
Sampai dirumah sakit, shion segera ditangani oleh dokter. Zyan dan yang lain menunggu didepan ruangan dengan wajah cemas.
"Zy kamu baik baik saja?" tanya jin, khawatir.
"Aku baik baik saja." jawab zyan.
Jin mengkhawatirkan zyan yang tadi menghisap darah beracun di kaki shion.
Dokter keluar dari ruang perawatan. Elena dan kedua teman shion menghampiri dokter.
"Dok bagaimana keadaan murid saya?" tanya elena.
"Dia tidak apa apa. Dicuma syok. Sebentar lagi dia siumanan." jawab dokter.
"Terima kasih dok." kata elena.
Dokter itu pergi, elena dan murid muridnya pergi menjenguk shion diruang rawat.
"Zy ayo kita jenguk shion?!" ajak jin.
"Aku mau kembali." jawab zyan.
"Eh? Balik? Enggak mau jenguk shion dulu." kata jin
"Jika kamu mau jenguk silakan. Aku mau balik." kata zyan.
Zyan beranjak pergi dari rumah sakit itu. Membuat elena dan kedua temannya kebingungan dengan sikap zyan kembali dingin.
"Eh zy tunggu aku."
Jin berlari mengejar zyan yang sudah terlebih dulu jalan didepan.
"Sudah biarkan saja. Ayo jenguk shion" ajak elena.
Terlihat shion masih terbaring lemah disana. Yuri dan lan menunggu shion sadar.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Bisa kalian ceritakan?" tanya elena.
"Kami tidak tau pasti apa yang terjadi. Tadi saat kami akan keluar kelas, ada senior yang menghampiri kami dan mengatakan ingin bicara dengan shion berdua saja." yuri mulai bercerita.
#flashback on.
"Hee, hari ini kita mau jajan apa ya?" tanya yuri.
"Tidak tahu, kita lihat saja dikantin" jawab shion.
Shion dan kedua temannya keluar dari kelas dan baru berapa langkah mereka keluar. Mereka dihentikan oleh seorang cewek kelas tiga yang menghampiri mereka.
"Shion?" panggil cewek tadi.
Merasa namanya dipanggil shion menoleh kebelakang. Dan dengan senyum menbalas panggilan seniornya.
"Iya kak. Ada apa kakak memanggilku?" tanya shion.
"Aku mau bicara denganmu berdua. Bisa?" tanya senior itu balik.
Shion dan teman temannya tidak menaruh curiga apapun pada senior yang menghampiri mereka.
"Bisa kak. Kita mau bicara dimana?" tanya shion.
"Kamu ikut denganku." jawab senior itu.
Shion yang tak merasa curiga menerima ajakan seniotnya. Lalu shion pun ikut dengan senior itu pergi dan meninggalkan kedua temannya.
#flashback off
"Begitulah ceritanya, bu." kata lan
"Apa kalian kenal senior itu?" tanya elena lagi.
__ADS_1
"Tidak. Kami tidak mengenalnya" jawab keduanya.
Elena terdiam memikirkan siapa berani yang melakukan pembullyan disekolahnya.
"Baiklah. Untuk masalah ini ibu akan menyelidiki semuanya. Dan ibu juga akan menanyakan hal yang sama pada shion setelah shion sadar." kata elena.
Kedua muridnya mengangguk kan kepalanya. Tiba tiba elena terpikir seseorang yang mungkin bisa membantunya. Dia menelpon orang itu.
"Hallo zyan." sapa nya lewat telpon.
Satu satunya orang yang bisa dimintai tolong elena adalah zyan. Karna hanya zyan yang bisa mencari tahu apa yang terjadi disekolah.
Zyan yang saat ini sudah ada di dalam mobil paman yang, terkejut mendengar ponselnya berbunyi. Zyan melihat siapa yang menelpon. Zyan tak langsung mengangkat telpon itu, membuat jin bertanya tanya.
"Kenapa gak diangkat? Dari siapa?" tanya jin.
"Elena." jawab singkat zyan.
Zyan akhirnya mengangkat panggilan telpon dari elena.
"Ada apa?" tanya zyan dingin.
"Zyan bisakah kakak minta tolong?" tanya elena.
"Apa?" tanya zyan balik.
"Bisakah kamu dan jin menyelidiki apa yang terjadi pada shion? Dan tolong cari tahu pelakunya." pinta elena.
Zyan tak menjawab permintaan elena itu, zyan hanya diam saja. Tanpa diminta pun zyan akan menyelidikinya. Dia tidak suka ada pembullyan disekolahnya.
"Jadi?" tanya zyan.
"Kata lan dan yuri, pelakunya ada hubungannya dengan murid kelas tiga." kata elena.
"Baiklah." balas zyan lalu menutup telponnya.
"Ada apa zy?" tanya jin.
"Aku ikut. Aku sangat kesal dengan tindakan pelaku pada shion. Kasian shion." kata jin.
