
zyan masuk kedalam kamar, jin sudah tertidur pulas. zyan Menganti pakaiannya yang berbau alkohol dan parfum cewek cewek penghibur itu. zyan tak langsung tertidur, dia membuka laptopnya. ada email masuk, entah dari siapa. zyan membuka email itu.
...'jarga saat ini berada diluar kota. dia akan kembali hari senin pagi di bandara kota s. malamnya ada pertemuan antar ketua dicafe xxx jam 11 malam. selamat bersenang senang mawar hitam.☺'...
zyan terkejut dengan email yang dia terima. zyan bertanya tanya siapa orang ini? dari mana dia tau kalau email yang dipake zyan itu email mawar hitam? dan apa maksud orang ini mengirim informasi seperti ini? saat ini pikirannya dipenuhi dengan pertanyaan dan misteri orang yang mengirim email padanya. pikirannya kalut, bingung, khawatir, dan takut sekarang tengah membayangi zyan.
"eh zy sudah pulang" tanya jin terbangun dari tidurnya dan melihat zyan yang sedang duduk di kursi belajarnya.
"zy ada apa? apa terjadi sesuatu? kenapa ekspresi mu terlihat aneh?" tanya jin karna zyan tiba tiba terkejut saat jin memanggilnya.
zyan tak mau menjawab, dia bangun dari kursinya dan berbaring disamping jin.
"tidurlah sudah malam. besok aku akan jelaskan" katanya lalu menutup matanya.
jin mengerti apa yang dimaksud zyan, karna itu jin tidak ingin bertanya lagi. jin pun tertidur kembali.
matahari pagi ini begitu cerah dan terasa hangat. zyan sudah bangun sejak tadi tapi terlalu malas untuk membuka mata.
"zy kamu sudah bangunkan?" tanya jin bangun dan duduk sambil mengusap matanya.
zyan membuka matanya dan duduk disamping jin. zyan masih kepikiran email semalam, sampai dia tak bisa tidur dengan tenang.
"zy kamu kenapa? kamu sakit?" tanya jin khawatir karna melihat ekspresi wajah sahabatnya yang tak biasa itu.
"tidak aku baik baik saja." kata zyan berusaha tenang meski dalam pikirannya masih banyak pertanyaan.
"apa kamu yakin zy? ekspresi wajahmu berbeda dari biasanya. sebenarnya ada apa?" tanya jin lagi.
"aku mandi dulu." kata zyan menghindari dari pertanyaan jin selanjutnya.
'zy kenapa ya? sejak semalam dia berbeda?' gumam jin dalam hati.
jin bangun dan membuat minuman untuk mereka berdua. tak lama zyan keluar dari kamar mandi.
"zy ini untukmu" kata jin menyodorkan segelas macha kesukaan zyan.
"thank" zyan menerima macha itu dan duduk dijendela memandang keluar.
dreet dreet ponsel zyan bergetar dimeja, zyan mengambilnya dan ternyata elena yang menelponnya.
"ada apa?" tanya zyan tanpa basa basi.
"bagaimana keadaannya?" tanya elena.
"sudah kembali seperti biasa. ada yang mau aku bicara." kata zyan.
"ada apa zy?" tanya elena penasaran.
"ketemu disekolah nanti" kata zyan langsung menutup telponnya.
"ada apa zy?" tanya jin mendekati zyan.
"kak elana khawatir denganmu" kata zyan.
" maaf" kata jin dengan nada menyesal.
"sudahlah. cepat mandi kita akan bahas masalah semalam dengan kak elena" kata zyan.
jin menganggu kan kepalanya dan bergegas kekamar mandi. selagi jin mandi zyan membuka laptopnya lagi, dan ada email masuk.
lagi dari orang yang tak dikenal dengan alamat email yang aneh. GHOSTRAID@GMAIL.COM. entah apa yang diinginkan pemilik email itu.
...'malam ini diclub yang semalam bos besar mafia akan datang.'...
"hallo paman" kata zyan.
"iya tuan muda ada apa?" tanya paman yang.
