
"kan hanya main game." kata jin membuat elena semakin kesal.
"au au kak sakit." teriak jin karna telinga nya ditarik oleh elena.
"inilah hukumannya karna kamu bandel." kata elena.
"sudah jangan salahkan jin. ini semua salahku." kata zyan, matanya terlihat sayu.
"aku minta maaf karna sudah membuatmu khawatir" kata zyan lagi.
elena melepaskan tangannya dari telinga jin. sebenarnya elena tidak tega melihat keduanya tapi mau bagaimana lagi mereka harus diberi pelajaran.
"baiklah kali ini kalian kakak maafkan tapi lain kali jangan ulangi lagi. ingat itu!!" kata elena.
"iya kak. kami janji" jawab jin masih memegangi telinganya yang merah.
"ya sudah kalian makanlah dulu setelah itu zy jangan lupa minum obatnya." kata elena dengan penuh kelembutan.
zyan hanya mengangguk saja.
"baiklah kakak pergi dulu. jika ada apa apa beritahu kakak ya jin, zyan" kata elena beranjak pergi.
"iya kak." jawab jin. elena sudah pergi,
dikamar tinggal mereka berdua, jin mengambil makanan yang dibawa oleh elena tadi.
"zy ayo sarapan dulu selagi masih hangat." jin mengambilkan semangkok makan untuk zyan dan memberikannya pada zyan.
"maafkan aku membuatmu harus berbohong." kata zyan dengan nada pelan namun penuh penyesalan.
"tak apa. jika itu untukmu, apapun akan aku lakukan. meski harus berbohong." kata jin lalu tersenyum senang.
saat zyan melihat jin tersenyum dengan tulus membuat hatinya terasa hangat, zyan ikut tersenyum meski tipis.
"ayo kita makan." ajak zyan.
jin pun mengiyakannya dan mereka memakan makanan mereka dengan penuh keceriaan.
selesai makan, mereka kembali kekegiatan masing masing. zyan sibuk dengan laptop dan bukunya, sedangkan jin sibuk dengan ponselnya.
"jangan main game terus. ada baiknya jika kamu membaca buku" kata zyan.
"uh zy, nanti saja. lagi nanggung ni " kata jin masih asyik bermain game.
"terserah padamu. jika nanti kak elena datang dan menarik telingamu lagi aku tidak perduli." kata zyan kembali fokus pada laptopnya.
mendengar kata elena disebut, jin mulai merinding. tentu saja dia sangat takut.
"zy ah kamu gak asyik banget." kata jin sedikit manyun.
jin bangun dari berbaringnya dan berjalan mendekati zyan.
"zy sebenarnya apa yang terjadi? apa ini ada hubungannya dengan ghostraid?" tanya jin penasaran,
zyan berhenti bermain laptopnya lalu dia menatap sahabatnya itu.
"hanya 15% ghostraid, 35% kenangan masa lalu yang sering muncul dan 50% balas dendam." kata zyan,
jin mengerti semua maksud zyan tapi jib tak bisa berbuat apa apa.
"maafin aku zy, aku terlalu bodoh sampai tidak bisa membantumu?!" kata jin menundukan kepalanya.
"bodoh. akulah yang seharusnya meminta maaf padamu. aku sudah melibatkamu dalam bahaya."kata zyan.
"tidak. itu bukan salahmu. aku ikut atas keinginanku sendiri dan aku sudah siap dengan resikonya." kata jin.
ponsel zyan berbunyi, ternyata paman yang menelpon. "hallo paman, bagaimana?" tanya zyan.
"saya sudah mengabarinya dan dia bersedia untuk bertemu."jawab paman.
"baiklah. besok saja, hari ini aku tidak bisa. terima kasih paman." kata zyan menutup telponnya.
"ada apa zy?" tanya jin penasaran.
"tidak ada apa apa." kata zyan.
karna diluar salju turun dengan lebat jadi seharian mereka didalam kamar. zyan menghabiskan waktunya dengan membaca buku dan jin juga sama.
zyan merasa bosan lalu dia mengambil kotak kecil yang dulu dia temukan dirumahnya itu. zyan membuka kotak itu dan mengambil belati yang ditinggalkan oleh ayahnya. jin mendekati zyan,
"zy ini kotak apa?" tanya jin penasaran.
