Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
chapter 58


__ADS_3

Mereka berdua sudah rapi dan siap untuk berangkat. Zyan dan jin turun kebawah, saat sampai dilantai 2 mereka bertemu dengan soji dan raiga yang kebetulan akan turun kelantai bawah juga.


"Hei, bro. Kalian mau keluar?" tanya raiga.


"Iya. Kalian juga?" tanya jin balik.


"Iya. Tapi kami tidak tahu mau jalan kemana?. Kalian berdua mau kemana?" tanya soji.


"Kami mau ke taman. Mau lihat bunga sakura." jawab jin.


"Wah seru dong. Kami boleh ikut?" tanya raiga,


Jin tersenyum sambil melirik kearah zyan yang terdiam sejak tadi. Kedua temannya saling berpandangan, tidak mengerti maksud jin.


"Zyan, kami boleh ikutkan?" tanya raiga.


Dan dijawab angguk kan oleh zyan.


"Oke, ayo kita berangkat." kata raiga.


Akhirnya mereka berempat turun kebawah, di halaman asrama sudah menunggu tiga gadis cantik.


"Hy Minna." sapa jin.


"Hy jin, zyan." balas shion


Jin membalas sapaan shion dengan senyuman, sedangkan zyan tetap memasang ekspresi dingin.


"Kita jadikan ke taman?" tanya lan


"Jadi dong. Udah siap begini" balas jin.


"Eh kalian juga ikut?" tanya raiga, kaget.


"Iya. Kita sudah janji semalam." jawab yuri.


"Eh, semalam." kata raiga.


Soji dan raiga melirik ke zyan dan jin bergantian. Jin merasa risih dilirik begitu sama soji dan raiga.


"He kalian kenapa melihat kami seperti itu?" tanya jin.


"Tidak ada. Ayo jalan." ajak raiga.


Mereka pun berangkat, tentu dengan menaiki bis yang berada tak jauh dari asrama mereka.


karna dari ini, hari minggu jadi tak begitu rame penumpang. Zyan dan teman temannya bisa duduk di kursi. Bis kembali melaju,


"Kalian mau kemana?" tanya raiga.


"Kami mau ke taman, kalau kalian mau kemana?" tanya balik yuri.


"Sama. Kami juga mau ketaman." jawab soji.


"Oh ya sudah kita bareng saja." kata lan


Zyan dan jin keduanya hanya diam. Zyan yang sibuk dengan ponselnya, dan jin juga sama, dia sibuk bermain game.


Tak lama, bis berhenti dan seorang nenek nenek menaiki bis, karna semua kursi sudah penuh. Nenek itu kebingungan dan hanya berdiri saja. Zyan yang melihat nenek itu berdiri dan tak ada seorangpun yang mau memberikan kursinya pada nenek itu, akhirnya zyan berdiri dan menghampiri nenek itu.


"Nek, duduklah disana." kata zyan,

__ADS_1


"Terima kasih cu. Nenek sudah tua tidak mampu berdiri terlalu lama." kata nenek.


Zyan membantunya untuk duduk ditempatnya tadi duduk. Dan dia yang berdiri sambil berpegangan. Semua teman temannya terkesima dengan sikap baik dan sopan zyan.


Mereka tidak pernah menyangka dibalik sikap dingin yang selalu zyan perlihatkan selama ini ternyata zyan memiliki sikap yang sopan dan baik hati. Jin yang melihatnya tersenyum senang.


"Zy, meski dia terlihat dingin tapi sebenarnya tidak. Itu hanya di luar nya saja didalamnya sangat lembut, benarkan zy?" kata jin


Dan langsung mendapat tatapan membunuh dari zyan.


" Benarkah? Jadi selama ini itu hanya topeng?" tanya soji.


"He he he tidak juga." kata jin


Teman temannya dibuat bingung dengan jawaban jin yang berbeda beda.


Bis pun berhenti didepan taman, mereka semua turun. Saat zyan dan jin baru turun, dua anak laki laki langsung menghampirinya dan segera memeluk zyan dan jin.


"Zyan nii, jin nii." kata kedua bocah laki laki itu, dengan gembira


"Hei, kenapa kalian ada disini?" tanya jin


"Aku yang menyuruhnya." jawab zyan.


Jin menoleh kearah zyan,


"Kapan zy?" tanya jin


"Tadi pagi." jawab zyan


"Zyan nii" kata seseorang anak kecil,


Anak laki laki kecil itu mengacuhkan tangannya meminta untuk digendong oleh zyan. Zyan mengangkat bocah itu dan menggendongnya.


"Jika kalian disini berarti, bunda disini juga?" kata jin


"Bunda ada disana?!" tunjuk anak yang bersama zyan.


