Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
chapter 44


__ADS_3

Waktu istirahat tiba, jin bergegas membereskan buku bukunya.


"Zy ke kantin yuk?!" ajak jin sambil melirik cewek disampingnya zyan.


"Iya." jawab zyan sambil membereskan buku.


Jin mencolek tangan zyan, zyan melirik sekilas. Mata jin berkedip kearah shion. Zyan tahu maksud jin tapi tak diperdulikan.


"Ayo. Cepat." ajak zyan.


"Eh zy, itu.. Gak diajak?" tanya jin sambil matanya melirik shion.


"Ajak saja sendiri." zyan langsung keluar kelas tanpa memperdulikan jin.


"Eh zy tunggu." jin langsung berlari mengejar zyan.


Didalam kelas, shion duduk seorang diri. Karna dia masih baru, shion belum mengerti sekolah ini. Dua gadis cantik menghampiri shion. Mereka adalah Minh lan dan so yuri.


"Hai, kenapa enggak keluar?" tanya yuri pada shion


"Enggak apa apa?!" jawab shion dengan senyuman.


"Kita ke kantin yuk? Oh ya, namaku Minh lan panggil lan. Dan yang disamping aku ini So yuri panggil saja dia yuri." kata lan.


"Salam kenal, panggil saja aku shion. Iya ayo." kata shion.


Shion dan kedua temannya pergi kekantin bersama. Shion terlihat senang karna bisa memiliki teman disekolah barunya.


"Shion, bagaimana rasanya duduk dekat dengan zyan?" tanya yuri penuh antusias.


"Eh, rasanya biasa saja. Memang ada apa?" tanya shion tidak mengerti.


"Astagah yuri. Jangan bertanya hal yang tidak perlu padanya. Dia masih baru jadi belum tahu apa apa." kata lan.


Yuri terlihat sedih, shion kebingungan melihat ekspresi teman barunya itu berubah. Dia melihat ke lan.


"Memang ada apa dengan zyan? Apa ada yang aneh dengan dia?" tanya shion yang masih polos.


"Hi hi hi. Nanti kamu juga akan tahu." kata lan dengan senyum senyum aneh.


Shion masih bingung tapi dia juga tidak ingin bertanya lagi. Ketiganya sampai dikantin sekolah.


Ditempat lain, zyan dan jin sedang berbaring diatas rumput di belakang sekolah. Tempat favorite mereka,


"Zy apa yang akan kita lakukan? Jika dipikir pikir bosan juga seperti ini." tanya jin.


Zyan tak menjawab, dia masih asyik mendengarkan musik yang ada di ponsel nya dengan headset.


"Zy. Jawablah." kata jin lagi kesal.

__ADS_1


Jin menggoyangkan tubuh zyan yang tidur disampingnya.


"Zy bangun. Diajak ngobrol malah tidur." kata jin manyun.


Zyan membuka matanya dan melepas salah satu headset nya.


"Apa?" tanya zyan tanpa merasa bersalah.


Jin gantian tidak menjawab dan jadi ngambek. Zyan tak menghiraukan jin yang sedang ngambek, zyan bangun dari tidurannya dan duduk di atas rumput.


"Kita kembali. Hari ini jadwal kak elena." kata zyan sambil berdiri.


Mendengar nama elena disebut, jin segera bangun dari tidurnya.


"Oh iya hari ini kan kak elena mengajar." kata nya.


"Sudah tahu kenapa masih tiduran?" tanya zyan sambil membersihkan bajunya.


"Uh membosankan sekali kalau kak elena yang mengajar" eluh jin.


Keduanya meninggalkan tempat itu dan kembali kedalam sekolah.


Bel sekolah belum berbunyi jadi masih banyak siswa yang diluar kelas.


"Oya zy. Ngomong ngomong gimana dengan anak baru itu ya? Dia kan tadi masih didalam kelas." tanya jin disela mereka jalan ke kelas.


"Jika ingin tahu kenapa tidak cari sendiri." balas zyan dengan cuek.


"Apa?!" tanya zyan terus menatap kedepan.


"Ih kamu menyukai cowok ya?" canda jin berpura pura takut dan menjauh.


Jin langsung mendapat tatapan membunuh dari zyan, tapi jin masih tidak menyadarinya karna jin tidak melihat zyan.


"Apa itu benar zy?" Kata jin.


Dia langsung terkejut saat melihat tatapan zyan. Jin jadi merinding disko. Zyan yang melihat jin ketakutan perlahan mendekat sampai jin menabrak tembok. Zyan mengunci jin, jin menahan tubuh zyan dengan kedua tangannya berada di dada zyan agar tidak terlalu dekat dengannya.


