
Karna masih baru dan belum mengerti pelajaran hari ini, shion ingin bertanya tapi takut dengan zyan. Shion sebisa mungkin memahami soal latihan yang diberikan meski dirinya tidak mengerti.
"Hush, zy. soal 6 bagaimana?" bisik jin.
Matanya terus menatap kedepan, jin takut ketahuan elena karna dia tidak bisa.
"Dasar, semalam sudah aku jelaskan. Kenapa masih bertanya?!" kata zyan kesal tapi tetap dengan nada pelan.
"Ayolah zy kun. Bantu aku menjawabnya, jika kak elena tau aku tidak bisa jawab, bisa bisa aku kena omel. Pleace zy kun." kata jin terus memohon.
Zyan cuma bisa menghela nafas lelah, shion yang sejak tadi mendengarkan keduanya berbicara bingung dengan tingkah keduanya. Zyan menulis rumus matematika di selembar kertas, dan melemparkannya kedepan. Jin jadi girang karna dapat jawaban dari zyan.
"Arigatao" kata jin pelan.
Zyan diam dan melanjutkan tugasnya. Shion sudah menyerah karna dia tidak mengerti dengan jawaban soal yang ada. Shion memberanikan diri untuk bertanya pada zyan.
"Emm, Zy kun?" panggil shion ikutan jin memanggil zyan dengan panggilan zy.
Merasa namanya dipanggil, zy menengok kesamping kirinya.
"Ada apa?" tanya zyan dengan nada dingin.
"Em itu, bisakah jelaskan soal soal ini? Aku tidak mengerti sama sekali." kata shion,
Sebenarnya shion ragu untuk bertanya pada zyan, tapi dia juga tidak bisa mengerjakannya sendiri. Karna dirinya masih baru disini.
Zyan melirik shion sekilas, zyan sama sekali tidak mengingat shion.
"Akan aku jelaskan hanya satu kali. Dengarkan baik baik." kata zyan.
Shion sangat senang dan dia menganggukan kepalanya. Shion mulai mendengarkan zyan yang sedang menjelaskan tentang pelajaran hari ini.
Di depan jin mendengarkan zyan yang sedang menjelaskan pelajaran pada shion terkikik geli. Selain dirinya, zyan jarang sekali mau berbicara panjang lebar pada cewek.
'Hi hi hi zy sangat lucu' gumam jin dalam hati.
Elena terus memperhatikan jin. Dia mengerutkan keningnya merasa heran dengan tingkah jin yang tertawa sendiri.
'Apa yang membuat jin terkikik geli?'
"Bagaimana? Apa sudah mengerti?" tanya zyan pada shion.
"Iya, terima kasih zy kun" jawab shion tersenyum senang.
Zyan sudah selesai mengerjakan tugasnya, dia bangun dan berjalan kedepan untuk menyerahkan tugasnya pada elena.
"Kamu sudah selesai?" tanya elena pada zyan saat menyerahkan tugasnya.
Zyan hanya menganggu kan kepalanya dan kembali ketempat duduknya. Karna sudah tidak ada kerjaan lagi, zyan membuka buku favoritenya.
Waktu terus berjalan sampai saat pulang sekolah. Semua siswa berhamburan keluar kelas, zyan dan jin masih sibuk membereskan buku buku mereka.
"Zy kita jalan yuk? Bosan nih di asrama terus." kata jin selesai berberes.
"Kemana?" tanya zyan.
Jin terdiam memikirkan kemana mereka akan pergi untuk mengusir kebosanannya. Dan akhirnya jin tidak menemukan apapun.
__ADS_1
"Ah bingung. Aku tidak tau kemana. Kamu sendiri gimana?" kata jin.
"Aku mau ketoko buku. Ada yang ingin aku beli" kata zyan.
"Ikut." jawab jin bersemangat.
Shion yang masih membereskan buku, mendengar pembicaraan mereka berdua. Saat zyan dan jin akan pergi, shion menghentikan mereka.
"Em maaf, aku boleh ikut ketoko buku tidak? Aku mau beli buku tapi aku tidak tau dimana toko bukunya. Jadi apa aku.." kata shion.
"Tentu saja boleh. Iyakan zy." kata jin memotong perkataan shion karna terlalu lama.
"Iya, terserah." jawab zyan.
Shion sangat senang, dan mereka bertiga meninggalkan sekolah dan menunggu bus dihalte dekat sekolah mereka.
Bus berhenti tepat dihalte, para penumpang bergantian menaiki bus.Shion, jin dan zyan naik paling akhir. Keadaan bus yang rame membuat shion, jin dan zyan tidak mendapat tempat duduk dan terpaksa mereka berdiri.
Tiba tiba bus berhenti mendadak, pada penumpang terkejut. Shion yang berdiri disamping zyan hampir terjatuh karna kaget. Tapi untungnya ada zyan yang menangkapnya, membuat keduanya seperti berpelukan.
Tangan kanan zyan masih memegang pegangan bus sehingga mereka tidak terhempas kedepan sedangkan tangan kiri zyan secara reflek memeluk tubuh shion.
mata mereka bertemu dan shion yang melihat wajah dingin zyan yang sangat dekat langsung membuat wajahnya merah.
