Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
chapter 59


__ADS_3

"Apa maksud ucapanmu itu?!" tanya zyan dengan nada sangat dingin.


"He he bukan apa apa?!" jawab ghostraid, dengan nada takut.


"Sebaiknya jaga ucapanmu!! Jangan pernah bicara tentang ayahku!" zyan memberi peringatan pada ghostraid.


"Hi hi hi peace" kata ghostraid.


Zyan membalik kan badan nya, kembali berjalan kembali menemui teman temannya.


"Suatu saat kamu akan tahu siapa aku? Untuk saat ini biar jadi rahasia." kata ghostraid.


Ditempat jin,


jin yang sejak tadi mencoba menelpon zyan tapi ponselnya zyan mati. Jin semakin khawatir, perasaan jin tak enak.


Akhir akhir ini mereka sering bertemu dengan ghostraid secara terang terangan. Jin khawatir takut terjadi sesuatu pada zyan.


"Kamu kenapa jin? Wajahmu nampak cemas?" tanya raiga.


"Zy dari tadi aku telpon ponselnya mati" jawab jin.


"Mungkin batrei nya habis. Kenapa kamu sangat khawatir. Zyan kan sudah besar lagian zyan bisa jaga diri." kata soji.


Tapi tetap saja jin masih tidak bisa tenang. Jin berjalan mondar mandir sambil terus mencoba menghubungi zyan.


"Hei, jin jangan mondar mandir begitu. Membuat kepalaku pusing saja" kata raiga.


"Berisik." jawab jin.


Raiga dan soji diam saja, sudah malas meladeni jin. Tak lama zyan datang menghampiri teman temannya. Jin yang sejak tadi terus mondar mandir sambil menundukan kepalanya, dia tidak menyadari kedatangan zyan. Sampai tanpa sengaja, dia menabrak zyan.


"Aduh." kata jin, mengelus kepalanya.


"Hi hi hi hi" kedua temannya tertawa melihat jin yang kesakitan.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya zyan.


Jin mengangkat kepalanya dan melihat zyan yang sudah berdiri dihadapannya.


"Eh zy? Sejak kapan kamu datang?" tanya jin.


Zyan tak menjawab tapi malah duduk, lalu mengambil minumannya yang ada dimeja.


"Zy kenapa diam saja?! Tadi kamu kemana? Aku sejak tadi menghubungimu tapi ponselmu mati" kata jin.


"Aku ada urusan." jawab zyan dengan santai nya.


"Urusan apa? Sampai harus mematikan ponselnya?" tanya jin.


Zyan diam lagi, zyan tidak mungkin mengatakan apa yang dia lakukan baru saja. Zyan masih kepikiran dengan perkataan ghostraid tadi soal ayahnya dan ghostraid memanggilnya paman.


Zyan melamun sampai jin yang sejak tadi berbicara dengannya tidak dia dengar.


"Zy.. zy.." panggil jin

__ADS_1


"Sepertinya dia melamun?!" kata raiga


"hei zy." panggil jin lagi, tak ada respon dari zyan.


"Coba panggil yang lebih keras lagi." kata soji.


"Baiklah" kata jin.


Dia menarik nafasnya dalam dalam dan dengan sekali panggilan, zyan tersadar.


"Zy!!" teriak nya


Zyan tersadar dari lamunan nya dan langsung menatap jin dengan padangan bingung.


"Ada apa?" tanya zyan.


"Kamu melamun? Ada masalah apa?" tanya jin.


Lagi lagi zyan terdiam tak menjawab pertanyaan jin. Jin pun tak mau lagi bertanya pada zyan. Jin tahu ada yang disembunyikan oleh zyan darinya.


Sejak itu, tak ada yang bicara. Semua terdiam sampai para anak anak panti pulang.


Mereka bertujuh menghabiskan waktu dengan menonton film dan berjalan jalan dipasar modern.


"Zy kita kesana. Aku lihat disana ada sesuatu yang menarik." ajak jin.


Zyan mengangguk kan kepalanya saja dan jin langsung menarik tangan zyan dan masuk kedalam toko aksesoris. Ke lima temannya hanya mengikuti nya dari belakang.


Jin langsung berlari mengelilingi toko itu. Matanya memandang kesana kesini dengan wajah yang gembira.


Entah kenapa saat melihat benda itu, zyan tersenyum tipis. Ada sepasang gelang tali couple dengan gembok dan kunci sebagai hiasannya.


