
jin memperhatikan zyan yang terus memperhatikan pintu masuk. zyan menyalakan ponselnya melihat jam. saat ini waktu masih 9.50, waktu janjian jam 10.00 masih ada 10 menit lagi. meski rasa penasaran jin semakin besar tapi jin tetap enggan untuk bertanya dan hanya memperhatikan zyan.
'cress' jin memanggang berapa daging yakini Q. aroma daging panggang mulai tercium membuat perut jin mulai kelaparan.
tak lama terdengar suara bel pintu terbuka. 'klinting' seseorang pria parubaya berpakaian rapi masuk. mata melihat kesana kemari mencari seseorang. zyan melihatnya langsung mengambil ponselnya dan menelpon orang yang baru datang, memberi tau kalau dia disini. pria parubaya itu melihat ponselnya yang berbunyi dan melihat siapa yang menelponnya. begitu tau yang menelponnya adalah yin, dia langsung mengangkatnya.
"hallo tuan muda anda dimana? saya sudah sampai" katanya.
"bangku paling ujung. seragam mangetsu ido" kata zyan, jin terkejut mendengar perkataan zyan.
paman yang berjalan menuju tempat zyan dan menghampirinya.
"anda tuan muda yin" kata paman yang.
"duduklah paman." kata zyan. jin jadi bingung siapa laki laki yang baru datang dan kenapa dia memanggil zyan itu yin? paman yang duduk disebelah jin.
"tuan muda syukurlah anda masih hidup. saya sangat mengkhawatirkan anda." kata paman yang.
"paman ada hal penting yang ingin aku katakan. jin, aku tau kamu ingin bertanya banyak hal tentang apa yang terjadi." kata zyan.
"iya aku memang punya banyak pertanyaan tapi kamu sejak tadi diam tak mau menjawab satupun." kata jin manyun.
"sebelum aku menjawab semua pertanyaanmu. ada sesuatu yang aku inginkan darimu" kata zyan dengan tenang menikmati tehnya.
"apa itu zy?" tanya jin semakin penasaran karna ini pertama kalinya zyan meminta sesuatu.
"aku hanya ingin kau merahasiakan pertemuan hari ini dari siapapun termasuk kak elena." kata zyan.
"kenapa kak elena tak boleh tau hal ini?" tanya jin lagi.
"jawabannya kau akan segera tau." kata zyan. jin sekarang diam, mengikuti permainan zyan.
"paman, yin sudah mati 5 tahun lalu. sekarang yang ada dihadapmu ada zhan zyan." kata zyan serius.
paman yang terdiam tak mengerti maksud zyan. zyan tau paman yang tak paham apa yang terjadi.
"aku tau paman tidak mengerti apa yang aku maksud. aku akan menjelaskannya." zyan menjelaskan apa yang terjadi selama ini.
semuanya dari awal setelah kejadian malam itu sampai akhirnya dia berada di asrama yuro no niji. jin terkejut mendengar semua penjelasan zyan. dia seakan tak percaya dengan yang dia dengar.
"jadi.. zyan kamu sejak awal tak hilang ingatan?" tanya jin kesal sekaligus kaget.
"iya. aku terpaksa melakukannya. semua aku lakukan agar aku bisa terus hidup dan bisa membalas dendam kematian keluargaku, aku terpaksa berpura pura hilang ingatan dan menyetujui nama yang diberikan bunda hana." kata zyan dengan tenang tapi dalam hati dia merasa bersalah pada jin yang sudah percaya padanya selama ini.
"aku minta maaf karna berbohong padamu. dan sekarang kamu sudah tau semua tentangku." kata zyan lagi.
jin tertunduk diam mencoba mencerna apa yang dikatakan zyan.
"jadi tuan muda apa yang bisa saya bantu?" tanya paman yang.
"untuk sementara ini aku hanya ingin berlatih untuk menjadi kuat dan mengumpulkan informasi siapa saja yang terlibat." kata zyan.