Zyan diam memikirkan pelakunya yang dibilang murid kelas tiga. Mobil itu terus melaju sampai mereka di gerbang sekolah.
Zyan yang sejak tadi melamun karna memikirkan pelakunya tanpa dia sadari mobil itu sudah berhenti didepan gerbang sekolah.
"Zy.." panggil jin.
Zyan tidak mendengar panggilan jin karena masih dalam lamunan.
"Zyan." panggil jin lagi.
Akhirnya zyan terbangun dari lamunannya.
"Ada apa?" tanya zyan.
"Ayo kita masuk." ajak jin.
"Ah iya." jawab zyan.
Keduanya turun dari mobil dan langsung masuk kedalam kelas. Didalam kelas sudah ada guru yang mengajar.
"Permisi." kata jin sebelum masuk.
Guru yang sedang mengajak berhenti sejenak dan menoleh kearah pintu.
"Kalian masuklah." pinta guru.
Zyan dan jin masuk kedalam. Guru tadi memperhatikan zyan yang tidak memakai seragam.
"Zyan dimana seragammu?" tanya guru.
__ADS_1
Zyan tak mau menjawab. Jin memperhatikan zyan yang hanya diam dan tidak ada tanda mau menjawab.
"Seragam zy tadi dikasih ke shion karna baju shion basah." jawab jin.
"Oh begitu. Ya sudah kalian kembali ketempat duduk kalian. Oke semua kita lanjutkan pelajarannya." kata guru.
"Hush, zy pake jaket ini." bisik jin.
Zyan menerimanya dan langsung memakainya. Waktu pelajaran terus berlalu, sampai waktu pulang tiba.
"Zy hari ini kita mau kemana?" tanya jin.
"Aku mau menyelidiki pelakunya." kata zyan sambil membereskan barang barang.
"Eh emang bisa tahu siapa pelakunya?" tanya jin balik.
"Ya. Kalau mau ikut saja." kata zyan.
Mau tak mau jin pun mengikuti zyan keluar kelas. Sebenarnya jin ingin bertanya pada zyan tapi dia urungkan.
Zyan dan jin terus berjalan menyusuri lorong kelas yang mulai kosong. Zyan memiliki firasat kalau pelakunya masih ada di sekolah. Karna itu zyan terus berjalan.
Dan firasat zyan benar. Memang masih ada berapa anak cewek yang masih ada disekolah.
Ada tiga cewek yang masih mengobrol di depan toilet cewek.
"Zy, mereka lagi ngapain?" tanya jin.
"Ssttthhh diam lah."pinta zyan.
Zyan mendengarkan pembicaraan ketiga cewek tadi. Terdengar jelas mereka seperti sedang senang. Zyan merasa curiga dengan obrolan tiga cewek itu, zyan mengambil ponselnya dan mulai memvideo percakapan ketiganya.
"Kamu lihat wajahnya ren, pas dia ketakutan. Itu sangat lucu, ha..ha..ha.." kata salah satu cewek itu.
Cewek yang dipanggil ren itu tersenyum bangga dengar omongan temannya.
"Biarkan saja. Biar dia tau rasa. Cih, anak baru saja belagu. Berani berani nya dia mendekati pangeran ku." kata rena.
"Iya. Sikapnya yang so cantik itu membuat aku jijik. Memang dia siapa berani dekati pangeran zyan." kata teman satunya.
Jin terkejut. Ternyata semua ini ada hubungannya dengan zyan. Jin melirik zyan nampak ekspresi zyan yang kesal.
"Zy" bisik jin.
Zyan tidak menjawab, dia terus merekam ketiga cewek itu. Meski didalam hatinya sangat kesal tapi zyan tidak akan memberi pelajaran langsung kepada ketiga cewek itu.
"Setelah ini dia tidak akan berani bersikap so cantik lagi. Hukuman itu seharusnya membuatnya jera." kata ren.
"Tapi tadi aku lihat, zyan nolongi si cewek kampung itu. Di bahkan memberikan seragamnya pada cewek itu." kata teman satunya.
Membuat rena sangat kesal. Ekspresinya yang tadi senang berubah menjadi kesal.
"Lihat saja jika dia masih berani mendekati pangeran ku, aku akan memberinya pelajaran yang lebih dari ini." kata ren.
"Sudah yuk. Sebaiknya kita pergi sebelum ada yang curiga." kata temen rena.
Mereka bertiga pergi. Zyan menghentikan rekamannya dan menyimpan kembali ponselnya.
"Zy apa kita akan langsung memberikannya pada kak elena?" tanya jin.
"Tidak sekarang." jawab zyan.
Zyan beranjak pergi meninggalkan jin sendiri yang masih mematung.
"Eh zy tunggu aku donk" kata jin
"Cepat jika tidak aku tinggal." jawab zyan.
__ADS_1
maafin ashleen yg ga bisa kasih cerita yg bagus. 🙏🙏 ashleen juga minta maaf karna belum bisa up tiap hari karna masih sibuk dengan hal yang lain. terima kasih untuk dukungan kalian semua.