"kotak pandora yang ditinggalkan ayahku." kata zyan.
"aku baru pertama kali lihat. apa paman yang memberikannya padamu?" tanya jin lagi.
"tidak. aku menemukannya dulu saat kita pergi ke bekas rumahku." kata zyan. jin terdiam
'bekas rumah zy? dimana?'. tanyanya dalam hati.
lalu jin teringat dulu saat dia dan zyan bersama teman temannya pergi untuk mengerjakan tugas, mereka melewati sebuah rumah yang menjadi saksi bisu kejadian pembunuhan keluarga zhan. jin ingat sekarang saat itu zyan pergi masuk kedalam rumah itu lalu zyan menghilang didalam rumah.
"maksud dirumah yang dulu, yang hampir mati aku?" kata jin.
"iya. saat itu aku melihat seorang anak kecil di jendela lantai dua. wajahnya mirip dengan naya, adikku. hanya saja tubuhnya lebih besar seperti anak berumur 4-5 tahun." kata zyan mulai bercerita.
__ADS_1
jin mulai merasakan suasana yang tidak enak.
"anak kecil melambaikan tangannya padaku seperti memintaku untuk masuk kedalam. karna penasaran aku mencari sosok itu dan masuk kedalam rumah." kata zyan.
zyan menceritakan kejadian waktu pertama kali masuk kerumahnya setelah kejadian pembantaian keluarganya.
"jadi waktu itu kamu berlari kedalam rumah hanya untuk mengejar sosok anak kecil itu!!" kata jin mulai merasa takut.
"iya. saat aku masuk, anak kecil itu berdiri di tangga seolah menungguku. dia melambai lagi dan berjalan keatas. karna penasaran aku terus mengikutinya sampai dia berdiri didepan pintu kamar." kata zyan terus memandangi belati itu.
jin merinding sendiri dan matanya melihat keseluruh kamar, takut sosok anak kecil yang disebut zyan tiba tiba muncul didekatnya.
"terus kamu ikutin dia? memang kamu tidak takut zy?" tanya jin gelisah. tapi zyan tetap tenang,
"tidak. yang ada dipikirkan saat hanya rasa ingin tau apa maksud sosok itu"kata zyan dengan sangat tenang.
"lalu apa yang terjadi setelah itu?" tanya jin penasaran sekaligus takut.
"sosok itu menembus pintu dan aku ikut masuk kedalam kamar. itu bekas kamarku dulu. anak kecil itu menunjuk sesuatu ditembok, aku mendekatinya dan menyentuh tembok. jika dilihat memang tak ada apa apa tapi jika disentuh dengan teliti ada satu tombol. ketika aku tekan, lantai di kaki ku terbuka dan ada kotak pandora ini didalam." kata zyan menunjukan kotak pandora.
"lalu hantu itu bagaimana?" tanya jin.
"dia menghilang."kata ayan dengan ekspresi yang sangat tenang.
"ih zy, kenapa kamu cerita hal seperti itu. menakutkan tau?!!" kata jin
zyan tidak menjawab dia hanya terus melihat kotak itu. hanya itu kotak yg ditinggalkan ayahnya.
"zy, aku ko jadi merinding ya?" kata jin memegang tekuknya.
"hanya perasaanmu." kata zyan dengan sangat tenang.
jin terus melihat sekeliling kamar, memang tidak ada apa apa. hanya halusinasi jin saja yang merasa ada yang memperhatikannya saja.
"zy, kita keluar yuk. aku lapar ni?" ajak jin.
zyan menyimpan kembali belatinya kedalam kotak dan menaruh kembali kotak itu di lemari meja.
"ayo cepat zy." kata jin memegang erat tangan zyan.
"iya bawel!" kata zyan sudah merasa kesal dengan tingkah jin yang berlebihan.
mereka berdua turun kebawah untuk makan malam.
"zy hari ini kita mau kemana?" tanya jin disela mereka ke kantin.
