
"Hei jin apa maksudnya ini?" tanya zyan
Tapi jin masih tersenyum, semakin membuat zyan tak mengerti. Zyan mendekati jin dan berdiri di sampingnya.
"Jin hou, aku memberikan mu gelang untuk kamu berikan pada orang yang kamu sayang." kata zyan.
"He he he zhan zyan, terserah aku dong mau aku kasih kesiapa?! hi hi hi" kata jin.
"Huft, sudahlah. Terserah padamu." zyan menyerah.
Dalam hal ini zyan selalu menyalah. Dia tidak pernah menang melawan jin. Jin tersenyum bangga karna akhirnya zyan mau menerimanya.
"Pergilah mandi. Aku ada hal penting yang mau aku bicara kan denganmu." pinta zyan.
"Hal penting apa?" tanya jin.
"Mandi dulu. Nanti aku kasih tahu." jawab zyan.
"Huh dasar pelit." kata jin
Tapi tak dihiraukan oleh zyan. Zyan duduk di kursi belajarnya. Dia mengambil kertas yang tadi dia dapat dari ghostraid. Zyan melihat isi kertas itu, ada berapa nama orang dan keterangan tentang mereka.
Zyan mengerutkan keningnya, dia tahu itu semua adalah daftar nama orang orang yang terlibat di malam itu.
Zyan membuka laptopnya, mencari nama orang orang itu didalam daftar list target nya. Di dalam daftar belum ada nama nama itu, jadi zyan menambahkan daftar nya.
Zyan terus berpikir alasan sebenarnya ghostraid membantunya. Meski selama ini ghostraid selalu mengatakan alasan yang sama tapi bagi zyan itu hanya alasan kebohongan saja.
Zyan merasa masih ada alasan lain yang disembunyikan ghostraid. Saat zyan tengah melamun memikirkan tentang ghostraid, jin yang suda selesai mandi melihat zyan yang melamun membuat otak jahilnya bagun.
Jin berjalan pelan untuk mengagetkan zyan dari belakang. Jin semakin dekat dengan jin.
Saat jin akan siap untuk mengagetkan zyan, tiba tiba sebuah buku melayang tepat diwajahnya. Jin terkejut sekaligus kesal. Dia berniat mengagetkan zyan tapi malah dia yang dikagetkan oleh zyan yang melempaskan buku kebelakang dan tepat mengenai wajah jin.
"Zy sakit tahu." kata jin sambil mengusap wajahnya.
"Itulah karma?!" kata zyan tanpa menoleh ke belakang.
"Apaan si?! Karma apaan?!" kata jin manyun.
Zyan tak memperdulikan jin yang mulai mode ngambek nya. Zyan terus fokus pada laptopnya dan melihat data data yang sudah masuk.
Jin yang sangat penasaran dengan kegiatan zyan, dia mendekati zyan dan berdiri dibelakang nya.
"Zy tadi kamu bilang, ada hal penting yang mau kamu bicarakan?" tanya jin.
"Iya, aku dapat informasi dari ghostraid tadi pagi." kata zyan.
"Informasi? Dari ghostraid?" tanya jin.
"Iya, semuanya ada disini." kata zyan memberikan kertas itu pada jin.
Jin menerimanya dan membacanya. Jin terkejut melihat isi kertas itu. Begitu jelas nama dan keterangan mereka semua.
"Ini semua daftar orang yang terlibat?" tanya jin
"Iya. Aku juga sudah mengkonfirmasi tentang mereka." kata zyan.
"Apa kamu yakin zy? Maksudku apa informasi ini bisa dipercaya 100%? Sementara kita tidak tau apa apa tentang ghostraid." kata jin.
"Aku memang tidak memiliki informasi apapun tentang dia. Tapi aku yakin dengan firasatku." balas zyan.
"Jadi zy? Apa rencanamu selanjutnya?" tanya jin.
"Aku belum punya rencana. Aku mau istirahat, akhir akhir ini kepalaku pusing." kata zyan.
"Istirahatlah. Aku tidak mau kalau kamu sampai sakit." kata jin.
"Jangan khawatir. Aku bisa menjaga diriku." jawab zyan.
"Tadi kamu bilang pusing. Aku khawatir denganmu zy?!" kata jin.