"baik saya mengerti tuan muda. jika anda ingin berlatih, saya tau tempat anda bisa berlatih. saya akan mengantar tuan muda ketempat latihan yang sudah disiapkan tuan besar untuk anda." kata paman.
"terima kasih paman" kata zyan.
zyan melihat kearah jin, perasaan bersalah makin menyiksa hati.
"jin silakan jika kau mau marah atau membenciku. jika kau mau menjauhi pun aku tak keberatan. aku tau kesalahanku tak bisa dimaafkan."kata zyan.
jin mengangkat wajahnya mendengar zyan berkata begitu.
'brak' jin berdiri dan tangannya memukul meja dengan keras. matanya berkaca menatap zyan tak bisa berkata apa apa. zyan menatap jin yang berusaha menahan air mata.
"zy apa kau benar mau ninggalin aku?" tanya jin. zyan diam dan terus menatap jin. jin merasa kesal dengan sikap zyan. dia menarik kerah baju zyan
"zy. tolong jawab aku. selama ini kita sudah melalui banyak hal bersama. apa kamu mau ninggalin aku?" kata jin lagi. paman yang berdiri dan mencoba melepaskan tangan jin tapi ditahan oleh zyan.
"bukan seperti itu. jin setelah ini langkah yang aku ambil sangat berbahaya dan ini tak ada hubungannya denganmu. aku tak ingin membahayakanmu" kata zyan.
jin terkejut ternyata selama ini zyan sangat perduli padanya. jin melepaskan tangannya dan kembali duduk. suasana yang sempat tegang sudah berubah kembali menjadi tenang.
__ADS_1
"zy, aku juga ingin mencari tau siapa pembunuh orang tuaku. tapi aku sangat penakut, aku tak seberani dirimu" kata jin mulai tenang.
"kalau begitu kita cari sama sama pembunuh keluarga kita" kata zyan tersenyum tulus untuk pertama kalinya. jin terkesima melihat zyan tersenyum, dia lebih tamvan kalau tersenyum.
hari itu semua menjadi jelas, zyan dan jin pun sepakat untuk bekerja sama membalas dendam kematian keluarga mereka. jin sudah berjanji untuk merahasiakan semua yang mereka lakukan dari semua orang termasuk elena dan ibu ruan.
selesai mengobrol dan menyiapkan rencana selanjutnya dengan paman yang, mereka pulang diantar paman tapi mereka berhenti jauh sebelum gerbang asrama.
"terima kasih paman." kata jin ramah.
"sama sama tuan muda jin. jika perlu sesuatu beritau saya. saya siap membantu" kata paman.
jin menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
"ayo kembali" ajak zyan.
"iya. bye paman" kata jin. zyan dan jin berjalan menuju gerbang sekolah, banyak anak yang menyapa mereka dan seperti biasa hanya jin yang membalas sapaan mereka.
mereka langsung masuk kekamar, jin menjatuhkan tubuhnya diatas kasur.
"uh nyamannya." kata jin. zyan menaruh tasnya dan melepas jas seragam sekolahnya dan menggantungnya dibelakang pintu.
zyan memandang langit sore dari balik jendela, begitu indah. jin bangun dan mendekati zyan yang duduk dijendela.
"zy kenapa baru sekarang kamu memceritakan semuanya? apa kamu tak percaya padaku?" tanya jin.
"bukan. hanya menunggu waktu yang tepat saja" kata zyan. keduanya diam menikmati hembusan angin sore.
"pergilah mandi."perintah zyan pada jin.
"nanti ah. kamu duluan saja" balas jin.
zyan mengalah, zyan pergi kekamar mandi duluan. sedangkan jin masih duduk menikmati langsit sore. pikirannya masih melayang, mengingat masa lalunya saat saat bahagia bersama ayah dan ibunya.
penuh tawa canda kegembiraan terkadang menangis karna jin anak yang manja. jin tertawa sendiri mengingat masa kecilnya tapi wajahnya seketika berubah saat kejadian itu melintas dipikirannya. takut, perasaan yang saat ini dia rasakan. tapi tekadnya sudah bulat dia ingin membalas kematian kedua orang tuanya bersama dengan zyan.
selama disisinya ada zyan, jin pasti bisa. jin akan terus berusaha untuk menjadi kuat dan menjadi lebih berani seperti zyan.
zyan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan celana jeans pendek. matanya tertuju pada jin yang masih duduk sambil memandang langit sore.
