lucu banget si kalau lagi marah ha ha ha" kata elena sambil mencubit kedua pipi jin.


"ih apaan si. aku bukan anak kecil." kata jin melepaskan tangan elena dan segera bangun.


"zy ayo keluar. mood aku udah hilang." jin menarik tangan zyan sebelum zyan berkata apa apa. zyan pun terpaksa mengikuti jin dan meninggalkan bukunya dimeja.


mereka berdua keluar kamar, braak suara keras pintu tertutup. tinggal elena yang terkikik geli melihat tingkah jin yang masih kekanak kanakan.


jin sepanjang perjalanan terus bergumam hal hal yang menyebalkan. zyan hanya diam dan terus mengikuti jin, merasa pusing mendengar jin yang tak berhenti menggumam.


"sampai kapan kau menggumam?" tanya zyan. jin terkejut dan akhirnya berhenti.


meski dalam hati masih merasa dongkol tapi karna ada zyan rasa emosi itu perlahan hilang. keduanya makan dalam tenang, selesai makan mereka langsung kekamar untuk bersiap.


"hei jin kita main yuk" ajak teman cowoknya.


"tidak. aku mau lanjutin belajar." kata jin dan terus berjalan kelantai tiga.


"tumben banget kamu rajin belajar" ejek temannya lagi. jin tak menghiraukannya dan terus berjalan mengekor dibelakang zyan.


"zy, sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya jin saat mereka sampai dikamar.


zyan hanya diam dan berjala kearah jendela. zyan memperhatikan kebawah, ada cahaya kecil berkelip seperti sebuah kode untuk zyan. zyan menyalakan lampu diponselnya, membalas cahaya tadi dan menunjukan dia sudah kembali.


"ayo bersiap." kata zyan sambil memakai sepatu. jin menganggukan kepalanya dan bersiap.


zyan menyiapkan tali untuk mereka turun. mengikat dengan kuat kekaki ranjang,


"zy apa tali ini kuat?" tanya jin ragu. zyan tetap tak memerdulikan dan mengulurkan tali kebawah. jin menyentuh tali itu, sangat tipis bahkan tak terlihat oleh mata.


"zy, aku tak yakin dengan tali ini? sangat tipis" kata jin.


"tali ini bukan tali biasa. sangat kuat" kata zyan menjatuhkan gulungan tali itu.


jin cuma diam, keraguan nampak jelas. cemas, khawatir dan takut tergambar jelas tapi jin mencoba menghilangkan perasaan itu. sebelum zyan turun


"jin gunakan ini untuk berkomunikasi agar lebih mudah" kata zyan menyerahkan headphones kecil, jin menerimanya dan langsung memakainya.


"jin aku akan turun duluan. selanjutnya kamu turun" kata zyan suda siap untuk turun. zyan perlahan turun menggunakan tali itu, jin memperhatikan zyan dari atas. tubuhnya gemetar.


"jin cepat" kata zyan.


"zy, kamu disitu ya tangkap aku. aku takut" kata jin berlahan turun, zyan standby dibawah menunggu jin turun.


jin perlahan turun dengan mata tertutup dan akhirnya jin berhasil turun kebawah dengan selamat.


"huft syukurlah." kata jin merasa senang sudah ada dibawah.


zyan berjalan menuju arah cahaya tadi, disana sudah ada paman yang sudah menunggu kedatangan jin dan zyan.


"tuan muda" sapanya.


"apa semua sudah siap?" tanya zyan.


"semua sudah saya persiapkan. silakan tuan muda ikut saya." kata paman mengantar zyan dan jin menuju mobil.


zyan dan jin masuk kedalam mobil dan mobil pun melaju kesebuah bangunan kuno tak terawat.


zyan dan jin turun dari mobil saat mobil itu sudah berada didalam bangunan tua itu.


"zy, kita ngapain disini?" tanya jin ketakutan karna melihat tempat yang begitu gelap dan bangunannya hampir runtuh.


paman yang menjadi petunjuk jalan ke jalan rahasia dibangunan itu. paman yang menggeser sebuah batu yang ada ditanah dan tiba tiba lantainya terbuka.


krak krak krak. muncul anak tangga dibawah lantai, paman yang berjalan masuk kedalam lubang, tangannya merabat tembok mencari tombol lampu.

__ADS_1


klik paman menekan tombolnya dan lampu didalam lorong itu mulai menyala satu per satu. zyan dan jin mengikuti paman yang berjalan hingga sampai disebuah ruangan.


__ADS_2