"Zy ayo temui bunda." kata jin, sambil mengandeng bocah kecil.


Zyan menganggukkan kepalanya, dan mereka pun berjalan menghampiri bunda dan anak anak yang lain.


"Bunda itu zyan nii dan jin nii." kata anak panti.


Bunda dan yang lain melihat kearah yang ditunjuk anak itu. Senyum langsung mengembang di wajah bunda, begitu melihat kedua anak asuhnya itu.


"Zyan, jin terima kasih sudah mengajak mereka bersenang senang." kata bunda.


"Tidak apa apa bun. Kami senang melihat mereka senang. Benarkan zy?" kata jin, dengan senyum.


Zyan mengangguk kan kepalanya. Dan semua anak anak bermain bergembira di taman menikmati musim semi dan bunga sakura yang bermekaran.


"Hm zyan itu orang yang mengasuhmu waktu dipanti?" tanya raiga.


"Iya" jawab singkat zyan


"Mereka sangat lucu dan mengemaskan." kata shion.


"Iya kamu benar. Bagaimana kalau kita bermain bersama mereka?" ajak yuri.


Shion dan lan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Dan ketiga gadis itu ikut bermain bersama anak anak panti.

__ADS_1


Saat semua sibuk bermain dan hanya tinggal zyan, raiga dan soji yang duduk di bangku taman.


"Zyan aku tidak pernah menyangka kalau kamu ternyata punya sisi yang lembut juga." kata raiga.


"Iya aku juga terkejut. Tadinya aku pikir kamu orangnya cuek dan enggak perduli sama sekali. Tapi setelah hari ini sepertinya tidak begitu." tambah soji.


Zyan enggan menjawabnya, dia masih sibuk dengan ponselnya sampai satu pesan membuatnya berhenti bermain game.


...Temui aku di ayunan. Ada yang mau aku sampaikan....


Zyan membacanya, lalu berdiri. Membuat kedua temannya kebingungan.


"Zy, mau kemana?" tanya raiga.


"Ada urusan." jawab zyan, lalu pergi.


Zyan meninggalkan kedua temannya untuk menemui pengirim pesan itu. Jin melihat zyan yang pergi, ikut kebingungan sampai dia mengabaikan anak yang bermain dengannya.


"Jin nii, kenapa melamun?" tanya sin.


"Ah, maaf sin. Ayo kita main lagi" kata jin.


Sebenarnya jin sangat penasaran kemana zyan pergi. Tapi jin tidak bisa mengikutinya, karna saat ini dia sedang bermain dengan anak anak panti.


"Zy mau kemana ya? Kenapa seperti ini terburu buru begitu?" tanyanya dalam hati.


"Sin kamu main sama yang lain ya? Nii mau kesana dulu sebentar." kata jin, menunjuk kearah kedua teman cowoknya.


"Iya nii." jawab sin.


Jin tersenyum dan pergi meninggalkan sin yang bermain dengan yang lain. Jin menghampiri kedua temannya yang duduk di bangku taman.


"Raiga, kalian tahu zy mau kemana?" tanya jin, penasaran


"Kami tidak tahu. Tadi dia bilang ada urusan lalu pergi begitu saja." jawab raiga.


Jin berpikir sejenak mendengar jawaban kedua temannya. Jin mengambil ponselnya lalu menghubungi zyan.


Ditempat zyan,


Zyan mendekati ayunan yang dimaksud, di sana sudah ada seseorang yang sedang menunggunya.


"Yo tuan muda." sapa pria itu.


"Ada apa kamu menyuruhku kesini?" tanya zyan tanpa basa basi.


"Ha ha ha seperti biasa kamu selalu saja bertanya langsung ke intinya tanpa basa basi." kata ghostraid.


"Aku tidak ada waktu mengurusimu. Katakan ada apa?" tanya zyan lagi.


"Baiklah. Kamu benar benar pria yang dingin. Ini berapa info yang aku dapat. Kamu bisa meminta orang lain untuk memeriksanya." kata ghostraid, sambil menyerahkan sebuah kertas pada zyan.


Zyan menerimanya dan segera dia masukkan kedalam saku jaketnya.


"Baik." kata zyan


"Hei, tak ada ucapan terima kasih? Aku sudah membantumu, setidaknya ucapkanlah terima kasih." kata ghostraid.


"Aku tidak pernah meminta bantuanmu." kata zyan dingin.


"Astagah, benar benar berbeda dengan paman Ryu." kata ghostraid sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Zyan terkejut mendengar nama ayahnya disebut dan dipanggil paman oleh ghostraid. Zyan yang tadinya akan pergi dari tempat itu, dia berhenti dan menengok kebelakang dengan tatapan sangat dingin


__ADS_2