
"zyan setahu aku membuat skripsi itu tidak mudah loh. apa lagi untuk kuliah akhir semester. soalnya kakak aku juga gitu waktu kuliah diakhir semester." kata raiga.
tapi zyan diam saja tak ingin menanggapi perkataan temannya.
"iya si setahu aku juga gitu." tambah soji.
jin terus memandang punggung zyan. meski zyan terlihat cuek dan dingin tapi zyan tau kalau sahabatnya ini takut zyan akan sibuk dengan skripsi elena dan melupakan pekerjaan. zyan mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada sahabatnya itu.
'jangan khawatir. untuk saat ini aku belum dapat info tentang target kita. untuk sementara aku akan lakukan permintaan kak elena.'.
ting ting ting bunyi ponsel jin, jin segera mengambil ponselnya dan melihat siapa yang mengirim pesan. sebelum membuka jin melihat kezyan yang masih fokus menatap layar laptop. jin membuka dan membacanya, jin membalas pesan zyan.
'apa paman sudah memberitahumu ya?' jin mengirimnya.
ponsel zyan hanya bergetar tanpa suara. ada pesan masuk, zyan membacanya dan membalasnya. ya begitulah seterusnya mereka berkomunikasi agar tidak diketahui oleh kedua temannya.
tanpa mereka sadari waktu sudah sore, matahari mulai beranjak ketempat istirahatnya.
"wah udah sore ternyata. aku tidak menyadarinya" kata raiga melihat kearah jendela.
"iya. pulang yuk." ajak soji.
"iya. jin, zyan kami balik dulu. oya nanti kami mau pinjam gamenya bolehkan jin" tanya raiga.
"iya kalian boleh ko pinjam game yang kalian suka. lagian aku ama zy udah bosan main game." kata jin dengan ramah.
"makasih banyak kawan. kami pamit. cepat sembuh" kata raiga lagi.
"terima kasih sudah datang menjenguk" kata jin. kedua temannya kembali kekamar mereka dilantai dua.
setelah kedua temannya turun tangga jin segera menghampiri zyan yang sedang membuat macha.
"zy, setelah ini apa yang akan kita lakukan? selama ini yang kita temui hanya ikan teri. kita tidak pernah mendapat buruan ikan besar." kata jin masih mengeluh.
"malam ini aku akan bergerak." kata zyan.
"tunggu! bergerak? bukannya tadi kamu bilang kalau paman belum menemukan informasi apapun tentang target? lalu untuk apa kita bergerak tanpa tujuan?" tanya jin.
sama sekali tak mengerti jalan pikiran zyan.
"aku hanya ingin mengumpul informasi. mungkin bukan ikan teri yang didapat" kata zyan
jin terdiam sejenak memandang zyan yang penuh keyakinan dan keberanian.
"sebaiknya kau tetap disini." kata zyan.
jin kesal karna zyan melarangnya ikut.
"aku mau ikut. bagaimanapun aku harus ikut" kata jin bersikeras.
"kau boleh ikut setelah kau pulih 100%." kata zyan.
jin terteguh mendengarnya, sebenarnya zyan sangat perhatian padanya.
"tapi aku sudah baik baik saja. aku sudah sehat." jin terus bersikeras ikut.
tapi zyan terus melarangnya dan setelah perdebatan yang cukup panjang akhirnya jin mengalah. jin tetap diasrama, sedang zyan akan keluar malam ini untuk mencari informasi.
hari sudah beranjak malam, zyan dan jin turun kebawah untuk makan.
"hei brother mau makan yah?" tanya raiga yang kebetulan berpapasan dijalan.
"hn" kata zyan.
"raiga, soji mana? ko gak bareng sama kamu?" tanya jin.
"oh soji. dia lagi asyik sama cewek." kata raiga.
"oh" kata jin.
mereka melanjutkan perjalan untuk makan malam. mereka bertiga makan bersama. selama makan tak ada yang bersuara, baik jin ataupun raiga.
zyan yang biasanya makan tenang kali ini makan sambil bermain ponsel.