"paman tolong cari informasi tentang email GHOSTRAID@GMAIL.COM ini. cari dengan teliti, temukan semua informasi tentang akun itu. aku ingin tau siapa pemilik akun itu." kata zyan.
"baik tuan. saya akan mencarinya." kata paman.
"dan satu lagi, malam ini kirim orang keclub semalam kita datang. dan tolong cek benar atau tidak disana ada bos besar mafia" kata zyan
"baik tuan muda." kata paman. zyan menutup telponnya.
zyan dan jin sudah bersiap untuk berangkat. hari ini jin merasa ada yang zyan sembunyikan darinya. jin terus memperhatikan zyan yang seperti orang yang melamun. zyan sepanjang perjalanan kesekolah, memikirkan tentang email misterius yang memberinya informasi. pikirannya masih kalut dan rasa penasaran yang besar terus membayanginya.
"zy kamu kenapa si? sejak semalam kamu aneh. kamu jadi sering melamun. apa yang kamu sembunyikan zy?" tanya jin, membuat zyan tersadar.
zyan mengusah rambutnya, kepalanya agak pening memikirkan email misterius itu.
"nanti saja aku jelaskan. sekarang kita temui kak elena dulu." kata zyan.
mereka berjalan ke ruangan elena.
tok tok tok.
"masuklah" kata elena. zyan dan jin masuk kedalam ruangan.
"zy, jin bagaimana perasaanmu sekarang?" tanya elena.
"sudah lebih baik kak. maaf membuat kakak khawatir." kata jin dengan nada sedih.
elena bangun dari duduk dan mendekat ke mereka berdua.
__ADS_1
"tidak apa apa. yang penting sekarang kamu baik baik saja." kata elena tersenyum.
"baiklah ayo kita duduk." elena menyuruh kedua adiknya untuk duduk.
"zyan tadi kamu bilang ada yang mau kamu bicarakan. apa itu?" tanya elena.
"ini soal jin semalam. semalam dia dapat telpon dari pamannya dan mengancam akan membunuh jin" kata zyan dengan serius.
elena sangat terkejut mendengarnya.
"apa itu benar jin?" tanya elena seakan tak percaya. jin hanya menganggukan kepalanya.
"lalu sekarang mau bagaimana?" tanya elena.
"paman ingin bertemu denganku nanti sore jam 3 di kedai ramen. dan jika aku tidak datang dia mengancam akan membunuhku" kata jin takut.
"apa!! berani sekali dia" teriak elena marah.
"tenang kak. aku sudah punya rencana." kata zyan penuh keyakinan.
"rencana? apa rencana kalian?" tanya elena.
"aku akan menemui paman dan zy akan menemaniku." kata jin.
"lalu zy, apa yang akan kamu lakukan?" tanya elena lagi. zyan hanya menyeringai
"untuk selanjutnya kita ikuti permainannya." kata zyan. elena melihat zyan yang penuh keyakinan.
"apa kau yakin ini akan baik baik saja? atau perlu aku meminta orang untuk mengawasi?" tanya elena.
"tidak perlu. aku bisa menjaganya." kata zyan penuh keyakinan.
elena percaya kalau zyan bisa menjaga jin. tapi dia masih ragu, bukan ragu pada zyan tapi menilai dari keadaan, elena takut terjadi sesuatu pada mereka berdua. elena melihat mata zyan penuh keyakinan akhirnya setuju dengan usul zyan.
"baiklah. kalian masuklah ke kelas, sebentar lagi pelajaran akan dimulai. dan soal paman, aku akan membicarakannya dengan ibu. mencari jalan keluar yang baik" kata elena.
zyan dan jin berjalan keluar tapi sebelum zyan keluar, zyan berhenti sebentar.
"aku harap kalian jangan bertindak sembarangan dulu sebelum aku memberitahu keadaannya disana" kata zyan pada elena.
"baiklah, kami akan menunggu kabar darimu" kata elena.
jin sudah menunggu zyan keluar karna jin keluar terlebih dulu.
"ada apa zy?" tanya jin saat zyan keluar.