"Terima kasih tapi aku baik baik saja." jawab zyan.
Jin diam meski dalam hatinya sangat khawatir pada zyan. Tapi jin tetap percaya pada zyan.
Hari terus berlanjut, zyan dan jin sudah lama tidak bergerak tapi akhir akhir ini banyak berita tentang mawar hitam yang sudah banyak menolong orang orang.
Zyan dan jin jadi kebingungan, zyan sudah meminta anak buahnya untuk menyelidiki siapa yang berpura pura menjadi mawar hitam yang membuat heboh.
__ADS_1
Tapi hasilnya tak seperti yang diharapkan. Semua anak buah yang dikirim zyan, semuanya gagal mengungkap identitas si mawar hitam palsu.
"Zy bagaimana? Ada kabar apa?" tanya jin, sela jalan.
Zyan menggelengkan kepalanya sebagai jawaban pertanyaan jin. Jin jadi murung mendengar jawaban zyan. Akhir akhir ini banyak sekali teka teki tentang mawar hitam yang sering muncul.
Meski zyan sudah menyebar banyak orang untuk mencari tahu siapa sebenarnya mawar hitam kw ini, tapi tidak ada satupun anak buahnya yang berhasil mendapatkannya informasi.
Selesai pelajaran pertama, zyan masih sibuk membaca buku.
"Zy keluar yuk? jajan." ajak jin.
"Iya." jawab zyan.
Jin dan zyan keluar kelas dan menuju ke kantin sekolah. Seperti biasa mereka jalan santai sesekali membalas sapaan teman temannya.
"Zy hari kamu mau jajan apa?" tanya jin, saat sampai dikantin.
"Jus apel." jawab zyan.
"Tunggu sini, aku ambilkan." kata jin.
Selagi menunggu jin mengambilkan minuman, zyan mengerjakan pekerjaannya. Zyan meneliti data data perusahaan yang dikirimkan kepadanya.
"Zy, ini jusnya." jin menyodorkan segelas jus apel pesanan zyan.
"Arigato." jawab zyan.
"Lagi ngapain si? Kaya sibuk banget?" tanya jin.
"Ngurus pekerjaan." jawab zyan.
Jin mengambil ponselnya dan bermain game. Jin tidak mau menganggu zyan yang lagi bekerja. Sesekali jin melirik kearah zyan yang masih serius bekerja.
Bel masuk kelas berbunyi, zyan menutup pekerjaannya dan kembali ke kelas. Saat mereka sedang berjalan di lorong kelas, mereka dikejutkan dengan teman temannya yang berlari dengan terburu buru.
"Hei, ada apa? Kenapa semua berlari?" tanya jin pada salah satu temannya.
"Ada yang terkunci di gudang." jawab temannya.
"Siapa yang terkunci?" tanya jin lagi penasaran.
"Aku tidak tahu. Makanya aku mau kesana." jawab temannya lalu pergi.
"Zy gimana kalau kita kesana?" tanya jin.
"Iya," jawab zyan.
Zyan dan jin pun mengikuti teman temannya ke gudang belakang.
Didepan gudang sudah ramai, banyak siswa yang melihat. Terdengar suara teriakan minta tolong dari dalam gudang.
Tok tok tok, suara pintu yang terus di ketuk dari dalam gudang.
"Tolong.. Tolong buka pintunya." kata shion yang ada didalam gudang.
"Shion, tenang. Kami akan segera mencari kunci untuk membuka gudang." kata lan, panik.
"Lan, cepat cari paman tian. Dia yang pegang kuncinya." kata yuri.
Lan pergi untuk mencari paman tian, penjaga sekolah sekaligus tukang kebun disana.
"Shion bersabarlah, lan sedang pergi mencari kuncinya." kata yuri.
"Tolong.. Aku takut.. Hiks hiks hiks." kata shion.
Semua orang yang disana panik. Tak berapa lama lan datang bersama paman tian.
"Paman cepat buka pintunya." pinta lan.
"Iya nona." jawab paman tian.
Paman tian mencoba membuka pintunya dengan semua kunci yang ada ditangannya tapi tak ada satupun kunci yang bisa membuka pintu gudang itu.
Lan dan yuri semakin panik. Ditengah kepanikannya elena datang.
"Ada apa ini?" tanya nya.
