
Terima kasih atas dukungan kakak kakak semua. Selamat menikmati, semoga kalian suka😊😊
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Shion ayo kenapa bengong?" tanya jin.
Shion tersadar dan segera berjalan bersama jin keluar asrama.
"Jin bagaimana keadaan zy?" tanya shion malu.
"Sudah lebih baik. Sekarang aku mau beli obat, persediaan dikamar sudah habis." jawab jin.
Keduanya berjalan bersama menyusuri jalanan kota yang masih terlihat ramai.
Sepanjang perjalanan tak ada yang buka suara. Baik itu jin ataupun shion. Sebenarnya didalam hati jin merasa senang bisa jalan berdua dengan shion.
Shion terus memikirkan tentang pembunuh ayahnya yang memakai kalung yang sama seperti yang di pakai zyan tadi.
Karna terus melamun, shion tidak sadar kalau dirinya sudah ada di depan minimarket.
"Eh shion katanya kamu mau ke minimarket? Kita sudah sampai di depan minimarket." tanya jin
Shion pun tersadar dari lamunan nya dan tersenyum pada jin.
"Ah iya, aku tidak melihatnya." Kata shion.
"Makanya janga melamun. Ya sudah sana, aku mau ke apotek dulu. Nanti ketemu disini ya." kata jin.
"Uh-huh. Hati hati jin." Balas shion.
Jin mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum pada shion.
Shion masuk kedalam minimarket. Sedang jin pergi ke sebrang jalan ke apotek untuk membeli obat.
"Malam tuan." Sapa pelayan apotek pada jin.
"Malam kak." balas jin.
__ADS_1
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan apotek dengan ramah.
"Tolong obat luka, alkhoholnya sama kain perbannya." Jawab jin.
Pelayan apotek mengambilkan pesanan jin.
"Ini tuan. Jadi semuanya 80Â¥ tuan." kata pelayan.
Jin membayarnya dan segera kembali.
"Terima kasih tuan." kata pelayan.
"Sama sama." balas jin.
Jin meninggalkan apotek dan menuju ke minimarket. Jin segera masuk kedalam minimarket dan menemui shion.
"Apa sudah ketemu?" tanya jin.
"Eh jin. Kamu sudah selesai? Aku sudah hampir selesai." jawab shion.
"Iya sudah, aku juga mau beli sesuatu buat zy. Dia pasti begadang malam ini. Jadi harus ada cemilan tapi harus yang sehat." gumam jin.
"Kenapa tidak beli roti saja? Atau minuman yang mengandung vitamin?" tanya shion.
Jin diam terlihat sedang berpikir sejenak. Lalu pandangannya tertuju pada kulkas disana.
Jin membuka kulkas dan mengambil berapa botol yoghurt lalu memasukkannya kedalam keranjang belanjaan.
Entah apa yang membuat jin tersenyum sendiri begitu. Jin kembali mengambil berapa makanan ringan untuk dirinya juga.
"Shion, sudah selesai belum?" tanya jin.
"Aku sudah selesai. Ayo balik." ajak shion.
"Iya." balas jin.
Keduanya membawa keranjang belanjaannya ke kasir lalu membayarnya.
__ADS_1
Selesai membayar, keduanya kembali ke asrama berjalan kaki.
"Jin, aku iri padamu." Kata shion disela jalan.
"Iri kenapa?" tanya jin.
"Kamu sangat dengan zy." kata shion.
"Itu karna sejak kecil hanya zy yang selalu disisiku dan cuma zy yang mau menerima aku yang bodoh dan lemah." kata jin dengan nada sedih.
"Karna itulah aku merasa iri padamu. Jin, kau sangat beruntung ada orang yang mau nerimamu apa adanya." kata shion.
"Iya kau benar. Aku memang sangat beruntung memilik zy disisiku. Jika bukan karna kejadian malam itu mungkin aku gak akan kenal dan dekat dengan zy." kata jin.
"Kejadian malam itu? Memang ada apa jin?" tanya shion penasaran.
"Itu.... Malam itu suatu kejadian yang takkan pernah aku lupakan. Malam itu ayah dan ibuku di bunuh oleh sekelompok orang bertopeng. Dan hanya aku satu satunya yang selamat dari kejadian itu." kata jin.
Jin duduk di salah satu kursi di pinggir jalan. Shion ikut duduk disamping jin.
"Maafkan aku jin. Aku tidak tau." kata shion.
"Tidak apa apa shion. Berkat kejadian itu aku bisa kenal dan bisa dekat dengan zy. Zy dan aku punya kesamaan. Dia juga kehilangan seluruh keluarganya di malam yang sama dengan kematian kedua orang tuaku." kata jin, mulai menceritakan kisahnya.
"Jadi zy juga?!" tanya shion terkejut.
Shion tak menyangka kalau zyan dan jin sama sama kehilangan keluarga nya.
"Iya. Hanya saja aku masih beruntung karna masih memiliki keluarga lain meski mereka tidak ada yang perduli padaku. Tapi setidaknya aku masih punya keluarga. Berbeda dengan zy. Seluruh keluarganya di bunuh dan seorangpun yang berhasil selamat." kata jin.
Shion terdiam tidak tahu harus berkata apa. Dia tak menyangka kalau zyan memiliki kisah hidup yang sangat menyedihkan.
"Yang selamat malam itu hanya zy saja. Zy ditemukan oleh bunda hana pingsan didepan panti lalu dibawa kerumah sakit. Sejak saat itu zy tinggal di panti asuhan dan sampai akhirnya kak Elena dan ibu Ruan datang membawa kami." kata jin lagi.
Jin memceritakannya kisah tentang zyan dengan pandangan sedih.
"Aku tak menyangka kalau kalian memilik kenangan yang begitu menyakitkan.. Maafin aku jin." kata shion, ikut merasa sedih.
__ADS_1
"Tidak apa. Semua sudah berlalu, seperti kata zy masa lalu biarkan jadi masa lalu yang terpenting sekarang menata masa depan agar lebih baik." kata jin, sambi tersenyum.