"zy tumben kamu main ponsel? biasanya kamu yang paling fokus makan?" tanya raiga.
jin melirik kearah zyan, jin tau hari ini zyan sedang sibuk mencari informasi.
"zy lagi nyari bahan buat bantu kak elena." kata jin menutupi kegiatan zyan.
"oh iya aku mengerti." kata raiga.
zyan selesai makan dan beranjak bangun.
"jin aku balik dulu." kata zyan pergi membawa piring dan memberikannya ke pengurus kantin.
jin hanya menganggu kan kepalanya. lalu zyan kembali ke kamar nya meninggalkan jin sendirian dikantin.
raiga merasa bingung dengan sikap mereka berdua. karna mereka biasanya selalu bersama. datang makan bersama selesai makan pun bersama dan kembali ke kamar juga bersama.
"jin kamu gak ikut zyan? biasanya kalian selalu bersama?" tanya raiga merasa aneh.
__ADS_1
"tidak. zy pergi menemui kak elena. untuk apa aku ikut?" tanya balik jin.
"yah biasanya kalian selalu bareng dimanapun. hari ini kamu dan zyan tidak pergi bareng jadi menurut aku aneh." kata raiga.
jin hanya diam tak mau menanggapinya. ponsel jin berbunyi, jin melihat siapa yang telpon. jin tidak tau siapa yang menelponnya karna nomer yang menelpon tidak ada dikontaknya.
"hallo, siapa ini?" jin mengangkat telponnya dan bertanya.
"anak sialan. sekarang sudah hidup enak sampai lupa pada keluargamu." teriak orang yang menelpon.
jin terkejut mendengar perkataan si penelpon dan seketika jin langsung tau siapa yang menelponnya.
"dari mana paman tau nomerku?" tanya jin dengan nada gemetar,
raiga mendengar suara jin yang seperti orang ketakutan jadi bingung dan penasaran siapa yang menelpon jin.
"cih gak penting aku dapat nomer kamu dari mana!! dasar anak sialan, bukannya nanya bagaimana kabar keluargamu tapi malah tanya dari mana dapat nomer?! kamu itu seperti kacang lupa kulitnya." teriak penelpon itu yang tak lain paman kandung jin.
jin diam tubuhnya gemetar, jin takut dan tidak tau mau jawab apa. raiga yang melihatnya menjadi bingung, harus bagaimana?. jin masih tidak bersuara, matanya hampir menangis.
"hei anak sialan dengar, datanglah besok di kedai ramen jam 3 sore. awas jika kamu tidak datang!! aku pasti akan membunuhmu!! ingat itu!!" peringatan dari pamannya itu membuat jin ketakutan. lalu jin mematikan ponselnya.
elena datang ke kantin, raiga yang melihat elena langsung berlari menghampiri elena.
"bu. bu elena, syukurlah ibu sudah datang." kata raiga panik.
"ada apa raiga?" tanya elena kebingungan.
"itu.. itu jin tubuhnya gemetar" kata raiga.
elena langsung berlari kearah jin yang sedang duduk ketakutan. jin tertunduk dimeja. tubuhnya gemetar takut.
"jin ada apa?" tanya elena khawatir tapi jin tidak menjawabnya.
"bu, tadi jin dapat telpon terus jadi gini" jelaskan raiga.
"telpon? dari siapa jin?" tanya elena.
tapi tetap tak dapat jawaban dari jin.
"zyan mana?" tanya elena pada raiga.
"zyan tadi kembali duluan, bu" jawab raiga.
elena langsung mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.
"hallo zy kamu dimana?" tanya elena.
zyan yang saat ini masih berjalan menuju kamarnya, berhenti karna ponselnya berdering. dia melihat ponselnya dan langsung mengangkat telponnya.
"zy cepat kamu datang ke kantin sekarang" kata elena panik.
zyan mengerutkan keningnya mendengar suara elena.
"ada apa?" tanya zyan merasakan firasat buruk.
