
Zyan yang sudah tidak bisa lagi menguasai dirinya, zyan mendorong jin keatas tempat tidurnya dan langsung menindihinya.
Jin yang tak sempat mengelak hanya bisa pasrah dan mencoba menyadarkan zyan.
"Zy apa yang kamu lakukan? Zy sadar emm" kata jin.
Jin belum selesai bicara tapi zyan sudah membukamnya dengan ciuman. Zyan semakin menjadi tak terkendali. Zyan mengunci kedua tangan jin diatas kepalanya.
Jin terus merontah dibawah zyan, berusaha melepaskan diri tapi sayangnya zyan lebih kuat dari jin.
Sampai akhirnya zyan melepaskan ciumannya karna kehabisan nafas, dan menatap wajah jin yang memerah dengan nafas yang terengah engah dan ketakutan.
"Hah..hah..hah..zy...sadarlah..hah..hah.." kata jin.
Zyan terkejut dan hatinya terasa sakit saat melihat jin yang berusaha menahan air mata.
Zyan tak bisa lagi mengendalikan dirinya karna efek obat yang di berikan oleh Rissa itu terlalu kuat. Zyan kembali mencium jin dengan liar.
Ciuman zyan semakin turun kebawah leher jin. Tangan kanan zyan tak hanya diam saja, tangannya terus bergerak memasuki baju jin. Jin terus merontah, dan tubuhnya semakin gemetar.
"Emm... Zy hentikan..aku mohon.. emmm..hah.." kata jin.
Suara eluhan jin semakin membangkit kan gairah zyan. Zyan yang seharus nya berhenti malah semakin liar.
Zyan melepakan tangan jin dan berpindah masuk kebawah jin. Jin tak melewatkan kesempatan ini, dengan cepat jin mendorong nya menjauh darinya.
Melihat mata zyan yang seolah meminta jin untuk memukulnya agar dia sadar. Jin pun menampar keras wajah zyan. Plak. Jin menampar zyan dengan sangat keras sampai membekas di wajah zyan.
Zyan tak berkutik setelah ditampar oleh jin. Jin menatap zyan dengan padangan takut. Tubuhnya masih gemetar ketakutan.
Entah apa yang ada di dalam pikiran zyan saat ini. Zyan beranjak dan langsung pergi kekamar mandi untuk melepaskan semua perasaannya.
"Zy..." panggil jin, dengan nada sedih
Tapi zyan tak mendengarnya. Jin meringkuk ketakutan dan jin merasa tak enak karna sudah memukul zyan. Ekspresi nya saat ini sulit ditebak.
Jin takut dengan tindakan zyan yang mengejutkannya. Jin juga takut zyan akan marah karna dia sudah memukul zyan. Dalam perasannya kalut, jin b
menyentuh bibirnya.
Jin masih bisa merasakan kelembutan bibir zyan yang masih menempel pada bibirnya. Jin menyusap lembut bibirnya dengan wajah memarah karna membayangkan adegan itu.
Jin menggelengkan kepalanya saat mendengar suara pintu kamar mandi terbuka dari dalam. 1 jam kemudian, zyan selesai dengan urusannya.
Zyan keluar dari kamar mandi dengan keadaan tubuh basah dan hanya mengenakan celana pendek saja. Selesai melepaskan semuanya, zyan membersihkan dirinya. Jin langsung menarik ke selimut dan menutupi dirinya.
Zyan melihat jin sekilas dan langsung berjalan ke lemari untuk mengambil baju. Selesai memakai baju, zyan duduk diatas kasur dengan posisi membelakangi jin.
__ADS_1
Zyan nampak menyesali perbuatannya tadi yang sudah membuat jin begitu ketakutan.
"Jin maafkan aku. Aku lepas kendali." kata zyan, terdengar nada menyesal.
Tapi jin masih ketakutan sampai dia tak menjawab permintaan maaf zyan.
"Aku tahu, kamu pasti ketakutan karna tindakanku barusan. Jika kau mau marah atau kau mau memukulku silakan. Aku tidak akan marah padamu." kata zyan.
Dalam ketakutan jin merasa tak tega melihat zyan yang terpuruk seperti ini.
"Jin, aku minta maaf atas kesalahanku." kata zyan.
Zyan membalikkan badan dan menatap jin. Zyan tak tega melihat jin yang gemetar ketakutan seperti ini. Zyan mencoba meraih selimutnya tapi dengan cepat jin menghindar.
Zyan terkejut dan juga sedih. Melihat hal itu, zyan pun menjauh dari jin. Dengan perasaan menyesal, zyan beranjak bangun sambil mengambil jaketnya yang ada di kursi belajarnya dan berjalan ke pintu kamar.
