Pembalasan Mawar Hitam

Pembalasan Mawar Hitam
comeback 25


__ADS_3

"Sepertinya bukan hanya mereka saja yang menjadi musuhku. Sekarang bertambah satu lagi." kata zyan.


"Iya. Karna itu lah, mulai sekarang kau harus bergerak dengan hati hati. Jangan sampai identitasmu terungkap. Jika sampai kau tertangkap, maka harapan keluarga zhan untuk bangkit hanya tinggal harapan." kata ghostraid.


Zyan menyadari hal itu. Mulai sekarang ini dia harus Lebih berhati hati dalam bertindak.


"Zhan Yin, karena hanya kaulah satu satunya harapan keluarga Zhan." kata ghostraid.


"Aku tahu itu." balas zyan.


Keduanya terdiam. Semua sibuk dengan pikiran masing masing.


Cukup lama keduanya terdiam sampai zyan membuka suara.


"Aku punya pertanyaan untukmu?!" kata zyan.


"Apa itu?" tanya ghostraid.


"Siapa kau sebenarnya? Dan apa hubunganmu dengan keluarga zhan?" tanya balik zyan.


"Aku? Siapa aku itu tidak penting. Suatu saat kau juga akan tahu siapa aku. Aku memang tak memiliki hubungan darah ataupun saudara dengan keluarga zhan. Tapi aku berhutang pada salah satu kepala keluarga zhan." jawab ghostraid.


"Apa maksudmu?" tanya zyan semakin penasaran.


"Dulu salah satu kepala keluarga zhan pernah menolongku dan aku belum sempat membalasnya. Karna beliau sudah tidak ada." jawab ghostraid.


"Saat pertama kali aku mendengar berita kematian keluarga zhan, aku sangat marah dan juga sangat sedih. Bagiku keluarga zhan seperti malaikat." kata ghostraid lagi.


Ghostraid mulai bercerita tentang masa lalunya dan mengingat kembali awal pertemuannya dengan Zhan Ryu.


"Waktu itu, seorang pria muncul menolongku dan ibuku yang saat itu sedang sekarat. Dia membantu ibuku dengan membiayai seluruh pengobatan ibuku dirumah sakit hingga sembuh. Dia juga memberiku kesempatan untuk bisa merasakan bangku sekolah." kata ghostraid.


Zyan hanya terdiam mendengarkan cerita ghostraid tentang keluarganya.


"Dan sejak saat itu, aku di terima di keluarga zhan dan menjadi bagian dari mereka. Aku senang dan bahagia. Karna itu, saat mendengar berita itu, aku benar benar marah dan ingin sekali membalaskan kematian mereka." kata ghostraid.


"Saat itu aku tidak bisa melakukannya karna aku tidak memiliki kekuatan apapun. Hingga akhirnya aku berhasil memiliki kekuatan dan dukungan. Dan saat aku bersiap untuk membalas dendam, tiba tiba saja aku mendengar berita tentang mawar hitam yang muncul." kata ghostraid lagi.


Zyan terus terdiam mendengarkan cerita ghostraid.


"Jujur saja aku penasaran dengan dirimu. Aku terus mencari info tentang dirimu. Dan akhirnya aku berhasil menemukan info tentang mu." kata ghostraid.


"Dari mana kau dapat info tentangku?" tanya zyan.


"Tentu saja dari orang orang yang aku sebar untuk mencari informasi tentang dirimu. Mereka diam diam mengumpulkan informasi dengan terus mengikutimu." jawab ghostraid.


"Jadi orang orang yang terus mengikutiku selama ini, itu orang orangmu?" tanya zyan.


"Aku tidak tau." jawab ghostraid.


Dan malam itu semua menjadi jelas. Siapa sebenarnya ghostraid ini dan apa tujuan sebenarnya dia membantu zyan.


Perasaaan keraguan didalam hati zyan menghilang setelah mengetahui semuanya. Dan zyan pun mulai percaya pada ghostraid.


Kembali ketempat jin dan kawan kawan. Semuanya masih asyik bermain. Meski saat ini jin sedang bersama teman temannya tapi tetap saja, jin merasa kosong tanpa zyan.


Pikirannya masih saja memikirkan zyan. Jin melihat jam tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul 10.45 malam. Sebentar lagi gerbang asrama akan di tutup.


"Hei, semua kita harus kembali. Sebentar lagi jam 11, gerbang akan segera di tutup." kata jin.


"Eh ternyata sudah malam saja. Perasaan baru tadi kita datang." eluh lan.

__ADS_1


"Hehehe. Itu karna kita semua menikmatinya sampai tanpa sadar waktu sudah berjalan sangat lama. Sebaiknya kita kembali sebelum gerbang di tutup." kata shion.


"Iya ayo." balas yuri, raiga dan soji bersama.


Mereka pun kembali ke asrama dengan naik dua taxi yang sudah menunggu mereka di depan pintu taman.


Dua taxi yang sudah di siapkan oleh zyan untuk menjemput teman temannya.


"Tuan muda jin. Silakan naik." kata salah satu sopir taxi


Semua teman temannya terkejut karna sopir taxi itu kenal dengan jin.


"Eh, jin ko dia kenal kamu si?" tanya raiga.


"Itu..."


