
akhirnya mereka sampai ditempat rahasia yang sepi.
"jadi zy, ada hal penting apa?" tanya jin lagi.
zyan mengambil ponselnya dan menunjukan berapa foto yang dikirim oleh ghostraid tadi.
"ini.. inikan kejadian semalam. apa maksudnya dia mengirim foto foto ini ke kamu?" jin terkejut melihat foto polisi yang sedang melakukan pemeriksaan ditempat kejadian.
"aku tidak tau apa maksud dia mengirim semua ini. kita harus lebih berhati hati sekarang, karna kita tidak tau siapa dia dan dimana dia berada sekarang." kata zyan.
tetap tenang meski dalam hati bercampur aduk. jin menelan ludah takut cemas.
"tidak perlu khawatir, selama kita bersikap biasa dan tidak menonjolkan diri, dia tidak akan tau siapa kita." kata zyan dengan penuh keyakinan.
"tapi zy, bagaimana seandainya dia ada disini. berbaur bersama kita?" tanya jin ragu.
"tidak mungkin. dari analisaku dia bukan sepantaran kita, dia orang dewasa yang memiliki ambisi tapi takut melakukannya."kata zyan mulai menganalisa sipelaku email misterius itu.
"tapi zy.. ah sudahlah."kata jin.
"dengarkan aku, mulai saat ini kita harus berhati hati dalam bertindak dan saat mengintai target jangan sampai wajah kita dikenalinya." zyan kali ini tidak main main, dia benar benar serius.
jin mengerti maksud zyan.
setelah mereka saling berdiskusi, zyan mendapat pesan lagi. lagi sebuah foto dari ghostraid tapi kali ini bukan foto korban atau polisi tapi foto setangkai mawar hitam yang berlumuran darah. jin yang ikut melihatnya langsung dibuat merinding.
"zy ini maksudnya apa?" tanya jin.
zyan tidak menjawabnya, dia malah membalas email ghostraid itu.
...'jika berani tunjukan dirimu. jangan hanya bersembunyi dan meraung di sini saja!'...
zyan menantang ghostraid itu untuk keluar.
"zy kamu gila yah. nantangin dia untuk keluar. jika terjadi sesuatu bagaimana?." kata jin.
jin marah karna zyan tak pikir panjang dan langsung menantang ghostraid. zyan diam saja karna emosinya sudah memuncak. zyan menunggu jawaban emailnya tapi belum dapat jawaban juga sampai bel masuk berbunyi.
"zy, ayo kembali." ajak jin.
kali ini zyan yang mengekor dibelakang, kedua masuk kedalam kelas dan duduk di bangku masing masing.
'zy, menurutmu apa dia selalu memata matai kita?' tanya jin lewat buku lalu melemparkannya kebelakang.
zyan membuka buku itu dan membacanya.
'aku tidak tau'
setelah menulis zyan melemparkannya kembali. jin membaca jawaban zyan,
'zy apa perlu kita mencari tau kebenaran ini?'
tulis lagi jin dan memberikannya pada zyan.
'kita lihat nanti. mulai hari ini, aku sudah meminta paman untuk tidak menjemput kita disekolah. kita bicara kan nanti sepulang sekolah'
zyan mengembalikan kembali buku itu.
pelajaran terakhir, kali ini yang mengajar adalah elena.
"kon'nichiwa Minna" sapa elena.
"Sogo elena sensei" jawab para murid.
"baiklah semua kita mulai pelajarannya. tolong yang dibelakang no 2 jangan main main." kata elena pada jin yang kebetulan jin lagi menggambar dan tidak membalas sapaan elena.
"hi hi hi hi baik elena sensei" jawab jin dengan santai nya dan menutup bukunya.
"baiklah, simpan buku latihan kalian hari ini, kita ujian hari ini" kata elena membuat semua murid terkejut kecuali zyan yang tetap tenang.
"tapi sensei, kenapa mendadak sekali" protes salah satu murid paling ujung kanan didepan.
"jika ada yang protes lagi, sensei akan memberikan nilai 0. kalian mengerti!!" elena memberi peringatan dan semua murid terdiam.
elena membagikan kertas ujian pada para murid.