"Mau sampai kapan menatapku?" kata zyan dingin.
Mendengar suara zyan, shion segera menjauhkan dirinya. Dia kembali keposisinya dengan wajah merah karna malu.
Jin yang melihat adegan itu terkikik geli tapi senang.
Zyan langsung menatap horor pada jin membuat jin seketika menghentikan tawanya.
"Zy maaf. Habis tadi itu lucu si." kata jin.
Zyan tidak menanggapi perkataan jin. Sedangkan shion masih tertunduk malu. Mereka baru bertemu tapi sudah terjadi hal yang memalukan.
Akhirnya mereka sampai didepan toko buku. Shion jin dan zyan ketiganya berpencang mencari buku masing masing.
Saat zyan sedang mencari buku, ponselnya berbunyi. Zyan mengambil ponselnya yang ada disaku celananya dan melihat siapa yang mengirim pesan. Zyan mengerutkan keningnya melihat pesan whatsapp yang masuk.
......Lama tak menyapamu. Masih hidupkah atau sudah mati? Jika mati sangat disayangkan padahal dendam keluarga zhan belum terbalaskan. Kau sudah kalah terlebih dulu.......
Zyan hanya membacanya, enggan untuk membalas pesan nya. Meski didalam hatinya penuh emosi, tapi sebisa mungkin zyan menahannya.
Jin yang sudah mendapatkan buku, berjalan ketempat zyan berada.
"Zy coba lihat ini?. Sepertinya bagus?" kata jin sambil menunjukan buku itu pada zyan.
Zyan melihat buku yang dibawa jin, judulnya memang menarik. The lagend of the golden dragon. Zyan tidak tertarik dengan buku itu.
"Zy menurutmu ini bagus tidak?" tanya jin.
"Entah." jawab singkat zyan.
"Ya sudah aku ambil ini saja. Zy kamu belum nemuin buku ya?" tanya jin.
"Belum." jawab zyan.
__ADS_1
"Mm tadi aku lihat buku sampulnya hitam kaya punya kamu yang dulu. Tapi buku ini ada judulnya, kalau tidak salah judulnya YIN YANG?" kata jin
Zyan terkejut mendengar judul buku itu,
"Dimana kamu melihatnya?" tanya zyan.
"Disana. Dibaris ketiga." kata jin menunjukan letak buku itu.
Zyan bergegas mencari buku itu. Mengikuti petunjuk yang jin berikan.
"Eh zy tunggu." kata jin mengejar zyan.
Zyan tak menghiraukan panggilan jin, dia terus mencari dan akhirnya zyan menemukannya.
"Zy udah ketemu?" tanya jin.
Zyan menganggukan kepalanya. Zyan memang suka dengan buku buku kuno dan buku yang berhubungan sejarah kuno.
"Ayo kekasir." ajak zyan
"Eh zy, shion mana? Ko enggak kelihatan?" tanya jin.
Sejak mereka masuk, ketiganya berpisah dan belum bertemu kembali. Jin menengok ke kanan dan ke kiri mencari shion.
"Apa kita cari dia dulu?" tanya jin pada zyan.
Zyan mengangguk kan kepalanya, dan saat zyan dan jin akan berjalan. Zyan tiba tiba berhenti karna merasakan ada yang menatapnya diluar toko.
"Zy ada apa? Kenapa berhenti?" tanya jin.
Zyan tidak menjawab, matanya terus memandang keluar. Akhirnya matanya menangkap seseorang yang sedang berdiri disebrang jalan tengah menatapnya dengan senyum aneh.
Zyan merasa familiar dengan tatapan itu. Zyan ingat itu adalah tatapan mata ghostraid.
"Zy ada apa si? Apa si yang kamu lihat?" tanya jin.
Jin yang penasaran mengikuti pandangan zyan, tapi tidak menemukan apapun. Karena jin tidak mengetahui kalau yang zyan perhatikan ada diseberang jalan. Cukup jauh dari toko.
"Jin kamu pergilah cari gadis itu dan temui aku dihalte bis bersama gadis itu." kata zyan tanpa menoleh ke jin.
"Memang kamu mau kemana zy?" tanya jin.
"Aku ada urusan. Turuti saja kata kataku. Dan cepatlah cari gadis itu." kata zyan
Zyan pergi kekasir untuk membayar buku itu. Lalu dia pergi keluar toko.
Diluar dengan jelas zyan menatap pria itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Pria itu menyeringai melihat zyan yang penasaran dan terus menatapnya.
Jin segera mencari shion ditoko buku itu.
"Shion, syukurlah kamu masih disini." kata jin
"Ada apa?" tanya shion kebingungan.
"Tidak apa apa. Aku pikir kamu hilang. He he he. Sudah menemukan buku yang dicari?" kata jin mencoba mencairkan suasana.
Didalam hati jin terus merasa gelisah khawatir pada zyan yang tiba tiba pergi tanpa mengatakan alasannya. Tapi jin yakin pasti zyan menemukan sesuatu, dan karna sekarang mereka bersama dengan seseorang karna itulah zyan pergi seorang diri.
__ADS_1