"hanya mengingat kembali masa lalu. andai aku bisa kembali kewaktu itu, dimana semua terasa indah" kata jin tanpa memalingkan wajahnya dan terus memandang langit.
zyan sadar maksud kata kata sahabatnya itu.
"jika takut sebaiknya mundur saja. tak perlu dipaksakan" kata zyan melihat mata sahabatnya.
"tidak!! aku tidak akan mundur. kematian orang tuaku harus dibalaskan. aku harus balasnya" kata jin menyemangati dirinya.
"kamu mungkin bisa membohongiku dengan kata katamu tapi matamu tidak bisa membohongiku." kata zyan matanya beralih menatap langit. jin diam sambil memandang wajah sahabatnya.
"langkah yang aku ambil sangatlah beresiko. aku tak ingin kau dalam bahaya jika kau mengikutiku dengan hati yang ragu" kata zyan tetap dengan wajah tenang.
"tak perduli apapun resikonya demi membalas kematian keluargaku, akan aku lalui. meskipun nyawa taruhannya" kata jin penuh tekad. zyan tersenyum tipis melihat tingkah sahabatnya itu.
cukup lama keduanya terdiam. larut dalam pikiran masing masing.
,
tok tok tok seseorang datang,
"jin zyan apa kalian didalam? bolehkah aku masuk?" tanya elena diluar.
"masuk saja kak. pintunya tak dikunci" jawab jin. elena membuka pintu dan masuk kedalam.
"loh kalian lagi ngapain? duduk duduk dijendela? dan jin ko masih pake seragam?" tanya elena lagi.
"hi hi hi" jin hanya tertawa kecil. elena mengerutkan keningnya, kesal dengan tingkah jin. elana duduk diatas kasur memperhatikan mereka berdua.
"zyan kenapa tak pakai baju?" padangan elena beralih pada zyan yang hanya memakai celana jeans pendek.
"nanti" jawab singkat zyan.
__ADS_1
sebelum elena bertanya pada jin, jin sudah terlebih dahulu berpamitan pergi kekamar mandi.
"mm aku mandi dulu ya." kata jin bergegas kekamar mandi karna tak mau ditanya lebih oleh elena.
hanya tinggal mereka berdua disana. elena bangun dan berjalan menghampiri zyan yang masih duduk dijendela.
"bagaimana hari pertama masuk sekolah mangetsu ido?" tanya elena membuka pembicaraan.
"tak ada yang spesial." kata zyan.
"tentu tak ada yang spesial karna hari ini tak ada kegiatan. kemana saja kalian kenapa pulang sampai sore?" tanya elena lagi. zyan tak mau menjawab pertanyaan elena, tak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya.
elena terus memperhatikan zyan, semakin lama dia semakin mirip dengan ayahnya.
"zyan apa yang sebenarnya kamu pikirkan? apa kau masih tak ingat apapun tentang keluargamu?" tanya elena dengan nada sedih. seketika zyan melihat kearah elena.
"apa maksudmu kak elena" kata zyan berpura pura tak mengerti maksud elena.
"tak ada. baiklah selesai jin mandi turunlah kebawah" kata elena beranjak pergi. zyan memperhatikan punggung elena yang semakin jauh dan hilang dibalik pintu.
'maaf, aku harus lakukan ini. demi membalas dendam keluargaku' kata hati zyan.
jin selesai mandi. "loh kak elena kemana?" tanya jin sambil menghampiri zyan yang sedang membereskan buku.
"pergi" kata zyan.