"tidak ada. malam ini kita istirahat dulu. tunggu kabar berikutnya." kata zyan.
"ya sudah. kita seharian dikamar dan sekarang malamnya juga. huh benar benar membosankan." kata jin
"hei zy bagaimana keadaanmu?" tanya elena tiba tiba muncul dibelakang elena.
"hei apa yang kamu bilang tadi!!" kata elena sangat menakutkan, jin segera berlari kebelakang zyan.
"zy, iihh kak elena sangat menakutkan. lebih menakutkan dari hantu." bisik jin tapi tetap terdengar oleh elena.
elena semakin kesal mendengar ucapan jin.
"sudah tidak perlu dibahas lagi. masalah kecil juga. lagian itu salahmu kak, datang tanpa suara dan mengagetkan kami." kata zyan tetap tenang meski dia khawatir,
takutnya elena mendengar perbincangan mereka berdua. amarah elena mereda setelah mendengar ucapan zyan.
"hi hi hi maaf. iya kakak mengaku salah. maafin kakak yah adik adikku yang imut imut." kata elena tersenyum.
"huft menakutkan." bisik jin masih bersembunyi dibelakang zyan.
"jin kamu ngapain masih sembunyi dibelakang zy?" tanya elena yang melihat jin masih sembunyi.
"takut nanti aku dimakan lagi." canda jin dengan wajah yang so serius.
"jin hou apa maksud perkataanmu itu?!" tanya elena tetap tersenyum meski hatinya dongkol.
zyan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan mereka berdua. zyan tak mau ikut campur urusan mereka berdua, memilih untuk pergi.
"hei zy, ko malah pergi si? woi tungguin aku." kata jin mengejar zyan yang pergi duluan.
disusul oleh elena dibelakang mereka.
kantin sangat sepi hanya ada mereka bertiga. sedangkan pengurus kantin juga ikut libur hari ini.
"loh ko sepi? bibi kemana?" tanya jin saat mereka sampai dikantin.
"semuanya pulang kerumah masing masing. inikah libur jadi wajarlah kalau mereka pulang kerumah masing masing." kata elena menyeringai senang.
"apa! lalu kita bagaimana zy?" kata jin dengan nada sedih.
zyan tak menghiraukan jin karna saat keduanya sedang berdebat tadi zyan sudah meminta paman yang untuk menyiapkan makanan dan mengirimnya ke asrama.
"zy kamu ko diam saja. aku sudah kelaparan tau." kata jin merengek.
"hi hi hi kamu ini jin sudah besar masih saja merengek seperti anak kecil." ejek elena.
jin menjadi makin manyun.
"oh zy kamu mau makan apa biar nanti kakak pesankan sekalian?" tanya elena pada zyan.
__ADS_1
"tidak. sebentar lagi juga datang" kata zyan.
elena terdiam tidak mengerti maksud zyan.
didepan gerbang asrama, seseorang datang dengan membawa berapa kotak makanan.
"permisi pak security. saya datang membawakan pesanan untuk tuan zyan." kata kurir pada security asrama.
security asrama keluar dari pos dan menghampiri sikurir.
"pesanan? apa ini?" tanya security.
"ini isinya makanan. tadi tuan zyan memesan makanan dan menyuruh saya untuk mengantarkannya kesini. kalau pak security tidak percaya. bisa dicek isinya." kata kurir itu.
"oh baiklah. silakan ikut saya kedalam." kata security. membawa kurir itu masuk kedalam asrama.
sebelum masuk asrama, security berhenti didepan pintu asrama dan menelpon zyan.
"hallo nak zyan, didepan ada seorang kurir yang membawa makanan untukmu." kata security.
"langsung kekantin saja." kata zyan disebrang telpon.
"baiklah" kata security dan mereka berjalan kembali menuju kantin.
"dari siapa zy?" tanya elena yang melihat zyan menerima telpon.
"security asrama." jawab singkat zyan.
"memang ada apa ko security asrama menelpon kamu?" tanya jin.
tapi zyan tak menjawabnya membuat jin penasaran. tak lama security itu datang bersama kurir yang membawa makanan.