"Jika aku menyukai cowok, orang pertama yang akan aku makan adalah kamu, jin hou" kata zyan tepat didepan wajah jin.


"Hi hi hi zy aku cuma bercanda ko. Jangan dianggap serius dong." kata jin ketakutan dan memejamkan matanya.


Jin tidak berani menatap mata zyan karna sangat menakutkan. Melihat jin semakin ketakutan, zyan menjauhkan dirinya. Tak perduli apa ada orang yang melihat mereka atau tidak.


Jin masih memejamkan matanya meski zyan sudah menjauh darinya.


Ada berapa cewek yang lewat dan sempat berbisik tentang mereka. Zyan merasa tak enak karna banyak yang melihat mereka berdua.


"Buka matamu. Kenapa masih terpejam?" kata zyan.

__ADS_1


Perlahan jin membuka matanya karna mendengar suara zyan yang sudah menjauh dari telinganya. Jin melihat zyan yang sedang menengok kesamping kiri, merasa lega.


"Zy kamu nakutin banget si. Tadi kan aku cuma bercanda." kata jin sambil mengelap keringat di keningnya.


"Candamu tidak pada tempatnya." jawab zyan.


"Iya habis kamu setiap bicara soal cewek pasti jawabnya dingin dan cuek. Ya wajah kalau begitu." kata jin terus menatap zyan.


Zyan diam saja tanpa mengatakan apapun. Jin sendiri masih merinding dan bersiap jika zyan melakukan nya lagi. Bel masuk berbunyi.


"Cepat masuk, kita masalah ini sepulang sekolah nanti." kata zyan melirik kearah jin dengan emosi yang tertahan.


Jin hanya tersenyum dan mengacungkan dua jarinya sebagai tanda berdamai. Zyan tak memperdulikan tingkah jin, zyan jalan dulu kekelas.


"Hei zy tunggu." kata jin.


Semuanya sudah berkumpul dan kelas jadi sangat rapi dan sunyi karna hari ini elena yang mengajar dan semua murid takut padanya tanpa terkecuali zyan dan jin.


kriitt. Suara pintu kelas terbuka dan nampak elena masuk kedalam kelas. Seketika semua jadi tegang, elena menyeringai melihat keadaan kelas yang tenang.


"Ohayo Minna." sapa elena.


"Ohayo sensei." balas semua murid.


Elena tersenyum senang mendengar jawaban penuh semangat.


"Hari ini kalian kerjakan soal halaman 12 paket A. Dan untuk murid baru kamu bisa pinjam buku di.." kata elena terputus karna melihat zyan.


Elena terkejut melihat zyan berada di dalam kelas, lalu elena melihat kedepan zyan. Ya ada jin duduk disana dan nampak baik baik saja. Tidak terlihat ketakutan diwajahnya. Shion menunggu elena bicara karna tadi sempat terputus.


"Ehm. Untuk murid baru. Zyan kamu berbagi buku yah dengan shion. Dan tolong bantu shion jika ada yang tidak dia mengerti" kata elena dan dijawab anggukan oleh zyan.


Semua murid mengerjakan tugas yang diberikan. Elena memperhatikan semua murid, dari sudut kanan sampai sudut kiri. Mata elena berhenti pada jin yang sedang mengerjakan tugas.


Elana beranjak dari kursinya dan berkeliling kelas untuk mengecek para siswa. Elena terus berkeliling sampai dia berada disamping zyan yang sedang mengerjakan tugas.


"Zy kun, apa dia sudah baik baik saja?" tanya elena sambil berbisik disamping zyan.


Elena melihat jin dari belakang. Zyan dan shion berhenti mengerjakan tugas karna mendengar suara elena.


"Iya, semua sudah kembali normal." jawab zyan sambil melihat punggung jin.


"Syukurlah kalau dia sudah kembali. Aku takut itu akan mempengaruhi pikirannya." kata elena dengan nada sedih.


"Kau tidak perlu khawatir. Semua masih bisa dikendalikan." balas zyan.


"Baiklah. Kamu lanjutkan tugasnya. Dan untuk shion, jika ada yang tidak kamu mengerti kamu bisa tanya langsung pada zyan." kata elena dengan senyum.


"Baik, sensei." balas shion.

__ADS_1


Elena kembali ketempat duduknya dan matanya terus memperhatikan jin.


__ADS_2