"baik yang sudah mendapat kertasnya langsung dikerjakan. waktu kalian sampai bel pulang berbunyi." kata elena
selama 45 menit para murid mengerjakan tugas fisika yang diberikan elana. saat zyan sedang mengerjakan tugas, ponselnya bergetar. ada pesan yang masuk tapi zyan berusaha untuk tetap fokus meski dia sangat penasaran dengan pesan itu.
elena terus memperhatikan setiap murid dan matanya berhenti pada jin, sepertinya dia mengalami kesulitan. jin memang tidak pandai dalam pelajaran fisika, karna jin tidak suka pelajaran yang berhitung. elena terkikik geli melihat ekspresi jin sedangkan zyan tetap tenang meski dalam hatinya sangat penasaran dengan pesan yang dia terima.
waktu terus berjalan, tanpa terasa sudah sudah hampir habis,
"baiklah semua waktu sudah hampir habis. bagi yang sudah kumpulkan kertas ujian kalian." kata elena.
sebagian murid panik karna masih ada yang belum selesai. zyan yang sudah selesai sejak tadi tapi dia masih menulis jawaban diselembar kertas kecil. zyan tau kalau jin tidak bisa menyelesaikan tugasnya tepat waktu karna itu zyan diam diam membantunya membuat contekan jawabannya.
selesai menyalin jawabannya, zyan bangun sambil membawa kertas ujiannya. saat berada disamping meja jin, tangan kiri zyan menjatuhkan gulungan kertas kecil untuk jin contek. jin melihat gulungan kecil itu dengan senyum dan segera menyembunyikannya agar tidak diketahui oleh elana.
"aku sudah selesai." kata zyan menyerahkan kertas ujian pada elena.
"baik. kerja bagus zy-kun. ayo siapa lagi yang sudah selesai, bawa kemari" kata elena.
zyan kembali ketempat duduknya, jin sudah selesai, dia bangun dengan senyum dan berjalan ke meja elena.
"ini sensei, aku sudah selesai." kata jin.
"bagus." puji elena.
waktu ujian sudah selesai,
"waktu habis. kumpulkan sekarang!!" kata elena dengan tegas membuat semua murid merinding.
para murid bergegas mengumpulkan kertas ujian mereka.
"baiklah. minnasan, kon'nochiwa." kata elena. para murid berhamburan keluar kelas.
__ADS_1
"zy-kun jin-chan, tolong bawakan keruanganku" pinta elena.
zyan dan jin mengiyakan dan langsung mengambil tumpukan kerja ujian dan pergi keruangan elena.
"zy, jin, hari ini kalian mau main kemana?" tanya elena sambil berjalan.
"hm kami belum tau. kami belum ada rencana." jawab jin.
"bagaimana kalau kita makan siang dihokka?" tanya elena.
"gimana zy? kamu mau kan?" tanya jin.
"baiklah" jawab zyan yang sejak tadi diam.
"ayo masuk. oya taruh saja dimeja" kata elena.
zyan dan jin meletakan tumpukan kertas ujian itu di meja.
"terima kasih zy, jin." kata elena dengan senyum ramah.
"sama sama kak." jawab jin.
"ayo kita jalan" ajak elena.
keduanya menganggukan kepalanya. ketiganya pergi keparkiran, saat zyan akan masuk mobil, ponselnya bergetar. zyan mengambil dan langsung mengangkat telpon.
"ada apa?" tanya zyan langsung karena ada elena.
"baiklah, aku akan kesana nanti." kata zyan lagi.
zyan menaruh kembali ponselnya disaku dan masuk kedalam mobil elena.
zyan duduk dibelakang sedangkan jin didepan samping elena.
"siapa yang menelpon zy?" tanya elena.
"teman" kata zyan berbohong, yang sebenarnya tadi telpon itu paman yang.
paman yang menemukan jejak baru dari ghostraid, karna disana ada elena, zyan tak banyak bertanya. zyan membuka pesan yang sejak tadi menunggunya untuk dibaca. ternyata pesan balasan dari ghostraid.
