
Zyan sampai di pintu rahasia dan segera membukanya. Tak jauh dari pintu, seseorang sudah menunggunya disamping.
"Yo akhirnya kau muncul juga."kata ghostraid.
"Jangan banyak bicara."kata zyan.
"Iya baiklah, tuan muda." balas ghostraid.
Ghostraid menyalakan motornya, zyan membonceng dibelakang. Motor itu melaju di jalanan.
Menyusuri jalan malam kota tokyo yang begitu ramai. Ke tentu saja, kedua sudah dalam mode penyamaran.
Motor itu terus melaju, zyan tak tahu kemana sebenarnya tujuan mereka. Zyan hanya terdiam dan mengikuti ghostraid membawanya.
Sampailah mereka disebuah tempat yang jauh dari perkotaan. Zyan tidak tahu tempat apa itu karna ini pertama kalinya dia datang kesana.
Ghostraid menghentikan motornya cukup jauh dari pintu masuk tempat itu.
"Kita sudah sampai. Turunlah." kata ghostraid.
Zyan turun dari motor dan melepaskan helmnya. Zyan memperhatikan tempat itu.
"Tempat apa ini sebenarnya?" tanya zyan.
"Ini adalah markas dari kelompok inagawa. Salah satu kelompok terkenal ditokyo." jawab ghostraid.
"Untuk apa kamu membawaku kesini? Apa hubungannya mereka dengan dendam ku?" tanya zyan.
"Kita disini untuk menyelidiki seseorang. Aku ingin memastikan informasi yang aku dapat itu benar atau tidak." jawab ghostraid.
Zyan diam saja, zyan tak mengerti maksud ghostraid dan hanya diam sambil memperhatikan keadaan disana. Banyak orang berlalu lalang disana dengan membawa senjata.
"Kemari lah." kata ghostraid.
Zyan mengikuti ghostraid dari belakang dengan perlahan. Ghostraid perlahan mendekati pintu masuk. Dia mengendap ngendap agar tidak di ketahui oleh kelompok itu.
"Sebenarnya apa si yang mau dia lakukan? Siapa sebenarnya targetnya?" Tanya zyan dalam hati.
Sebenarnya zyan sangat penasaran dengan target yang sedang di cari oleh ghostraid tapi zyan tidak bertanya. Dia hanya diam dan terus mengikuti ghostraid.
"Ternyata benar informasi yang aku dapat. Ternyata dia bersembunyi di balik inagawa. Brengsek kau!!" kata ghostraid dengan sedikit emosi.
Zyan memperhatikan arah pandangan ghostraid. Ghostraid melihat seorang berbadan gendut dan memakai jas hitam baru saja keluar dari dalam bangunan itu.
Pria gendut itu berjalan kedepan menuju pintu keluar dengan di temani oleh bos inagawa.
Ghostraid memberi isyarat pada zyan untuk mundur berapa langkah dan bersembunyi. Zyan hanya mengikuti nya saja tanpa banyak bicara.
"Ha..ha..ha..siapa yang sangka ternyata lebih mudah melakukannya." kata bos inagawa.
"Tentu saja. Jika kita bekerja sama, aku yakin tak lama lagi kita bisa menguasai pasar gelap. Karna penghalang terbesar kita sudah lama mati." balas pria gendut itu.
Lalu keduanya masuk kedalam mobil yang sudah di siapkan. Lalu mobil itu melaju meninggalkan bantuan tua itu.
Ghostraid dan zyan pun keluar dari persembunyiannya. Ekspresi wajah ghostraid nampak kesal, dia pun mengepalkan tangan kanannya.
"Siapa sebenarnya dia?" tanya zyan.
__ADS_1
"Dialah otak pembantaian keluarga zhan." jawab ghostraid.
Betapa terkejutnya zyan mendengar hal itu. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan otak dari pembantaian keluarganya itu.
"Apa katamu?!! Kenapa kau membiarkannya pergi begitu saja." teriak zyan.
Suara zyan menarik perhatian para penjaga di bangunan itu. Ghostraid dengan terpaksa membukam mulut zyab dengan tangannya dan membawanya bersembunyi.
"Diamlah. Jika kau berteriak seperti itu, itu akan memancing mereka dan kita akan ketahuan. Aku akan jelaskan nanti." bisik ghostraid
Akhirnya zyan kembali tenang dan mulai melihat sekelilingnya.
"Siapa disana? Tunjukkan dirimu?" tanya salah satu penjaga sambil membawa senapan.
Zyan dan ghostraid diam saja. Para penjaga terus berkeliling mencari sumber suara tadi. Tapi mereka tak menemukan apapun dan akhirnya mereka kembali ke markas mereka.
Saat dirasa semua sudah aman, ghostraid langsung menarik tangan zyan untuk menjauh dari tempat itu.
Tanpa banyak berkata, ghostraid segera menaiki motornya. Zyan hanya bisa mengikuti ghostraid, karna zyan sangat penasaran dengan alasan sebenarnya ghostraid.
Setelah mereka menjauh dari markas inagawa. Ghostraid menghentikan motornya. Zyan turun dari motor, diikuti ghostraid.
"Sekarang sudah jauh. Bisakah jelaskan maksud semua ini?" tanya zyan.
"Kau sangat tidak sabaran. Kelompok inagawa bukanlah kelompok yang mudah kita lawan. Mereka memiliki kekuatan yang sangat besar bukan hanya di dalam kota saja. Kekuatan mereka sampai di luar negeri." jawab ghostraid.