"cepat sekali perginya? biasanya ngomel dulu baru pergi" kata jin. zyan tak menjawab dan duduk membaca buku.
"zy, turun yuk. lapar ni" kata jin dengan nada manjanya.
zyan menganggukan kepalanya dan menutup buku yang dia baca. mereka berdua keluar kamar berjalan berdua menuju tangga lantai 2. karna kantin asrama ada dilantai bawah jadi zyan dan jin harus menuruni dua tangga. mereka pun sampai dikantin, malam ini kantin seperti biasa rame. sepanjang perjalan zyan dan jin tak ada yang bicara, entah kenapa hari ini jin lebih pendiam ketimbang biasanya.
jin dan zyan masing masing mengambil makanan yang sudah disiapkan dan membawanya kebangku kosong. disaat makanpun keduanya diam, banyak mata yang memandangi mereka. tiga teman cowok mereka datang menghampiri.
"hy Zyan hy jin." kata a yong menyapa keduanya tapi keduanya hanya diam dan meneruskan makan mereka. a yong merasa bingung karna tak biasanya jin seperti ini.
"kalian kenapa si? lagi berantem yah?" kata amaru. jin hanya menggelengkan kepalanya. membuat ketiga temannya itu bingung.
"lalu kenapa kau diam saja jin? biasanya kamu yang paling berisik." kata kanami.
"aku sedang makan. kalau makan berbicara nanti tersendak" akhirnya jin buka suara.
"iya si. tapi biasanya juga kamu gak begitu." kata amaru. jin lagi malas menanggapi para seniornya itu.
"eh yah zyan. aku dengar kamu hebat dalam main game, bagaimana kalau setelah makan kita duel. aku pingin tau apa benar kamu sehebat yang dikatakan orang orang." kata a yong menantang zyan bermain.
"tidak tertarik" kata zyan.
"kenapa tidak? jangan jangan kamu tak sehebat yang dikatakan? atau kamu takut melawan aku. hi hi hi" kata ayong lagi merasa bangga pada dirinya sendiri.
"hei. kak ayong siapa bilang zy kalah melawan kak ayong. zy itu sangat hebat dan pasti akan menang dari kakak" kata jin tiba tiba membuat kaget semua orang. zyan hanya menggelengkan kepalanya.
"wah benarkah itu?!. kalau begitu ayo kita duel." kata ayong. zyan diam saja, jin melihat zyan berharap zyan berkata iya. tapi zyan tetap diam, harapan jin pupus.
"bagaimana zyan" tanya amaru. zyan menatap jin sejenak dan beralih ke tiga kakak kelasnya itu.
"baiklah. aku terima" kata zyan membuat jin semangat.
dan akhirnya mereka berkumpul diruang santai. zyan dan ayong sudah bersiap untuk bermain game. jin terus menyemangati zyan.
"zy ayo kalahkan kak ayong" teriak jin membuat suasana menjadi rame.
banyak anak berkumpul karna mendengar akan ada duel antara zyan dan senior ayong. permainan dimulai, baru saja dimulai zyan sudah menang dua kali. jin merasa bangga sekaligus senang. tiba tiba ponsel zyan berbunyi. zyan berhenti bermain dan melihat ponselnya, ada panggilan dari paman yang.
"jin, sudah waktunya" kata zyan bangun.
"eh zy nantilah. selesai dulu pertarungannya" kata jin tak mengerti maksud zyan.
"kau mau melakukannya atau tidak" kata zyan menarik tangan jin.
"tunggu zy. iya iya kita lakukan tapi jangan tarik tarik begini dong" kata jin. zyan melepaskan tangannya yang tadi menarik tangan jin.
__ADS_1
semua orang yang ada diruangan itu terbengong dan mulai berpikir aneh aneh melihat sikap zyan dan jin. seperti ada sesuatu diantara keduanya ditambah kata kata zyan tadi.
"zy sebenarnya kita mau melakukan apa?" tanya jin yang masih bingung dan hanya mengikuti zyan kembali kekamar mereka.