...'hohoho bukannya aku takut tapi belum saatnya aku muncul. wk wk wk. tunggu kau menghabisi targetmu baru aku akan keluar menemui mu. cup #cium pipi😘'...
melihat balasan dari ghostraid membuat hati zyan dongkol. zyan berusah untuk tetap terlihat tenang, tapi jin yang duduk didepan memperhatikan zyan lewat kaca terlihat jelas kalau sahabatnya itu sedang menahan emosi.
'zy, apa yang terjadi?' jin mengirim pesan pada zyan.
ponsel zyan bergetar dan terlihat jin yang mengirimnya pesan. zyan melihat ke jin sebentar dan kembali menatap ponselnya. zyan menscreenshot email yang dia terima dan mengirimkan pada jin lewat whatsapp. jin membuka pesan zyan. cukup terkejut jin melihat pesan yang dikirim zyan.
"apa yang akan kamu lakukan sekarang? bukankah kita menghabisi target kita?" tanya jin lewat pesan.
jin dan zyan hanya bisa berkomunikasi lewat ponsel.
"aku akan terus mancingnya untuk keluar" balas zyan.
"kamu lagi chat sama siapa? sepertinya sibuk banget?! pacar kamu ya" tanya elena dengan nada bercanda.
jin terkejut ternyata selama ini elena memperhatikannya
zyan yang dibelakang diam saja,
"teman apa teman?" canda elena.
"serius teman cowok kak. teman main game." kata jin.
"hmm iya deh. nah kita sudah sampai. ayo turun" ajak elena.
akhirnya mereka sampai ditempat makan. elena bersama kedua adiknya masuk kedalam.
"silakan nona, mau pesan apa?" tanya pelayan disana.
"hm jin dan zyan mau makan apa?" tanya elena.
"kami pesan menu terbaru saja tiga ya." kata elena,
karna jin dan zyan terlalu lama memilih, akhirnya elena yang memesankan makanan untuk mereka bertiga.
"baik nona. silakan tunggu." kata pelayan lalu pergi.
"jadi bagaimana pelajaran tadi?" tanya elena membuka percakapan sambil menunggu makanan mereka datang.
"biasa aja kak." kata jin dengan gampangnya.
"hebat dong" puji elena.
"zy jangan main ponsel terus. nanti matanya kelelahan." kata elena penuh perhatian.
tapi tak didengar oleh zyan, zyan sedang sibuk dengan urusannya.
tak lama pesanan mereka datang.
"silakan." kata pelayan ramah.
"terima kasih" balas elena.
"ayo jin zyan." kata elena.
"ittadaimatsu" kata jin dan zyan bersamaan.
ketiganya menikmati makanan mereka. ponsel zyan lagi lagi bergetar, satu panggilan masuk dari no tak dikenal. zyan hanya melihatnya dan tak mengangkatnya.
"ko gak diangkat zy?" tanya jin.
"tidak" jawab singkat zyan.
"emang dari siapa?" tanya jin lagi.
"tidak tau. no tak dikenal" kata zyan.
__ADS_1
"zy makasih ya sudah bantu aku bikin skripsi." kata elena tersenyum senang.
"yah." kata zyan.
"hei zy-kun kalau bicara itu yang panjang jangan hanya diambil tengahnya. nanti banyak cewek yang kabur loh" kata elena mengejek, tapi zyan tak mau menanggapinya.
"aku mau ketoilet dulu" kata zyan.
zyan pergi ke toilet sebenarnya karna dia menasaran dengan orang yang menelponnya tadi.
sampai di toilet, zyan mengambil ponselnya dan menelpon balik no yang tak dikenal itu.
"hallo" suara berat disebrang telpon.
"siapa ini?" tanya zyan dengan pelan namun tajam.
"apa benar ini tuan zhan?" tanya lagi sipenerima telpon.
"ya," jawab zyan.
"maaf tuan zhan mengganggu waktu anda. aku Hiro hou. aku ingin bertemu dengan anda secara langsung. apa bisa?" tanya penelpon yang tak lain paman nya jin, Hiro hou.
zyan mengerutkan keningnya mendengar nama keluarga hou disebut. sontak saja zyan langsung tau siapa dia.