Zyan mengambil gelang itu, seorang pelayan yang tak sengaja lewat berhenti disamping zyan.


"Tuan, gelang couple ini limit edition dan hanya ada 5 di tokyo. Dan ditoko ini hanya tersisa ini saja. Ini sangat cocok untuk pasangan yang selalu terhubung." kata pelayan itu.


Zyan sempat terkejut tapi kembali cool. Zyan memperhatikan gelang itu, dia teringat pada jin yang pernah memberikan hadiah padanya.


Zyan memutuskan untuk membeli gelang itu dan akan dia berikan pada jin.


"Aku mau beli ini?!" kata zyan


"10 yen, tuan." kata kasir.


Zyan membayarnya dan memasukannya kedalam sakunya. Zyan kembali melihat lihat seisi toko.


"Zy, kamu beli apa?" tanya jin


Jin selesai memilih berapa barang dan menghampiri zyan yang sedang berdiri melihat topi.


"Tidak ada." jawab zyan.


"Zy lihat ini. Ini gantungan nya sangat bagus. Aku juga membeli berapa." kata jin.


"Kalau sudah kita kembali." kata zyan.

__ADS_1


"He'eh." jawab jin.


Selesai berbelanja, semua kembali ke asrama. Sampai di asrama, shion dan kedua temannya berpisah didepan gerbang dengan zyan dan kawan kawan.


"Dah sampai besok ya." kata para gadis sambil melampaikan tangan.


"Iya, dah.." balas para cowok.


Zyan dan jin segera masuk kekamar mereka. Jin langsung membanting dirinya di atas kasur.


"Zy terima kasih untuk hari ini. Aku sangat senang." kata jin.


"Iya." jawab singkat zyan.


"Oya iya. Zy tadi aku membeli gantungan kunci. Ini untukmu satu." kata jin.


Jin membuka tasnya dan mengambil satu gantungan kunci berbentuk pedang dan memberikannya pada zyan. Zyan menerimanya.


"Arigatao." jawab zyan.


Zyan teringat, dia juga membeli sesuatu untuk jin. Dia merogoh saku celananya dan mengambil gelang yang dia beli tadi.


"Jin." panggil zyan.


Merasa terpanggil jin melihat kearah zyan. Zyan menarik tangan jin dan meletakan gelang itu di telapak tangan kanan jin.


"Zy ini untukku?" tanya jin, terkejut.


Zyan mengangguk saja. Jin terlihat senang dan membuka bungkusan itu. Dilihatnya sepasang gelang tali berwarna hitam. Matanya terlihat berbinar binar karna mendapat hadiah dari zyan.


"Aku tidak tahu apa yang kamu suka?! Aku lihat gelang itu bagus, jadi membelinya. Satu gelangnya bisa kamu berikan pada orang yang kamu suka." kata zyan.


Jin hanya tersenyum senang. Senyum jin membuat zyan curiga. Zyan mengerutkan keningnya melihat ekspresi aneh jin.


"Zy, arigato gonzaimatshita." kata jin


Jin langsung melompat dan memeluk zyan saking senangnya. Zyan sempat terkejut karna jin melompat kearahnya dan langsung memeluknya.


Zyan membalas peluk kan sahabatnya itu sambil mengusap kepalanya pelan.


"Sama sama. Sudah. Aku mau mandi." kata zyan.


Jin melepaskan peluk kan nya. Dia duduk diatas tempat tidur dan terus melihat lihat gelang yang diberikan zyan padanya sambil senyum senyum sendiri.


"Hi hi hi baru kali ini zy membelikan aku hadiah. Tapi satunya lagi dipakai buat siapa ya?" kata jin pada dirinya sendiri.


Jin sudah memakai satu gelang dengan hiasan gembok dan tinggal satu gelang lagi dengan hiasan kunci. Jin kebingungan, mau memberikan kepala siapa gelang satunya.


Tiba tiba dia teringat seseorang. Jin tersenyum senyum licik, mengingat siapa yang akan dia beri gelang ini.


Zyan selesai mandi dibuat terkejut karna tiba tiba jin yang bersembunyi di samping pintu kamar mandi, menarik tangan kiri zyan dan langsung memakaikan gelangnya.


"Apa apa ini jin?!" tanya zyan dengan nada tajam.


"Hi hi hi" jin hanya nyengir saja

__ADS_1


Jin kembali ketempat tidurnya tanpa menjawab pertanyaan zyan tadi.


__ADS_2