"selamat malam bu elena. ini ada kurir yang mengantarkan makanan." kata security.
"tapi saya belum memesan?" kata elena bingung tapi kurir itu berjalan mendekati zyan
"tuan ini pesanan anda. semua sudah ada disini." kata kurir meletakan kotak makanannya di meja.
"baik. terima kasih."jawab zyan
kurir tadi membungkuk lalu pergi diikuti security dibelakangnya.
"zy kamu sudah pesan? kapan?"tanya elena bingung.
zyan tidak menjawab dan terus membuka kotak kotak itu. saat melihat isi kotak jin langsung tahu dari mana makanan itu berasal. jin langsung terlihat girang.
"zy memang bener bener pengertian."kata jin langsung mengambil kotak makana yang isinya makanan kesukaannya.
elena hanya bisa diam kebingungan karna banyak sekali jenis makanan di depannya.
"zy kenapa banyak sekali makanannya dan juga semua ini makanan yang mewah. dari mana kamu memesan makanan ini?" tanya elena penuh curiga.
"kak tenang saja. makanan ini semuanya enak dan sehat, aku berani jamin." kata jin dengan senyum bahagia. elena masih curiga.
"jika tidak dimakan sekarang akan dingin" kata zyan.
dan akhirnya mereka bertiga menghabiskan semua makanannya.
"ah kenyang. perut kenyang hati pun senang. terima kasih banyak zy. kamu memang pengertian." kata jin tersenyum bahagia.
"dasar kamu jin. tadi manyun sekarang gilang." ejek elena.
"tadi perut kosong sekarang perut sudah terisi. jadi harus bahagia dong dan juga makanannya enak." kata jin lagi.
"zy sebenarnya kamu pesan makanan ini dimana? setahu aku tidak ada restoran atau tempat makan yang menjual semua makanan mewah ini?" tanya elena.
"ditempat kenalan ku." jawab zyan sedang santai menikmati teh hijaunya.
"oh makanannya enak. terima kasih." kata elena tersenyum senang.
"zy bagaimana keadaanmu? sudah merasa lebih baik?" tanya elena lagi.
"aku sudah sembuh." jawab zyan
ketiganya diam, semua sibuk dengan urusan masing masing. ketiganya bingung tidak tau harus bagaimana lagi. zyan dan jin sudah seharian didalam kamar, semua kegiatan sudah mereka lakukan. sekarang tidak tau harus bagaimana?.
saat zyan sedang menonton video, ponselnya berdering dan nomer yang tidak dikenal menelponnya. zyan agak ragu untuk mengangkatnya karna disana ada elena.
"dari siapa zy? ko gak diangkat?" tanya jin melihat gelagak zyan yang aneh.
zyan menunjukan ponselnya pada jin.
"no baru? siapa? coba saja angkat" tanya jin lagi.
akhirnya zyan mengangkat telpon itu.
"selamat malam mawar hitam." kata sipenelpon itu.
suaranya terdengar serak tapi berat. zyan langsung terkejut mendengar suara itu. ini pertama kalinya dia mendengar suara ghostraid. ekspresi zyan berubah, jin terus memperhatikan zyan dan ikut tegang.
"siapa ini?" tanya zyan berpura pura tidak tau.
"aktingmu sungguh sangat hebat. padahal kau tau ini aku tapi masih bertanya. apakah ada orang lain disana?" tanya ghostraid.
zyan diam tak menjawab pertanyaan ghostraid. karna tidak mungkin bagi zyan mengatakan kalau disini ada elena, itu sangat berbahaya.
__ADS_1
"ada apa mawar hitam? sepertinya kau sangat gelisah. apa kau takut akan ketahuan?" kata ghostraid.
jin melihat ekspresi zyan begitu mencurigakan, jin menerka nerka siapa yang menelpon zyan sampai membuat iya begitu tegang? jin menarik baju zyan dari bawah dengan pelan agar elena tidak tau. zyan masih diam dan melirik kearah jin. zyan langsung memberi kode untuk tidak mengganggunya dulu.