"tidak ada. ayo kembali" ajak zyan.
mereka masuk ke kelas mereka. kelas sudah rame, anak anak sudah datang.
"pagi juga." jawab jin dengan ramah.
"jin kamu sudah sembuh?" tanya tanaka, teman sebangku jin.
"uh huh" jawab jin.
zyan duduk memandang keluar jendela, pikirannya melayang. banyak masalah yang timbul, dan itu membuat zyan pening. zyan tak bisa mengatasi semua masalah sekaligus. jin melirik kebelakang.
"hus zy. hus zy" panggil jin tapi zyan tidak mendengar.
"zy-kun kamu dengar gak si aku panggil" kata jin merasa kesal.
zyan masih tidak mendengar panggilan jin. jin semakin kesal dan akhirnya jin bangun dari tempat duduknya dan menghampiri zyan.
jin duduk disamping zyan yang kosong, karna jin sudah merasa kesal pada zyan yang dipanggil dari tadi tidak menjawab. jin menarik telinga zyan dan itu membuat zyan tersadar.
"jin-chan sakit tau!!" kata zyan.
jin hanya tersenyum ingin sekali jin tertawa melihat telinga zyan yang merah.
"habis dari tadi dipanggil panggil gak jawab si. kamu lagi mikirin apa si zy. sampai gak dengar aku panggil si" kata jin.
zyan tak mau menjawab pertanyaan jin. jin masih menunggu jawaban dari zyan.
"kembali ketempatmu sana" perintah zyan.
dengan berat hati jin kembali ketempat duduknya.
tak lama guru datang dan pelajaran dimulai. selama pelajaran zyan tetap seperti biasa tenang dan berusaha fokus tapi ponselnya tiba tiba bergetar didalam sakunya. zyan mengabaikannya karna ini masih jam pelajaran.
bel istirahat berbunyi, zyan membereskan bukunya dengan terburu buru lalu bangun. saat akan pergi tangannya ditahan oleh jin.
"zy ada apa? kenapa terburu buru?" jin kebingunangan dengan sikap zyan hari ini.
"ketempat biasa." jawab zyan.
jin mengerti, sepertinya ada informasi penting yang zyan dapat.
"tunggu aku zy" kata jin melepaskan tangan zyan dan membereskan bukunya.
mereka berdua keluar kelas tapi tiba tiba dihadang oleh raiga dan soji.
"hei brother mau kemana? ko terburu buru?" tanya soji.
"toilet" kata zyan, lalu mereka pergi begitu saja.
__ADS_1
sampai dibelakang sekolah zyan langsung mengeluarkan ponselnya dan lagi dari email misterius itu. kali ini tak ada kata apapun yang dia tulis hanya emoji bunga, membuat zyan semakin geram. segera zyan menelpon paman yang.
"hallo paman bagaimana? apa paman sudah mendapat informasi?" tanya zyan menahan emosinya.
jin takut jika zyan marah karna itu jin hanya duduk diam dan memperhatikan zyan.
"maafkan saya tuan muda. saya belum mendapat informasi apapun tentang akun email yang anda kirimkan. pemilik akun email ini tak meninggalkan jejak sedikitpun. maafkan saya" kata paman.
zyan menutup telponnya. amarahnya sudah tak bisa tertahankan, dia memasukan kembali ponselnya. zyan sudah terlalu kesal sampai pohonpun jadi tempat pelampiasan nya. zyan memukul pohon besar yang ada disamping dan itu membuat jin terkejut sekaligus takut.
"ah sial. siapa sebenarnya orang ini!!" kata zyan kesal.
"emm zy tenanglah dulu." kata jin takut.
zyan menengok ke jin dengan mata penuh amarah. jin segera mundur takut, melihat jin mundur dan tubuhnya gemetar ketakutan membuat zyan sadar dan dia terduduk lemas.
"maaf sudah membuatmu takut" kata zyan.
jin perlahan mendekat dan duduk disampingnya sambil mengusap punggung zyan.
"tidak apa apa. sebenarnya ada apa zy?" tanya jin dengan nada lembut.
