
"tuan bagaimana?" tanya shinki dengan senyum penuh harap. zyan melihat dirinya dicermin, sangat berbeda dengan dia yang biasa. "bagus sangat bagus. terima kasih" kata zyan sangat puas dengan make overnya. shinki tersenyum senang.
"kita berangkat" perintah zyan pada dua pengawalnya yang sudah menunggunya didepan pintu. "baik master." kata kedua pengawal itu. zyan masuk kedalam mobil dan langsung meluncur kekedai teh tempat zyan dan Hiro hou bertemu. zyan sudah menyiapkan senjata jika terjadi sesuatu yang buruk. ting, suara ponsel zyan. ada pesan dari jin.
'zy kamu lagi dimana? kamu harus berhati hati dan cepatlah kembali.'
jin sangat khawatir dengan keselamatan zyan. zyan tidak membalasnya karna jika jin tau, zyan akan bertemu dengan paman nya pasti akan membuatnya semakin khawatir. "master kita sudah sampai." kata bodyguard 1. "baiklah. kalian berdua tetap di belakang ku" perintah zyan. "baik master." jawab keduanya kompak.
zyan dan kedua bodyguardnya masuk kedalam kedai teh dengan penampilan bos besar. gagah dan tampang arogan. mata zyan langsung tertuju pada sosok yang duduk dimeja no 7. zyan berjalan menghampirinya. "maaf sudah membuat anda menunggu" kata zyan sambil menarik kursi. sontak saja Hiro langsung berdiri melihat zyan. "tidak, saya juga baru datang belum lama." kata Hiro sopan. "kenapa berdiri? duduk saja." tanya zyan melihat Hiro terus berdiri. "ah iya." kata Hiro sembari duduk. "ada perlu apa anda menghubungi ku?" tanya zyan tetap tenang meski zyan tau tujuan paman jin yang sebenarnya.
"tuan, ada yang menyuruh saya untuk menghubungi tuan jika saya perlu sesuatu." kata paman Hiro sedikit gugup. "lalu" jawab zyan. "mmm begini saya perlu uang untuk biaya istri saya yang sedang sakit. jadi.." kata paman Hiro tak enak mengatakannya. "jadi berapa yang anda inginkan?" tanya zyan langsung. "mm tidak banyak hanya 10 juta yen. nanti jika saya sudah punya uang akan saya kembalikan beserta bunganya." kata paman Hiro.
zyan memberi kode kepada dua bodyguardnya, salah satu bodyguardnya yang membawa tas berjalan mendekati zyan dan langsung membuka tas itu. zyan mengambil amplop berisi uang 15 juta yen. "apa ini cukup? 15 juta yen" tanya zyan sambil menyerahkan amplop itu. paman Hiro sangat girang menerima uang dari zyan. "ini lebih dari cukup tuan. terima kasih banyak." kata paman Hiro tersenyum senang. "aku berikan uang ini dengan syarat, jangan ganggu jin hou ataupun temannya. karna dia dan temannya berada dibawah naunganku. jika aku mendengar atau melihat kau menyakiti jin, Kau akan mati!!" ancaman keras zyan. "baik. saya janji tidak akan menganggu jin apalagi temannya. terima kasih banyak tuan." kata Hiro begitu gembira.
diasrama, jin sedang bermain ps sendirian. tok tok tok. suara orang mengetuk pintu, jin terkejut dan tak tau harus bagaimana?. "jin, zy kalian sudah tidur belum?" tanya elena. 'aduh bagaimana ini? kak elena datang disaat seperti ini lagi. jika kak elena tau zy tidak ada bisa gawat. aku harus bagaimana?' gumamnya dalam hati. jin mulai panik, "jin, zy. kakak masuk ya?" kata elena lagi. karna tak ada jawaban dari dalam, elena pun masuk kedalam. jin berpura pura fokus bermain game. "loh jin ko dari tadi kakak panggil gak dijawab?" kata elena duduk disebelah jin. "eh, aku tidak dengar kak" kata jin sambil tertawa kecil. "hmm ko kamu sendirian. mana zy?" tanya elena karna zyan tidak ada. "oh zy? dia.. dia.." jin tidak menemukan alasan yang tepat.
"kenapa jin? zy pergi kemana? ko kamu egak ikut?" tanya elena sedikit curiga. "dia lagi keluar sebentar mau beli cemilan. he he he" kata jin tertawa kecil untuk menutupi kebohongannya. "oh. kenapa kamu gak ikut jin?" tanya elena lagi. "aku lagi males keluar" jawab jin. "tumben banget. biasakan kalian selalu bersama kemana pun. gak mau terpisah, sekarang jin sudah besar jadi malu" kata elena dengan nada mengejek. "siapa yang malu jalan berdua. tiap hari kami jalan bersam, kalau kak elena kesini cuma mau ngejek aku mending kak elena keluar deh" kata jin merasa kesal.