"jin. terjadi sesuatu pada jin. dia ketakutan setelah terima telpon. zy tolong cepat datang" kata elena semakin bingung.
zyan langsung menutup telponnya dan berlari cepat turun kebawah.
"zy, Cepatlah kembali" kata elena takut.
"jin sebenarnya kamu kenapa? apa yang terjadi padamu" kata elena lagi.
raiga hanya bisa menonton. tak lama zyan datang dengan tergesa gesa.
"kak apa yang terjadi? hosh hosh" tanya zyan dengan nafas terengah engah karna berlari dengan cepat.
"aku tidak tau. saat aku datang jin sudah begini" kata elena menangis karna khawatir.
zyan berjongkok didepan jin,
"hei jin ada apa?" tanya zyan dengan lembut.
mendengar suara zyan, jin mengangkat wajahnya dan melihat zyan ada didepannya. langsung saja jin memeluk zyan dengan erat. raiga terkejut melihat adegan didepannya. jin langsung luluh dihadapan zyan.
zyan membalas pelukan jin dan duduk disamping jin.
"ada apa?" tanya zyan pelan.
jin masih tak mau menjawab dan semakin erat memeluk zyan. banyak mata yang memperhatikan mereka berdua. elena hanya bisa diam memperhatikan keduanya dengan air mata yang belum berhenti.
"zy, bawalah jin kekamar. biarkan dia tenang dulu" perintah elena.
zyan menganggu kan kepalanya. zyan bangun, jin juga ikut bangun tapi masih memeluk erat menyembunyikan wajahnya dipunggung zyan. tangan jin masih terus memegang tangan zyan, tak ingin terpisah.
Zyan dan jin terus berjalan sampai mereka sampai dikamar. zyan membuka pintu kamar dan masuk. didalam kamar jin melepaskan pelukannya dan berjalan keranjang.
dia duduk dengan wajah tertunduk, setelah zyan menutup pintunya, dia mendekati jin dan duduk disampingnya. zyan diam menunggu jin berbicara duluan. dengan sabar zyan terus menunggu, meski lama tak ada tanda jin akan bicara.
"zy, aku takut" akhirnya jin bicara.
__ADS_1
"takut apa?" tanya zyan.
"tadi pamanku telpon dia marah marah. aku sangat takut." kata jin tubuhnya gemetar lagi.
zyan mengusap rambut jin pelan.
"apa yang kamu takutkan. selama ini kamu sudah menjadi kuat untuk apa takut" kata zyan.
"tapi tetap saja aku merasa takut. apalagi pamanku ingin bertemu denganku di kedai ramen jam 3an. jika aku tidak datang dia ingin membunuhku" kata jin.
"ada aku disini. aku akan menemanimu" kata zyan.
"benarkah?" tanya jin.
"iya. aku akan ikut denganmu sore nanti" kata zyan penuh keyakinan.
jin pun merasa tenang karna zyan akan ikut dengannya nanti.
keduanya masih duduk diatas tempat tidur tak ada yang saling bicara, sampai ponsel zyan bergetar. zyan mengambil ponselnya yang ada disaku celananya dan melihat siapa yang telpon. ternyata elena, zyan bangun dan duduk di kursi belajarnya.
"ada apa?" tanyanya langsung.
"bagaimana keadaan jin?" tanya elena masih khawatir dengan jin.
"dia baik baik saja." kata zyan melihat kearah jin yang masih duduk sambil memainkan ponselnya.
"apa yang sebenarnya terjadi zy? kenapa jin bisa ketakutan begitu?" tanya elena ingin tahu.
"nanti saja aku ceritakan. untuk saat ini biarkan dia tenang." kata zyan.
"iya baiklah. kalian istirahatlah, besok kita bicara lagi." kata elena setelah itu menutup telponnya.
"zy apa kamu jadi pergi malam ini?" tanya jin.
"iya." kata zyan.
jin diam entah apa yang dipikirkannya. zyan berjalan mendekati jin dan duduk disampingnya.