"Tidurlah. Kunci pintu kamarnya, aku akan tidur di luar." kata zyan.
Jin terkejut mendengar zyan akan tidur diluar. Jin tidak mau tidur sendirian. Jin keluar selimutnya dan segera berlari menghampiri zyan yang sudah siap keluar.
Jin memeluk zyan dari belakang dengan tubuh gemetaran.
"Zy..jangan pergi...aku takut tidur sendirian." kata jin.
Zyan juga tidak tega membiarkan jin sendirian, apa lagi jin sedang ketakutan seperti ini. Tapi mengingat perbuatannya tadi, membuat zyan marah pada dirinya sendiri.
Zyan membalikkan badan nya dan menatap jin.
"Maafkan aku jin sudah membuatmu takut. Aku tidak akan pergi. Aku hanya tidur diluar kamar." kata zyan lembut.
"Zy tetaplah disini. Aku tau, tadi itu bukan keinginanmu sendiri. Aku sudah memaafkanmu, Aku mohon jangan tinggalkan aku." kata jin.
Zyan terkejut dan juga senang. Dia tersenyum pada jin dan mengusap lembut rambut jin. Zyan merasa senang meski tingkah jin terkadang seperti anak kecil.
"Aku tidak akan meninggalkanmu. Aku akan selalu disisimu." kata zyan.
"Kalau begitu, kau tidur didalam. Temani aku tidur." kata jin dengan nada manjanya.
"Baiklah, putri tidur." kata zyan dengan senyum tulusnya.
Jin menggandeng zyan ketempat tidur dan keduanya kembali tidur bersama. Keduanya berusaha melupakan kejadian tadi.
"Zy sebenarnya kamu habis ngapain? Sampai kembali dengan kondisi seperti itu" tanya jin, saat sudah merasa tenang.
"Aku menemui ghostraid." jawab nya.
"Apa?! Kamu menemui ghostraid? Untuk apa zy?" tanya jin, terkejut.
__ADS_1
"Aku ingin tahu apa dia yang membocorkan identitas mawar hitam pada polisi." jawab zyan.
"Lalu bagaimana?" tanya jin semakin penasaran.
"Dia tidak tahu apapun tentang bocornya identitas mawar hitam." jawab zyan.
"Apa kamu percaya dengan kata katanya zy? Aku tak yakin dengan ghostraid." tanya jin.
"Entah. Tapi aku melihat dari sorot matanya, dia tak berbohong. Matanya berkata dia mengatakan yang sebenarnya." jawab zyan.
Jin terdiam. Saat suasana sunyi seperti sekarang ini, otak jin kembali ke kejadian yang baru saja terjadi.
Dengan wajah malu malu, jin menatap zyan dan memberanikan diri untuk bertanya tentang kejadian tadi.
"Hmm zy, yang tadi itu kamu kenapa?" tanya jin malu.
"Ehm. Kalau itu.." jawab zyan malu.
Jin menunggu jawaban zyan. Jin sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada zyan.
"Itu aku tidak sengaja bertemu dengan perempuan bernama Rissa. Dia menghampiri ku yang sedang duduk." kata zyan.
Zyan mulai menceritakan awal pertemuannya dengan Rissa sampai kejadian tadi dimana dia lepas kendali. Jin terus mendengarkan cerita zyan dengan tenang.
"Apa jadinya jika kau tidak segera kembali?" kata jin.
"Mungkin aku sudah melepaskan semuanya pada seseorang." kata zyan.
Entah kenapa jin merasa kesal saat zyan berkata begitu.
"Tidak boleh!! Kamu tidak boleh melakukannya dengan orang lain!!" teriak jin sambil bangun dari tidurnya.
Zyan bengong terkejut dan juga bingung dengan reaksi tiba tiba sahabatnya itu.
"Apa maksudmu jin?" tanya zyan.
Jin tersadar dengan perkataannya. Wajahnya langsung memerah. Jin kembali berbaring dan langsung menarik selimut untuk menutupi wajahnya yang memerah.
Zyan hanya bisa menghela nafas panjang melihat tingkah sahabatnya itu.
"Sudahlah. Sudah malam, sebaiknya tidur. Besok harus sekolah." kata zyan, lalu mematikan lampu nya.
Keduanya mencoba tidur. Zyan sudah tidur tapi jin masih belum bisa tidur, dia masih membayangkan lembutnya bibir zyan.
Sampai tanpa sadar, jin akhirnya memasuki alam mimpi.
#Sampai sini ya..
__ADS_1
untuk adegan zyan dan jin hanya sebagian bonus dari author somvlak....😊😊