" hi hi hi gitu aja ko ngambek. jin-chan kalau lagi ngambek terlihat imut ya." ejek elena. jin semakin manyun, meski diluar terlihat kesal tapi dalam hati jin berharap zyan cepat kembali. jika zyan tidak cepat kembali maka akan menimbulkan kecurigaan. jin berpikir untuk memberi tahu zyan agar dy cepat kembali dan jangan melewati jendela. "kamu lagi main apa si? sini biar kakak temenin" kata elena. "coc" jawab singkat jin.
__ADS_1
sebelum main, jin mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada zyan.
zy, kamu dimana? cepat kembali. kak elena datang kekamar. aku mengatakan pada kak elena kalau kamu sedang pergi beli cemilan. cepatlah kembali zy.
jin sudah tidak tau lagi harus berkata apa jika elena nanti bertanya padanya soal zyan. "hei kenapa bengong? ngelamunin pacar yah?" tanya elena. "apaan si?! siapa juga yang pacaran. so tahu banget" kata jin sambil memilih gamenya. "hi hi hi kalau punya juga gapapa. itu wajar." kata elena. jin diam saja, malas menanggapi candaan elena. akhirnya jin dan elena bermain bersama, saling beradu kekuatan. "jin-chan, apa kamu sering bermimpi tentang keluargamu?" tanya elena tiba tiba. sontak jin berhenti main, dia tertunduk diam tak berani menjawab pertanyaan elena. "jin, sebenarnya saat ini aku sangat merindukan ayahku yang sudah pergi. aku tidak tau harus bagaimana agar rasa kangen aku hilang." kata elena terdengar sedih.
"jujur saja aku sering bermimpi tentang ayah dan kenangan masa lalu saat bersamanya. kenangan yang indah saat aku masih kecil." elena berhenti sejenak, dia berusaha menahan air matanya. "jika kau rindu pada seseorang kenanglah kebaikannya dan berdoalah untuknya." kata jin masih tertunduk. mendengar cerita elena membuatnya teringat akan keluarganya. elena melihat jin dengan terkejut, dia tak menyangka kalau adiknya bisa berkata demikian. "yah kamu benar. jika kita rindu pada seseorang yang sudah tidak ada didunia ini, kita perlu mengenang kebaikannya dan selalu berdoa untuknya. tapi perasaan kangen itu tak mudah hilang." kata elena lagi, kali ini dia tak mampu menahan air matanya, air matanya jatuh menetes di pipi.
keduanya diam sibuk dengan perasaan masing masing. jin saat ini kalut dalam kenangan masa lalunya bersama keluarganya begitu pula elena. "jin, kakak mohon jangan tinggali kakak yah. karna bagiku kau lebih dari segalanya." kata elena sambil memeluk jin. jin diam saja saat dipeluk elena, dia hanya berharap zyan cepat kembali.
ditempat lain zyan yang sedang duduk bersama Hiro, ponselnya bergetar. satu pesan masuk dari jin. zyan membacanya cukup terkejut zyan melihat isi chat jin. zyan tidak menyangka kalau elena akan datang ke kamar nya. "baiklah cukup sampai disini pertemuan kita. karna aku masih ada urusan lain."kata zyan sambil berdiri. "baiklah terima kasih untuk waktunya tuan zhan." kata paman Hiro tersenyum. zyan berjalan tapi baru berapa langkah, zyan berhenti dan menengok kebelakang. "satu hal lagi. ingat janjimu jangan coba coba mengikarinya!!" ancam keras zyan. "iya saya akan selalu ingat tuan" kata Hiro berkeringat dingin.
zyan meninggalkan kedai itu dan kembali ke villa untuk membersihkan make up nya dan berganti pakaian. zyan harus cepat jika tidak elena akan curiga. zyan sampai divilla, zyan bergegas membersihkan mukanya dan segera berganti pakaian. "paman tolong suruh orang untuk mengawasi Hiro hou. laporkan padaku apa saja yang dia lakukan dan kemana dia pergi?"perintah zyan disela sela dia mengganti baju. "baik tuan. saya segera menyuruh orang untuk mengikutinya." kata paman yang. "paman aku harus kembali. sisanya aku serahkan pada paman." kata zyan berlari keluar villa dan segera masuk kedalam mobil.
klik, zyan masuk kedalam kamar, dan tak sengaja melihat jin dan elena yang berpelukan. terlihat elena tengah menangis, jin melihat zyan sudah pulang. "zy, kamu sudah pulang?" tanya jin. mendengar ayan sudah pulang elena melepaskan pelukannya dan melihat zyan yang membawa sekantong plastik cemilan. "iya. ini pesananmu." kata zyan memberikan sekaleng kripik rumput laut. "terima kasih zy" kata jin tersenyum tapi matanya berkata lain. matanya yang memandang zyan seolah bertanya 'ngapain kamu beneran beli cemilan?'.
tapi zyan tak meresponnya. "kau kenapa menangis kak elena?" tanya zyan sedikit bingung. "itu bukan apa apa. sekarang aku merasa lebih baik." kata elena menyela air matanya. "terima kasih ya jin-chan. sekarang aku sudah lebih baik. oya zy-kun kamu beli cemilan apa ko lama banget?" kata elena lagi. zyan duduk dibelakang elena dan jin. "lihat saja sendiri." kata zyan.
ketiganya asyik memakan cemilan. "sebentar lagi musim dingin, apa rencana kalian saat musim dingin?" tanya elena. jin berpikir sejenak "kalau aku gak punya rencana apapun."kata jin. "kalau zy bagaimana?" tanya elena lagi. "tidur panjang musim dingin." jawab zyan dengan gampangnya. "tidur panjang? emang kamu tupai zy. tidur panjang" kata elena tersenyum bahagia. "iya benar. itu rencanamu" kata zyan. "zy zy kamu ini yah ada ada saja." kata elena sambil mengelengkan kepalanya.