"aku pasti kembali dan membawa hasil. dan soal ancaman pamanmu, jangan khawatir. aku akan menyuruh orang untuk berjaga di sekitar mu." kata zyan.
Zyan tau sahabatnya takut pamannya akan datang saat dia tak disampingnya, demi membuat sahabatnya merasa tenang zyan akan menyuruh orang untuk menjaga jin dari kejauhan.
zyan sudah bersiap untuk turun kebawah.
"zy hati hati" kata jin.
zyan hanya menganggu kan kepalanya dan perlahan turun. saat sampai dibawah, zyan langsung pergi dan menghilang di semak semak. jin ingin ikut tapi karna zyan melarangnya jadi dia cuma bisa menurut. jin kembali ketempat tidurnya.
zyan keluar dari asrama dan sebuah mobil sudah menunggunya tak jauh dari tempat dia keluar. zyan langsung masuk kedalam mobil, dan mobil itu meluncur ke markas mawar hitam.
sampai disana, zyan tak ingin membuang waktu lagi. zyan berganti pakaian dan bersiap. malam ini zyan berniat menyelusuri setiap tempat hiburan malam yang dia tahu. mobil zyan berhenti disalah satu club malam. sebelum zyan turun, zyan melepas topengnya meletakan katananya. zyan turun dari mobil dan masuk kedalam club. saat pertama masuk langsung terdengar suara keras musik, zyan berjalan kemeja dan memesan minuman.
"satu gelas" kata ayan pada pelayan diclub. pelayan itu menyiapkan minuman untuk zyan.
sambil menunggu minumannya siap, zyan melihat kearah orang orang yang sedang berdansa. ayan memperhatikan setiap orang yang ada disana.
"tuan minuman anda" kata pelayan.
"terima kasih. maaf apa kamu tahu orang ini?" tanya zyan menunjukan foto orang yang dia cari ke pelayan itu.
pelayan itu memperhatikan foto itu,
"dia sering datang kesini bersama berapa wanita dan biasanya dia duduk dilantai atas. tapi hanya orang orang tertentu saja yang duduk diatas." kata pelayan itu menunjuk lantai atas.
"terima kasih untuk infonya." kata zyan menaruh berapa lembar uang yang dia lipat menjadi kecil. pelayan itu mengambilnya dan tersenyum ramah.
zyan menghabiskan minumannya dan berjalan keatas tapi saat dia hampir dekat dengan tangga, ada dua cewek penghibur menghampiri zyan.
"hei tampan, mau kami temenin?" tanya salah satu cewek penghibur. zyan menyeringai, dia punya ide.
"apa kalian tau siapa saja yang ada diatas?" tanya zyan kepada kedua cewek itu.
"kami tidak tahu tuan." kata cewek berambut pirang.
"kami tak pernah diijinkan untuk keatas tuan" kata cewek yang satunya. zyan terdiam,
"bagaimana kalau kalian keatas bersamaku?" tanya zyan. keduanya saling berpandangan dan ini pertama bagi mereka ada yang mengajak mereka berdua keatas.
"tentu tuan." kompak keduanya.
zyan membawa kedua cewek itu keatas. dan yang pertama kali dilihat zyan adalah kasino besar dan banyak orang orang besar yang terkenal. zyan berkeliling sambil mencari target, tapi sepertinya orang yang dicari zyan tidak ada disana.
zyan duduk disalah satu bangku bersama dua cewek tadi. banyak mata yang melihat kearahnya tapi tak di perduli kan zyan. zyan terus memperhatikan setiap orang yang datang dan pergi.
ponselnya bergetar, zyan melihat pesan masuk. ternyata dari jin
'zy bagaimana? apa sudah dapat?' pesan jin.
zyan membalasnya
'belum.' balas zyan.
__ADS_1
hari semakin malam, jam sudah menunjukan pukul 12.15 tapi target tak ada disana. zyan akhirnya menyerah dan pergi keluar dari club itu.
"paman bersiap pulang" kata zyan sambil berjalan keluar club. zyan kembali ke asrama melewati semak belulak.