"Bu elena. Shion terkunci dalam gudang." kata lan.
__ADS_1
"Bagaimana bisa? Pak tian cepat buka pintunya." kata elena.
"Tidak bisa bu. Sepertinya kunci gudang hilang." jawab paman tian.
Suasana semakin panik, shion yang mendengarnya semakin keras dia menangis karna ketakutan.
Zyan dan jin yang baru datang dan langsung mendengar yang terjadi. Zyan dan jin segera kedepan pintu.
"Kak? Siapa yang ada didalam?" tanya jin.
Elena menengok kesamping, sudah ada zyan dan jin di sampingnya.
"Jin, zyan syukurlah kalian datang. Shion, dia terkunci didalam dan kuncinya hilang. Tidak bisa dibuka." kata elena.
"Zyan tolong shion. Kami mohon." pinta lan dan yuri bersamaan.
"Zy.." panggil jin.
Zyan melihat kearah pintu gudang. Dia menyentuh pintu itu untuk melihat seberapa tebal pintu itu.
"Shion menjauhlah dari pintu. Kalian juga menjauh lah." kata zyan.
Semua yang didepan pintu menjauh hanya tinggal zyan saja. Shion yang mendengar perkataan zyan juga menjauh dari pintu tapi sayang saat dia menjauh dari pintu.
Dari balik tumpukan barang bekas muncul seekor ular hitam dan menggigit kaki shion. Shion yang kaget dan kesakitan segera berteriak.
"Aaaaaahhhhhhhh ada ular." teriak nya.
Yang diluar mulai panik kembali mendengar teriakan shion yang mengatakan ada ular.
Zyan sudah bersiap untuk menendang pintu itu, dan dengan sekali tendangan kakinya pintu itu terbuka. Zyan langsung masuk Kedalam.
Dilihatnya shion sudah berbaring tak sadarkan diri dengan seragam yang basah kuyup membuat pakaian dalamnya terlihat jelas
Zyan segera melepaskan baju seragamnya dan memberikannya pada shion untuk menutupi tubuh shion. Setelah menutupi tubuh shion, zyan melihat kearah kaki shion.
Dia segera membuka kaos kaki yang dipakai shion dan nampak bekas gigitan ular.
"Jin, tolong ambilkan jaket aku dikelas." pinta zyan.
"Baik."
Tanpa banyak bertanya jin segera berlari untuk mengambil jaket zyan yang ada dikelas.
"Shion sadar lah." panggil lan
"Bagaimana ini?" tanya yuri, panik.
"Zyan apa yang harus kita lakukan?" tanya elena.
"Ambilkan aku alkhohol." kata zyan.
"Akan aku ambilkan." jawab lan, lalu pergi.
Zyan mengambil saputangannya dan mengikat kaki shion yang digigit ular. Agar racun ular itu tidak menyebar kemana mana.
Zyan menghisap racun ular yang ada di kaki shion dengan mulutnya lalu membuangnya.
Semua siswa yang melihat kejadian itu terkejut dengan tindakan berani yang dilakukan zyan.
Jin dan lan kembali secara bersamaan.
"Zy, zyan ini" kata keduanya bersamaan.
Zyan menoleh kebelakang, dia langsung mengambil alkhohol dan menuangkannya ke dalam luka gigitan ular itu. Zyan melepaskan saputangannya dan berganti untuk membalut luka shion.
Zyan mengambil jaketnya dan memakaikannya pada shion karna seragam yang tadi dia berikan pada shion ikut basah.
"Zy, sebaiknya kita bawa ke rumah sakit." usul jin.
"Iya zyan." tambah elena.
Zyan pun menggendong shion yang tak sadarkan diri ke parkiran mobil dan membawanya kerumah sakit.
Semua murid perempuan merasa iri pada shion yang digendong oleh zyan.
"Kalian semua kembali ke kelas masing masing. Kalian berdua juga kembali ke kelas." perintah elena.
"Tapi bu. Kami mau ikut kerumah sakit. Kami juga ingin tahu keadaan shion." kata lan diikuti anggukan yuri.
__ADS_1
"Baiklah. Kalian boleh ikut." balas elena.
Mereka segera ke parkiran mobil, zyan yang menggendong shion duduk dibelakang sambil menopang shion bersama dengan kedua teman shion.