"semalam saat aku kembali dari pengintaian, ada yang mengirim email padaku. dan memberiku informasi tentang malam ini." zyan menjelaskan apa yang terjadi.
"lalu apa kamu tau siapa yang mengirim email padamu?" tanya jin.
"tidak. aku tidak tau pemilik akun itu. tadi pagi dia mengirim email lagi dan memberiku informasi." kata zyan.
"kamu tidak tau siapa dia?. lalu dari mana dia tau email kamu?" tanya jin penasaran.
"aku sudah meminta paman untuk menyelidiki akun itu." kata zyan.
"dia tau kalau aku adalah mawar hitam itu." kata zyan lagi.
jin sangat terkejut dan tak bisa berkata apa apa. takut, cemas, khawatir perasaan jin bercampur aduk. jin takut identitasnya terbongkar dan dia akan masuk penjara.
"tidak perlu takut, takkan ada yang bisa menangkap kita." kata zyan.
keduanya terdiam tak ada yang bersuara. keduanya sibuk dengan pikiran masing masing.
"zy mau kemana?" tanya jin melihat zyan bangun.
"kembali" kata zyan.
"tunggu aku zy" jin ikut berdiri dan mengekor dibelakang zyan.
ponsel zyan lagi bergetar, zyan berhenti sebentar dan jin juga ikut berhenti.
"ada apa?" tanya zyan pada si penelpon.
"baiklah, aku mengerti" kata zyan.
si penelpon memberitahu tentang permintaan zyan yang tadi pagi. zyan memasukan kembali ponselnya dan berjalan kembali.
"siapa zy?" tanya jin.
"pengawal gelap" jawab zyan.
"oh. dapat infonya?" tanya jin lagi. zyan hanya menganggu kan kepalanya.
bel pulang berbunyi, semua murid membereskan buku masing masing dan bersiap untuk pulang. jin mulai gelisah karna sebentar lagi waktu jin akan bertemu dengan paman nya.
"zy, aku takut" kata jin.
"untuk apa takut?" tanya zyan tetap tenang.
"aku takut. bagaimana aku bisa menghadapi pamanku saat aku ketemu. lewat telpon saja aku sangat takut. apa lagi ketemu langsung" kata jin.
"ada aku. aku akan membantumu" kata zyan.
waktu pertemuan masih 2 jam lagi tapi jin sudah ketakutan. sejak tadi jin tak ingat ada janji karna sibuk membahas pengirim email misterius.
"hei brother hari ini kita main game yuk." kata raiga.
"kami tidak bisa. kami ada janji" zyan tetap tenang.
"oh begitu ya. sayang sekali." kata raiga kecewa. zyan dan jin pergi ketempat elena.
tok tok tok.
"masuklah zyan, jin" kata ibu ruan. zyan dan jin masuk kedalam dan duduk disofa.
"jadi sekarang apa yang akan kalian lakukan?" tanya elena.
"tidak ada" kata zyan. elena dan ibunya kaget,
"apa maksudmu bilang tidak ada? tadi pagi kamu bilang kamu sudah ada rencana lalu sekarang kamu bilang tidak ada!!" tanya elena geram tapi zyan tetap bersikap tenang.
dia malah duduk dengan menutup matanya, tak memperdulikan elena sama sekali.
"zyan ibu tau kamu anak yang baik dan ibu percaya kamu tidak pernah membiarkan siapapun menyakiti jin. meski ibu tidak tau apa rencanamu, tapi ibu percayaan semuanya padamu." kata ibu ruan.
"ibu, kak elena, kami memang tak menyiapkan rencana apapun karna kami ingin melihat situasinya dulu. jika paman lakukan hal yang berbahaya, ada zy yang akan selalu melindungi ku." kata jin.
ibu dan elena melihat ke zyan yang masih diam menutup mata. sebenarnya kepala zyan sakit karna memikirkan banyak masalah karna itu untuk saat ini zyan tak bisa memikirkan solusinya dan hanya mengandalkan situasi.
__ADS_1