__ADS_1
"hei, karna besok libur bagaimana kalau malam ini kita main ini." kata elena sambil menunjukan ketumpuk kartu domino. "boleh juga itu. zy ayo kita main. sudah lama aku tidak main kartu. "kata jin begitu antusias. "jadi jin dan zyan suka bermain kartu?" tanya elena. jin nengangguk dengan penuh kegembiraan dan gini giliran pertama, elena yang membagikannya. "oya bagaimana kalau yang kalah kita conteng mukanya" kata elena penuh semangat. "setuju!!" teriak keras jin.
jadilah malam ini mereka bermain kartu dan yang lebih banyak kena conteng di wajah adalah zyan. "zy-kun ternyata payah dalam bermain kartu." kata elena. zyan diam saja karna dirinya bukannya payah, dia sengaja mengalah. "sudah larut sebaiknya kita berhenti bermain." kata zyan. elena dan jin melihat arah jam, memang sudah sangat larut. waktu sudah menunjukan pukul 02.00 malam. "ternyata emang sudah sangat larut. ya sudah kalian pergilah tidur. terima kasih untuk malam ini. adik adikku." kata elena. "iya kak sama sama. hooaaammm" kata jin menguap. " ya sudah. aku kembali, kalian tidur." elana pergi keluar kamar mereka. zyan dan jin segera membersihkan wajah mereka.
jin sudah tidur dulu dan karna waktu juga sudah malam zyan memutuskan untuk tidur pula. saat terlelap, jin bermimpi tentang masa lalunya. "ayah.. ibu.. tolonnngggg" teriak jin. "ayahh huuuuhuuuh ibu jangan pergi. jangan tinggalkan aku sendiri." kata jin lagi, kali ini suara jin begitu keras sampai membangunkan zyan. "hei, bangunlah" kata zyan menepuk pipi jin pelan. "jin-chan bangun."kata zyan lagi karna jin belum bangun.
akhirnya jin terbangun, "hah hah hah zy aku takut" kata jin langsung memeluk zyan. "hanya mimpi tak perlu dipikirkan." kata zyan. "tapi itu terlihat nyata zy" kata jin lagi. "kalau kamu kangen keluargamu, besok kita ke pemakaman untuk menjenguk ayah dan ibumu." kata zyan, jin menganggu kan kepalanya dalam pelukan zyan. "kita tidur lagi. ini masih malam." kata zyan kembali berbaring. waktu masih menunjukan pukul 3.15 waktu setempat. zyan san jin kembali tertidur. tapi jin masih memeluk erat zyan.
perlahan sinar mentari pagi memasuki kamar mereka melalui sela sela tirai jendela. cahaya yang terang dan hangat tapi masih belum bisa membangunkan kedua anak adam ini. kriiinnnggg suara ponsel zyan berbunyi, satu email telah masuk. perlahan zyan membuka matanya. menyesuaikan matanya dengan cahaya mentari. "hm sudah pagi." kata zyan setelah nyawanya terkumpul. dia ingin bangun tapi tertahan oleh tangan jin yang masih memeluknya. zyan menyingkirkan tangan jin, lalu zyan bangun dan duduk ditepian ranjang.
zyan membuka ponselnya, ada satu email yang masuk. tentu dari seseorang yang sangat ingin zyan ungkap. yah, dia ghostraid.
*dari. ghostraid@gmail.com
malam ini, haruka akaba sudah kembali. Haruka akaba, salah satu yang terlibat dalam pembantaian keluarga zhan.
selamat bersenang senang*.
membaca email dari ghostraid, membuatnya kesal. zyan meletakan kembali ponsel nya dikasur, lalu dia pergi kedapur untuk membuat minuman. "apa maksudnya ini?" gumam zyan pada dirinya sendiri. sampai sekarang zyan masih belum mengerti maksud semua ini.
__ADS_1
selesai membuat minuman, zyan berjalan kearah jendela dan membuka tirainya. sreett. zyan duduk ditepian jendela memandangi pepohonan dan para burung yang terbang bebas di langit. pikirannya melayang layang mengingat masa masa indah dan masa masa kelam yang sudah dia lalu selama ini. "huft, waktu terus berjalan tapi aku masih belum bisa menemukan dalang dibalik semua ini" gumamnya. hembusan angin pagi dan suara kicao burung semakin membuatnya tenggelam dalam masa lalu.
zyan bangun dan mengambil ponselnya. dia menelpon paman yang. "Hallo paman tolong selidiki tentang Haruka akaba. cari infonya dan kirimkan padaku secepatnya." perintah zyan. " baik tuan, saya akan mencarinya." jawab paman.