"Cerita semua padaku apa yang kamu ketahui tentang kelompok inagawa." kata zyan.
"Kelompok inagawa memiliki kekuatan dan kekuasaan penuh di dunia gelap. Mereka terkenal kejam dan tak memilih antar lawan ataupun kawan. Asal menguntungkan bagi mereka, mereka akan melakukannya." kata ghostraid mulai bercerita.
"Jadi apa hubungan kelompok inagawa ini dengan targat kita?" tanya zyan.
"Ada kemungkinan, target kita mencari perlindungan dari kelompok inagawa. Karna dia takut akan di habisi oleh dirimu." jawab ghostraid.
Zyan terdiam mendengar jawaban ghostraid.
"Saat ini kita tidak bisa menyerangnya karna dia dilindungi oleh inagawa. Kita hanya bisa menunggu kesempatan yang tepat untuk menghabisinya." kata ghostraid.
"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya zyan.
"Kita hanya bisa menunggu. Kau tunggulah kabar dari ku. Aku akan mencari cara agar dia bisa terlepas dari inagawa." kata ghostraid.
Zyan menatap ghostraid dengan pandangan tajam, yang juga sedang menatap nya.
"Sebaiknya kau kembalilah ke asrama. Jangan sampai ada yang mengenalimu." kata Shen.
Keduanya kembali ke asrama. Seperti biasa, zyan berhenti di depan pintu rahasia.
"Zyan, tunggu." panggil shen.
Zyan yang akan masuk berhenti dan membalikkan badan nya.
"Ada apa?" tanya zyan.
"Dengar kan aku, tetaplah berhati hati. Jangan sampai identitas mu sebagai mawar hitam terbongkar. Jika sampai terbongkar akan sulit bagimu untuk membalaskan dendam kematian keluarga mu." kata ghostraid.
"Aku tahu itu. Tidak perlu menasehatiku." kata zyan.
__ADS_1
Tanpa keduanya sadari, seseorang tidak sengaja mendengarkan pembicaraan keduanya.
Shion, dia baru saja kembali dari apotek untuk membeli obat dan tidak sengaja dia melihat dua orang berpakaian hitam berhenti di dekat asrama.
Shion yang tak berani mendekat karna takut, memilih untuk bersembunyi dan mendengarkan pembicaraan keduanya.
Shion benar benar terkejut dan tak pernah menyangka. Ternyata salah satu dari kedua orang itu adalah zyan, temannya.
Dan yang semakin membuat shion tak percaya dengan yang dia dengar. Zyan orang yang dia suka ternyata orang yang sudah membunuh ayahnya. Zyan adalah mawar hitam yang sedang di cari polisi.
Tanpa sadar, shion meneteskan air matanya sambil menutupi mulutnya dengan kedua tangannya.
"Ingat zyan, setiap tindakkan mu saat ini sedang diawasi oleh polisi." kata ghostraid.
"Aku tahu. Sekarang tidak mudah bergerak. Salah langkah sedikit saja akan berakibat fatal." balas zyan
"Baiklah, kau masuk lah kedalam. Aku harus kembali. Aku akan mengabarimu jika ada kesempatan. Ingat tetap berhati hati pada sekelilingmu." kata ghostraid.
"Iya" kata zyan.
Motor ghostraid melaju meninggalkan zyan yang masih berdiri. Saat akan masuk, langkahnya terhenti oleh suara dari samping tembok.
Shion mencoba untuk berjalan pelan tapi tanpa di sadari, shion menabrak botol yang ada di bawah kakinya.
Klinting.
Shion langsung berhenti ketakutan.
"Siapa disana? Keluar atau aku tembak?!" kata zyan yang sudah bersiap menembak.
Dengan tubuh gemetar ketakutan, shion perlahan keluar. Zyan cukup terkejut melihat shion yang tiba tiba muncul.
"Apa yang kau lakukan disini? Apa kau mendengarkan pembicaraan ku?" tanya nya.
"Aku.. Aku.. Zy.." Jawab shion dengan nada gemetar.
"Jawab sebelum aku kehabisan kesabaran." kata zyan.
"Zy, jadi mawar hitam itu....jadi yang membunuh ayahku malam itu adalah....kamu?!" kata shion masih gemetar ketakutan.
Zyan terkejut mendengar perkataan shion. Zyan tak pernah menyangka akan bertemu dengan anak dari targetnya disini.
Shion semakin ketakutan karna melihat sorot mata zyan yang sangat tajam membuat shion semakin ketakutan.
"Jadi kau anak Haruka akaba. Hem. Menarik. Karna kau sudah tahu rahasiaku, aku tidak akan melepaskanmu." kata zyan, dingin namun menakutkan.
Shion semakin gemetar ketakutan,
"Zy, jangan. Aku tidak akan memberitahu siapapun dan aku juga tidak akan membalas dendam kematian ayahku. Zy aku mohon berhentilah." kata shion.
Zyan diam saja sambil terus mengacuhkan pistolnya. Zyan terus memperhatikan shion, lalu dia teringat akan sahabatnya itu.
Zyan tahu kalau sahabatnya itu, menyukai shion. Karna itu zyan memutuskan untuk menyimpan kembali pistol nya.
"Sudahlah. Kali ini aku lepaskan. Tapi ingat jika sampai kau berani membocorkan apa yang kau dengar malam ini, aku tidak akan segan segan untuk menghabisimu dah keluargamu!!" ancam zyan.
Shion hanya bisa terdiam menangis, melihat zyan yang sudah kembali ke asrama melalui pintu rahasia.
__ADS_1