Jin kebingungan harus jawab apa. Jin tau, taxi ini di siapkan oleh zyan. Dan jin juga tahu kalau sopir taxi itu anak buah zyan.


"Maaf tuan dan nona. Tuan jin dan tuan zyan sudah menjadi langgana kami setiap kali keluar. Jadi kami sudah mengenalnya." jawab sopir satunya.


"Oh begitu.." balas yuri.


"Yuk balik. Sebelum gerbang di tutup." ajak jin.


"Iya" jawab teman temannya.


Mereka pun kembali ke asrama dan akhirnya mereka sampai digerbang asrama.


Semua turun dari taxi dan taxi itu pun langsung beranjak pergi.


"Loh ko taxinya langsung pergi begitu saja. Kitakan belum bayar." kata yuri.


"Biarkan saja. Nanti zy yang mengurus semuanya." kata jin.


"Malam pak." sapa jin.


"Malam nak jin. Ada apa nak jin?" tanya security.


"Pak, zy sudah balik belum?" tanya jin lagi.


"Saya tidak tahu nak. Saya baru kembali dari toilet. Memang nak jin tak bersama zy? Bukannya kalian selalu bersama?" tanya balik security.


"Tadi berangkat bareng tapi tadi sana kami berpisah. Ya sudah mungkin zy sudah kembali. Terima kasih pak." jawab jin.


Jin melanjutkan masuk kedalam asrama dan bergegas kekamar nya.


Sampai disana, pintu kamarnya masih terkunci. Jin membuka pintunya, dan kamar masih terlihat gelap. Jin masuk dan menyala lampunya.


"Zy." panggilnya.


Tapi tak ada jawaban. Jin meletakkan bonekanya diatas tempat tidurnya. Jin melihat ke jendela lalu melihat kebawah.


Jin berpikir mungkin zyan ada di halaman belakang. Jin menyalakan senter dan mengarahkannya kebawah, api kosong.


Jin kembali ketempat tidurnya dan duduk disana. Perasaannya saat ini dipenuhi kekhawatiran karna zyan belum juga pulang.


Waktu sudah menunjukan pukul 12.05 menit. Dan zyan belum ada tanda tanda kembali. Jin semakin khawatir karna zyan tak memberinya kabar.


Jin memutuskan untuk keluar kamar dan turun kebawah untuk menunggu zyan pulang.


Di depan gerbang, berhenti sebuah mobil mewar berwarna biru. Elena turun dari mobil bersama pacarnya.

__ADS_1


Tak jauh dibelakangnya, sebuah motor berhenti. Seorang turun dari motor lalu melepaskan helmnya.


Elena terkejut ternyata yang datang adalah zyan yang baru kembali.


"Zyan? Dari mana saja kamu? Kenapa kamu baru kembali?" tanya elena.


Tapi tak di jawab oleh zyan. Dia malah mengembalikan helmnya pada menyendara motor.


"Terima kasih." kata zyan.


"Oke sama sama." jawab pemotor itu lalu pergi.


Zyan tanpa menjawab pertanyaan elena, langsung masuk kedalam asrama. Membuat elena semakin geram dengan sikap zyan yang acu tak acu.


"Zyan." panggil elena.


Tapi zyan tak memperdulikannya. Elena masuk kedalam setelah berpamitan dengan kekasihnya itu.


"Zyan, kenapa kamu sendirian? Dimana jin?" Tanu elena sambil menghentikan zyan.


Zyan menatap tajam elena tanpa berkata apapun pada elena.


"Zyan jawab pertanyaan ku. Dimana jin?" tany elena lagi.


"Untuk apa kau menanyakan jin?" tanya zyan balik.


"Zyan, sudah cukup. Jauhi jin, jangan dekati jin lagi." kata elana.


"Coba saja jika kau bisa membuat jin menjauh dari ku." tantang zyan.


Elena sudah sangat kesal. Batas kesabarannya sudah hampir habis.


"Zyan, kau berani menantang ku. Kau pikir kau itu siapa?" tanya elena


"Ingat baik baik elena. Aku masih memegang kartu as mu." kata zyan dengan seringai.


Sontak elena terdiam. Dari kejauhan jin berdiri di depan pintu masuk asrama.


Jin melihat zyan yang sedang berdiri dengan elena segera berlari dan langsung memeluk zyan.


"Syukurlah zy kamu sudah pulang." kata jin sambil memeluk zyan.


Elena terkejut karna kedatangan jin yang mendadak itu dan langsung memeluk zyan.


Zyan membalas pelukan sahabatnya itu sambil menyeringai kemenangan pada elena.


"Iya aku sudah pulang." kata zyan.


Jin melepaskan pelukannya dan menatap mata zyan.


"Zy kamu dari mana saja? Kenapa baru balik?" tanya jin.


"Aku ada urusan. Nanti saja dikamar aku ceritakan. Ayo kembali diluar sangat dingin." kata zyan dengan lembut.


Jin mengangguk dengan tersenyum senang. Dia pun langsung menggandeng tangan zyan dan membawanya masuk kedalam asrama.


Saat berjalan, zyan sempat menengok ke elena dengan senyum mengejek.


Elena terpaku dan hanya bisa memandang kedua adiknya pergi.


#Sampai sini ya semua sedikit bocoran dari ashleen😊😊😊😁😁😁 Nantikan kedatangannya.

__ADS_1



__ADS_2