"di kedai teh jam 9 malam ini." kata zyan dan langsung menutup ponsel nya.
ditempat makan hanya tinggal elena dan jin.
"jin setelah makan kalian mau pergi kemana?" tanya elena.
"egak tau belum ada rencana,emang ada apa kak?" tanya balik jin
"gak apa apa hanya bertanya saja. sebaiknya kurangi main gamenya. jangan sering sering. kamu sekarang sudah besar dan sudah sma pula, masa mau main game terus?" kata elena.
jin hanya tersenyum, karna sebenarnya jin tidak bermain game sungguhan.
zyan kembali dari toilet,
"zy sudah kembali?" tanya jin.
"hn" jawab zyan.
"kak kami harus pergi. terima kasih untuk makananya." kata zyan.
"gak perlu berterima kasih, anggap saja ini sebagai hadiah karna kamu sudah membantuku. oya kalian mau pergi kemana? biar kaka antar" kata elena.
"kami mau ketoko buku. ada yang kami beli. tokonya dekat ko kak, gak perlu kaka antar. makasih banyak kak elena" kata jin.
duanya langsung pergi meninggalkan elena sendirian.
"zy sebenarnya kita mau kemana?" tanya jin sambil jalan.
"toko buku" kata zyan terus mengawasi sekitar.
"kita beneran ketoko buku?" tanya jin, tadinya jin buat alasan mau ketoko buku tapi ternyata nya beneran ketoko buku.
"tadinya aku pikir kita mau ke mar.." kata jin langsung dihentikan oleh zyan.
"ssstttthhh jangan menyebut markas lagi. ingat kita harus bersikap normal." kata zyan pelan.
jin mengerti, ada yang mengawasi mereka terus menerus. karna itu zyan lebih berhati hati dalam bertindak entah dimana pun.
sampai mereka ditoko buku.
"zy kamu mau beli buku apa si?" tanya jin penasaran.
"the false life" jawab zyan.
zyan dan jin melihat lihat deretan buku dan terus mencari buku yang zyan inginkan.
"zy, ini bukan buku yang kamu mau?" tanya jin sambil menunjukan sebuah buku bersampul hitam dengan judul yang dicari zyan.
"iya. thank" kata zyan mengambil buku itu dan pergi membayarnya.
"zy apa si yang menarik dari buku itu? kenapa kamu suka sekali?" tanya jin sambil berjalan kaki.
"jika ingin tahu baca saja" kata zyan. mendengar jawaban zyan, jin jadi manyun.
"uh kamu ini menyebalkan." kata jin.
tiba tiba zyan berhenti,
"zy ada apa? ko berhenti?" tanya jin karna zyan tiba tiba berhenti.
"stttth jangan berisik ada yang mengikuti kita." kata zyan pelan.
jin langsung panik melihat ke seluruh arah.
"jangan bertingkah bodoh." kata zyan.
jin berhenti tapi masih cemas.
"bersikaplah biasa. jangan memancing kecurigaan. sisanya serahkan padaku." kata zyan.
zyan mengambil ponselnya dan menelpon bawahannya.
"dimana sekarang?" tanya zyan pada bawahannya.
"ada yang mengikutiku. dia memakai jaket hitam berdiri arah jam 2 dari posisiku." jelas zyan.
"tangkap dia. akan aku kirim lokasinya." zyan tutup telponnya.
zyan mengirimkan lokasinya, dan agar tidak menimbulkan kecurigaan sipelaku, zyan mengajak jin untuk duduk di tepian pagar pembatas taman.
"kita duduk disini" ajak zyan.
"tapi zy, bagaimana dengan orang yang mengikuti kita?" tanya jin yang terus gelisah.
__ADS_1
"bersikaplah biasa, serahkan saja padaku. kau cukup duduk dengan tenang." kata zyan sangat tenang.
jin akhirnya ikut duduk dan bersikap biasa saja. untuk menghilangkan kecemasannya, jin bermain game.